Minggu, 04 Maret 2012

KENAPA ADA PUTING BELIUNG DI INDONESIA ? SIAPA YANG SALAH..

Aku bingung mensikapi penomena angin puting beliung yang ada di Indonesia saat ini. Apakah yang terjadi dengan alam Indonesia. Kenapa semua itu bisa terjadi. Angin yang biasanya haanya ada di Amerika bisa menghinggapi Indonesia. Aku nggak tahu kok ini bisa terjadi.

Apakah ini adalah dampak dari penggundulan hutan Indonesia yang semakin hari semakin menggila demi kerakusan para manusia untuk kepentingan diri sendiri ataupun golongan. Aku bingung kenapa orang sudah sangat kaya ingin kaya lagi kenapa mereka yang sudah kaya tidak berpikir mengenai kehidupan akhir dan kehidupan anak cucunya kelak bilamana hutan-hutan yang gundul bisa mengakibatkan pemanasan global dan bertambahnya dampak akibat dari Angin Puting Beliung.

Kalau menurut Pak Sutopo yang saya baca di internet, adaptasi terhadap ancaman puting beliung diperlukan setiap orang. Mengenali gejala awal puting beliung penting dilakukan. Gejalanya antara lain udara terasa panas dan gerah, di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis). Di atara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.

Gejala lainnya, awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat. Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
“Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini,” ujarnya. (ren)

Dan kalau aku pikir-pikir udara terasa panas penyebabnya adalah pengundulan hutan akibat dari perkebunan sawit yang semakin hari semakin bertambah di Indonesia . Dulunya hanya ada di Sumatra kini sudah menyebar ke Pulau Kalimantan dimana Kalimantan dulunya merupakan adalah hutan tropis yang hijau.
Dan kalau kita lihat tanaman sawit, tanaman ini adalah tanaman yang sangat rakus air walau dia tak mampu menahan air bilamana hujan tiba. Istilahnya bisa dikatakan tanaman sawit ini adalah tanaman yang mau enaknya sendiri. Tapi memang hasil yang diperoleh dari sawit bisa membuat orang menjadi kaya. Dan inilah menjebabkan orang semakin hari semakin berniat menanam sawit karena harga sawit dipasaran cukup tinggi.

Kalau menurut saya penomena Puting Beliung itu akibat dari ekosistim Indonesia yang sudah tidak seimbang lagi dimana banyak sudah hutan Kalimantan yang dijadikan areal sawit menyebabkan bumi Indonesia semakin panas dan menyebabkan efek dari terbentuknya awan cumulus.

Aku heran kenapa kita semua tidak belajar dari pengalaman ini dan asyik bertanam sawit. Terus terang aku takut dengan bertambahnya perkebunan sawit di Indonesia tanpa melihat dampak terhadap lingkungan di sekitar kita. Tapi apaa mau di kata, semua pengen hidup makmur dan makmur jadi semua cara dipakai untuk menjadi hidup makmur dengan cara apa saja termasuk merusak hutan.

Aku nggak tahu kapan orang Indonesia yang punya duit atau orang asing yang memanfaatkan lahan Indonesai untuk kepentingan pribadinya , bisa sadar bahwa apa yang dilakukan mereka itu bisa menyebabkan kerusakan hutan dan membuat bumi Indonesia menjadi panas dan mengkin berdampak terhadap negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapure. Bisa dibayangkan bila Singapura terkena dampak Angin Puting Beliung seperti yang terjadi di Sidrap Sulawesi Barat.

Jadi marilah kita berpikir untuk keselamatan kita bersama dari dampak Angin Puting Beliung dengan tidak membuka lahan-lahan puluhan ribu hektar di Pulau Kalimantan. Karena pusat dari Angin Puting Beliung kemungkinan bersumber dari Pulau Kalimantan.

ALAM MURKA

Menurut Permadi yang juga dikenal sebagai tokoh paranormal ini, kalau peringatan-peringatan itu tidak digubris, maka alam akan makin murka. Kondisi ini akan bertemu dengan kondisi jagad politik nasional yang benar-benar akan makin panas. Kehendak alam tidak bisa lagi diatasi.

“Alam akan ngamuk. Ini sudah masuk pakem goro-goro, Penguasa tidak akan mampu lagi membendung murka alam. Apalagi, ini nanti akan berbenturan dengan semrawutnya politik kita yang makin mengerikan,” ujarnya.

Itulah pendapat Pak Permadi mengenai penomena alam yang murka dengan apa yang terjadi di Indonesia yang saya kutip dari Pos Kita di internet. Dan saya rasa ada kemungkinan betul juga pendapat beliau dari sisi dunia lain. Karena kita tahu bahwa Pulau Kalimantan terkenal alam yang sangat lebat dan tak pernah terjamah oleh manusia sama seperti hutan amazon di Benua Amerika dan mungkin karena lebatnya itu banyak berisi Kerajaan Jin atau Makhluk di Dunia lain. Jadi saat tempat tinggal mereka di rusak , mereka marah dan berbentuklah Angin Puting Beliung.

Kadang kalau dipikir-pikir benar juga adanya karena tahun 1996-1999 semasa saya bekerja di Kalimantan tepatnya di Bontang. saat pesawat garuda Indonesia yang aku tumpangi selalu bergoyang dan menabrak awan saat memasuki pulau kalimantan saya nggak tahu di daerah mananya tapi saya merasakan ada keanehan dengan hal itu. Jadi terpikirlah olehku .."apakah ini semacam segitiga bermuda" kalau itu aku nggak tahu karena aku bukan paranormal, dan sering saya alami itu saat aku melewati daerah tersebut.

Dan kalau di daerah Pulau Sumatera, nampaknya di daerah jambi karena setiap memasuki areal Jambi dari pesawat apapun itu, terasa pesawat menabrak awan dan ada sedikit goncangan. Saya kurang tahu itu di daerah mananya, tapi disitu juga saya pun teringat dengan penomena segitiga bermuda.

Tapi saya nggak tahu semua itu karena itu hanyalah pendapat saya pribadi berdasarkan pengalaman naik pesawat melewati kawasan itu dimana pendapat saya itu tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Cuma saya berharap dengan orang Indonesia hendaklah berpikir lagi untuk berinvestasi di dunia persawitan atau pemerintah Indonesia baik daerah atau pusat untuk tidak memberikan lagi izin pengelolaan sawit yang merusak hutan Indonesia..

"STOP PERLADANGAN SAWIT YANG MERUSAK HUTAN TROPIS DI INDONESIA"
"HENTIKAN ANGIN PUTING BELIUNG DI INDONESIA DENGAN CARA DAMAI"


Salam, 5 Maret 2012.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar