Selasa, 07 September 2010

SEMALAM DI LCCT KUALA LUMPUR (AIR ASIA HOME BASE)

Saya mencoba menceritakan sedikit mengenai pengalaman menginap di bandara/airport KLIA yang mana kebanyakan pesawat Air Asia bercokol di bandara tersebut baik international maupun domestik.

Ceritanya setibanya kami di Kuala Lumpur dari China , waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam waktu KL dan setelah urusan pasport dan ambil bagasi beres , kami pun berencana menginap di hotel. karena besoknya kami akan melanjutkan perjalanan  kami kembali ke Pekanbaru Indonesia.
Ini cerita merupakan bagian dari cerita "Piping Pujangga ke Beijing " dimana kami tiba di Kuala Lumpur dari Cina pada hari Senin, 30 Agustus 2010 jam 10.20. Dan kami menggunakan pesawat Air Asia, karena terkenal dengan harga yang murah dan terjangkau. Dan sudah banyak yang mengakuinya.

Dan semboyan dari Air Asia "Everybody Can Fly " rupanya itu benar adanya. karna tiket saya KL-Tian Jin harganya sekitar 4 juta rupiah dan memesannya via online dengan menggunakan kartu kredt BNI Visa. Dan kami pun merasakan kenyamanan dengan menggunakan pesawat AirBus dan pengalaman kami yang mengenakkan adalah pada saat berbuka puasa , kami diinformasikan kapan waktu saat buka puasa. Jadi tanggal 30 Agustus itu watu berbuka puasa adalah jam 19.20 waktu malaysia. Dan kami sebelumnya telah memesan makanan untuk berbuka kami dan dilayani dengan baik dan para pramugari ingat bahwasaanya kami tengah berpuasa Ramadhan. Dan tiba masa berbuka puasa dimana dari speaker pesawat terdengar informasi bahwa waktu berbuka puasa telah tiba. Walaupun sudah diumumkan , tapi tetap saja pramugari menghampiri kami dan menginformasikan bahwa waktu buka puasa telah tiba. Alhamdulillah masih ada juga yang menghargai orang yang berpuasa dimana kemungkinan hanya beberapa orang saja yang berpuasa di dalam pesawat air asia tersebut.

Lanjut ceritanya , karena tanggung untuk menginap di hotel dan berhubung budget sudah mulai tipis, makanya kami memutuskan untuk menginap di bandara LCCT dan kami lihat pun banyak orang yang menginap di Bandara kemungkinan untuk mengejar penerbangan pagi. Jadi kami pun tidur di kursi-kursi ruang tunggu. Dan saya lihat banyak orang sedang membuka laptop nya dan search internet .Oh rupanya ada Wifi di sekitaran bandara itu. Tapi sayang colokannya cuma sedikit jadi saya nggak bisa mengoperasikan laptop saya pada malam itu sambil menunggu waktu sahur.


Dan di LCCT juga tersedia Musholla yang berada di dekat Bus parkir dan jadwal dibuka masjid itu adalah mulai jam 5 subuh sampe jam 7 pagi dan jam 12 siang sampe jam 23 malam waktu malaysia.Dimana kalau mau ke Musholla, anda keluar dari ruang bandara menuju ke arah kiri atau ke arah food cort dan akan nampak Musholla di sisi sebelah kirinya. Dan juga bilamana ingin berangkat ke Kuala Lumpur Central , anda juga bisa naik bus yang berada di depan musholla ini. Karena banya Shuttle Bus baik itu dari Air Asia ataupun dari yang lain.
Setelah tidur-tiduran di dalam bangunan bandara tempat penjemputan kedatangan domestik, kami pun berencana untuk sahur pada malam itu karena watu sudah menunjukan pukul 3 malam. Dan saya minta ke istri saya untuk sahur di areal tersebut tapi istri saya menyarankan untuk sahur di food cort yang berada di dekat musholla. Rupanya food cort nya pun buka 24 jam. Jadi sudah rindu banget makan nasi dikarenakan kami tak makan nasi selama 5 hari di Beijing, makannya hanya roti dan mie saja.
Akhirnya kami pun melangkah ke food cort dan rupanya banyak juga orang stay over night di dalam fd cort dan lagi banyak facilitas untuk connect cable untuk laptop dan kulihat banya orang yang nge net di sana. Pengennya nge net juga di sana tapi berhubung kami mau mengejar Bus yang menuju ke KL Central makanya saya memutuskan nggak jadi nge net deh..Akhirnya kami mencari makanan yang cocok dengan lidah kami dan kami pun akhirnya jumpa rumah makan Padang..dan kami memilih menu nasi goreng dan Nasi lemak dan ditambah dengan Air Minumnya Teh Tarik.. Lumayan lah untuk mengobati rasa kangen kami dengan masakan Indonesia. Dan sebenarnya banyak juga pilhan makanan lain yang ada di dalam food cort tersebut tapi tetap saja memilih rumah makan padang. Setelah kami sahur sekitar jam 4 malam waktu malaysia, kami pun bergegas menuju bus Sky Bus Air Asia dimana tiket sudah dipesan melalui online dan akhirnya sekitar pukul 5 pagi waktu malaysia , bus yang dinanti yang akan membawa kami ke KL Central dan dengan jarak tempuh 1.15 jam akhirnya kami tiba di KL Central sekitar pukul 6 pagi waktu Malaysia. Jadi kesimpulannya adalah kita jangan ragu untu menginap 1 malam di bandara LCCT karena disana bandara buka 24 jam dengan facilitas yang nyaman, nikmat dan mantap, dimana kita bisa tidur dengan aman tanpa khawatir kehilangan barang karena ada penjagaan dan waktu menunggu tidak terasa karena disamping bisa tidur di kursi juga tersedia facilitas Wifi dan connect cable bilamana pengen ngenet atau main games. Juga ada musholla yang bersih dan rapi dengan kamar mandinya yang bersih sehingga kita pun enak dalam menjalankan ibadah Sholat Lima Waktu dan juga ada Food Coart yang akan memenuhi selera perut kita bilamana kelaparan dan harganya terjangkau dan murah dan di dalam food cort pun bisa ngenet dan main games karena tempatnya luas banget..

Disarankan juga kalau mau ke Kuala Lumpur kota hendaknya naik Bus saja karena kalau naik taxi cukup mahal harganya kecuali kita punya uang berlebih untuk membayar ongkos taxim boleh..boleh saja.  Jadi kalau dari LCCT naik bus dulu , bayar RM 9 dan setelah sampai di KL Central bisa nyambung monorail atau angkutan umum lainnya ke tempat tujuan yang diinginkan agar lebih murah.

Demikianlah uraian singkat saya mengenai cerita "Semalam di LCCT Kuala Lumpur dan semoga ada manfaatnya buat kita semua.

5 komentar:

  1. Menginap di LCCT itu karena keterpaksaan sahaja dan itu kami lakukan karena kami tiba dari Tian Jian sudah malam. Lagipun waktu itu bulan puasa dan bilamana kami memaksakan diri ke KL Central ada kemungkinan tidak bisa sahur. Dan Kami pun meninggalkan LCCT menuju ke KL Central sekitar pukul 5 pagi waktu Malaysia. Dan dari KL Central kami berangkat ke Bandara Subang untuk membawa kami ke Pekanbaru..(tambahan...sahaja)

    BalasHapus
  2. LCCT hidup 24 jam, artinya sy tdk perlu nyari hotel. Thanks infonya.

    BalasHapus
  3. Yup..LCCT hidup 24 jam terutama di food cort,Wi Fi nya pun ada. kalau sampe LCCT nya diatas jam 12 malam, sudah tak ada lagi bus, yang ada hanyalah taxi dan itu cukup mahal harganya. Tapi kalau mau nyaman yach menginap di Hotel. Di sekitar LCCT ada Tune Hotel. Dan esok paginya jam 6 baru ke KL kotanya dengan naik bus.

    BalasHapus
  4. trims infonya.
    soalnya nanti mo nginep sblum cabut ke Siem reap :)

    sy udah biasa sih nginep di airport,
    malah kangen klo uda lama ga nginep di airport...hahaha

    BalasHapus
  5. He..he...he.. Iya Mbak MD.
    Kalau di LCCT, enak nonkrongnya bisa internetan..gratis lagi..

    BalasHapus