Senin, 20 September 2010

PUJANGGA PIPING IN BEIJING (EPISODE : NIUJIE MOSQUE PART I)

Di hari ke empat kami di Beijing bertepatan dengan hari Jum'at. Jadi kami searching masjid yang ada di Beijing via internet (http://www.google.com/ )akhirnya kami menemukan mesjid yang ada di Nie Jie street.
Jam 10 berangkat ke Niujie dari hotel sekitar pukul 10 pagi karena saya berencana untuk keliling dulu di daerah Niujie untuk mencari tempat makan muslim atau supermarket yang menjual barang-barang halal untuk orang muslim.
Dari hotel saya naik taxi ke niujie street dan rupanya sopir taxi di Beijing jujur-jujur jadi saya hanya kena 16 Yuan untuk ongkos taxi.
Setelah diturunkan di jalan Niujie dekat Masjid, saya pun berjalan memasuki masjid yang berada di jalan Niujie..Selum memasuki Masjid saya lihat dari kejauhan Gapura yang menyambut saya/ orang yang mau masuk areal masjid


Sebelum kita memulai untuk bercerita mengenai apa yang ada di areal masjid Niujie ada baiknya kita simak/baca dahulu sejarah mengenai Masjid Niujie.
The magnificent niujie mosque is famous worldwide. originally built in the fourteenth year of the tonghe reign of the liao dynasty (996), (corresponding to the second year of the Zhidao reign of the Northern Song Dynasty, by the arabian scholar nasurutan. In the tentl year of the chenghua reign of the ming dynasty (1474), the emperor issued an edict presenting it with the name libaisi or mosque.
The mosque was enlarged and refurbished through the yuan, ming and qing dynasties creating its present symmetrical well integrated layout . its 6,000 square metres contain a hall of worship, minaret, lecture hail, a stele pavilion, a facing pavilion and an ablution chamber. The mosque faces west towards Mecaa.
Buildings, the greater and lesser clearly distinguished are arranged along a central axis. Magnificent and solemn, the mosque combines features of the classic chinese palace style with arabian architecture.

Niujie mosque is a valued part of chine’s history. It houses the shanghai tombs the final resting place of elders who came from the Arabian cultural area to lecture on Islam in the early years of the yuan dynasty. A stele by the graves is inscribed in the Arabian script written with strength and presence, an artifact rarely found in china. There are many other rare historical relics including a board marking an imperial edict from the 33rd year of the emperor kangxi (1694), old ming dynasty porcelain, a stele recording historic events, a hand written copy of the Koran which has been carefully preserved for more than 300 years and a number of qing dynasty copper and iron censers and other copper vessels.

Niujie mosque was completely renovated in 1979. The Old mosque became even more brilliant with new gilding and repainting. On January 13, 1988, the government declared it a key national historic unit. Today many moslems regularly go to niujie and purity themselves and worship. On holidays they are joined by moslems from abroad and from else where in china.

Setelah kita membaca mengenai sejarah Masjid Niujie, kita barulah masuk ke areal masjid Niujie.
Di samping ini adalah maket dari areal Masjid Niujie dan dari situ bisa kita lihat betapa luasnya areal masjid Niujie.
Di bawah ini adalah Peta atau Denah Wilayah Masjid Niujie. Setelah saya meminta ijin dahulu kepada penjaga areal Masjid. Saya pun berkeliling di dalam areal masjid. Dan memang sangat aneh terasa bagi saya berada di komunitas muslim di Beijing dimana kalau saya di Indonesia jarang saya lihat orang China paai kopiah dan sholat di masjid.

Setelah membaca peta, saya pun masuk ke dalam areal masjid dan saya pun masuk ke dalam masjid dan sungguh indah pemandangan di dalam masjid. Masjid walaupun lama berdiri tapi bangunannya tetap cantik, rapi dan bersih.serta adem.
Kita merasa nyaman bila berada di dalam masjid tersebut.


Setelah mutar-mutar di dalam bangunan utama masjid akhirnya saya bertanya kepada slaah seorang pengurus masjid dengan bahasa Isyarat menanyakan kapan waktu sholat Jum'at dilaksanakan dan Beliau pun menjawab 1.30 siang.
Kulihat jam di dinding masjid masih menunjukkan jam 11 siang jadi masih lama rupanya waktu sholat Jum'at.. jadi saya pun terus melaksanakan putaran keliling bangunan tersebut

 Setelah memperhatian sekeliling bangunan tersebut dan melihat semua ornamen di dalam masjid akhirnya pandanganku tertuju ke salah satu sudut masjid karna banyak terdapat kursi-kursi yang berjejer membentuk barisan ke depan. Saya terus berpikir kenapa kursi dan meja di bawa ke dalam masjid. karena saya belum menjumpai hal seperti itu di daerahku. Jadi baru itulah saya lihat kursi dan meja di dalam masjid. Pikiran saya waktu tu adalah kemungkinan dipakai untuk membaca A Qur'an atau ada kelas Iqro untuk anak-anak. Tapi saya trus berpikir dan pikiran saya pun saya bawa sampai saya keluar bangunan tersebut untuk melihat-lihat lingkungan Masjid.

Di sini juga terdapat menara masjid yang berdiri sejajar dngan bangunan Masjid dan juga terdapat 2 bangunan menara lagi yang berisi tulisan-tulisan dan ukuran-ukuran di dalamnya dan saya heran juga di dalam menara tersebut ada terdapat semcam batu bertulis..saya nggak tahu apakan itu batu nisan atau apa.. Tapi karena tak ada tempat bertanya makanya saya diam aja dan beranggapan sesuai dengan apa yang saya pikirkan saja.
Oh yach , sampai lupa , untuk menjaga kesucian bangunan masjid untuk sholat..Diluar bangunan tersebut dipasang papan pengumuman yang menyatakan bahwa hanya orang Muslim saja yang bisa masuk ke dalam masjid dan juga perempuan yang terkena Haid tidak boleh juga masuk ke dalam masjid. Tapi biasanya pun kalau di tempat saya memang kalau perempuan sedang haid atau istilahnya "sedang tidak sholat" tidak boleh juga masuk masjid.

Photo-photo Minerat

Setelah itu saya pun diinformasikan oleh pengurus Masjid bahwa di halaman beakang ada terdapat ruang pameran yang berisi sejarah perjalanan Masjid Niujie dan Masyarakat Islam di Niujie.



Setelah saya keliling-keliling melihat sejarah masjid Niujie besera dengan perkembangan masyarakat Islam di Jalan Niujie. Akhirnya saya memutuskan untuk melihat keluar dari masjid karena masih lama waktu Sholat Jum'at.
Sebelum keluar dari areal masjid , saya pun melihat-lihat souvenir yang ada di dalam satu ruang sebelum pintu keluar..
Dan saya lihat banyak sekali barang-barang yang dijual ..Tapi ada pengalaman lucu yang terjadi pada saat saya membeli souvenir-souvenir itu..akibat dari perbedaan bahasa tadi..

Untuk lengkapnya bisa dilihat pada Episode berikutnya...










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar