Saya masih ingin menulis mengenai kisah-kasih saya dan istri saya selama kami melakukan perjalanan ke Beijing dan kali ini saya uraikan rencana perjalanan kami di Beijing dan memang tak banyak yang kali lihat selama di sana dan hanya sebahagian saja.
Hari Pertama di Beijing (Tianjin, Wang Fu Jing, Pasar Malam, Forbidden City Hotel)
Kami tiba di China sekitar pukul dua siang waktu setempat dan kami melakukan perjalanan dari Tianjin ke Beijing dengan menggunakan kereta api cepat. Dan tiba di hotel sekitar pukul tujuh malam. Dan kami searching di internet mengenai waktu sholat dll. Dan setelah sholat Maghrib, kami pun mencari tempat makan yang dekat hotel dan setelah itu kami ke Jl. Wang Fu Jing untuk berbelanja di pasar malam dan mencari makanan untuk sahur di hotel. Dan kami menemukan Mc Donald. Setelah itu kami kembali ke Hotel.
Hari Kedua di Beijing.
Pagi sekitar jam 3.30 saya bangun untuk sahur karena waktu subuh sekitar pukul 4 subuh dan kami hanya makan Burger yang isinya ikan. Dan setelah itu sekitar jam 7 pagi , kami menyusun barang-barang kami dan kami berencana pindah hotel yaitu ke hotel Sangrilla Kerry Center tapi karena kami ingin ikutan tour tembok cina, ming tomb, tempat kerajian batu giok dan tempat pengobatan traditional china. Maka kami titipkan tas kami di receptionist hotel dan kami pun memesan hotel untuk hari minggu dimana kami akan kembali lagi ke hotel itu untuk kembali menginap 1 malam.
Jadi hari kedua kami berjalan ikut package tour yag ada di hotel untuk mengunjungi apa yang disebutkan diatas..
Jadi dari hotel kami langsung menuju ming tomb, tempat kerajinan batu giok, tempat pengobatan tradional china dan terakhir baru ke tembok china. Dan kami tiba di hotel Forbidden sekitar pukul tujuh malam dan kami langsung pesan taxi untuk membawa kami ke Hotel Sangrilla Kerry Center. Dan rupanya kami tersasar karena sopir taxi membawa kami ke hotel sangrilla yang lainnya. Rupanya di Beijing ada sekitar 6 atau 7 hotel Sangrilla. Dan akhirnya kami dibantu oleh reseptionist hotel sangrilla yang salah sasaran untuk menuju ke hotel sangrilla tepat sasaran. Dan dengan menggunakan taxi kami pun berangkat ke hotel itu dan tiba kami di sana dan kami pun check in dan setelah itu kami cari twmpat buka puasa. Dan setelah itu cari tempat berbuka dan istri saya nggak mau makan karena dia masih kahwatir tempat itu halal atau haram karena walau rumah makan muslim tapi ada jual minuman keras juga. Jadi satu hari itu istriku nggak makan.
Hari ketiga di Beijing..(Sangrilla Hotel, Niujie Street dan Masjid)
Saya nggak sahur pagi harinya karena tak ada makan yang bisa kami makan. karena masalah khawatir tadi. Dan paginya saya nekadkan menuju ke Niujie untuk mencari makanan-makanan muslim yang halal karena saya dengar di sana salah satu pusat orang islam. Dan istri saya nggak bisa ikut karena dia ada simposium di hotel itu dan setelah menyakinkan diri akhirnya saya ke Niujie dengan menggunakan taxi. Dan setelah sampai niujie , saya pun masuk ke halaman masjid di sana dan setelah itu keluar untuk mecari makanan. Dan saya mendapatkan supermarket kecil tempat makanan muslim. Dan banyak yang saya beli di sana. Tapi yang jelas ada mie instant yang saya beli. karena saya nggak bisa beli yang lainnya karena harus dimasak dulu. Dan setelah menjalankan sholat Jum'at saya pun kembali ke hotel dan malamnya kami diam d hotel saja.
Hari ke Empat di Beijing.
Saya sahur dengan makan mie instant dan paginya saya lihat-lihat situasi sekitar hotel tempat kami menginap. Sebenarnya saya ada rencana jalan sendirian ikut paket tour tapi rupanya ketika istri saya tahu, dia langsung kecewa dan sedikit marah dan aku pun sadar akan kesalahanku dan akhirnya aku membatalkan rencanaku ikut tour. Dan Alhamdullah, travel biro yang ada di dalam hotel Sangrilla Kerry Center bisa memakluminya dan bersedia membatalkan tanpa potongan apapun juga.
Jadi seharian saya berjalan sendiri di sekitar hotel dan siangnya setelah sholat zuhur , istri saya mengajak saya ke Ya Show untuk berbelanja alias shopping. Dan memag ramai dan ramai orang-orang yang ada di sana karena di samping harga murah juga kwalitas lumayan bagus. Jadi harga bisa di tawar 70 % dari harga barang. Kalau di Ya Show harus pandai-pandai menawar barang. Dan malamnya kami ikut jamuan makan malam yang diadakan oleh panitia seminar dan kami dijamu dengan 7 jenis makanan Dan setelah itu masuk ke kamar hotel lagi..
Hari Kelima di Beijing..
Kami check out dari hotel sekitar pukul enam pagi karena kami berencana ikut tour yang diadakan oleh hotel Forbidden City dimana kami akan menginap. Dan setelah sampai hotel karena belum bisa masuk, maka kami pun menitipkan barang-barang bawaan kami di reseptionist hotel dan kami pun memesan paket tour untuk ke Forbidden City, Summer Palace dan Temple Of Heaven an dibawa juga ke tempat usaha mutiara dan kain sutra. Dan sekitar pukul enam sore kami pun tiba di hotel forbidden City. Sehabis maghrib kami pun menuju ke Wang Fu jing yang ada pasar malamnya untuk membeli oleh-oleh dan banyak betul oleh-oleh yang kami beli sehingga kami pun harus pake gesek kartu kredit . Setelah borong oleh-oleh kami pun balik ke hotel.
Hari ke Enam,
Pagi-pagi sekali kami ke Ya Show , karena rupanya istri saya belum cukup belanjanya dan kami ke ya show pake Subway karena istri saya pengen naik subway. Dan kami tiba di Ya Show sekitar pukul 7 pagi dan belum juga tokonya buka. Jam 8 baru buka tokonya. Dan setelah berbelanja di sana kami pun bergegas balik ke hotel karena kami mau mengejar perjalanan ke Tianjin. Dan setelah check out kami pun naik taxi ke station kereta api dan segera bergegas masuk dan naik kereta menuju ke Tianjin dan saya pun merasa belum nyaman karena belum sampai ke bandara Tianjin. Dan kami pun dari stasiun kereta naik taxi menuju ke bandara dan yang saya lakukan hanya pasrah dan ikhlas karena karena masalah bahasa lagi.
Tapi yang jelas orang-orang sana pada ngerti semua dan punya feeling bagus. Walaupun pake bahasa tarzan tapi mereka mengerti dan sabar melayani pertanyaan kita.
Akhirnya kami tiba di Bandara dan langsung check in dan langsung ke masuk ke ruang tunggu.
Sekitar pukul 4 sore pesawat AIR ASIA membawa kami kembali ke Kuala Lumpur.
Salam Kuala Lumpur 27 Pebruary 2011
Mencari nafkah bekerja jadi construction engineer dan mengeluti hobby meracik kopi. Meracik kopi baik arabika dengan robusta ataupun meracik kopi arabika dengan arabika , atau lainnya. Mengoleksi kopi dan menyeduhnya dengan pilihan seduhan yang berbeda. kunjungi outlet kami di Tokopedia.com/lajukelacoffee
DIJUAL TANAH DI GANG SETIA PLAJU PALEMBANG
Showing posts with label ONCE UPON TIME IN CHINA. Show all posts
Showing posts with label ONCE UPON TIME IN CHINA. Show all posts
Saturday, February 26, 2011
SIX DAYS AND FIVE NIGHT IN BEIJING CHINA..
JALAN-JALAN KE BEIJING (HOW TO GET THERE) FROM KUALA LUMPUR
Saya coba untuk menulis mengenai perjalanan saya ke Beijing yang pernah saya lakukan bersama istri saya pada bulan agustus 2010 yang lalu. Dan kebetulan saya punya blog dan saat ini lagi bengong menunggu kepindahan kerja ke Kerteh Trengganu. Jadi saya menulis cerita mengenai perjalanan ke Beijing.
Setelah kami tiba di Kuala Lumpur, kami nginap di My Hotel dekat KL Central yang kami pesan kamarnya melalui AGODA (http://www.agoda.com/) , esok harinya kami melanjutkan perjalanan ke Beijing.
Jadi pagi harinya setelah sahur di Mc Donald yang buka 24 Jam di KL Central, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke LCCT dengan menggunakan Sky Bus. dan waktu di tempuh dari KL Central ke LCCT sekitar 1 jam lewat 15 menit atau bisa 1 jam. Kami berangkat pagi-pagi karena pesawat Air Asia yang membawa kami ke Tianjin China berangkat sekitar pukul 10 pagi.
Dan memang kami usahakan kalau berangkatnya ke luar negeri, kami setidak-tidaknya harus tiba di bandara , minimal 3 jam sebelum pesawat berangkat, dimana kita harus memikirkan bagasi kita yang antriannya cukup lama, belum lagi antrian untuk imigrasi. Tapi kalau kita berangkat tidak ada bagasi, kita cukup meng-issued ticket kita atau check in melalui mesin-mesin yang ada di bandara LCCT atau bisa melalui internet.
Setelah urusan tiket dan imigrasi selesai, maka kami masuk ke ruang tunggu Air Asia (http://www.airasia.com/) yang akan membawa kami ke Tianjin. Dan akhirnya sekitar pukul 10 pagi, saat untuk boarding ke pesawat telah tiba dan kami pun berjalan kaki menyusuri lorong-lorong yang ada di parkiran pesawat menuju ke pesawat.
Dan terus terang ini pertama kali saya naik pesawat yang berukuran besar dan saya pun terkejut juga. Dan istri saya hanya senyum-senyum saya melihat saya terbengong melihat pesawat yang besar.
Akhirnya kami berangkat menuju ke Tianjin China. Dan masa perjalanan dari Kuala Lumpur ke Tianjin ditempuh selama 6 jam dan ini merupakan masa yang lama bagi saya untuk melakukan perjalanan melalui pesawat.
Jadi selama di dalam pesawat , saya hanya bisa bengong, melamun, melihat istri lagi makan karena saat itu istri saya kebetulan lagi tidak puasa, dan lihat orang-orang lain. Karena pesawat air asia ini tidak dilengkapi dengan televisi kecil. Dan beda kalau naik pesawat KLM dimana di dalamnya ada televisi.
Sambil menunggu juga, kadang kadang saya berjalan-jalan ke depan dan ke belakang untuk biar tidak kaku dan berpura-pura melakukan olah raga kecil dengan menggerakkan tangan dan kaki agar tidak kaku. Itu saya lakukan karena saya lihat beberapa penumpang lain melakukan hal itu, jadi saya hanya follower saja.
Setelah perjalanan dilalui selama 6 jam. kami pun tiba di kota Bandara Tianjin China. Dan hati saya waktu itu deg-degan betul karena baru kali pertama saya menginjakkan kaki ke Beijing. Dan memang kurang pede. Tapi istri saya orangnya memang dasarnya mandiri tenang-tenang saja dan gayanya merasa sudah pernah ke sana saja.
Oh yach kami tidak melalukan perjalanan dari Kuala Lumpur atau Jakarta langsung menuju Beijing dikarenakan harga tiket yang mahal kalau langsung ke Beijing. Dan kebetulan kami tak punya uang cukup untuk ke Beijing. Kami ke Beijing dalam rangka menghadiri simposium dimana istri saya mendapat undangan untuk menghadirinya. Jadi dengan budget yang pas-pasan kami menuju ke Beijing dan selebihnya menggunakan kartu kredit BNI.(http://www.bnicardcenter.co.id/)
Dan setelah melewati process imigrasi kami pun menuju ke arah bagasi dan mengambil bagasi setelah itu kami melanjutkan perjalanan dari bandara ke statiun kereta api untuk membawa kami ke Beijing. Karena kalau perjalanan dari Tianjin ke Beijing naik bus bisa dilakukan selama 2 jam.
Dan betul saja kendala pertama yang dihadapi oleh turis-turis asing yang dari luar china, orang sana kebanyakan tidak bisa bahasa Inggris, jadi kami betul-betul bisa bingung kalau kami tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Jadi sebelum berangkat ke Beijing , hendaklah menyiapkan :
1. Kamus Indonesia - China
2. Tulisan tujuan kita dalam bahasa china
misalanya kalau mau ke hotel, buat alamat hotel dengan bahasa cina dan bila perlu bawa peta.
3. Siapkan kertas dan pena saja bilamana kita mau menunjukkan arah tujuan kita.
4. Mempunyai uang Yuan. dan harus paham mana mata uang china, mana mata uang negara lain.
5. Baca-baca blog orang-orang yang pernah melakukan perjalanan dari Tianjin ke Beijing.
Jadi setelah kita keluar dari bandara langsung nampak di sebelah kiri kita atau pintu keluar, bus yang akan membawa kita ke Statiun dan ongkosnya nggak terlalu mahal. Tapi jangan berharap bahwa bus-bus itu bagus seperti halnya bus Damri. Karena bus di sana kurang bagus tapi pake AC alias semacam bus lebak bulus menuju kota tapi yang non AC.
Dan perjalanan dari Bandara menuju Station kurang lebih ditempuh dalam masa 30 menit. Dan setelah kami tiba di statiun , kami berjalan kaki sekitar 10 menit untuk masuk ke dalam statiun kereta api. Dan kami pun membeli tiket yang ada di dalam statiun yang letaknya kalau kita dari pintu masuk, menolehlah ke kiri dan nampak orang-orang berkerumun nah itulah tempat orang beli tiket kereta api.
Dan sekali lagi masalah bahasa, jadi saat kita beli tiket, kita bingung jelasin tujuan kita, dan terpakalah pakai bahasa tarzan dan pakai kalkulator untuk menunjukkan harga tiket yang di beli.
Dan setelah itu , kita naik ke atas (lantai 1) dengan eskalator untuk menuju ke ruang tunggu pintu kereta apinya. Dan sekali lagi, saat kami tanya kepada security nya mereka tak paham bahasa Inggris, tapi dia bisa pake bahasa bathin dan menunjukkan ke arah atas, untuk ruang tunggu atau menuju ke kereta api.
Kami sebenarnya mau lihat ke papan pengumuman atau papan nama tapi semua dalam bahasa china dan tak ada pakai bahasa Inggrisnya. Jadi semua kami tanya walau kadang pake bahasa tarzan. Dan orang china memang ramah-ramah , mereka tetap melayani pertanyaan kami walau nggak ngerti bahasanya.
Setelah naik ke ruang tunggu, dana kami pun berankat ke Beijing naik kereta api cepat yang kecepatannya bisa mencapai 330 KM/jam. jadi sekitar 30 menit perjalanan kami pun tiba di Beijing. Dan kami pun naik taxi menuju ke hotel dan lagi-lagi sopir taxi tidak paham bahasa Inggris jadi terpaksa saya tunjukkan tulisan china saya ke sopir dan saya tunjukkan juga peta menuju ke arah hotel saya yaitu hotel forbidden city hotel yang kami pesan melalui agoda (http://www.agoda.com/).
Dan terus terang kami pasrah kan diri kami kepada sopir taxi itu karena kami belum pernah sama sekali ke China apalagi Beijing. Dan Alhamdullillah , sopir-sopir taxi di Beijing jujur jujur dan walaupun kami sempat was-was mengingat kami pernah dikerjain oleh sopir taxi di Jakarta sehingga kami pernah kena 200 ribu untuk membawa kami dari Bandara Cengkareng ke BSD Serpong.
Untunglah sopir taxi di beijing jujur-jujur sehingga kami pun lega dan nyaman semasa di dalam taxi. Dan sekitar 30 menit perjalanan kami pun tiba di hotel kami yaitu hotel forbidden city. Dan waktu itu hampir jam 7 malam waktu beijing dan kami pun masuk ke kamar hotel dan buka internet untuk melihat waktu mahgrib untuk beijing karena saat itu saya tengah berpuasa.
Saran saya bila ada rencana ke Beijing.
1. Hendaknya membawa kartu kredit apabila melakukan perjalan sejauh itu. Dan lakukan top up 2 kali dari batas maximum kredit yang ada di kartu kredit kita. Dan ajukan ke card center 1 bulan sebelum keberangkatan dan sebelum disetujuin hendaknya kita tetap menelpon kesana. Dan biasanya mereka akan beri masa 1 bulan pada saat permohonan disetujui dan setelah itu balik seperti semula.
Misalnya limit kita hanya 5 juta dan kita ajukan top up dan disetujui 10 juta untuk limit kredit sementara.
2. kalau mau mencari penerbangan yang murah seperti kami, hendaknya tiket di pesan jauh-jauh hari sebelum berangkat agar mendapatkan harga yang murah. Kalau kami 2 bulan sebelum berangkat. Dan Alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana.
3. Kalau dari Indonesia dan bila terpaksa menginap 1 malam di KL. Hendaknya menginap di hotel yang dekat dengan statiun KL Central. Agar memudahkan bilamana pesawatnya berangkat pagi hari. Dan Bus Sky Bus yang berangkat pagi hari dari KL Central ke LCCT sekitar jam 5 pagi. kalau kami menginap di myhotel di KL Central dan pesan melalui internet lewat agoda. dan harganya sekitar Rp. 300 ribu an/malam.
4. Kalau hendak berangkat melalui LCCT , hendaknya disiapkan saving waktu sekitar 2 - 3 jam tiba di Bandara. Misalnya , pesawat berangkat jam 11 pagi, hendaknya kita telah tiba di bandara pukul 8 pagi.
Karena kita harus antri di Tiket untuk menaroh bagasi , antri di imigrasi area dan lebih baik kita menunggu daripada ketinggalan pesawat.
5. Untuk tiket Bus..dari Bandara Tianjin ke Statiun , biayanya sekitar rp. 20 ribu an
6. Untuk tiket Kereta Api Cepat , biayanya sekitar Rp. 100 ribu an.
7. Kalau mau menginap di Beijing, saya sarankan menginap di hotel forbidden city karena lokasinya dekat wan fu jing, dekat lapangan tian'anmen dan tentunya kota terlarang"forbidden City" Dan kami kena biaya sekitar 500 ribu /malam .
Itulah cerita perjalanan ke Beijing dan bilamana ada yang ingin berkomentar selahkan mengisi di kolom komentar. Dan saya lampirkan di bawa ini link untuk transportasi di Tianjin. Nanti kalau dari Tianjin turunnya di Station Beijing South.
Demikianlah dari saya semoga dapat membantu teman-teman bilamana ada rencana ke Negeri China.
Salam
Iwan
Kuala Lumpur, 27 Februari 2011)
Link:
http://www.agoda.com/asia/china/beijing/beijing_forbidden_city_hotel.html
http://www.tour-beijing.com/xingang_beijing/beijing_south_railway_station.php
http://www.chinahighlights.com/tianjin/transport/
Setelah kami tiba di Kuala Lumpur, kami nginap di My Hotel dekat KL Central yang kami pesan kamarnya melalui AGODA (http://www.agoda.com/) , esok harinya kami melanjutkan perjalanan ke Beijing.
Jadi pagi harinya setelah sahur di Mc Donald yang buka 24 Jam di KL Central, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke LCCT dengan menggunakan Sky Bus. dan waktu di tempuh dari KL Central ke LCCT sekitar 1 jam lewat 15 menit atau bisa 1 jam. Kami berangkat pagi-pagi karena pesawat Air Asia yang membawa kami ke Tianjin China berangkat sekitar pukul 10 pagi.
Dan memang kami usahakan kalau berangkatnya ke luar negeri, kami setidak-tidaknya harus tiba di bandara , minimal 3 jam sebelum pesawat berangkat, dimana kita harus memikirkan bagasi kita yang antriannya cukup lama, belum lagi antrian untuk imigrasi. Tapi kalau kita berangkat tidak ada bagasi, kita cukup meng-issued ticket kita atau check in melalui mesin-mesin yang ada di bandara LCCT atau bisa melalui internet.
![]() |
| Air Asia Airplane |
Dan terus terang ini pertama kali saya naik pesawat yang berukuran besar dan saya pun terkejut juga. Dan istri saya hanya senyum-senyum saya melihat saya terbengong melihat pesawat yang besar.
Akhirnya kami berangkat menuju ke Tianjin China. Dan masa perjalanan dari Kuala Lumpur ke Tianjin ditempuh selama 6 jam dan ini merupakan masa yang lama bagi saya untuk melakukan perjalanan melalui pesawat.
Jadi selama di dalam pesawat , saya hanya bisa bengong, melamun, melihat istri lagi makan karena saat itu istri saya kebetulan lagi tidak puasa, dan lihat orang-orang lain. Karena pesawat air asia ini tidak dilengkapi dengan televisi kecil. Dan beda kalau naik pesawat KLM dimana di dalamnya ada televisi.
Sambil menunggu juga, kadang kadang saya berjalan-jalan ke depan dan ke belakang untuk biar tidak kaku dan berpura-pura melakukan olah raga kecil dengan menggerakkan tangan dan kaki agar tidak kaku. Itu saya lakukan karena saya lihat beberapa penumpang lain melakukan hal itu, jadi saya hanya follower saja.
Setelah perjalanan dilalui selama 6 jam. kami pun tiba di kota Bandara Tianjin China. Dan hati saya waktu itu deg-degan betul karena baru kali pertama saya menginjakkan kaki ke Beijing. Dan memang kurang pede. Tapi istri saya orangnya memang dasarnya mandiri tenang-tenang saja dan gayanya merasa sudah pernah ke sana saja.
Oh yach kami tidak melalukan perjalanan dari Kuala Lumpur atau Jakarta langsung menuju Beijing dikarenakan harga tiket yang mahal kalau langsung ke Beijing. Dan kebetulan kami tak punya uang cukup untuk ke Beijing. Kami ke Beijing dalam rangka menghadiri simposium dimana istri saya mendapat undangan untuk menghadirinya. Jadi dengan budget yang pas-pasan kami menuju ke Beijing dan selebihnya menggunakan kartu kredit BNI.(http://www.bnicardcenter.co.id/)
Dan setelah melewati process imigrasi kami pun menuju ke arah bagasi dan mengambil bagasi setelah itu kami melanjutkan perjalanan dari bandara ke statiun kereta api untuk membawa kami ke Beijing. Karena kalau perjalanan dari Tianjin ke Beijing naik bus bisa dilakukan selama 2 jam.
Dan betul saja kendala pertama yang dihadapi oleh turis-turis asing yang dari luar china, orang sana kebanyakan tidak bisa bahasa Inggris, jadi kami betul-betul bisa bingung kalau kami tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Jadi sebelum berangkat ke Beijing , hendaklah menyiapkan :
1. Kamus Indonesia - China
2. Tulisan tujuan kita dalam bahasa china
misalanya kalau mau ke hotel, buat alamat hotel dengan bahasa cina dan bila perlu bawa peta.
3. Siapkan kertas dan pena saja bilamana kita mau menunjukkan arah tujuan kita.
4. Mempunyai uang Yuan. dan harus paham mana mata uang china, mana mata uang negara lain.
5. Baca-baca blog orang-orang yang pernah melakukan perjalanan dari Tianjin ke Beijing.
Jadi setelah kita keluar dari bandara langsung nampak di sebelah kiri kita atau pintu keluar, bus yang akan membawa kita ke Statiun dan ongkosnya nggak terlalu mahal. Tapi jangan berharap bahwa bus-bus itu bagus seperti halnya bus Damri. Karena bus di sana kurang bagus tapi pake AC alias semacam bus lebak bulus menuju kota tapi yang non AC.
Dan perjalanan dari Bandara menuju Station kurang lebih ditempuh dalam masa 30 menit. Dan setelah kami tiba di statiun , kami berjalan kaki sekitar 10 menit untuk masuk ke dalam statiun kereta api. Dan kami pun membeli tiket yang ada di dalam statiun yang letaknya kalau kita dari pintu masuk, menolehlah ke kiri dan nampak orang-orang berkerumun nah itulah tempat orang beli tiket kereta api.
Dan sekali lagi masalah bahasa, jadi saat kita beli tiket, kita bingung jelasin tujuan kita, dan terpakalah pakai bahasa tarzan dan pakai kalkulator untuk menunjukkan harga tiket yang di beli.
![]() |
| Me at Tianjin Rel Station Binhai |
Dan setelah itu , kita naik ke atas (lantai 1) dengan eskalator untuk menuju ke ruang tunggu pintu kereta apinya. Dan sekali lagi, saat kami tanya kepada security nya mereka tak paham bahasa Inggris, tapi dia bisa pake bahasa bathin dan menunjukkan ke arah atas, untuk ruang tunggu atau menuju ke kereta api.
Kami sebenarnya mau lihat ke papan pengumuman atau papan nama tapi semua dalam bahasa china dan tak ada pakai bahasa Inggrisnya. Jadi semua kami tanya walau kadang pake bahasa tarzan. Dan orang china memang ramah-ramah , mereka tetap melayani pertanyaan kami walau nggak ngerti bahasanya.
Setelah naik ke ruang tunggu, dana kami pun berankat ke Beijing naik kereta api cepat yang kecepatannya bisa mencapai 330 KM/jam. jadi sekitar 30 menit perjalanan kami pun tiba di Beijing. Dan kami pun naik taxi menuju ke hotel dan lagi-lagi sopir taxi tidak paham bahasa Inggris jadi terpaksa saya tunjukkan tulisan china saya ke sopir dan saya tunjukkan juga peta menuju ke arah hotel saya yaitu hotel forbidden city hotel yang kami pesan melalui agoda (http://www.agoda.com/).
Dan terus terang kami pasrah kan diri kami kepada sopir taxi itu karena kami belum pernah sama sekali ke China apalagi Beijing. Dan Alhamdullillah , sopir-sopir taxi di Beijing jujur jujur dan walaupun kami sempat was-was mengingat kami pernah dikerjain oleh sopir taxi di Jakarta sehingga kami pernah kena 200 ribu untuk membawa kami dari Bandara Cengkareng ke BSD Serpong.
Untunglah sopir taxi di beijing jujur-jujur sehingga kami pun lega dan nyaman semasa di dalam taxi. Dan sekitar 30 menit perjalanan kami pun tiba di hotel kami yaitu hotel forbidden city. Dan waktu itu hampir jam 7 malam waktu beijing dan kami pun masuk ke kamar hotel dan buka internet untuk melihat waktu mahgrib untuk beijing karena saat itu saya tengah berpuasa.
Saran saya bila ada rencana ke Beijing.
1. Hendaknya membawa kartu kredit apabila melakukan perjalan sejauh itu. Dan lakukan top up 2 kali dari batas maximum kredit yang ada di kartu kredit kita. Dan ajukan ke card center 1 bulan sebelum keberangkatan dan sebelum disetujuin hendaknya kita tetap menelpon kesana. Dan biasanya mereka akan beri masa 1 bulan pada saat permohonan disetujui dan setelah itu balik seperti semula.
Misalnya limit kita hanya 5 juta dan kita ajukan top up dan disetujui 10 juta untuk limit kredit sementara.
2. kalau mau mencari penerbangan yang murah seperti kami, hendaknya tiket di pesan jauh-jauh hari sebelum berangkat agar mendapatkan harga yang murah. Kalau kami 2 bulan sebelum berangkat. Dan Alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana.
3. Kalau dari Indonesia dan bila terpaksa menginap 1 malam di KL. Hendaknya menginap di hotel yang dekat dengan statiun KL Central. Agar memudahkan bilamana pesawatnya berangkat pagi hari. Dan Bus Sky Bus yang berangkat pagi hari dari KL Central ke LCCT sekitar jam 5 pagi. kalau kami menginap di myhotel di KL Central dan pesan melalui internet lewat agoda. dan harganya sekitar Rp. 300 ribu an/malam.
4. Kalau hendak berangkat melalui LCCT , hendaknya disiapkan saving waktu sekitar 2 - 3 jam tiba di Bandara. Misalnya , pesawat berangkat jam 11 pagi, hendaknya kita telah tiba di bandara pukul 8 pagi.
Karena kita harus antri di Tiket untuk menaroh bagasi , antri di imigrasi area dan lebih baik kita menunggu daripada ketinggalan pesawat.
5. Untuk tiket Bus..dari Bandara Tianjin ke Statiun , biayanya sekitar rp. 20 ribu an
6. Untuk tiket Kereta Api Cepat , biayanya sekitar Rp. 100 ribu an.
7. Kalau mau menginap di Beijing, saya sarankan menginap di hotel forbidden city karena lokasinya dekat wan fu jing, dekat lapangan tian'anmen dan tentunya kota terlarang"forbidden City" Dan kami kena biaya sekitar 500 ribu /malam .
Itulah cerita perjalanan ke Beijing dan bilamana ada yang ingin berkomentar selahkan mengisi di kolom komentar. Dan saya lampirkan di bawa ini link untuk transportasi di Tianjin. Nanti kalau dari Tianjin turunnya di Station Beijing South.
Demikianlah dari saya semoga dapat membantu teman-teman bilamana ada rencana ke Negeri China.
Salam
Iwan
Kuala Lumpur, 27 Februari 2011)
Link:
http://www.agoda.com/asia/china/beijing/beijing_forbidden_city_hotel.html
http://www.tour-beijing.com/xingang_beijing/beijing_south_railway_station.php
http://www.chinahighlights.com/tianjin/transport/
![]() |
| Antrian Check In di LCCT |
![]() |
| Tempat Check in/Bagasi |
![]() |
| Check in By Machine |
Thursday, February 24, 2011
PUJANGGA PIPING IN BEIJING ( MASJID NIUJIE PART II )
Saya akan menceritakan kembali pengalaman pada waktu saya dan istri saya mengunjungi Mesji Nujie di Beijing. Dan ini cerita sebenarnya sudah terlalu lama bilamana saya sambung kembali. Tapi tak apalah daripada tidak terselesaikan cerita mengenai Nujie maka saya akan menceritakan sambungan nya dari cerita beberapa bulan yang lalu.
Jadi cerita yang akan saya ceritakan sewaktu saya membeli souvenir di pintu masuk ke areal mesjid. Saya memebli kopiah warna putih dan warna hitam. Dan saya pun membeli kaos yang bermotif masjid nujie. Tapi pemesanan di lakukan dengan cara tarzan. dimana saya nggak mengerti bahasa China dan mereka pun tak mengerti bahasa Inggris. Jadi setiap pertanyaan dijawab dengan menggunakan kalkulator. jadi misalnya beli kaos diketik lah di sana 60 berarti 60 yen.. Dan kalau saya mau tawar yach saya ketik lagi angka yang dimaui saya. Tapi saya nggak pake tawar karena nampaknya harganya sudah sesuai dengan apa yang tertera dalam labelnya. Dan memang waktu itu saya tidak menawar.
Dan saat itu saya ingin membeli oleh-oleh untuk istri saya dan saya rencana mau beli jilbab tapi kulihat tipis makanya tak jadi belinya. Dan semua yang dipasang di sana tipis-tipis dan saya tak berminat beli yang tipis. ntar nampak pula rambut istri saya. (Tapi rupanya yang jilbab tipis itu adalah luarannya saja dan ada dalamannya lagi..itu yang dibilang istriku pada saat kembali ke hotel..memang saya tak pernah perhatian kalau istri pake jilbab. saya pikir langsung dipakai saja tanpa pake dalaman untuk tutup rambut.)
Jadi karena saya tak jadi beli jilbab. Tapi sebenarnya yang jual pun mau menerangkan bahwa itu bisa dipake tapi karena tak ada kesamaan bahasa walau dia ngomong pun saya tak tahu. Jadi tak jadi beli. Dan saya pun tertarik dengan kain putih dan saya pikir itu telekung (mukena) untuk sholat. Dan saya tunjukkankanlah ke Bapak yang jual bahwa saya pengen beli itu.
Dan bapak penjual itu pun terkejut dan tangannya seolah-olah bilang jangan..
Dan pikiranku waktu itu adalah mukena dan saya ingin membelinya dan saya bingung karena penjual menolak menjualnya ke saya dan saya kurang antara menolak atau tidak mengerti karena kode yang diberikannya tidak saya mengerti. Jadi saya tunjukkanlah photo istri saya dengan bangganya..Dan Bapak itu malah menjauh dan geleng2 kepala. Dan saya tambah bingung dan saya praktekkan kalau saya ingin beli mukena untuk sholat ..sambil memperagakan seorang wanita yang sholat. Malah Bapak itu pun tak juga mengerti dan apalagi menjualnya..
Dan terus saya berpikir apa yang diperagakan bapak ini dan kenapa dia menolak saya membelinya padahal stocknya banyak..
Dan akhirnya aku bilang "Astagfirullah Al Azim" "Ampunilah dosa-dosa ku dan berilah kami kesehatan dan umur yang pangjang buat saya, istri saya dan anak2 saya serta keluarga besar saja.
Aku pun sambil istigfar , memperagakan orang lagi berdiri tegap, dengan mata tertutup dan kedua telapak tangan di perut dan Bapak itu mengangguk ..Astagfirullah Al Azim" aku mengucap lagi..
Rupaanya yang dimaksud Bapak tadi adalah kain kafan.
Untung Bapak itu mengerti kalau kami beda bahasa jadinya saya nggak jadi beli untuk oleh-oleh untuk wanita. Dan saya haya beli kopiah dan kaos karena takut saya salah lagi...
Dan kulihat waktu sholat masih lama lagi dan saya pun keluar dari areal mesjid menuju ke toko-toko yang ada di jalan Nujie dan kulihat ada beberapa supermarket yang berlogo muslim dan bertuliskan hurup arab dan akhirnya saya masuk untuk membeli segala keperluar yang saya butuhkan selama di beijing. Karena tak semua makanan yang bisa saya makan di Beijing. Tapi karena bahasanya China, akhirnya saya membeli mie instant beberapa bungkus dan lain-lain.
Dan setelah itu saya kembali ke masjid untuk sholat Jum'at dan waktu sholat jum'at di Beijing sekitar pukul 13.30 Wib dan saya masuk ke halaman masjid lagi dan dilihat banyak orang yang mau sholat jum'at .
Setelah mengikuti sholat jum'at berjamaah, saya pun keluar dari masjid dan kembali ke hotel sambil membawa segala kebutuhan untuk buka puasa dan sahur.

Jadi cerita yang akan saya ceritakan sewaktu saya membeli souvenir di pintu masuk ke areal mesjid. Saya memebli kopiah warna putih dan warna hitam. Dan saya pun membeli kaos yang bermotif masjid nujie. Tapi pemesanan di lakukan dengan cara tarzan. dimana saya nggak mengerti bahasa China dan mereka pun tak mengerti bahasa Inggris. Jadi setiap pertanyaan dijawab dengan menggunakan kalkulator. jadi misalnya beli kaos diketik lah di sana 60 berarti 60 yen.. Dan kalau saya mau tawar yach saya ketik lagi angka yang dimaui saya. Tapi saya nggak pake tawar karena nampaknya harganya sudah sesuai dengan apa yang tertera dalam labelnya. Dan memang waktu itu saya tidak menawar.Dan saat itu saya ingin membeli oleh-oleh untuk istri saya dan saya rencana mau beli jilbab tapi kulihat tipis makanya tak jadi belinya. Dan semua yang dipasang di sana tipis-tipis dan saya tak berminat beli yang tipis. ntar nampak pula rambut istri saya. (Tapi rupanya yang jilbab tipis itu adalah luarannya saja dan ada dalamannya lagi..itu yang dibilang istriku pada saat kembali ke hotel..memang saya tak pernah perhatian kalau istri pake jilbab. saya pikir langsung dipakai saja tanpa pake dalaman untuk tutup rambut.)
Jadi karena saya tak jadi beli jilbab. Tapi sebenarnya yang jual pun mau menerangkan bahwa itu bisa dipake tapi karena tak ada kesamaan bahasa walau dia ngomong pun saya tak tahu. Jadi tak jadi beli. Dan saya pun tertarik dengan kain putih dan saya pikir itu telekung (mukena) untuk sholat. Dan saya tunjukkankanlah ke Bapak yang jual bahwa saya pengen beli itu.
Dan bapak penjual itu pun terkejut dan tangannya seolah-olah bilang jangan..
Dan pikiranku waktu itu adalah mukena dan saya ingin membelinya dan saya bingung karena penjual menolak menjualnya ke saya dan saya kurang antara menolak atau tidak mengerti karena kode yang diberikannya tidak saya mengerti. Jadi saya tunjukkanlah photo istri saya dengan bangganya..Dan Bapak itu malah menjauh dan geleng2 kepala. Dan saya tambah bingung dan saya praktekkan kalau saya ingin beli mukena untuk sholat ..sambil memperagakan seorang wanita yang sholat. Malah Bapak itu pun tak juga mengerti dan apalagi menjualnya..
Dan terus saya berpikir apa yang diperagakan bapak ini dan kenapa dia menolak saya membelinya padahal stocknya banyak..
Dan akhirnya aku bilang "Astagfirullah Al Azim" "Ampunilah dosa-dosa ku dan berilah kami kesehatan dan umur yang pangjang buat saya, istri saya dan anak2 saya serta keluarga besar saja.
Aku pun sambil istigfar , memperagakan orang lagi berdiri tegap, dengan mata tertutup dan kedua telapak tangan di perut dan Bapak itu mengangguk ..Astagfirullah Al Azim" aku mengucap lagi..
Rupaanya yang dimaksud Bapak tadi adalah kain kafan.
Untung Bapak itu mengerti kalau kami beda bahasa jadinya saya nggak jadi beli untuk oleh-oleh untuk wanita. Dan saya haya beli kopiah dan kaos karena takut saya salah lagi...
Dan kulihat waktu sholat masih lama lagi dan saya pun keluar dari areal mesjid menuju ke toko-toko yang ada di jalan Nujie dan kulihat ada beberapa supermarket yang berlogo muslim dan bertuliskan hurup arab dan akhirnya saya masuk untuk membeli segala keperluar yang saya butuhkan selama di beijing. Karena tak semua makanan yang bisa saya makan di Beijing. Tapi karena bahasanya China, akhirnya saya membeli mie instant beberapa bungkus dan lain-lain.
Dan setelah itu saya kembali ke masjid untuk sholat Jum'at dan waktu sholat jum'at di Beijing sekitar pukul 13.30 Wib dan saya masuk ke halaman masjid lagi dan dilihat banyak orang yang mau sholat jum'at .
Setelah mengikuti sholat jum'at berjamaah, saya pun keluar dari masjid dan kembali ke hotel sambil membawa segala kebutuhan untuk buka puasa dan sahur.
Tuesday, September 21, 2010
PUJANGGA PIPING IN BEIJING (EPISODE : NIUJIE MOSQUE PART I)
Di hari ke empat kami di Beijing bertepatan dengan hari Jum'at. Jadi kami searching masjid yang ada di Beijing via internet (http://www.google.com/ )akhirnya kami menemukan mesjid yang ada di Nie Jie street.
Jam 10 berangkat ke Niujie dari hotel sekitar pukul 10 pagi karena saya berencana untuk keliling dulu di daerah Niujie untuk mencari tempat makan muslim atau supermarket yang menjual barang-barang halal untuk orang muslim.
Dari hotel saya naik taxi ke niujie street dan rupanya sopir taxi di Beijing jujur-jujur jadi saya hanya kena 16 Yuan untuk ongkos taxi.
Setelah diturunkan di jalan Niujie dekat Masjid, saya pun berjalan memasuki masjid yang berada di jalan Niujie..Selum memasuki Masjid saya lihat dari kejauhan Gapura yang menyambut saya/ orang yang mau masuk areal masjid
Sebelum kita memulai untuk bercerita mengenai apa yang ada di areal masjid Niujie ada baiknya kita simak/baca dahulu sejarah mengenai Masjid Niujie.The magnificent niujie mosque is famous worldwide. originally built in the fourteenth year of the tonghe reign of the liao dynasty (996), (corresponding to the second year of the Zhidao reign of the Northern Song Dynasty, by the arabian scholar nasurutan. In the tentl year of the chenghua reign of the ming dynasty (1474), the emperor issued an edict presenting it with the name libaisi or mosque.
The mosque was enlarged and refurbished through the yuan, ming and qing dynasties creating its present symmetrical well integrated layout . its 6,000 square metres contain a hall of worship, minaret, lecture hail, a stele pavilion, a facing pavilion and an ablution chamber. The mosque faces west towards Mecaa.
Buildings, the greater and lesser clearly distinguished are arranged along a central axis. Magnificent and solemn, the mosque combines features of the classic chinese palace style with arabian architecture.
Niujie mosque is a valued part of chine’s history. It houses the shanghai tombs the final resting place of elders who came from the Arabian cultural area to lecture on Islam in the early years of the yuan dynasty. A stele by the graves is inscribed in the Arabian script written with strength and presence, an artifact rarely found in china. There are many other rare historical relics including a board marking an imperial edict from the 33rd year of the emperor kangxi (1694), old ming dynasty porcelain, a stele recording historic events, a hand written copy of the Koran which has been carefully preserved for more than 300 years and a number of qing dynasty copper and iron censers and other copper vessels.
Niujie mosque was completely renovated in 1979. The Old mosque became even more brilliant with new gilding and repainting. On January 13, 1988, the government declared it a key national historic unit. Today many moslems regularly go to niujie and purity themselves and worship. On holidays they are joined by moslems from abroad and from else where in china.
Setelah kita membaca mengenai sejarah Masjid Niujie, kita barulah masuk ke areal masjid Niujie.
Di samping ini adalah maket dari areal Masjid Niujie dan dari situ bisa kita lihat betapa luasnya areal masjid Niujie.
Di bawah ini adalah Peta atau Denah Wilayah Masjid Niujie. Setelah saya meminta ijin dahulu kepada penjaga areal Masjid. Saya pun berkeliling di dalam areal masjid. Dan memang sangat aneh terasa bagi saya berada di komunitas muslim di Beijing dimana kalau saya di Indonesia jarang saya lihat orang China paai kopiah dan sholat di masjid.
Setelah membaca peta, saya pun masuk ke dalam areal masjid dan saya pun masuk ke dalam masjid dan sungguh indah pemandangan di dalam masjid. Masjid walaupun lama berdiri tapi bangunannya tetap cantik, rapi dan bersih.serta adem.
Kita merasa nyaman bila berada di dalam masjid tersebut.
Setelah mutar-mutar di dalam bangunan utama masjid akhirnya saya bertanya kepada slaah seorang pengurus masjid dengan bahasa Isyarat menanyakan kapan waktu sholat Jum'at dilaksanakan dan Beliau pun menjawab 1.30 siang.
Setelah memperhatian sekeliling bangunan tersebut dan melihat semua ornamen di dalam masjid akhirnya pandanganku tertuju ke salah satu sudut masjid karna banyak terdapat kursi-kursi yang berjejer membentuk barisan ke depan. Saya terus berpikir kenapa kursi dan meja di bawa ke dalam masjid. karena saya belum menjumpai hal seperti itu di daerahku. Jadi baru itulah saya lihat kursi dan meja di dalam masjid. Pikiran saya waktu tu adalah kemungkinan dipakai untuk membaca A Qur'an atau ada kelas Iqro untuk anak-anak. Tapi saya trus berpikir dan pikiran saya pun saya bawa sampai saya keluar bangunan tersebut untuk melihat-lihat lingkungan Masjid.
Di sini juga terdapat menara masjid yang berdiri sejajar dngan bangunan Masjid dan juga terdapat 2 bangunan menara lagi yang berisi tulisan-tulisan dan ukuran-ukuran di dalamnya dan saya heran juga di dalam menara tersebut ada terdapat semcam batu bertulis..saya nggak tahu apakan itu batu nisan atau apa.. Tapi karena tak ada tempat bertanya makanya saya diam aja dan beranggapan sesuai dengan apa yang saya pikirkan saja.
Oh yach , sampai lupa , untuk menjaga kesucian bangunan masjid untuk sholat..Diluar bangunan tersebut dipasang papan pengumuman yang menyatakan bahwa hanya orang Muslim saja yang bisa masuk ke dalam masjid dan juga perempuan yang terkena Haid tidak boleh juga masuk ke dalam masjid. Tapi biasanya pun kalau di tempat saya memang kalau perempuan sedang haid atau istilahnya "sedang tidak sholat" tidak boleh juga masuk masjid.
Jam 10 berangkat ke Niujie dari hotel sekitar pukul 10 pagi karena saya berencana untuk keliling dulu di daerah Niujie untuk mencari tempat makan muslim atau supermarket yang menjual barang-barang halal untuk orang muslim.
Dari hotel saya naik taxi ke niujie street dan rupanya sopir taxi di Beijing jujur-jujur jadi saya hanya kena 16 Yuan untuk ongkos taxi.
Setelah diturunkan di jalan Niujie dekat Masjid, saya pun berjalan memasuki masjid yang berada di jalan Niujie..Selum memasuki Masjid saya lihat dari kejauhan Gapura yang menyambut saya/ orang yang mau masuk areal masjid
Sebelum kita memulai untuk bercerita mengenai apa yang ada di areal masjid Niujie ada baiknya kita simak/baca dahulu sejarah mengenai Masjid Niujie.The mosque was enlarged and refurbished through the yuan, ming and qing dynasties creating its present symmetrical well integrated layout . its 6,000 square metres contain a hall of worship, minaret, lecture hail, a stele pavilion, a facing pavilion and an ablution chamber. The mosque faces west towards Mecaa.
Buildings, the greater and lesser clearly distinguished are arranged along a central axis. Magnificent and solemn, the mosque combines features of the classic chinese palace style with arabian architecture.
Niujie mosque is a valued part of chine’s history. It houses the shanghai tombs the final resting place of elders who came from the Arabian cultural area to lecture on Islam in the early years of the yuan dynasty. A stele by the graves is inscribed in the Arabian script written with strength and presence, an artifact rarely found in china. There are many other rare historical relics including a board marking an imperial edict from the 33rd year of the emperor kangxi (1694), old ming dynasty porcelain, a stele recording historic events, a hand written copy of the Koran which has been carefully preserved for more than 300 years and a number of qing dynasty copper and iron censers and other copper vessels.
Niujie mosque was completely renovated in 1979. The Old mosque became even more brilliant with new gilding and repainting. On January 13, 1988, the government declared it a key national historic unit. Today many moslems regularly go to niujie and purity themselves and worship. On holidays they are joined by moslems from abroad and from else where in china.Setelah kita membaca mengenai sejarah Masjid Niujie, kita barulah masuk ke areal masjid Niujie.
Di samping ini adalah maket dari areal Masjid Niujie dan dari situ bisa kita lihat betapa luasnya areal masjid Niujie.
Di bawah ini adalah Peta atau Denah Wilayah Masjid Niujie. Setelah saya meminta ijin dahulu kepada penjaga areal Masjid. Saya pun berkeliling di dalam areal masjid. Dan memang sangat aneh terasa bagi saya berada di komunitas muslim di Beijing dimana kalau saya di Indonesia jarang saya lihat orang China paai kopiah dan sholat di masjid. Setelah membaca peta, saya pun masuk ke dalam areal masjid dan saya pun masuk ke dalam masjid dan sungguh indah pemandangan di dalam masjid. Masjid walaupun lama berdiri tapi bangunannya tetap cantik, rapi dan bersih.serta adem.
Kita merasa nyaman bila berada di dalam masjid tersebut.
Setelah mutar-mutar di dalam bangunan utama masjid akhirnya saya bertanya kepada slaah seorang pengurus masjid dengan bahasa Isyarat menanyakan kapan waktu sholat Jum'at dilaksanakan dan Beliau pun menjawab 1.30 siang. Kulihat jam di dinding masjid masih menunjukkan jam 11 siang jadi masih lama rupanya waktu sholat Jum'at.. jadi saya pun terus melaksanakan putaran keliling bangunan tersebut
Setelah memperhatian sekeliling bangunan tersebut dan melihat semua ornamen di dalam masjid akhirnya pandanganku tertuju ke salah satu sudut masjid karna banyak terdapat kursi-kursi yang berjejer membentuk barisan ke depan. Saya terus berpikir kenapa kursi dan meja di bawa ke dalam masjid. karena saya belum menjumpai hal seperti itu di daerahku. Jadi baru itulah saya lihat kursi dan meja di dalam masjid. Pikiran saya waktu tu adalah kemungkinan dipakai untuk membaca A Qur'an atau ada kelas Iqro untuk anak-anak. Tapi saya trus berpikir dan pikiran saya pun saya bawa sampai saya keluar bangunan tersebut untuk melihat-lihat lingkungan Masjid.
Di sini juga terdapat menara masjid yang berdiri sejajar dngan bangunan Masjid dan juga terdapat 2 bangunan menara lagi yang berisi tulisan-tulisan dan ukuran-ukuran di dalamnya dan saya heran juga di dalam menara tersebut ada terdapat semcam batu bertulis..saya nggak tahu apakan itu batu nisan atau apa.. Tapi karena tak ada tempat bertanya makanya saya diam aja dan beranggapan sesuai dengan apa yang saya pikirkan saja.Oh yach , sampai lupa , untuk menjaga kesucian bangunan masjid untuk sholat..Diluar bangunan tersebut dipasang papan pengumuman yang menyatakan bahwa hanya orang Muslim saja yang bisa masuk ke dalam masjid dan juga perempuan yang terkena Haid tidak boleh juga masuk ke dalam masjid. Tapi biasanya pun kalau di tempat saya memang kalau perempuan sedang haid atau istilahnya "sedang tidak sholat" tidak boleh juga masuk masjid.
Photo-photo Minerat
Setelah itu saya pun diinformasikan oleh pengurus Masjid bahwa di halaman beakang ada terdapat ruang pameran yang berisi sejarah perjalanan Masjid Niujie dan Masyarakat Islam di Niujie.
Setelah saya keliling-keliling melihat sejarah masjid Niujie besera dengan perkembangan masyarakat Islam di Jalan Niujie. Akhirnya saya memutuskan untuk melihat keluar dari masjid karena masih lama waktu Sholat Jum'at.
Sebelum keluar dari areal masjid , saya pun melihat-lihat souvenir yang ada di dalam satu ruang sebelum pintu keluar..
Dan saya lihat banyak sekali barang-barang yang dijual ..Tapi ada pengalaman lucu yang terjadi pada saat saya membeli souvenir-souvenir itu..akibat dari perbedaan bahasa tadi..
Untuk lengkapnya bisa dilihat pada Episode berikutnya...
Sebelum keluar dari areal masjid , saya pun melihat-lihat souvenir yang ada di dalam satu ruang sebelum pintu keluar..
Dan saya lihat banyak sekali barang-barang yang dijual ..Tapi ada pengalaman lucu yang terjadi pada saat saya membeli souvenir-souvenir itu..akibat dari perbedaan bahasa tadi..
Untuk lengkapnya bisa dilihat pada Episode berikutnya...
Monday, September 6, 2010
PIPING PUJANGGA IN BEIJING CHINA (CERITA - 1)
"HARI PERTAMA (BERANGKAT KUALA LUMPUR)"
Saya mencoba menceritakan pengalaman saya ke Beijing bersama istri tersayang dan terbaik dalam hidupku.
Kami rencana berangkat ke Negeri China melalui Kuala Lumpur dan kami menggunakan penerbangan Fire Fly yang melayani penerbangan dari Pekanbaru ke Kuala Lumpur,
Sebelum kami berangkat ke luar negeri , yang harus kami siapkan adalah :
1. Pasport
2. Visa karena kami berangkat ke negeri China dan biasanya travel agent dapat membantu kita mengurus
visa dan biayanya sekitar Rp. 600.000. an. dan visa berlaku selama 30 hari.
3. Photo copy pasport halaman pertama (data pribadi) dan terakhir (alamat) serta photocopy NPWP
semuanya sebanyak 1 lembar dan bilamana membawa anak yang pasprtnya nyatu ke orang tua hendanya
bawa photocopy kartu keluarga.
Disarankan photocopy di luar bandara karena pastinya harga photo copy di bandara bisa mencapai
1500/lembarnya.
4. Membawa pulpen/pena karena kita akan mengisi kartu pas yang diminta oleh imigrasi.
Setelah semua kami siapkan, tanggal 24 Agustus 2010, kami berangkat ke kuala lumpur dengan menggunakan penerbangan fire fly. Sebenarnya ada 2 penerbangan ke Kuala Lumpur, satu lagi Air Asia.
Berhubung pada waktu itu hari selasa , maka kami naik fire fly. Dan jangan lupa siapkan airport tax
dalam rupiah sebesar Rp.75.000,-/orang.
Tepat pukul 10.20 WIB, kami dipanggil untuk segera naik ke pesawat fire fly, walaupun pesawatnya pake baling2 tapi nyaman. Dan penerbanagan ke Kuala Lumpur memakan waktu sekitar 1 jam. Tapi berhubung ada perbedaan waktu antara Malaysia dan Indonesia maka menjadi 2 jam. Oh yach kami memesan tiket pesawat secara online dengan mengunjung website firefly di http://www.fireflyz.com.my/ jauh-jauh hari untuk mendapatkan tiket yang lebih murah. Kami pesan tiket dengan menggunakan kartu kredit BNI Visa
1 bulan sebelum berangkat.
Kami sarankan kalau dari bandara Subang KL lebih baik naik taxi resmi saja yang ada di Bandara. nanti setelah kita turun dari pesawat masuk ke ruangan untuk mengecap pasport kita sekitar 10 meter dari sana dan posisi di sebelah kanan, ada nampak ada semcam tulisan pesan taxi. singgah saja ke sana untuk memesan taxi. Karena kami menuju KL Central maka kami dikenakan RM 40.
Rata-rata taxi di KL gunakan system borong sama seperti di Pekanbaru. jadi ada baiknya naik taxi resmi dari Bandara Subang KL.
Tapi walaupun system borong, tapi sopir taxi di KL, sangat membantu kami dalam mencari hotel yang kami pesan melalui Agoda buka aja di http://www.agoda.com/ dan transaksinya menggunakan kartu kredit.
Hotel tempat kami menginap di KL bernama My Hotel dengan harga sekitar RM 79. Hotelnya bagus dan bersih dan terletak di dekat stasiun KL Central.
Kami sengaja memilih hotel ini karena lokasinya sangat dekat dengan Statiun KL Central dimana Bus Air Asia berada karena kami berangkat ke Beijing dengan menggunakan pesawat Air Asia.
Kami tiba di hotel sekitar pukul 2 siang waktu KL dan setelah sholat, kami berjalan-jalan di sekitaran KL Central dan Jalan ke Menara Petronas dengan menggunakan kereta /monorail.
Setelah muter-muter di Menara Petronas, kami pun kecapean karena jalan-jalannya pada saat kami berpuasa. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan tidak lupa membeli bukaan puasa.
Malam hari kami tidak kemana-mana, karena kami mempersiapkan fisik untuk berangkat ke Beijing.
Dan cerita selama di Kuala Lumpur, tidak ada yang menarik kami ceritakan disini, karena di Kuala Lumpur
hampir sama kayak kita di Indonesia. Suasananya sama dengan kita. Cuma saja pada saat bulan puasa begini , Aura orang berpuasa di KL di bandingkan di Indonesia masih sangat terasa di Indonesia.
Begitulah hari pertama kami berada di Kuala Lumpur dan hari ke dua , akan kami lanjutkan dengan kisah perjalanan ke Beijing China.
Subscribe to:
Posts (Atom)

















