Friday, June 14, 2019

MENGENAL LAJUKELA COFFEE OWNER DAN ASAL MUASAL BERDIRINYA LAJUKELA COFFEE.

Adalah harapan semua orang yang ingin mendapatkan penghidupan yang layak dalam menjalani hidup di Dunia. begitupun dengan owner dari lajukela coffee. Tak mudah menjalankan usaha kopi yang mana hanya menjual product kopi belaka tanpa menyeduh kopi. Dimana keuntungannya tidaklah sebesar bilamana kita  tidak menjual seduhan kopi di kedai-kedai kopi untuk pelanggan. 


Asal muasal berdirinya lajukela coffee didasari ingin mengenalkan kopi tanah air ke kalangan para pecinta kopi di tanah air khususnya di pekanbaru riau. Walau tidak semua kopi Indonesia yang dijual oleh lajukela coffee tapi setidak-tidaknya sudah ada lebih dari 30 single origin kopi dari berbagai daerah di Indonesia yang pernah di jual. Namun sekarang hanya sekitar 14 single origin saja yang dijual baik dalam ukuran 100 gram, 250 gram dan 1 kg. karena tidak mudah menjual kopi dalam kemasan mengingat saingan begitu banyak dimana ada kala ada provider kopi lainnya menjualnya dengan harga yang murah. 

"Tapi Insya Allah ada pembeli lain," itu kata-kata yang keluar dari ucapan Iwan Agung selaku owner lajukela coffee ketika mengetahui ada pelanggannya berpaling ke supplyer kopi yang menjual kopi single origin yang lebih murah. Tapi memang bener ketika ada pembeli yang berpaling masih ada pembeli lain yang tiba-tiba menghubungi lajukela coffee untuk membeli kopi.

Iwan Agung, memulai mendirikan usaha sejak tahun 2017, setelah ibunya wafat karena sakit di June 2017, dengan meminjam uang dari temannya sebesar 2 juta rupiah untuk memulai usaha suplyer kopi dan pada waktu itu yang dijual adalah kopi dari daerah Semendo Sumsel dan juga membawa kopi Liberika Meranti yang merupakan ikon kopi di Riau ke dalam usaha nya. Namun perjalanan ke depannya , lajukela coffee tidak lagi menjual kopi dari Semendo tapi tetap menjual kopi Liberika dari daerah Meranti Riau. 


asal muasal nama lajukela coffee adalah karena faktor branding saja dan mudah diingat karena kata-kata lajukela itu adalah bahasa Palembang yang artinya "jadikan saja dan jangan ragu" semacam kata-kata motivasi saja mengingat pada awalnya menjual kopi dari Palembang dan hingga sekarang tetap saja memakai branding lajukela coffee walaupun sudah tidak lagi menjual kopi dari Palembang.

Dalam perkembangannya lajukela coffee membuka kios kecil untuk menjual product kopi dengan harga sewa 500 ribu / bulan dan walau dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m. lajukela coffee tetap memasarkan prodcut-pruduct kopi single originnya baik offline maupun online.  Lokasi kiosnya terletak di Jl. Sembilang no 107 Rumbai . Yach walaupun masih sepi penjualan tapi tetap dinikmati aja. karena walaupun masih merugi tapi masih bisa dicover dengan gaji yang diperoleh dari bekerja. Owner lajukela coffee kini telah bekerja di salah satu perusahaan di Duri mandau Riau. Dan untuk penjualan kopi dan operasionalnya di pekanbaru kini dibantu oleh temannya yang kebetulan tinggal dekat kios kopi lajukela coffee.


"Planning ke depan, ada rencana untuk menyeduh kopi atau menjual kopi seduh, semacam take away coffee. But We Will See lah. Karena semua itu perlu uang untuk modal .




Thursday, June 13, 2019

JUAL OLEH-OLEH KHAS RIAU DIJUAL DI RUMBAI PEKANBARU

Dalam memajukan ekonomi rakyat di riau, Lajukela Cofeee membantu memasarkan product-product kopi dari Riau khususnya dari Pulau Rangsang Kepulauan Meranti Riau. Kopi Liberika Riau , kopi yang unik, mempunyai aroma buah nangka yang khas , ditanam di rawa-rawa atau lahan gambut dengan ketinggian tanam 2 - 5 mdpl. 
aneka product kopi liberika meranti

Adapun Product Kopi Liberika Meranti yang dijual oleh Lajukela Coffee terbagi dalam beberapa product yang mana intinya untuk menciptakan rasa lebih enak bilamana di seduh. Product kopi lajukela coffee khusus kopi Liberika Meranti yang dikembangkan adalah :

1. Kopi Liberika Meranti Riau - Honey - Rp. 70.000,- / 250 gram
Kopi ini adalah kopi yang enak dan merupakan ikon dari kopi liberika meranti yang kami jual di berbagai daerah baik di Indonesia maupun di Mancanegara. Kopi asli liberika meranti dan diproses dengan proses honey. menjadikan aroma dan rasa begitu kental ke arah buah nangka. Bilamana anda mencium aromanya maka akan terasa buah yang begitu kental dan ketika diminum after taste nya terasa buah nangka. 




2. Kopi Liberika Meranti Riau - Blend - Rp. 70.000,-/ 250 gram
Kopi ini sudah dalam bentuk bubuk namun kopinya adalah kopi asli Liberika dari Pulau Rangsang Meranti Riau. Namun kopi product ini adalah perpaduan antara proses Semi Wash dan proses honey. Rasa dan Aroma yang dihasilkan kopi ini cukup strong dengan kadar kafein yang lebih tinggi dari kopi product diatas. Memadukan aroma buah nangka dengan aroma rawa kedalam aroma kopi liberika yang khas. salah satu alternatif menikmati kopi Liberika Riau.




3. Kopi Liberika Meranti Riau Plus. - Rp. 65.000,-
Product kopi ini sudah mulai beredar di market place kami dan toko online kami. tujuannya adalah ingin meningkatkan rasa berbeda dari kopi sebelumnya. Kopi ini dalam bentuk kopi bubuk dan percampuran antara kopi Liberika Meranti dan Kopi Robusta. Perpaduan dari aroma buah nangka dan juga rasa coklat caramel menjadikan kopi ini merupakan salah satu pilihan kenikmatan rasa bagi pecinta kopi. 
Pengambilan gambar harimau sumatra adalah untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian harima sumatra di Indonesia. Dimana mereka sudah mulai punah akibat hilangnya species mereka akibat dari perburuan kulit harimau.

Khusus untuk kopi Liberika Meranti Honey, kami menjual juga dalam bentuk 100 gram dengan harga Rp. 30.000,-. 
untuk pemesanan bisa menghubungi 08117603471 / 08126882002 

Toko Oleh-Oleh Khas Riau
jl. Sembilang no 107 Rumbai Pekanbaru
telp 08117603471

Lajukela Coffee 
Jl. Kaharuddin Nasution, Marpoyan PKU
telp 08117603471 (sabtu & minggu)

Kita juga ada perwakilan di beberapa toko dan daerah di Riau diantaranya ada di kota Duri Bengkalis, Pulau Bengkalis dan Jl. Durian Pekanbaru.

Untuk Toko Online kami :
www.tokopedia.com/liberikariau
www.bukalapak.com/iwanagungdwisaputra










OLEH-OLEH KHAS RIAU DISINI TEMPATNYA..

Salah satu oleh-oleh khas Riau adalah Kopi Liberika Meranti. Kopi yang ditanam di daerah Pulau Rangsang Kepulauan Meranti Riau. Kopi Liberika ini kebanyakan ditanam di daerah rawa-rawa / lahan gambut dan mempunyai aroma buah nangka..makanya kopi liberika meranti riau ini dikenal dengan julukan kopi unik. Kenapa unik karena biasanya kopi itu ditanam di daerah pegunungan diatas ketinggian minimal 600 mdpl. Tapi kopi liberika ini ditanam di antara 2-5 mdpl. 


Dan keunikan lainnya adalah kopi ini mempunyai biji/bean yang berbeda ukuran sehingga ada yang besar dan ada yang kecil sehingga mau tak mau proses pengolahannya masih bersifat manual. agar kopi yang dihasilkan tidak terlalu susut banyak. Tapi kadang kala kopi Liberika ini susutnya mencapai 35-40% dari total buah ceri yang di olah menjadi kopi gabah (green bean). Maka tak heran dari 100 kg buah Ceri yang bisa jadi green bean hanya 60 kg saja. Karena kadang kulit Cerinya tebal tahunya isinya kecil. Belum lagi susut pada saat roasting yaitu sebesar 15% kalau masak medium. 

Banyak orang menilai harga kopi Liberika Meranti yang Lajukela Coffee jual itu mahal, Jawabannya karena kopi dari petani yang disupply dari pulau meranti pun mahal karena biaya transportasinya cukup tinggi bilamana disupply ke Pekanbaru, Riau. Dari Pulau Rangsang kopi dikirim via perahu menuju ke Selat Panjang, Tebing Tinggi Island, setelah itu dikirim menuju ke Toko Lajukela Coffee yang berada di Pekanbaru. Dan itu pun kita harus bersaing dengan pembeli dari Malaysia yang mana sangat menyukai kopi Liberika dari Pulau Rangsang. kalau di lihat dari Peta diatas terlihat bahwa jarak antara Pulau Rangsang dengan Malaysia lebih dekat dibanding jarak Pulau Rangsang ke Pekanbaru. Maka dari itu jangan heran bilamana harga kopi Liberika dari Pulau Rangsang lebih mahal dari kopi Liberika dari daerah lain. kami dari Lajukela Coffee bisa menerima perbedaan harga tersebut dikarenakan kondisi lapangan dan juga maraknya esport kopi liberika ceri ke Malaysia. 

Kami dari Lajukela Coffee menjual oleh-oleh kopi khas Riau termasuk kopi Liberika Meranti ini, Kami menjual nya dengan harga Rp. 70.000,- / 250 gram dan Rp. 30.000,- / 100 gram. 

Kedai Kopi kami dengan nama dan lokasi yaitu KIOS OLEH-OLEH KOPI RIAU, Jl. Sembilang no 107 Rumbai Pekanbaru. telp. 08117603471 

kalau untuk Marpoyan Pekanbaru di 08117603471 (khusus sabtu & minggu)
kalau untuk Kota Duri Mandau hubungi 08117603471 

Kami juga ada online shop di :

www.tokopedia.com/liberikariau  www.bukalapak.com/iwanagungdwisaputra


Thursday, May 9, 2019

OGA 2019 - OIL & GAS ASIA EXHIBITION 18 - 20 JUNI 2019 DI KLCC KUALA LUMPUR MALAYSIA

OGA 2019 adalah salah satu event tempat bertemunya pemain-pemain Oil & Gas di Dunia dan bertemoat di Kuala Lumpur, tepatnya di KLCC. Event yang besar dan berlangsung selama 3 hari. Event 2 tahunan yang diadakan di Kuala Lumpur Malaysia. 

Pujangga Piping , hampir tiap 2 tahun sekali datang ke acara ini yaitu tahun 2007, 2009, 2011 dan 2017 sedangkan 2013 dan 2015 tidak bisa hadir karena kami tinggal dan menetap di Canberra. Dan tentunya sebuah kehilangan besar karena tidak bisa hadir dan menikmati perkembangan teknologi Oil & Gas Asia dan Dunia sekaligus berbagi informasi dengan mereka yang handal di bidangnya.


Banyak perusahaan besar yang hadir seperti Technip, McDermoot, dan lainnya juga supplyer atau yang punya product untuk dipasarkan. Intinya hampir dari seluruh dunia datang menyaksikan acara tersebut.

Yang menarik dari sini adalah, kita bisa berbagi atau share kartu nama, CV, ataupun peluang kerja dan juga kita bisa mendapatkan souvenir-souvenir yang menarik baik pena, gelas, ataupun lainnya dan berguna untuk kita setelah kembali dari acara tersebut.

Kami aja setiap 2 tahun sekali hadir disana dan 1 koper isinya adalah souvenir, CD product dan juga brosur-brosur yang saya anggap perlu saya bawa ke Indonesia agar saya bisa memperoleh ilmu baru yang bisa saya pakai di Indonesia sebagai seorang piping & pipeline engineer.

Saya berencana untuk hadir kembali di OGA 2019 yang diadakan di KLCC Kuala Lumpur Malaysia namun belum tahu karena melihat situasi dahulu bilamana kontrak kerja saya diperpanjang saya kemungkinan tidak bisa hadir di sana dan bilamana kontrak kerja saya berakhir di 10 juni 2019 nanti, Insya Allah saya akan hadir karena saya memerlukan pekerjaan sebagai engineer.

Saya pernah bekerja di Malaysia sejak December 2010 sampe dengan Februari 2012, saya terpaksa resign dari Agent Armada Dinamic Resources saat bekerja di Alstom Asia Facific Sdn Bhd karena saya harus menjaga 2 anak saya yang masih kecil-kecil yang dibawa istri saya ke Canberra Australia untuk kuliah Phd. 

Bilamana anda ingin datang ke acara ini, ada baiknya anda melakukan registrasi Online di website mereka, www.oilandgas-asia.com atau bisa search di google ketik OGA 2019 dan anda akan menemukan sendiri link nya dan melakukan pendaftaran...

Ada baiknya anda hadir disana selama 3 hari sesuai jadwal atau minimal 2 hari mengingat lebih dari 1000 perusahaan yang akan hadir mengisi acara tersebut dan event besar yang jangan dilewatkan bagi anda yang berkecimpung di dunia oil & gas.

Saya sarankan anda menginap di daerah Kuala Lumpur disekitaran Pudu atau Chinatown atau Pasar Seni. maksudnya agar anda bisa sekali jalan menuju ke KLCC. dari station Pasar Seni menuju ke KLCC. Untuk Penginapan cukup murah sekitar harga 200 ribu an. tapi kalau mau murah kali yach nginap di daerah Chow Kit, PWTC ada yang harga 160 ribu tapi kamar mandi di luar. 

PANDUAN RAMADHAN 1


1. MARHABAN YA RAMADHAN

Marhaban barasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang. Marhaban menggambarkan suasana penerimaan tetamu yang disambut dan diterima dengan lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang Ramadhan), mengandungi arti bahwa kita menyambut Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tidak dengan keluhan.

Rasulullah sendiri senantiasa menyambut gembira setiap datangnya Ramadhan. Dan berita gembira itu disampaikan pula kepada para sahabatnya seraya bersabda: "Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah memfardlukan atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan" (Hr. Ahmad)

Marhaban Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu, karena kitamengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan perjalanan menuju Allah swt. Perjalanan menuju Allah swt itu dilukiskan oleh para ulama salaf sebagai perjalanan yang banyak ujian dan tentangan. Ada gunung yang harus didaki, itulah nafsu. Digunung itu ada lereng yang curam, belukar yang hebat, bahkan banyak perompak yang mengancam, serta iblis yang merayu, agar perjalanan tidak dilanjutkan. Bertambah tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan, semakin curam dan ganas pula perjalanan.

Tetapi, bila tekad tetap membaja, sebentar lagi akan tampak cahaya benderang, dan saat itu akan tampak dengan jelas rambu-rambu jalan, tampak tempat-tempat yang indah untuk berteduh, serta telaga-telaga jernih untuk
melepaskan dahaga. Dan bila perjalanan dilanjutkan akan ditemukan kendaraan Ar-Rahman untuk mengantar sang musafir bertemu dengan kekasihnya. Untuk sampai pada tujuan tentu diperlukankan bekal yang cukup. Bekal itu adalah benih-benih kebajikan yang harus kita tabur didalam jiwa kita. Tekad yang keras dan membaja untuk memerangi nafsu, agar kita mampu menghidupkan malam
Ramadhan dengan shalat dan tadarrus, serta siangnya dengan ibadah kepada Allah melalui pengabdian untuk agama.

2. RAMADHAN BULAN BERKAH

Ikhwati wa akhowati fillaah, Salah satu sifat Allah SWT adalah Ia memiliki irodah (kehendak), sebagaimana firmanNya : "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. 
Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (denganDia)." (QS Al Qoshosh [28]:68). Allah memilih sesuatu yang dikehendakiNya. 

Allah memilih tempat yang dikehendakiNya. Allah memilih manusia yang dikehendakiNya, pilihanNya sendiri ada yang menjadi Rasul, pemimpin negara, cendekia, dsb. Allah memilih gua Hiro' yang dikehendakiNya sebagai tempat pertemuan Rasul dan Malaikat Jibril. Allah memilih Mekkah yang dikehendakiNya sebagai kiblat kaum Muslimin dan memilih pula kota Madinah sebagai basis pertahanan Rasulullah dalam menyebarkan risalah Ilahi.

Begitu pula halnya dengan bulan-bulan dalam setahun, Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. 

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." QS Al Baqoroh [2]:185. Jika Allah berkehendak, tentu ada suatu maksud tertentu dibalik kehendakNya itu. Allah mengutus Rasulullah dengan satu maksud, untuk menyampaikan risalah-Nya.

Begitu halnya dengan bulan Ramadhan, sebab Allah tidak akan mengatakan Ramadhan sebagai bulan istimewa jika tidak ada sesuatu dibalik itu. Baginda Rasulullah SAW, ketika berada di penghujung bulan Sya'ban, selalu mengatakan kepada sahabatnya : "Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu." (HR. Ath Thabrani) Dalam sabdanya yang lain : "Sesungguhnya telah datang padamu
bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya.
Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan." (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)

Jika kita menengok ke belakang, melihat sirah Rasulullah SAW kita akan melihat betapa banyaknya kejadian penting terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya :

1. Bulan diturunkannya Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
dan yang bathil)." (QS Al Baqarah [2]:185) Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata : "Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al Qur-an. Karenanya, Allah SWT mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni puasa (shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Ilahi yang Maha Quddus. Al Qur-an adalah suatu kitab yang tiada bandingannya, pemisah yang haq dan bathil, berlaku sepanjang masa, dan menjadi pengikat seluruh ummat Islam di seluruh dunia.

2. Bulan diturunkannya kitab-kitab suci lainnya. Di bulan ini pula, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: "Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan sedangkan Al Qur-an diturunkan pada 24 Ramadhan." (HR. Ahmad) Itulah keberkahan bulan Ramadhan, bulan turunnya ayat-ayat Qouliyyah, minhajul hayah bagi keberadaan manusia di muka bumi, penunjuk jalan bagi orang-orang yang mau mensucikan dirinya.

3. Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badr. Perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin, dimana perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Perang Badr dinamakan Allah dengan sebutan "yaumul furqon" (hari pembeda antara yang haq dan bathil), sebagaimana firmanNya : "Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada
apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS Al Anfal [8]:41. Muhammad Qutb mengatakan dalam tafsirnya bahwa perang ini dari awal hingga akhirnya adalah rencana Allah SWT yang dilaksanakan dengan pimpinan dan bantuanNya. Dimana dalam jalannya pertempuran, Allah SWT memenangkan kaum Muslimin yang mempunyai personil dan persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya. Namun itu bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan ruhiyyah mereka dengan keyakinan akan kebenaran janji Allah SWT. Peperangan ini membuahkan babakan baru dalam
sistem gerakan Islam. Perang ini memperbaharui kondisi ummat Islam, setelah dengan sabar dan tabah menempuh tahapan-tahapan perjuangan da'wah. Lahir tatanan baru dalam kehidupan manusia, bagi penerapan hak-hak asasi serta sistem dan struktur baru bagi masyarakat dan negara.

4. Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah. Peristiwa "fathul makkah" terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, sekitar 10000 kaum Muslim mendatangi Makkah dari segala penjuru. Pada saat itulah terjadi fenomena kemenangan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah manapun, dimana semua musuh, hingga para pemimpinnya menerima dan mengikuti agama lawan. Ini tidak terjadi melainkan dalam sejarah Islam. Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan akidah, kalimat tauhid dan bukan kemenangan individual atau
balas dendam.

5. Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar. Dijelaskan dalam firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu
(penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadr [97]:1-5) 

6. Bulan yang dipilih untuk pelaksanaan puasa dan pemindahan qiblat. Firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. "
QS Al Baqarah [2] : 183. Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan qiblat ummat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram inipun menjadi pembeda antara yang haq dan bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah
kaum Muslimin dengan ahlul kitab. Berbeda pula kiblat Muslimin dengan mereka, serta puasa Muslimin dengan mereka. Kecongkakan merekapun berakhir dengan barokah bulan ini.

3. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA

1. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan atas kamu untuk shaum, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya ( tidak beramal baik didalamnya), sungguh telah diharamkan ( tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini)." ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).

2. "Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. ia berkata: maka ia
menerangkan tentang shaum Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini
Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah (dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan." (Riwayat Ahmad dan Nasai )

3. "Diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat Lima waktu, Shalat Jum'at sampai Shalat Jum'at berikutnya, Shaum Ramadhan sampai Shaum Ramadhan berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila dosa-dosa besar dijauhi."(H.R.Muslim)

4. "Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: Shaum dan Qur'an itu memintakan syafa?at seseorang hamba di hari
Kiamat nanti. Shaum berkata : Wahai Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa'at baginya. Dan berkata pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari ( karena membacaku ), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits Hasan).

5. "Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda
: bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut "Rayyaan". Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang shaum? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu, maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).

6. Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang (HR.Bukhary
Muslim).

KESIMPULAN :
Kesemua Hadits di atas memberi pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal didalamnya, diantaranya:

1. Bulan Ramadhan adalah:
a. Bulan yang penuh Barakah.
b. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
c. Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
d. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
e. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).

2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :
a. Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
b. Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syfaa't.
c. Khusus bagi yang shaum disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).

4. PANDUAN AMALAN DI BULAN RAMADHAN

Ramadhan bagi umat Islam bukan sekedar salah satu nama bulan qomariyah, tapi dia mempunyai makna tersendiri. Ramadhan bagi seorang muslim adalah rihlah
dari kehidupan materialistis kepada kehidupan ruhiyah, dari kehidupan yang penuh berbagai masalah keduniaan menuju kehidupan yang penuh tazkiyatus nafs dan riyadhotur ruhiyah. Kehidupan yang penuh dengan amal taqorrub kepada Allah, mulai dari tilawah Al-Qur'an, menahan syahwat dengan shiyam, sujud dalam qiyamul lail, ber'itikaf di masjid, dan lain-lain. Semua ini dalam rangka merealisasikan inti ajaran dan hikmah puasa Ramadhan yaitu : Agar kalian menjadi orang yang bertaqwa. (Al-Baqoroh: 183 dan akhir Al-Hijr)

Ramadhan juga merupakan bulan latihan bagi peningkatan kualitas pribadi seorang mulism. Hal itu terlihat pada esensi puasa yakni agar manusia selalu dapat meningkatkan nilainya dihadapan Allah SWT dengan bertaqwa, disamping melaksanakan amaliyah-amaliyah positif yang ada pada bulan Ramadhan.

Diantara amaliyah-amaliyah Ramadhan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW baik itu amaliyah ibadah maupun amaliyah ijtijma'iyah adalah sebagai berikut:

Shiyam (puasa)
Amaliyah terpenting selama bulan Ramadhan tentu saja adalah shiyam (puasa), sebagaimana termaktub dalam firman Allah pada surat al Baqoroh : 183-187.
Dan diantara amaliyah shiyam Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah ialah :

a. Berwawasan yang benar tentang puasa dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. "Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya" (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi).

b. Tidak meninggalkan shiyam, walaupun sehari, dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari'at Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa :
"Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshoh atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup" (HR At Turmudzi).

c. Menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi atau bahkan menggugurkan nilai shiyam. Rasulullah SAW pernah bersabda : " Bukanlah (hakikat) shiyam itu sekedar meninggalkn makan dan minum, melainkan meninggalkan pekerti sia-sia (tak bernilai) dan kata-kata bohong" (HR Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).

Rasulullah juga pernah bersabda bahwa : " Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum " (Hr Bukhori dan Muslim).

d. Bersungguh - sungguh melakukan shiyam dengan menepati aturan-aturannya.
Rasulullah SAW bersabda : " Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh Iman dan kesungguhan, maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah
dilakukan " (HR. Bukhori, Muslim dan Abu Daud).

e. Bersahur, makanan yang berkah (al ghoda' al mubarok ). Dalam hal ini 
Rasulullah pernah bersabda bahwa : " Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan anda tinggalkan, sekalipun hanya dengan seteguk air. Allah dan
para Malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur" (HR. Ahmad). Dan disunnahkan mengakhirkan waktu makan sahur .

f. Ifthor, berbuka puasa. Rasululah pernah menyampaikan bahwa salah satu indikasi kebaikan umat manakala mereka mengikuti sunnah dengan mendahulukan ifthor (berbuka puasa) dan mengakhirkan sahur. Dalam hal berbuka puasa Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa : " Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai olehNya, ialah mereka yang bersegera berbuka puasa. " (HR. Ahmad dan Tirmidzi). Bahkan beliau mendahulukan ifthor walaupun hanya dengan ruthob (kurma mengkal), atau tamr (kurma) atau air saja " (HR. Abu Daud dan Ahmad).

g. Berdo'a. Sesudah hari itu menyelesaikan ibadah puasa dengan berifthor, Rasulullah SAW seperti prilaku yang beliau lakukan sesudah menyelesaikan suatu ibadah, dan sebagai wujud syukur kepada Allah, beliau membaca do'a
sebagai berikut ; Rasulullah bahkan mensyari'atkan agar orang-orang yang berpuasa banyak memanjatkan do'a, sebab do'a mereka akan dikabulkan oleh Allah. Dalam hal ini beliau pernah bersabda bahwa : " Ada tiga kelompok
manusia yang do'anya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah do'a orang-rang yang berpuasa sehingga mereka berbuka" (HR. Ahmad dan Turmudzi).

Tilawah (membaca) al Qur'an Ramadhan adalah bulan diturunkannya al Qur'an. (QS. Al Baqoroh: 185). Pada
bulan ini Malaikat Jibril pernah turun dan menderas al Qur'an dengan Rasulullah SAW (HR. Bukhori). Maka tidak aneh kalau Rasulullah SAW (yang selalu menderas al Qur'an disepanjang tahun itu) lebih sering menderasnya
pada bulan Ramadhan.
Imam az Zuhri pernah berkata : " Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca al Qur'an". Hal ini tentu saja dilakukan
dengan tetap memperhatikan tajwid (kaedah membaca al Qur'an) dan esensi dasar diturunkannya al Qur'an untuk ditadabburi, dipahami dan diamalkan (QS. Shod: 29).

Ith'am ath tho'am (memberikan makanan dan shodaqoh lainnya) Salah satu amaliyah Ramadhan Rasulullah ialah memberikan ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. Seperti beliau sabdakan :
"Barangsiapa yang memberi ifthor kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut " (HR. Turmudzi dan an Nasa'i).

Hal memberi makan dan sedekah selama bulan Ramadhan ini bukan hanya untuk keperluan iftor melainkan juga untuk segala kebajikan, Rasulullah yang dikenal dermawan dan penuh peduli terhadap nasib umat, pada bulan Ramadhan
kedermawanan dan keperduliannya tampil lebih menonjol, kesigapan beliau dalam hal ini bahkan dimisalkan sebagai " lebih cepat dari angin " (HR Bukhori ).

Memperhatikan kesehatan. Shaum memang termasuk kategori ibadah mahdhoh (murni), sekalipun demikian
agar nilai maksimal ibadah puasa dapat diraih, Rasulullah justru mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa dibawah ini:
a. Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhori dan Abu Daud).
b. Berobat seperti dengan berbekam (al hijamah) seperti yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.
c. Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan oleh Rasulullah SAW kepada sahabat Abdullah ibnu Mas'ud RA, agar memulai puasa dengan penampilan
baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. ( HR. AL Haitsami)

Memperhatikan harmoni keluarga Sekalipun puasa adalah ibadah yang khusus diperuntukkan kepada Allah, yang
memang juga mempunyai nilai khusus dihadapan Allah, tetapi agar hal tersebut diatas dapat terealisir dengan lebih baik, maka Rasulullah justru mensyari'atkan agar selama berpuasa umat tidak mengabaikan harmoni dan hak-hak keluarga. Seperti yang diriwayatkan oleh istri-istri beliau, Aisyah dan Ummu Salamah RA, Rasulullah tokoh yang paling baik untuk keluarga itu, selama bulan Ramadhan tetap selalu memenuhi hak-hak keluarga beliau. Bahkan
ketika Rasulullah berada dalam puncak praktek ibadah shaum yakni i'tikaf, harmoni itu tetap terjaga.

Memperhatikan aktivitas da'wah dan sosial Kontradiksi dengan kesan dan perilaku umum tentang berpuasa, Rasulullah SAW justru menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif. Selain yang telah tergambar seperti tersebut dimuka, beliau juga aktif melakukan da'wah, kegiatan sosial, perjalanan jauh dan jihad. Dalam sembilan kali Ramadhan yang pernah beliau alami, beliau misalnya melakukan perjalanan ke Badr (tahun 2 H), Mekah ( tahun 8 H), dan ke Tabuk (tahun 9
H), mengirimkan 6 sariyah (pasukan jihad yang tidak secara langsung beliau ikuti/pimpin), melaksanakan perkawinan putrinya (Fathimah) dengan Ali RA,
beliau berkeluarga dengan Hafshoh dan Zainab RA, meruntuhkan berhala-berhala Arab seperti Lata, Manat dan Suwa', meruntuhkan masjid adh Dhiror, dll.

Qiyam Ramadhan (sholat tarawih) Diantara kegiatan ibadah Rasulullah selama bulan Ramadhan ialah ibadah
qiyam al lail, yang belakangan lebih populer disebut sebagai sholat tarowih. Hal demikian ini beliau lakukan bersama dengan para sahabat beliau. Sekalipun karena kekhawatiran bila akhirnya sholat tarawih (berjama'ah) itu menjadi diwajibkan oleh Allah, Rasulullah kemudian meninggalkannya. (HR. Bukhori Muslim).

Dalam situasi itu riwayat yang shohih menyebutkan bahwa Rasulullah shalat tarowih dalam 11 reka'at dengan bacaan-bacaan yang panjang (HR. Bukhori Muslim). Tetapi ketika kekhawatiran tentang pewajiban sholat tarowih itu tidak ada lagi, kita dapatkan riwayat-riwayat lain, juga dari Umar ibn al Khothob RA, yang menyebutkan jumlah reka'at shalat tarowih adalah 21 atau 23 reka'at. (HR. Abdur Razaq dan al Baihaqi). Mensikapi perbedaan reka'at ini
bagus juga bila kita cermati pendapat dan kajian dari Ibnu hajar al Asqolani asy Syafi'i, seorang tokoh yang juga dijuluki sebagai amirul mu'minin fi hadits, beliau menyampaikan bahwa : Beberapa informasi tentang jumlah
reka'at tarowih itu menyiratkan ragam sholat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing, kadang ia mampu melaksanakan shalat dalam 11 reka'at, kadang 21 dan terkadang 23 reka'at pula. Hal demikian itu kembali
juga semangat dan antusiasme masing-masing. Dahulu mereka yang sholat dengan 11 reka'at itu dilakukan dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan diatas tongkat penyangga, sementara mereka yang sholat dengan 21 atau 23 reka'at mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek (dengan tetap memperhatikan thoma'ninah sholat) sehingga tidak menyulitkan.

I'tikaf.
Diantara amaliyah sunnah yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAw dalam bulan Ramadhan ialah i'tikaf, yakni berdiam diri di dalam masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Seperti dilaporkan oleh Abu Sa'id al Khudlri RA, hal
demikiam ini pernah beliau lakukan pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan dan terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Ibadah yang demikian penting ini sering dianggap berat sehingga ditinggalkan oleh orang-orang Islam, maka tidak aneh kalau Imam az Zuhri berkomentar ; Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan ibadah i'tikaf, padahal Rasulullah SAW tak
pernah meninggalkannya semenjak beliau datang ke madinah sehingga wafatnya disana.

Lailat al Qodr
Selama bulan Ramadhan ini terdapat satu malam yang sangat berkah, yang populer disebut sebagai lailat al Qodr, malam yang lebih berharga dari seribu bulan (QS. Al Qodr : 1-5). Rasululah tidak pernah melewatkan kesempatan untuk meraih lailat al qodr terutama pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan puasa (HR. Bukhori Muslim ). Dalam hal ini Rasulullah menyampaikan bahwa : "Barangsiapa yang sholat pada malam lailatul qodr berdasarkan iman dan ihtisab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hr. Bukhori Muslim). Dalam keadaan ini Rasulullah mengajarkan
do'a sebagai berikut :

Umroh
Umroh atau haji kecil itu bagus juga apabila dilaksanakan pada bulan Ramadhan, sebab nilainya bisa berlipat-lipat, sebagaimana pernah disabdakan oleh Rasulullah kepada seorang wanita dari anshor bernama Ummu Sinan: "
Agar apabila datang bulan Ramadhan ia melakukan umroh, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW. (Hr. Bukhori Muslim)

Zakat Fitrah Pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan amaliyah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW ialah membayarkan zakat fithr, suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat Islam baik laik-laki maupun perempuan, baik dewasa maupun anak-anak (HR. Bukhori Muslim). Zakat fithr ini juga berfungsi sebagai pelengkap penyucian untuk pelaku puasa dan untuk membantu kaum fakir miskin.
(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Ramadhan bulan taubat menuju fithroh Selama sebulan penuh, secara berduyun-duyun umat kembali kepada Allah yang Maha Pemurah juga Maha Pengampun. Dia Dzat yang menyampaikan bahwa pada setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api nereka (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Karenanya inilah satu kesempatan emasagar umat dapat kembali, bertaubat agar ketika mereka selesai melaksanakan ibadah puasa mereka benar-benar kembali kepada fithrohnya. Khotimah
Demikianlah sebagian amaliyah Ramadhan yang mudah dan bisa dilakukan oleh setiap muslim. Dan dengan demikian Ramadhan juga menyiratkan salah satu prinsip dasar Islam tentang moderasi dan integralitas ajarannya. Ramadhan memang bulan penuh kebaikan, sehingga Rasulullah pernah bersabda ; "Apabila orang-orang mengetahui nilai lebih Ramadhan, mereka akan berharap agar semua bulan dijadikan sebagai bulan Ramadhan". (HR. Ibnu Huzaimah). Semoga Allah menerima amaliyah shiyam dan qiyam kita sekalian, amin.