Sabtu, 29 Oktober 2011

25 PESAN LUQMANUL HAKIM KEPADA ANAKNYA

1. Hai Anakku : Ketahuilah , sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam di dalamnya. Bila engkau ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama TAQWA, Isinya ialah IMAN dan LAYARNYA adalah TAWAKKAL kepada ALLAH

2. Orang-orang yang senantiasa yang menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang-orang yang insaf dan sadar setelah menerima nasihat orang lain, dia akan juga senantiasa menerima kemuliaan dari ALLAH juga.

3. Hai Anakku, orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.

4. Hai Ankku : seandainya ibu bapamu marah kepadamu karena kesilapan yaang dilakukanmu, maka marahnya ibu bapakmu adalah bagaikan baja bagi tanam-tanaman.

5. Jauhkan dirimu dari berhutang, karena sesunguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

6. Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar-benar takut (taqwa) , tentunya engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat ALLAH

7. Hai Anakku : Seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rusak akhlaknya akan senantiasa banyak melamunkan hal-hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahakan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.

8. Hai Anakku : engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amant berat., tetapi akan lebih lagi daripada semua itu adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) jahat.

9. Hai Anakku : Janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah yang layak menjadi utusan.

10. Jauhilah sifat berdusta , sebab dusta itu mudah dilakukan , bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

11. Hai Anakku : Bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir di majelis pernikahan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkhawinan hanya mengingatkanmu kepada kesenangan duniawai sahaja.

12. Janganlah engaku makan sampai kenyang yang berlebihan., karena sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.

13. Hai Anakku :janganlah engkau langsung menelan sahaja karenanaya manisnya barang atau makanan itu dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang atau makanan itu karena manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

14. Makan lah makananmu bersama-sama dengan orang-orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.

15. Hai Anakku ; bukanlah satu kebaikan namanhya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hai itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak yang tidak mampu memikulnya padahal ia masih mahu menambahkannya.

16. Hai Anakku : bilamana engkau mahu mencari kawan sejati maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura-pura membuat dia marah bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu, maka bolehlah engaku mengambil dia sebagai kawan sejati . BIla tidak demikian, maka berhati-hatilah.

17. Selalulah baik tutur kata dan hauls budi bahasamu , serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

18. Hai Anakku : Bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu kepadanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya . Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

19. Jadikanlah dirimu dalam segalaau  tingkah laku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain karena itu adalah sifatnya Riya' yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

20. Hai Anakku : Janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan oleh dunia saja karena engkau diciptakan ALLAH bukannya untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.

21. Hai Anakku : Usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata-kata yang busuk dan kotor serta kasar, karena engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara , usahakanlah agar bicaramu mendatangkan banyak manfaat bagi orang lain.

22. Hai Anakku : janganalah engkau mudah ketawa kalau bukan karena sesuatu yang menggelikan, janganlah engaku berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada gunanya bagimu, janganlah mensia-siakan hartamu.

23. Barang sesuapa yang menyayang tentunya akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandung racun dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya daripada berkata kotor tentu akan menyesal.

24. Hai Anakku : Bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya karena sesungguhnya sejuklah hati ini , mendengarkan nasihatnya, hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.

25. Hai Anakku : Ambillaj harta dunia sekedar keperluanmu sahaja dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah karena nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya karena sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, karena akan membinasakan dirimu.

Demikianlah 25 Nasihat /Pesan Luqmanul Hakim kepada Anaknya. Dan ini pun sangat berharga buat kita , untuk direnungi dan diresapi siapa kita sebenarnya..

Salam Kuala Lumpur, 30 Oktober 2011 at 09.59 AM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar