Selasa, 06 Maret 2012

KETIKA CINTA HAMPIR MENGGANGGU SEBUAH PENERBANGAN

Hari ini aku berangkat pulang dari Kuala Lumpur menuju ke tempat tinggalku di Indonesia. Dan dalam kondisi badan yang rada bau karena tidak mandi seharian aku tampil percaya diri untuk menaiki pesawat udara. Aku nggak mandi karena aku seharian dan selama 12 jam lebih berada di bandara alias menginap di bandara.Dan selama aku di Bandara, aku melihat banyak orang yang tidur -tiduran bahkan tidur beneran.

Tapi aku disini tak bercerita mengenai masalah itu karena disini aku mau cerita sedikit mengenai cinta dimana cinta ini cinta yang tidak selamat karena bisa mengganggu penerbangan.




Setelah aku menaiki pesawat rupanya aku duduk di sebelah seorang perempuan tapi saya nggak tahu statusnya apakah sudah menikah atau belum. Dan lumayan cukup cantik orangnya tapi nampaknya masih gadis lugu karena nampaknya masih belum bisa menjaga penampilan.

Dan kuperhatikan setiap menit mengangkat telpon dari pacarnya yang kemungkinan mengantar dan melihaat dari kejauhan yaitu di luar pagar.Tapi aku nggak terlalu mengerusi itu.

Saat pengumuman tanda meminta menonaktifkan handphone, si cewek ini asyik menelpon cowoknya itu walau hanya 30 detik dan mungkin si cowok rada keberatan untuk melepas si cewek

Aku pun mulai gelisah dengan cara si cewek ini karena dia nampaknya tidak menghiraukan keselamatan penerbangan.Dan akhirnya aku tegur dia supaya mematikan no hp nya.

"Dek..sudah dimatikan belum hp..nya" tanyaku..
"Bahaya lo kalau hpnya belum dimatikan" kataku lagi

"khan belum berangkat pesawatnya pak", jawabnya.

Aku pun hanya tersenyum kecut melihat jawaban si cewek itu. dan memaang betul pesawatnya belum berangkat dan hanya berjalan menuju ke landasan pacu. Dan capek berdebat dengan si cewek yang sedang kasmaran ini.

Kudengar si cewek memulai lagi menerima telpon dan memang nampaknya dari seorang laki-laki. saya nggak tahu apakah suaminya atau pacarnya. Dan nampaknya si cewek menjawab dan mengakhiri telpon dari si cowok karena memang pesawat sedang mau menuju ke landasan pacu untuk take off.

Aku pun kesel juga melihat si cewek itu tapi aku bisa mengucap Astagfurulloh dalam hati melihat tingkah si cewek itu. Dan rupanya si cowoknya sedang berada di luar pagar areal lapangan terbang LCCT dan memang nampak dari kejauhan ada mobil yang tengah parkir di luar pager landasan pesawat.

Aku cuma berpikir kok segitukah cinta sehingga tidak memperdulikan keselamatan penerbangan dan tidak memperdulikan panduan dari awak pesawat untuk mematikan hp nya saat pesawat sedang akan mengudara.

Tapi nampaknya aku pun harus memahami cinta seperti itu karena mungkin si cowok menikmati masa-masa indah bersama si cewek selama di Kuala Lumpur dan mereka mungkin harus berpisah sementara waktu karena si cewek harus menstemple pasportnya karena masa berlaku untuk tinggal di Malaysia sudah hampir lewat 30 hari.

Namun walaupun begitu cinta tak semestinya seperti itu, dengan membela-bela yang namanya cinta tapi berdampak akan keselamatan dirinya dan orang lain. Toh misalnya terjadi apa-apa dengan si cewek, si cowok bisa cari lagi cewek yang lain yang mungkin bisa lebih cantik dari si cewek ini.

Kenapa cinta harus mengsensarakan diri dan orang lain dan dalam hal ini bela-belain untuk tidak mematikan handphone nya demi sebuah cinta yang semu karena si cewek mungkin di minta si cowok agar tidak mematikan handphonenya sebelum pesawat take off walaupun pesawat sudah berjalan menuju ke landasan pacu dan memang betul-betul cinta yang konyol.

Memang gelombang yang dikeluarkan dari handphone tidak terlalu besar berpengaruh dengan system navigasi pesawat tapi kadang kalanya bisa membahayakan penerbangan pada posisi pesawat take off dan pesawat landing.

Aku coba mengerti si cewek karena kulihat selama penerbangan, mukanya nampak memancarkan kesedihan yang mendalam karena jauh dari si cowoknya. Dan nampaknya dia belum tahu kapan akan kembali ke Malaysia untuk berjumpa dengan cowoknya dan mungkin bagi orang yang sedang kasmaran , sedetik waktu pun rasanya terlalu lama. seperti kata anuar zein "Sedetik Lebih" mungkin kata-kata yang bagus untuk orang yang karmaran.

Makanya aku pun melantunkan dengan berguman sebuah lagu Stinky untuk si cewek yang ada disebelahku agar dia bisa meredakan kesedihannya. Tapi saat aku melantunkan sebuah lagu Stinky "Mungkinkah".
Tak terasa air mataku mencoba keluar dan mencoba menetes dari bagian mataku dan timbul rasa kesedihan saat mendendangkan lagu itu. Dan aku pun mau tak mau menstop lantunan lagu itu agar tak nampak aku yang menangis di samping cewek itu. Aku pun heran kenapa aku bisa seperti itu. Tapi itulah saat aku mendendangkan lagu itu, aku teringat akan kisahku sendiri dimana aku sendiri jauh dari istriku yang sedang berada di Canberra untuk melanjutkan sekolahnya. Dan mungkin aku akan menangis lebih bilamana aku masih kerja di Kuala Lumpur, karena saat aku kerja di Kuala Lumpur , anak-anakku  jauh dari anak-anakku yang tinggal di Indonesia. Tapi sekarang kontrak kerjaku sudah berakhir makanya aku bisa dekat kembali dengan anak-anakku dan menunggu waktu untuk berkumpul kembali dengan istriku sehingga menjadi suatu keluarga yang utuh demi tercapainya keluarga sakinah mawaddah dan warahmah. Karena kasihan juga melihat anak-anakku saat mereka harus jauh dari Ayah dan Ibunya.

Seketika itu juga aku merasa bersalah dengan si cewek yang duduk di sampingku dengan sikapku yang rada kesel dengan pola laku si cewek dalam bertelpon ria saat pesawat akan mengudara. Karena aku pun pernah dalam posisi si cowok dan mencoba ingin menelpon terus ke istriku saat istriku sedang dalam perjalanan dengan pesawat, tapi sebatas di ruang tunggu saja karena sesudah boarding handphonenya segera dimatikan. karena istriku pun mengerti dan memahami keselamatan penerbangan. Karena Cinta itu bisa menunggu yang penting bukan cinta sesaat. 

Dan tak terasa pesawat sudah mau landing di bandara yang ada di Pekanbaru. Alhamdulillah, kami semua selamat sampai tujuan ke Pekanbaru.

Salam Cinta, 7 Maret 2012.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar