Rabu, 21 Maret 2012

ANGIN PUTING BELIUNG, KERUSAKAN HUTAN INDONESIA DAN JALUR KATULISTIWA..

                                               
Hari ini cuaca di Pekanbaru begitu terik dan aku merasakan dahaga yang sangat luar biasa di siang hari tadi dan juga bisa dipastikan malam hari pun seperti malam-malam sebelumnya panas dan panas banget.

Sabtu Malam lalu tepatnya tanggal Sabtu,17 Maret 2012 sekitar pukul malam terjadi hujan yang sangat lebat dan menyebabkan listrik mati dari jam 8 malam sampai jam 1.30 malam. Rupanya setelah ditanya-tanya rupanya ada pohon tumbang dan menimpa kabel listrik. sehingga terjadi pemadaman yang cukup lama.

Malam itu hujan cukup deras dan sekitar 10 kilometer dari rumahku terjadi angin puting beliung yang menyebabkan beberapa rumah rusak, mungkin bisa dikatakan angin puting beliung karena anginnya cukup kencang dan berbunyi diatas atap.

Tapi herannya walaupun hujannya cukup deras tapi efek dingin tidak terasa banget malah cuaca masih terasa panas banget dan puncaknya sekitar pukul 12 malam,cuaca tambah panas dan membuatku nggak bisa tidur.
Rupanya hujan sama sekali tidak bisa menyiram bumi yang panas ini dan menjadikannya sejuk. Apalagi mati lampu pada malam itu.

Jadi saya rasa cuaca pada waktu terjadinya angin puting beliung di sekitar Kecamatan Bukit Raya tepatnya di daerah Simpang Tiga sungguh-sungguh panas banget karena dari siang cuaca panas banget dan lepas maghrib terjadilah hujan deras disertai angin kencang.

Tentunya bila kita mempelajari angin puting beliung ini, kita sudah tahu bagaimana terciptanya angin ini. Dan tanpa disadari manusia lah sebagai pencetus terjadinya angin puting beliung ini. Manusia membakar hutan untuk kepentingan perluasan areal sawit baik sawit rakyat maupun sawit perusahaan. Manusia mengambil hasil kayu-kayu hutan tanpa menanam kembali areal lahan yang gundul dengan pohon-pohon pelindung. namun ditanam dengan Pohon Sawit yang notabenenya sawit ini berpengaruh terhadap perubahan iklim yang sangat panas. Saya bisa membedakan sewaktu tahun 2000 saya di daerah Riau dan membandingkan dengan situasi sekarang di tahun 2012, sungguh-sungguh berbeda jauh sekali. kenaikan suhu begitu drastis. Dan sebagian orang yang ahli dalam bidang cuaca menyebutkan kenaikan suhu itu disebabkan oleh terjadinya beberapa kejadian yang belum bisa kupahami.


Alam tidak bisa diperkirakan tapi alam harus bisa kita mengerti keadaannya. Dan hidup kita di dunia ini tidak hanya manusia saja yang menguasai alam ini tapi kita ingat sejarah manusia di jaman kerajaan di Indonesia daahulu dimana adanya mahluk lain yang menyerupai manusia tapi bukan manusia alias suku bangsa Jin. Tapi memang manusia diberi kelebihan untuk lebih tinggi derajatnya dari bangsa Jin. tapi Jin juga Jin dimana mereka pun ingin hidup secara layak di daerahnya sendiri seperti di hutan-hutan rimba, lembah-lembah dan lokasi-lokasi yang tidak berinteraksi dengan manusia.
Jadi bila kita mengerti sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia, kita pun harus memahami mahluk diluar manusia. Tapi entahlah itu kadang tak masuk diatas logika manusia. Jadi kadang hal itu dianggap sepele namun sebenarnya bisa berdampak buruk terhadap manusia juga.

Kembali kepada Angin Puting Beliung dan Kerusakan Hutan dan Bumi Semakin Panas, hendaklah disadari oleh kita sebagai manusia. tapi nampaknya tidak ada sama sekali rasa mengerti manusia akan efek dari pembakaran hutan dan perusakan hutan dengan menanam sawit. Buktinya tadi siang aku membaca teks berjalan di metro tv yang menyatakan ditemukan 14 titik api di daerah Riau dan memang betul sore hari tadi aku melihat bekas-bekas pembakaran hutan singgah di pekarangan rumahku dan nampaknya terbawa oleh Angin. Berarti manusia pun belum memahami efek dari pemanasan global akibat dari pembakaran hutan dan penanaman pohon sawit.


Kalau anda ingin membuktikan bahwa pohon sawit tidak bisa memberikan efek dingin terhadap kita. Cobalah berdiri di bawah pohon sawit dan bilamana tidak ada angin kita akan terasa panas banget beda bilamana kita berada di bawah pohon yang rindang. kita akan tertidur dibuatnya.


Tapi terserahlah manusia-manusia sekarang deh, aku hanya mengingatkan saja bahwa dibalik indahnya dan keuntungan yang cukup besar bila memiliki sawit , pasti ada sesuatu yang akan menjadi efek sampingnya terhadap kehidupan manusia dimana salah satunya adalah ekosistem yang sudah mulai putus rantai kehidupannya. Aku hanya bisa berdo'a agar kita manusia menyadari segala kekeliruan kita dan mencoba kembali memperbaiki ekosistem alam ini sebelum terjadi evolusi yang bisa menyebabkan kehancuran mendalam bagi umat manusia.

Orang Inggris telah memberikan bantuan bermilyar-milyar rupiah untuk mensupport Indonesia memperbaiki hutan di Indonesia  baik di Kalimantan maupun di pulau-pulan besar lainnya. Yang jelas ada baiknya hutan-hutan yang berada di Jalur Katulistiwa jangan diganggu dan dibiarkan secara alami sehingga dapat meredam terjadinya bencana lain akibat kerusakan hutan di daerah lain.



 Mungkin saja terjadinya angin puting beliung ini akibat dari kerusakan hutan yang terjadi di daerah katulistiwa. Tapi entahlah itu hanyalah opini dari Pujangga Piping.

Salam Pekanbaru, 21 Maret 2012.

                                                                                                                                                       

                                                                                                                                                                                 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar