Senin, 31 Oktober 2011

MASJID NEGARA KUALA LUMPUR - WISATA RELIGI

Kemaren tanggal 30 Oktober 2011, adalah hari minggu. jadi saya merasa bengong di kamar kost. Akhirnya aku mutus kan jalan jalan di Kuala Lumpur dan sekitarnya. Dan rencana awalnya mau ke Imbi untuk melihat pameran mobil.

Jadi saya berangkat dari PWTC dengan berjalan kaki menuju ke Station Monorail di Chow Kit. Jaraknya sekitar 1,2 KM. Yach lumayan lah buat olah raga. Setelah itu saya naik monorail ke Imbi dan ternyata sesampai di Imbi di Times Square Mall , acaranya tak ada jadi saya berjalan kaki balik menuju ke Bukit Bintang dan terus berjalan menuju ke KLCC. Bukit Bintang ke KLCC, jaraknya tidak begitu jauh, sekitar 1,2 KM dengan berjalan kaki.

HALAMAN DEPAN MASJID NEGARA 
Jadi setelah muter-muter di KLCC, akhirnya saya memutuskan untuk ke Pasar Seni alias Sentral Market untuk makan di Es Teler 77. Dan setelah makan , sholat dan setelah sholat, saya punya keinginan untuk mengunjungi "Masjid Negara Kuala Lumpur. Karena sejak dari sebelum puasa Ramadhan lalu punya keinginan untuk singgah ke sana tapi selalu saja tak jadi dan selalu saja banyak alasan.

Dan akhirnya saya memaksakan diri untuk berangkat ke Masjid Negara Kuala Lumpur. Tapi terus terang saya ke Masjid Negara Kuala Lumpur untuk sengaja mau sholat Wajid di sana dan Alhamdulillah , saya bisa melaksanakan sholat Ashar di sana. Disamping itu juga saya merasa penasaran dengan ucapan Paman Saya yang pernah sholat Dhuha di sana dan Beliau meneteskan air matanya dan sampai menangis saat Sholat di Masjid Negara tersebut. Alhamdulillah, setidak-tidaknya Paman saya tersebut mendapatkan hidayah dari Allah saat berdo'a. Dan kadang kita sendiri tidak tahu kapan kita akan mendapatkan hidayah dari Allah.  Dan saya pun ingin mendapatkan hidayah dari Allah dengan berkunjung ke Masjid tersebut.

Jadi setelah sholat Zuhur di Pasar Seni /Central Market , berangkatlah saya menuju ke Masjid Negara Kuala Lumpur dan dengan berjalan kaki menyusuri trotoar yang ada di sana. Dan lumayan juga jaraknya sekitar 2 KM . Tapi dengan niatan untuk sholat di sana, saya langkah kan kaki saya ke sana dan rasanya kaki ini tak terasa berat saat melangkah dan akhirnya saya sampai di Masjid Negara Kuala Lumpur.

Dan kalau secara jujur saya katakan bahwa Masjid Negara Kuala Lumpur masih kalah besar dibandingkan Masjid Istiqlal Jakarta Indonesia. Dan bangunannya memang cukup besar juga di mana di lantai dasarnya  ada sekolah anak-anak, dan lain-lain untuk menunjang peribadatan di Masjdi Negara tersebut.

Memakai Jubah Penutup Aurat
 Setelah saya mengambil photo-photo dh halaman masjid. Maka saya pun beranjak mendekati Masjid dan saya nampak banyak turis baik itu lokal maupun mancanegara turut singgah untuk melihat secara dekat Masjid Negara Kuala Lumpur.

Dan nampaknya Masjid Negara Kuala Lumpur ini menjadi salah satu obyek pariwisata di Kuala Lumpur tanpa mengurangi kesucian dari Masjid itu sendiri.

Dan bila ingin naik ke Masjid alias di areal di luar ruang Sholat baik muslim maupun non muslim wajib menutup Auratnya. Dan Panitia di Masjid akan menyediakan semacam jubah yang dipakai oleh orang yang dianggap masih membuka Auratnya. Dan walau diijinkan naik ke areal masjid , tapi mereka yang non muslim tidak diperkenankan masuk ke dalam ruang sholat untuk menjamin kesucian ruang sholat.

RUANG SHOLAT 
Dan bagi yang muslim, biasanya mereka akan melakukan sholat , baik itu sholat wajib maupun sholat sunnat. Dan saya pun melakukan sholat sunnat masuk Masjid pada waktu itu karena waktu Ashar masih lama lagi.

Dan saya pun merenung dengan apa yang saya saksikan di Masjid ini karena saya lihat banyak turis yang dapat untuk melihat Masjid Negara Ini dan memang Masjid ini pun merupakan Warisan Kebangsaan Pemerintah Malaysia. Saya merenung "Kenapa ini tak bisa dibuat juga di Masjid Istiqlal Jakarta?" Tak masalah kita meniru yang terbaik buat parawisata di Jakarta dan tentunya mengenalkan Bangunan-bangunan Islam yang ada di Jakarta Khususnya Masjid Istiqlal. Tapi saya nggak tahu apa kendalanya sehingga di Masjid Istqlal belum dijadikan obyek Pariwisata buat menarik turis-turis mancanegara.

Tapi sebelum saya melaksanakan sholat sunnat, saya sempat mengobrol dengan pengurus masjid dan disambut dengan ramah. Saya mengatakan tujuan saya untuk melihat-lihat Masjid Negara secara dekat sekaligus ingin merasakan menangis sewaktu berdo'a di masjid dan bercerita mengenai paman saya yang meneteskan air mata saat berdo'a di dalam Masjid. Dan memang katanya tak semua orang yang bisa meneteskan air mata sewaktu sholat di masjid ini dan kami pun belum tentu mendapatkan hal seperti itu sewaktu sholat padahal kami selalu berada disini. Dan kalau menurut saya itulah namanya hidayah. Dan kita tidak tahu kepada siapa hidayah itu diberikan.

SEORANG BAPAK TENGAH BERDO'A
Di areal Masjid Negara ini pun terdapat makam pahlawan dimana dimakamkan pemimpin-pemimpin Malaysia setingkat Perdana Menteri dan nampak di dalam Bangunan ada 4 Makam dan terbaca dari tulisan yang ada di batu nisan ini nama-nama bekas Perdana Menteri Malaysia. Dan banyak juga yang melihat-lihat makam tersebut dan sekaligus ziarah untuk  membaca Surat Al Fatehah atau Ayat Kursi dan berdo'a agar bekas Perdana Menteri Malaysia yang , Wafat dapat diterima disisi Allah, dijauhkan siksa kubur dan siksa api neraka.

Dan nampak seorang Bapak Tua memberikan do'a untuk setiap makam yang ada di sana dan nampak mulutnya komat-kamit membaca Ayat-Ayat Al Qur'an dan berdo'a untuk Beliau-Beliau yang telah Wafat. Walaupun tidak kenal secara dekat tapi setidak-tidaknya dengan berziarah memberikan do'a2 kepada yang telah wafat, setidak-tidaknya kita pun mendapatkan pahala dan juga mengingatkan kita akan adanya hari akhir.

Dan saya lihat juga disana , ada akan kecil mungkin berumur 6 tahun bertanya kepada Ayahnya "Siapa ini Yah?" , jawab Ayahnya " Inilah Makam Mantan Pemimpin Negara (Perdana Menteri) yang telah meninggal dan dikubur disini," kata Ayahnya . Dan nampaknya sang Ayah sedang memperkenalkan kepada Anaknya mengenai Bekas Perdana Menteri Malaysia yang Wafat dan sekaligus memperkenalkan kepada anaknya cara kita bersikap menghargai jasa-jasa Pahlawan mereka walau mereka sudah wafat.



Dan saya pun di Makam ini membaca Al Fatehah dan Surat Yasin dan saat saya mau meninggalkan makam ini, ada perasaan aneh di dalam bathin saya dan perasaan mau keluar air mata ini tapi segera kualihkan pikiranku untuk tidak menangis di areal makam tersebut. Ya mungkin saya merasa bahwa kita diingatkan Allah akan hari akhir dan agar kita bertobat, kembali ke jalan yang diredhoi oleh Allah. Tapi setidak-tidaknya sampai hari senin pun saya merasakan perasaan tersebut dan tadi (Selasa Pagi) aku mencoba sholat hajat memohon Ampun akan kekhilafan saya mungkin yang saya buat sewaktu berkunjung ke Masjid Negara atau segala yang pernah saya buat selama dalam perjalanan hidup saya.

SILSILAH NABI-NABI
Kembali ke cerita awal, setelah saya keluar Makam yang ada diareal sekitar masjid, saya pun menuju ke tempat sholat untuk sekedar sholat sunnah dan setelah saya melaksanakan sholat sunnah saya pun menunggu sholat Ashar tiba dan saya melihat-lihat sekeliling nya dan memang bagus Masjid Negara ini walaupun tidak sebesar Masjid Istiqlal tapi kita dapat merasakan keteduhan dan kenyamanan selama berada di dalam Masjid ini.

Dan disini juga terdapat Silsilah 25 Nabi sejak dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW beserta keturunan-keturunan yang memiliki silsilah kenabiannya.

Setidak-tidaknya dengan membaca silsilah nabi-nabi ini kita dapat mempelajari sejarah Islam dan sejarah kenabian .



Dan setelah melaksanakan sholat Ashar berjamaah akhirnya saya balik ke rumah karena waktu telah menunjukkan pukul 16.40 menit. karena pukul 5 petang saya ada janji untuk mengambil Loundry di dekat kost-kostan saya.

Bila kita sedang berada di Kuala Lumpur, coba sempatkan berkunjung atau Sholat di Masjid Negara dan jangan hanya ke Bukit Bintang, KLCC, Pasar Seni dll. Karena kita akan mendapatkan sesuatu yang berbeda semasa kita berkunjung atau sholat di Masjid Negara ini.


Setidak-tidaknya perubahan untuk menjadi lebih baik lagi sebagai orang Muslim. Anda bisa membuktikannya sendiri bila anda sempat berkunjung ke sini. Tapi walaupun tak terbukti setidak-tidaknya kita mndapat pahala dengan berziarah dan melaksanakan sholat di Masjid Negara ini.


Kuala Lumpur, 1 November 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar