Minggu, 04 Maret 2012

THE TIME AS UNEMPLOYEE

Hari ini Senin, 5 Maret 2012, saya memulai karir saya sebagai pengangguran karena per 29 February 2012 yang lalu kontrakku dengan Alstom berakhir. Saya nggak kerja direct dengan Alstom tapi melalui agent di Malaysia.

Jadi mulai hari ini posisi saya sebagai pengangguran. Memang sedih rasanya menyandang posisi sebagai pengangguran karena menurut saya sulit rasanya menyesuaikan diri sebagai orang yang tanpa kerja dimana setiap pagi aku berangkat ke kantor dan sorenya pulang dari kantor. Tapi mau bagaimana lagi begitulah nasib pekerja kontrak karena harus siap menerima apapun resiko yang akan dihadapi walaupun buruk akibatnya.

Hari ini aku menganggur di Indonesia dan rencananya mau mencari kerja di daerah di mana aku tinggal saja yaitu di Pekanbaru. tapi rasanya tidak mudah juga mendapatkan pekerjaan di jaman seperti ini karena saingan banyak dan banyak juga yang mau dibayar murah sehingga persaingan semakin tidak sehat dalam dunia kerja di Indonesia.

Tapi hari ini juga aku harus berangkat ke Kuala Lumpur lagi karena aku meninggalkan tas koper ku di Bandara LCCT Kuala Lumpur di tempat penitipan tas. Sewaktu aku pulang ke Pekanbaru hari sabtu kemaren, aku terpaksa meninggalkan tas ku tersebut dikarenakan kelebihan muatan bagasi pesawat sebanyak 25 kilogram. Jadi pihak counter air asia meminta saya membayar kelebihan muatan sebesar 1000 ringgit karena per 1 kilogram harganya dibebankan adalah sekitar 40 ringgit. Aku merasa bodoh bilamana aku membayar 1000 ringgit untuk sebuah tas bagasi. Jadi terpaksa aku tinggalkan tas koperku di Bandara LCCT dan mau tak mau aku harus mengambilnya hari Senin, 5 maret 2012 karena aku menitipkan tasku untuk masa waktu 3 hari.

Tapi aku nggak tahu malam ini aku menginap di mana..karena besok pagi aku kembali ke Pekanbaru dengan pesawat jam 11 pagi. aku punya rencana menginap di KLCC yach jadi penumpang yang menunggu penerbangan pagi-pagi. yach nggak tahu aku mau nongkrong di mana..karena aku belum bisa memikirkannya. Pengen menginap di hotel posisi lagi tidak kerja. Sayang uangnya saja. Tapi nggak tahulah gimana nantinya. Yang penting aku ambil tas koperku dahulu di bandara LCCT. Tapi besar kemungkinan menginap di bandara yach sekalian untuk menghemat ringgit dan pengeluaranku. Karena aku belum tahu kapan aku bekerja kembali. Dan ini semua diluar rencanaku untuk kembali ke KL. Jadi semua rencana berubah dan aku telah membeli tiket pesawat air asia sekaligus membeli bagasi sebanyak 40 kilogram karena berat tas ku yang tertinggal di KL beratnya sekitar 35 kilogram, memang sich terlebih membayar untuk bagasi daripada nanti ada masalah lagi makanya aku membeli bagasi yang beratnya 40 killogram.

Mungkin selama menganggur gini aku mencoba menjadi penulis baik itu penulis yach penulis cerita-cerita armaraku dulu, cerita tentang kehidupanku ataupun buku mengenai piping atau berhubungan dengan pekerjaanku selama ini sebagai Senior Piping / Mechanical Engineer.

Hari ini aku mencoba menikmati hidupku sebagai penganguran. dan mencoba mengisi hari-hariku dengan kesibukan-kesibukan. Hari ini rencananya aku mau membayar biaya sekolah anak-anakku dan menjemput anakku pulang dari sekolah jam 11 karena anaku yang kecil sedang ujian mid semester.Kalau istriku sedang tidak berada di Indonesia, istriku sedang sekolah di luar Indonesia. Jadi aku pulang ke Indonesia dan menjadi pengangguran juga untuk menjaga dan mengawani anak-anakku di rumah. Karena kasihan aku melihat anak-anakku karena anak2ku sering melamun di sekolah dan tidak bisa konsentrasi dalam belajar.

Jadi aku mengalah demi anak-anakku dan berencana mencari pekerjaan di sekitaran pekanbaru sehingga aku bisa tiap hari berada di rumah bersama anak-anakku. Dan mencoba mencari pekerjaan freelance yang mungkin bisa membantuku dalam membunuh sepi. Mencoba berwiraswasta aku tak pandai dalam berdagang, karena aku pernah mencoba bewiraswasta tapi nggak ada hasilnya.

Hari ini juga aku mencoba menekan semua pengeluaran-pengeluaran rumah tanggaku karena aku sedang dalam posisi tidak bekerja. Apa yang tak perlu yach tak usah dibeli. Tapi itu hanya rencana kadang aku tak tega juga melihat anak-anakku yang terbiasa dengan makan yang ini dan itu tapi nanti harus makan yang itu itu saja. Insya Allah, rencanaku menjadi penulis bisa terwujud dan ada penerbit yang mau menerbitkan cerita-ceritaku.

NO WORK - NO MONEY

 Salam Indonesia,


5 Maret 2012, at 7.08 PM.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar