Selasa, 25 Oktober 2011

MALAYSIAN MOTORCYCLE GRAND PRIX 2011 - THE RESUME

Hari ini, Rabu tanggal 26 October 2011 adalah hari libur nasional Malaysia karena hari ini adalah Hari Deepavali dan daripada saya bengong di rumah jadi saya mencoba untuk menulis lagi. Padahal istri saya sudah wanti-wanti saya untuk belajar IELTS, tapi karena keinginan nulis sesuatu makanya saya tulis deh.

Shell Advance Malaysian Grand Prix 2011, dimana kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 21-23 October 2011 di Sepang Circuit Selangor Malaysia telah berakhir. Ada cerita sedih, ada cerita gembira dan ada cerita kesel di dalam penyelenggaraan motor balap tersebut.

Dunia MotoGP cukup terpukul dengan meninggalnya Marco Simoncelli akibat kecelakaan yang menimpanya di laps ke-2 di belokan yang ke 11 dimana dia terjatuh dan ditabrak oleh Colin Edwards and Rossi. Dan dunia kehilangan sosok yang ramah dan santai yang pernah menjadi juara dunia dan pernah juga juara di Sepang Kuala Lumpur di kelas cc yang berbeda. Dan kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam meninggalnya Marco Simoncelli karena itu murni kecelakaan. Dan berharap agar Colin Edwards and Valentino Rossi dapat melanjutkan aksi-aksinya di MotorCycle Grand Prix berikutnya. Kalau saya tidak menyalahkan Colin Edwards dan Valentino Rossi dalam kejadian ini dan beruntung mereka berdua bisa selamat dalam kecelakaan tersebut.

Berita Gembiranya , untuk kelas 125 cc  dan kelas 250 cc (Moto2) sudah dilaksanakan dengan baik walau dalam areal moto2 pertandingan di hentikan di laps ke 17 akibat ada pembalap yang terjatuh di dalam lintasan balap dan red flag di keluarkan oleh panitia. Dan untuk ke dua kelas tersebut sudah ditemukan juara-juaranya namun untuk MotoGP tidak ditemukan juaranya mengingat pertandingan dibatalkan di laps ke 2 karena ada pembalap terjatuh.



Berita keselnya, nampaknya panitia untuk bagian transportasi kurang bisa mengantisipasi meludaknya penonton yang menyaksikan balapan motor tersebut karena bus yang disediakan panitia dengan harga RM 15 sekali jalan (Sepang - KL Sentral) dan beberapa tujuan bus lainnya kurang cukup. Dan banyak penonton yang merasa kecewa dan complain dengan panitia Bus tapi panitia bus pun mengakui kekurang antisipasiannya dan berjanji akan memperbaikinya dan sehingga penumpang yang sedang antri pun hanya bisa ngomel trus diam.  Yach gimana nggak kecewa, saya saja antri sampe 2 jam untuk naik bus dan saat saya berangkat, saya lihat di pukul 7 malam, masih saja banyak orang antri menunggu bus yang belum datang-datang juga padahal menurut panitia bus yang disediakan sudah cukup memadai. Nampaknya masalahnya adalah kemacetan yang cukup panjang di jalan menuju ke Kuala Lumpur.
Bus yang saya tumpangi pun memerlukan waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke KL Sentral itu pun bus nya berjalan di bemper-bemper ddi jalan tanah kalau tak begitu yach mungkin lebih dari 6 jam terdampar di kemacetan itu. Mungkin supirnya , orang Medan, Bung..

Tapi setidak-tidaknya ke depannya mulai dipikirkan antisipasi membeludaknya penonton yang menyaksikan lomba-lomba yang diadakan di Sepang, sehingga tidak terjadi lagi antrian yang cukup panjang untuk menaiki Bus. Setidak-tidaknya di analisa kembali systemnya dan jangan terlalu kaku mengikuti system. karena saya lihat walau penimpang sudah naik bus, bus harus menunggu jadwal dahulu baru bisa berangkat dan waktu menunggu adalah sekitar 30 menit tiap keberangkatan. Coba banyangin dengan jumlah penumpang hampir lebih dari seribu orang dengan kapasitas tempat duduk hanya sekitar 60 orang, berapa lama lagi harus menunggu.

Tapi setelah ada complain dari beberapa penumpang yang antri, bus yang sudah penuh penumpang segera di berangkatkan dari Sepang menuju ke Kuala Lumpur dan beruntung bagi saya untuk tujuan ke KL Sentral banyak busnya dan yang sedikit busnya yang menuju ke LCCT, Nilai dan KLCC.
Jadi setidak-tidaknya perlu dievaluasi lagi untuk pengadaan Bus ini, agar penyelengaraan Grand Prix tingkat dunia yang diadakan di Sepang dapat dilaksanakan dengan sempurna dan lebih profesional lagi.

Tapi secara garis besarnya, penyelengaraan Grand Prix 2011 di Sepang ini sangat berhasil mengingat ribuan orang hadir untuk menyaksikan lomba balap motor ini. Dan terutama bisa dilihat dari banyaknya penonton dari luar Malaysia baik itu dari Indonesia maupun dari negara asia lainnya serta eropa dan seluruh dunia deh pokoknya. Saya aja sempat ngobrol dengan penonton dari New Zealand dan dari Madagaskar sewaktu di bus. Dan itu pun bisa dilihat dengan penuhnya stadion di areal Main Grandstand dan Hill GrandStand dan belum lagi di beberapa lokasi lainnya. Dan dari Indonesia , banyak sekali tour-tour yang khusus hadir untuk menyaksikan balapan motor ini. Dan nampak juga dari Astra Motor, dari Honda dll. Mungkin ada sekitar seribu lebih orang Indonesia yang menyaksikan balapan ini belum lagi TKI seperti saya ini yang ikut hadir di Sepang juga.

SEPANG CIRCUIT DARI BIG SCREEN 
Berita lain mengenai harga makanan yang dijual di areal Sepang Circuit cukup mahal yaitu untuk makan siang saja seharga RM 40 dan tapi sebenarnya bisa saja makan di luar areal sepang circuit tapi berhubung malas berjalan jauh makanya saya makan siang di areal tersebut. Dan mineral water and soft drink seharga RM 5.
Tapi semua dana tersebut itu sudah saya siapkan. Ya istilahnya sesekali boros , tak apalah lagipula harga tiket untuk menyaksikan ajang ini sekitar RM. 70 (21 - 23 October 2011).



Yach walaupun kurang puas karena lomba MotoGP dibatalkan tapi ada rasa sedih juga mengingat ada korban jiwa dalam lomba kali ini. Tapi itulah Dunia Balap Motor, kadang ada gembira, kadang ada sedih dan kadang ada rasa kesel.

MARCO SIMONCELLI LAST RIDES
Selamat Jalan Marco Simoncelli, Race in Peace.

Semoga Keluarga yang ditinggalkannya bisa menerima kepergian Marco Simoncelli

Semoga Dunia MotoGP dapat segera bangkit untuk untuk mengadakan Grand Prix Berikutnya di Valencia.

Semoga Colin Edwards dan Valentino Rossi cepat segera bangkit dari kesedihannya . Dan dunia MotoGP tidak menyalahkan mereka karena sesuatu bisa terjadi di ajang motor balapan ini.

Sesuatu yang diluar kehendak kita bersama yang tidak bisa dicerna oleh akal pikiran kita sebagai manusia.

Salam Kuala Lumpur, 26 October 2011.


Note : all picture was taken with Camera Olympus SP-5SOUZ and taken from K1 (Hill Gradstand) of Sepang Circuit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar