Showing posts with label AIR ASIA. Show all posts
Showing posts with label AIR ASIA. Show all posts

Wednesday, March 14, 2012

SAAT BAGASIKU OVER LOAD FLY WITH AIR ASIA YANG BIKIN GALAU..

Waktu Itu aku berangkat ke Pekanbaru setelah mengakhiri kontrak kerjaku di Kuala Lumpur. Dan aku pun berangkat membawa tas ransel dan dua buah koper yang beratnya nggak aku ketahui. karena waktu itu aku yakin bahwa berat tas ku tak kan melebihi 25 kg.

Aku pun nggak tahu kenapa aku begitu yakin bahwa berat kedua koper itu 25 kg padahal sewaktu aku mengangkat tas yang besar, aku tak sanggup mengangkatnya. Temanku juga mengingatkanku untuk menimbang barang bawaanku karena bila over tentu akan membayar lagi disana. Paling yach tak mahal banget pikirku dalam hati padahal aku nggak tahu harga yang pastinya untuk kelebihan bagasi.

Pagi itu Sabtu, 3 Maret 2012, sekitar pukul 6 lewat selepas sholat Subuh, aku bergerak dari My Hotel menuju ke KL Sentral untuk menggapai Sky Bus. Dan setelah kubayar seharga RM 9. aku pun naik ke dalam bus dan sekitar 1 lewat 10 menit bus tiba di Bandara LCCT.

Segera aku turun dari bus dan kulihat waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi waktu malaysia, dan aku punya niatan mau sarapan dahulu sebelum memasukkan barang-barangku ke bagian bagasi. Tapi kuurungkan niatku dan aku pun berjalan menuju ke bagian bagasi untuk keberangkatan ke Indonesia.

Setelah dengan susah payah aku membawa dua tas koper ke dalam bagasi , akhirnya tibalah aku ke bagian bagasi keberangkatan dan jumpalah aku dengan seorang gadis yang tak mau disebutkan namanya dengan memakai baju merah air asia. Dan langsunglah kutimbang semua barangku dan betapa terkejutnya hatiku karena semua barang2 bawaanku beratnya 50 kg dan aku hanya membeli barang bagasi 25 kilogram saja berarti ada kelebihan 25 kg.

Tanda Terima dan Pengambilan Barang
Dan menurut si gadis itu kalau setiap kg over bagasi dikenakan RM 40 per kilogramnya dengan alasan yang nggak aku mengerti. jadi bila ditotal dengan kelebihan muatan 25 kg dikali dengan RM 40 berarti aku harus membayar RM 1000 berarti setara dengan 3 juta rupiah untuk hanya sebuah bagasi saja. Dan si gadis air asia itu pun menyarankan untuk mengeluarkan kelebihan barang khan ada 7 kg yang boleh dibawa hand carry oleh penumpang/ yang tidak masuk bagasi. Tapi rasanya tidak mungkin mengeluarkan 7 kilogram tapi masih tersisa 18 kilogram lagi yang harus aku selamatkan dan kuberangkatkan ke Pekanbaru.

Akhirnya untuk sementara aku tidak Check in dulu dan aku coba memikirkan bagaimana caranya supaya aku bisa berangkat dan barang-barangku bisa berangkat juga. sampai terpikir dalam benakku untuk membatalkan keberangkatanku hari itu demi menyelamatkan barang-barang bawaanku 50 kg itu. Akhirnya aku ada ide untuk menitipkan satu koper ku ke bagian penitipan barang di LCCT dan mau tak mau aku harus kembali lagi ke Kuala Lumpur untuk mengambil tas koperku. Kebetulan aku punya tiket balik ke Kuala Lumpur dari Pekanbaru yang sebelumnya kubeli di Bulan Januari dan juga karena tak menyangka kalau kontrakku tidak diperpanjang lagi di Malaysia. Paling nanti aku membeli tiket kembali dari Kuala Lumpur ke Pekanbaru.Yach mungkin saja Kuala Lumpur belum bisa melepas kepulanganku ke Pekanbaru.

Jadi akhirnya aku mencari-cari tempat penitipan barang yang berada di LCCT dan akhirnya aku menemukannya di dekat lokasi kedatangan International dan segera aku menitipkan tas koperku yang besar karena beratnya sekitar 34 kg jadi kubawa tas koper satunya yang kecil dengan berat 16 kg. Dengan menunjukkan pasport dan berapa lama aku menitipkan tas koper itu. akhirnya aku kena RM 114 untuk 3 hari. Yach mau tak mau aku titiplah ke sana karena aku sangat ingin berjumpa dengan anak-anakku yang mana ibunya sedang tidak bersama mereka di Pekanbaru.

LEFT LUGGAGE LCCT LOCATION
Sebenarnya capek juga karena harus kembali lagi ambil tas koperku di Kuala Lumpur dimana lagi ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli tiket balik dan ongkos-ongkos lainnya, Tapi setidak-tidaknya tidak kurang dari RM 1000 khan lumayan juga bila kena RM 1000 dan aku merasa bodoh bilamana aku harus membayar  biaya sebesar itu untuk kelebihan muatan itu.

Tapi udahlah aku hanya bisa memikirkannya karena itu semua salahku yang terlalu yakin dan percaya bahwa berat kedua koperku 25 kg. dan ternyata beratnya dua kali lipat menjadi 50 kg. Dan ini juga pelajaran buat gua juga bilamana akan membawa barang bawaan di bagasi setidak-tidaknya aku bisa memikirkan berapa berat bawaanku. Lagi pula di LCCT pun disediakan timbangan gratis sebelum memasukkan barang-barang kebagasi jadi bilamana kelebihan bisa dikurangi dan kelebihannya bisa dibawa hand carry atau bisa pun dibeli kembali asalnya minimal 4 jam sebelum keberangkatan dan bila kurang dari 4 jam, dikenakan tarif 1 Kg = RM 40.

Jadi saran saya untuk para penumpang yang menggunakan jasa Air Asia dan ingin membeli bagasi. Ada baiknya menimbang dulu baik di rumah atau dimana saja sebelum keberangkatan/ check in. Dan juga kalau bisa datang 5 jam lebih awal dari jadwal keberangkatan sehingga bilamana ada kelebihan bagasi bisa dibeli di counter air asia yang buka 24 jam. Dan jangan ragu untuk tidur di LCCT karena banyak juga yang tidur disana untuk menunggu penerbangan pagi dan juga daripada kita mengeluarkan RM 40 per kilogram kelebihan bagasi ada baiknya datang lebih awal. Dan juga kalau memang tinggal di Kuala Lumpur, bila ada kelebihan bagasi, dititipkan di loker yang ada di LCCT dan perkirakan saja kapan mau diambil dan setelah pulang dari berpergian , barang yang tak terangkut tadi bisa dibawa balik.

Tapi jangan contoh cara saya, saya titipkan kelebihan bagasi di loker di LCCT padahal saya tidak ada rencana balik ke Kuala Lumpur dalam waktu yang dekat. Namun akhirnya kembali ke Kuala Lumpur untuk mengambil tas dan membeli tiket lagi Pekanbaru-Kuala Lumpur (P/P) demi sebuah Tas Koperku.
Mudah-mudahan ada keberkahan dibalik semua itu.

Salam Pekanbaru, 14 Maret 2012 at 8.46 PM












Tuesday, March 6, 2012

KETIKA KISAH YANG TAK MASUK AKAL TERULANG KEMBALI

Masih ingat cerita tentang "bathinku galau saat suatu ketika doa'ku dikabulkan." yang pernah saya muat beberapa waktu yang lalu di blog saya ini, yaitu kisah pertemuan saya dengan anak gadis dalam pesawat ke Kuala Lumpur dari Pekanbaru dan sebaliknya. Kalau tak ingat coba buka-buka lagi halaman sebelumnya yang memuat judul tersebut.

Cerita tersebut nampaknya terulang kembali saat saya pulang dan kembali dari KL - Pekanbaru dengan menggunakan peawat air asia. Dan saya nggak tahu apakah itu cerita kebetulan belaka atau sebaliknya. Tapi yang jelas bagi saya ini cerita yang nggak masuk akal. 

Tanggal 3 maret kemaren saya berangkat pulang ke Indonesia karena kontrak kerja saya berakhir dan di ruang tunggu nampak seorang gadis kecil yang berumur sekitar 21 tahun tengah duduk sendiri membaca atau mendengarkan musik. Dan itu menarik perhatian saya karena cewek itu duduk di hadapan saya. Timbul niat iseng berniat seperti apa yang aku pernah perbuat sewaktu dulu, yach intinya cewek itu akan duduk didekatku saat di dalam pesawat. 

Dan saat aku naik pesawat disebelahku malah seorang ibu-ibu dan bapak-bapak warga Malaysia dan ternyata cewek itu tidak duduk disebelahku. Dan aku menganggap do'a isengku tak berhasil. jadi aku pun tak terlalu memperdulikan semua itu. Tapi saat mau turun dari pesawat rupanya anak gadis itu duduknya di belakang tempat dudukku. dimana aku di no E , dia duduk di F. Dan timbul rasa keanehan dalam diriku akan doa'ku itu. Kenapa kok selalu kayak ginian yang dikabulkan yach..he..he..he..aku hanya tersenyum dalam hati dan melanjutkan perjalananku turun dari pesawat dan pulang ke rumah bertemu dengan anak-anakku dan setelah itu tak lagi kupikirkan tentang cerita dalam pesawat. 

Dan kupikir lagipun aku nggak mungkin jumpa lagi dengan anak itu karena aku nggak terlalu memikirkan itu karena itu hanyalah cerita kosong belaka. 

Tapi kemaren tanggal 5 Maret 2012, saat aku kembali ke Kuala Lumpur untuk mengambil tas ku yang tertinggal di LCCT akupun duduk sendirian di bangku kosong di dalam ruang tunggu bandara dan tengah asyik membuka-buka facebookku. ada nampak bayangan putih melintas di sisi kiriku dan kulihat cewek yang pernah kujumpai hari sabtu lalu ada di sebelahku dan nampaknya akan melaksanakan perjalanan ke Kuala Lumpur. Dan aku pun terkejut kok bisa jumpa lagi..Apakah ini anugrah ataukah semua kebetulan belaka. Dan bagi aku itu aneh tapi nyata. Dan kurasa itu keajaiban sebuah do'a.

Dan saat aku naik pesawat dan aku duduk di bangku E juga , jadi disebelah sisi kiri dan kananku nampak kosong dan mulai berpikir dalam benakku dan semacam berdoa bahwa yang duduk disebelahku itu adalah cewek yang aku jumpai di ruang tunggu bandara.Dan ternyata memang betul adanya karena cewek itu yang duduk disebelahku di kursi F. 

Jadi sok dekat maka aku pun bertanya bahwa kemaren hari sabtu , pernah satu pesawat. Dan nampaknya dia tidak tahu dan mungkin aku hanya GR saja. Cerita demi cerita , rupanya dia orang Indonesia juga dan kuliah di Kuala Lumpur dan baru semester 4. Dan mungkin selama cerita aku lihat dia sibuk menutup hidungnya dan mungkin karena napasku bau. Yach wajarlah karena aku saat itu sedang berpuasa dan otomatis napasku menjadi bau. Sebenarnya aku pun malu dengan napas bauku tapi tetap saja aku tanya-tanya mengenai sekolah dia dan dari mana. Walau kalau dia menjawab selalu menutup hidungnya he..he.he..
Aku orangnya suka ngomong jadi suka mengajak orang mengobrol di dalam pesawat. Tapi aku pun lihat juga orang-orang yang bisa kuajak ngomong atau tidak. 

Dan memang kulihat banyak sekali anak-anak Riau yang kuliah di Malaysia. Mungkin karena jarak Kuala Lumpur lebih dekat dari pada jarak Pekanbaru Jakarta. Dan banyak faktor yang menjadi pertimbangan banyak orang Riau untuk menyekolahkan anak-anaknya di Jakarta. 

Tapi bukan berarti tidak ada warga Malaysia yang kuliah di Indonesia, aku pun pernah mengobrol dengan anak dari Malaysia yang pernah satu pesawat denganku Dan dia mengatakan dia kuliah di UIN dan ada sekitar 100 orang lebih orang Malaysia yang kuliah di UIN. Dan aku pun terkejut juga bahwa ada banyak juga orang Malaysia yang kuliah d Indonesia. 

Jadi balik lagi ke cerita si cewek tadi , setelah tanya dan bertanya mengenai perkuliahan dia dan lain-lainnya aku pun mendapatkan informasi baru mengenai kuliah di Malaysia. Dimana bahasa pengantar dosennya mengajar adalah bahasa Inggris bukan bahasa Melayu. 

Akhirnya pesawat tiba di Bandara LCCT dan kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat masing-masing. Dan aku ak tahu nama gadis itu karena aku bertanya untuk sekedar megusir rasa sepi di dalam pesawat dan juga rasa ingin tahuku mengenai siapa gadis itu dan kuliah dimana. 

cerita diatas hanyalah sebagai pengusir sepi dan membuang waktuku saat menunggu pagi di LCCT.

LCCT Kuala Lumpur, 6 March 2012 at 03.37 AM.

SAAT AKU BERGADANG DI LCCT KUALA LUMPUR

Malam ini aku nggak bisa tidur dikaenakan aku sedang menunggu keberangkatanku ke Pekanbaru. Emang sich masih lama sekali aku harus menunggu keberangkatanku mengingat pesawatku akan berangkat pukul 11 siang waktu Malaysia.

Tapi apa mau dikata, aku merasa tanggung banget bila aku menginap di hotel di Kuala Lumpur karena tujuannku ke KL sekarang ini adalah mengambil barangku yang yang sengaja kutinggalkan di Locker room LCCT hari sabtu kemaren sewaktu aku akan berangkat pulang ke Pekanbaru selepas habis kontrak kerja di Kuala Lumpur. Tapi nyatanya aku harus kembali ke Kuala Lumpur untuk mengambil barangku/ koper seberat 34 Kilogram.

Kenapa aku harus kembali hanya untuk mengambil tasku itu? ceritanya begini , sewaktu hari sabtu yang lalu aku berangkat ke Pekanbaru dan aku bawa semua barang-barangku yang bisa kubawa termasuk semua buku-bukuku yang aku bawa ke KL dari Pekanbaru. Dan akhirnya aku dapat 2 tas koper untuk mengangkut barang-barangku iu. Dan salahnya aku saat itu aku hanya membeli bagasi sebanyak 25 kilogram saja karena kupikir berat barang-barangku paling banyak 25 kilogram. Tapi saat aku mau memasukkan tas-tas koperku ke bagasi pesawat rupanya beratnya totalnya adalah sekitar 50 kilogram. Dan karena over bagasi yang begitu banyak. Mau tak mau aku harus membayar 1000 ringgit untuk kelebihan barang yang 25 kilogram. karena over bagasi dikenakan biaya 1 kilogramnya adalah 40 ringgit . jadi kelebihan barang2ku . 25 kg x RM 40/kg = 1000 ringgit.

Dan saat itu aku bingung dan merasa bodoh bila kubayarkan uang 1000 ringgit hanya untuk mengikuti aturan yang sebenarnya. Dan akhirnya aku berpikir dan tidak mau memasukkan tas ku yang beratnya 34 kilogram ke dalam bagasi.

Dan aku pun cepat berpikir. dan udahlah aku titipkan barang-barangku sajalah di loker room yang ada di LCCT dan nanti hari senin akan kuambil di LCCT. karena aku masih mengantongi tiket pekanbaru - kuala lumpur untu tanggal 5 maret dan aku mendapatkan tiket murah sekitar 37 ringgit. tapi ++ lainnya kenanya sekitar 50 ringgit dan tinggal aku beli tiket balik ke pekanbaru lagi beserta bagasi 40 kilogram. dan akhirnya aku kena sekitar 350 ringgit. tapi tak apalah daripada aku kena 1000 ringgit.

Dan akhirnya aku terdampar sekarang di LCCT untuk menunggu pagi hari dan sebenarnya capek juga saat ini dan rasa ngantukku sudah mulai menghinggapi mataku tapi terpaksalah aku tahankan. Pengen sich tinggal di hotel tapi kupikir sayang juga uangnya mengingat kondisiku saat ini sedang tidak bekerja. Dan setidak-tidaknya aku sekarang harus bisa mengerem pengeluranku. Mungkin nanti bilamana aku dapat kerja lagi bisalah sediikit boros lagi.

Aku saat ini memang mengetik dan menulis di blog ini untuk membunuh sepiku selama aku menunggu pagi hari dan kulihat jam masih menunjukkan pukul  01.30 AM waktu malaysia. dan sekitar 9,5 jam lagi aku berangkat balik ke Pekanbaru.

Tapi banyak orang juga kok yang bergadang di LCCT ini untuk menunggu pagi karena kulihat banyak juga yang ingin melakukan penerbangan di pagi hari sekitar pukul 5.30 jadi mau tak mau daripada nantinya ketinggalan pesawat maka mereka pun menginap di LCCT. karena memang kulihat ada penerbangan pagi baik ke Luar Asia ataupun ke Indonesia.

Dan kulihat pun banyak kedai-kedai yang buka semacam KFC, Mc Donald, The Coffee Bean dll dan juga food court yang ada di sini pun bua 24 jam. sehingga kita pun penumpang bisa membeli makanan dan minuman selama menunggu pagi alias bergadang. Dan nampaknya pun pihak LCCT pun tidak keberatan dengan kondisi seperti itu asalkan tertib dan aman.

Buktinya disediain free WIFI untuk orang-orang yang ingin searching di internet tapi tidak bisa buka youtube.com. Tapi aku maklum juga kalau tidak bisa buka youtube karena memang kalau semua yang gunakan free WIFI buka youtube tentunya semakin berat jaringan untuk orang-orang yang ingin buka internet.

Selama bergadang di LCCT aku juga berjumpa dengan orang Indonesia yang bekerja sebagai Cleaner dan sempat aku bercakap-cakap dengannya dan rupanya dia orang Jambi dan pernah di Palembang. Jadi nyambunglah cerita kami Dan disela-sela dia bekerja membersihkan lantai , disempatkan lah aku mengobrol dengan dia. rupanya istrinya orang Palembang. Dan samalah sepertiku. Setidak-tidaknya aku bisa bercerita dalam bahasa Palembang dengan dia walau kadang bahasa Palembangku bercampur dengan bahasa Melayu. seperti "Makmano dak apo-apo tak tidur malam ini?" artinya nggak apa-apa kalau tidak tidur malam ini?" ataupun kata-kata lain yang bercampurcampur

Jadi aku saat ini pun sedang searching-searching pekerjaan di internet siapa tahu ada posisi lowong buatku di Pekanbaru yang sesuai dengan experiences ku.

LCCT Kuala Lumpur, 6 Maret 2012 at 01.44 AM


Monday, February 27, 2012

FLYING WITH AIR ASIA IS MOVES LIKE JAGGER

Saya hari sabtu, 25 February 2012 kemaren naik pesawat air asia AK1340 menuju ke Pekanbaru dari Kuala Lumpur , tepat pukul 10.50 pesawat berangkat dari Kuala Lumpur menuju ke Pekanbaru.

Tapi sebelumnya saya sekitar pukul 7 AM pagi berangkat dari PWTC statiun transit di di Masjid Jamik Station and menuju ke KL Central dan dari KL Central naik Train ke LCCT Via Salak Tinggi dan melanjutkan perjalanan ke LCCT naik bus transit.



Balik ke perjalanan ke Pekanbaru.
Di dalam pesawat , saya duduk bersebelahan dengan Mahasiswa Malaysia yang sedang ambil kuliah di UIN (Universitas Islam Negeri) dan rupanya banyak juga Mahasiwa Malaysia yang kuliah di Pekanbaru. Dan begitu pun dengan Mahasiswa Pekanbaru banayak juga kuliah di Kuala Lumpur.

Sepanjang perjalanan pesawat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan, tapi menjelang pesawat mendarat nampaknya banyak awan yang bergumpal-gumpal di langit dan harus di lewati oleh pesawat. Dan tak berapa lama pesawat bergetar karena menabrak Awan. Dan muncul lah rasa takut dalam hati saya melihat gumpalan awan.

Tiba-tiba terdengar lah suara lagu maron 5 " Moves Like Jagger" dari speaker yang ada di dalam pesawat. Dan terdengar agak keras lagunya tapi enak di dengar.Dan saya pun asyik menikmati music walau ada getaran-getaran pesawat saat menabrak awan. Dan nampaknya si pilot mencoba untuk menenangkan penumpangnya agar tidak panik saat pesawat melewati awan-awan. Dan music itu terus terdengar sampai pesawat mendarat. Dan Alhamdulillah pesawat mendarat dengan selamat.

Saya salut juga buat si pilot yang mendengarkan lagu maroon 5 dan saya sendiri tidak merasakan guncangan pesawat dan hanya menikmati lagu tersebut dan seolah-olah sedang merasa bertualang atau berjalan dengan menggunakan mobil atau bus VVIP.

salut sekali lagi buat pilot.. Cool Abiss Deh... Setidak-tidaknya saya sangat menikmati perjalanan tersebut.

Kuala Lumpur, 27 February 2012. at 10.36 PM


Wednesday, August 3, 2011

KERETA API MENUJU KUALA LUMPUR FROM LCCT

Saya disini mencoba untuk share mengenai transportasi lain selain Bus menuju ke kuala Lumpur dari LCCT "Air Asia Home Stay" atau sebaliknya.

Bagi kita penikmat layanan Air Asia sangat lah tidak heran dengan nama LCCT. Yach di sana adalah bandara untuk Home Base Air Asia di Kuala Lumpur. Dan kalau kita menuju ke Kuala Lumpur kita sering gunakan taxi Limo atau Bus. Dan biasanya jarak tempuh ke Kuala Lumpur bila kita menaiki Bus karena tarif taxi limo cukup mahal bila dibandingkan dengan menaiki Bus..Tapi itulah jarak tempuh antara LCCT ke KL sekitar 75 menit dan bisa lebih bila kondisi jalan sedang macet karena jam sibuk pulang kantor.

Sebenarnya saya biasa menggunakan sarana bus untuk menuju ke Kuala Lumpur dan harga tiketnya pun RM 9 bila naik Sky bus tapi kalau naik bus biasa harga tiketnya RM 8. Tapi kalau mau beli tiket Sky Bus murah yach pesannya via online sewaktu memesan tiket pesawat.

Tiket Bus  and Train
Nah saya mau cerita sekarang mengenai alternative lain selain Bus ke Kuala Lumpur dari LCCT. alternative lain adalah dengan menggunakan Kereta Api atau istilahnya Rapid KL. Tapi itulah harga tiketnya lebih mahal dikit dari tiket Bus yaitu RM 12.5 bila kita turun di KL sentral tapi bila turun di bandar tasik selatan harganya RM 10.8 . Kalau perbandingan mengenai harga Bus yang lebih murah tapi kalau bicara ketepatan waktu yach naik kereta api.

Untuk menaiki kereta api, kalau dipikir-pikir naik dari bandara LCCT tidak ada statiun kereta api ataupun rel kereta api seperti halnya di Airport sebelahnya yaitu KLIA. Dimana di KLIA ada statiun kereta api. Nah untuk mensiasati agar tidak terjadi perbedaan pelayanan bandara makanya diadakan juga transportasi dengan menggunakan Train dari LCCT ke Kuala Lumpur.

Suasana di dalam Bus

Station Salak Tinggi
Bila kita ingin menaiki kereta api, harganya tergantung tujuannya. yang paling mahal yaitu RM 12.50 menuju ke KL Sentral tapi kalau kita bawa anak2 dibawah usia 12 tahun biaya untuk anak2 RM 6. Tapi berhubung di LCCT tidak ada statiun kereta api ataupun rel. maka disiasati menggunakan system Transit istilahnya "KLIA Transit". Dimana kalau kita naik dari Bandara LCCT , kita naik bus dahulu trus turun di Statiun Salak Tinggi dan kemudian naik kereta api menuju ke KL Sentral. Jarak Tempuh sekitar 1 jam. dimana dengan rincian naik bus dari LCCT ke Salak Tinggi estimati waktu 20 menit dan Salak Tinggi ke KL Sentral estimati waktu 30 menit. dan waktu tunggu kereta api estimati 10 menit jadi total sekitar 1 jam. Tapi bila kita berangkat dari KL Sentral ke LCCT waktu hanya sekitar 50 menit karena tak ada waktu tunggu kereta api.
Untuk keberangkatan dari LCCT ke KL Sentral adalah setiap 30 menit. Jadi Bus Transit walau berisi hanya 10 orang busnya tetap berangkat menuju ke Salak Tinggi. Istilahnya penumpang lebih diutamakan lah.

HOW TO USED KLIA TRANSIT FROM LCCT TO KL CENTRAL


Kereta Api yang digunakan
Untuk menggunakan kereta api ini , saat kita tiba dari Indonesia atau dari mana saja, untuk mencari lokasi dimana bus transit ini berada lokasinya tidak jauh dari Sky Bus. Tapi posisi pastinya berada di depan Terminal Keberangkatan untuk Domestik. Dan bila kita dari Indonesia khan turunnya di International Airport jadi bila kita menuju ke Sky Bus pasti deh melewati Bus Plusliner ini. Atau tanya-tanya saja kalau mau naik kereta api dimana station bus nya.
Dan untuk menaiki bus + kereta api , kita hanya membayar RM 12.5 dan anak2 hanya RM 6. Petugas Tiketnya biasanya duduk di kursi di sebelah bus sebelum kita naik. Dan bilang saja ke dia kalau kita mau ke KL Sentral atau Bandar Tasik Selatan. Dan bila anda tinggal di daerah ChowKit ,Mesjid jami , atau daerah yang di lalui LRT. ada baiknya Turun di Station Bandar Tasik Selatan dan naik LRT dari sana menuju ke Chow Kit misalnya. Dan tarif nya bila ke Bandar Tasik Selatan hanya RM 10.8 sahaja. Disamping LRT juga ada Kometer dan juga Bus menuju ke luar Kuala Lumpur. Karena Bandar Tasik Selatan ini merupakan Statiun Terbesar di Kuala Lumpur.

Oke kita balik lagi ke cerita awal. Setelah kita membeli tiket, kita akan diberi 2 buah tiket. yang satu tiket untuk naik bus dan satu lagi tiket untuk naik kereta api. Setelah membeli tiket kita naik ke Bus dan setiap 30 menit bus nya berjalan menuju ke Station Salak Tinggi. Setelah 30 menit menunggu akhirnya bus berangkat menuju ke statiun salak tinggi dan jarak tempuhnya sekitar 20 - 25 menit dan diusahakan 20 menit sudah sampai di statiun agar penumpang bisa langsung naik ke Kereta Api.


Bus yang digunakan untuk Transit
 Setelah melakukan perjalanan selama 20 menit tibalah di statiun salak tinggi dan kita turun dari bus dan masuk ke statiun Salak Tinggi dan setelah itu kita menunggu kereta lewat. Dan tak kurang 10 menit kita menunggu datanglah kereta api yang akan membawa kita ke kuala lumpur. Dan jangan khawatir tersasar atau bingung di dalam statiun , semua petunjuk yang ada di statiun cukup lengkap. Statiun nya kecil dan jangan disamakan dengan statiun Gambir. Yach beda jauh deh..Dan selama di dalam statiun , kita akan diberikan petunjuk-petunjuk dari pengeras suara untuk mempermudah kita memahami apa yang berlaku di sana.

Setelah kita menunggu kereta api tiba , kita naik ke kereta dengan menekan tombol berwarna merah yang ada di depan pintu kereta api. dan usahakan kita cepat naik karena waktu untuk stop kereta api hanya berkisar 1 menit saja.

Sebagai info saja kalau Kereta Api ini ada 2 buah type. Type pertama yaitu KLIA Express yaitu kereta api yang tanpa henti dengan tujuan KLIA Airport to KL Central dan KLIA Transit yaitu kereta api yang selalu berhenti di setiap station. Nah yang kita naiki ini adalah KLIA Transit.

Setelah kita menaiki kereta api , kita pilih saja tempat duduknya dan tentunya di dalam kereta api ini sangat nyaman dan nikmat. dan kereta api transit ini berhenti di statiun Putra Jaya , Statiun Bandar Tasik Selatan dan Terakhir Berhenti di Statiun KL Central. Tak kurang 30 menit kereta telah tiba di statiun KL Sentral.

Dan setelah kita tiba di Statiun KL Central , tentunya kita tahu kemana arah tujuan kita. Karena bila kita naik Sky Bus pun berhenti di Statiun KL Central juga.

Saran saya, bila kita ingin memilih transportasi dari atau ke LCCT ada baiknya mencoba Alternative ini karena disamping nyaman juga tepat waktu dan saya sudah 3 kali menggunakan KLIA Transit ini. Dan ini pun karena saya baru tahu kalau ada alternatif lain menuju ke LCCT dari KL Central. Memang harga mahal selisi 3 ringgit bila kita naik sky bus. Untuk ketepatan waktu , Insya Allah dengan menggunakan kereta api juntru lebih tepat. Dan untuk menghindari jalan macet bila akan memasuki Kuala Lumpur atau sebaliknya.

 Untuk info lebih lanjut , silahkan buka website KLIA Transit di   www.kliaekspres.com

Salam

KL Chow Kit , 2 Agustus 2011 at 06.55 AM.

Tuesday, September 7, 2010

SEMALAM DI LCCT KUALA LUMPUR (AIR ASIA HOME BASE)

Saya mencoba menceritakan sedikit mengenai pengalaman menginap di bandara/airport KLIA yang mana kebanyakan pesawat Air Asia bercokol di bandara tersebut baik international maupun domestik.

Ceritanya setibanya kami di Kuala Lumpur dari China , waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam waktu KL dan setelah urusan pasport dan ambil bagasi beres , kami pun berencana menginap di hotel. karena besoknya kami akan melanjutkan perjalanan  kami kembali ke Pekanbaru Indonesia.
Ini cerita merupakan bagian dari cerita "Piping Pujangga ke Beijing " dimana kami tiba di Kuala Lumpur dari Cina pada hari Senin, 30 Agustus 2010 jam 10.20. Dan kami menggunakan pesawat Air Asia, karena terkenal dengan harga yang murah dan terjangkau. Dan sudah banyak yang mengakuinya.

Dan semboyan dari Air Asia "Everybody Can Fly " rupanya itu benar adanya. karna tiket saya KL-Tian Jin harganya sekitar 4 juta rupiah dan memesannya via online dengan menggunakan kartu kredt BNI Visa. Dan kami pun merasakan kenyamanan dengan menggunakan pesawat AirBus dan pengalaman kami yang mengenakkan adalah pada saat berbuka puasa , kami diinformasikan kapan waktu saat buka puasa. Jadi tanggal 30 Agustus itu watu berbuka puasa adalah jam 19.20 waktu malaysia. Dan kami sebelumnya telah memesan makanan untuk berbuka kami dan dilayani dengan baik dan para pramugari ingat bahwasaanya kami tengah berpuasa Ramadhan. Dan tiba masa berbuka puasa dimana dari speaker pesawat terdengar informasi bahwa waktu berbuka puasa telah tiba. Walaupun sudah diumumkan , tapi tetap saja pramugari menghampiri kami dan menginformasikan bahwa waktu buka puasa telah tiba. Alhamdulillah masih ada juga yang menghargai orang yang berpuasa dimana kemungkinan hanya beberapa orang saja yang berpuasa di dalam pesawat air asia tersebut.

Lanjut ceritanya , karena tanggung untuk menginap di hotel dan berhubung budget sudah mulai tipis, makanya kami memutuskan untuk menginap di bandara LCCT dan kami lihat pun banyak orang yang menginap di Bandara kemungkinan untuk mengejar penerbangan pagi. Jadi kami pun tidur di kursi-kursi ruang tunggu. Dan saya lihat banyak orang sedang membuka laptop nya dan search internet .Oh rupanya ada Wifi di sekitaran bandara itu. Tapi sayang colokannya cuma sedikit jadi saya nggak bisa mengoperasikan laptop saya pada malam itu sambil menunggu waktu sahur.


Dan di LCCT juga tersedia Musholla yang berada di dekat Bus parkir dan jadwal dibuka masjid itu adalah mulai jam 5 subuh sampe jam 7 pagi dan jam 12 siang sampe jam 23 malam waktu malaysia.Dimana kalau mau ke Musholla, anda keluar dari ruang bandara menuju ke arah kiri atau ke arah food cort dan akan nampak Musholla di sisi sebelah kirinya. Dan juga bilamana ingin berangkat ke Kuala Lumpur Central , anda juga bisa naik bus yang berada di depan musholla ini. Karena banya Shuttle Bus baik itu dari Air Asia ataupun dari yang lain.
Setelah tidur-tiduran di dalam bangunan bandara tempat penjemputan kedatangan domestik, kami pun berencana untuk sahur pada malam itu karena watu sudah menunjukan pukul 3 malam. Dan saya minta ke istri saya untuk sahur di areal tersebut tapi istri saya menyarankan untuk sahur di food cort yang berada di dekat musholla. Rupanya food cort nya pun buka 24 jam. Jadi sudah rindu banget makan nasi dikarenakan kami tak makan nasi selama 5 hari di Beijing, makannya hanya roti dan mie saja.
Akhirnya kami pun melangkah ke food cort dan rupanya banyak juga orang stay over night di dalam fd cort dan lagi banyak facilitas untuk connect cable untuk laptop dan kulihat banya orang yang nge net di sana. Pengennya nge net juga di sana tapi berhubung kami mau mengejar Bus yang menuju ke KL Central makanya saya memutuskan nggak jadi nge net deh..Akhirnya kami mencari makanan yang cocok dengan lidah kami dan kami pun akhirnya jumpa rumah makan Padang..dan kami memilih menu nasi goreng dan Nasi lemak dan ditambah dengan Air Minumnya Teh Tarik.. Lumayan lah untuk mengobati rasa kangen kami dengan masakan Indonesia. Dan sebenarnya banyak juga pilhan makanan lain yang ada di dalam food cort tersebut tapi tetap saja memilih rumah makan padang. Setelah kami sahur sekitar jam 4 malam waktu malaysia, kami pun bergegas menuju bus Sky Bus Air Asia dimana tiket sudah dipesan melalui online dan akhirnya sekitar pukul 5 pagi waktu malaysia , bus yang dinanti yang akan membawa kami ke KL Central dan dengan jarak tempuh 1.15 jam akhirnya kami tiba di KL Central sekitar pukul 6 pagi waktu Malaysia. Jadi kesimpulannya adalah kita jangan ragu untu menginap 1 malam di bandara LCCT karena disana bandara buka 24 jam dengan facilitas yang nyaman, nikmat dan mantap, dimana kita bisa tidur dengan aman tanpa khawatir kehilangan barang karena ada penjagaan dan waktu menunggu tidak terasa karena disamping bisa tidur di kursi juga tersedia facilitas Wifi dan connect cable bilamana pengen ngenet atau main games. Juga ada musholla yang bersih dan rapi dengan kamar mandinya yang bersih sehingga kita pun enak dalam menjalankan ibadah Sholat Lima Waktu dan juga ada Food Coart yang akan memenuhi selera perut kita bilamana kelaparan dan harganya terjangkau dan murah dan di dalam food cort pun bisa ngenet dan main games karena tempatnya luas banget..

Disarankan juga kalau mau ke Kuala Lumpur kota hendaknya naik Bus saja karena kalau naik taxi cukup mahal harganya kecuali kita punya uang berlebih untuk membayar ongkos taxim boleh..boleh saja.  Jadi kalau dari LCCT naik bus dulu , bayar RM 9 dan setelah sampai di KL Central bisa nyambung monorail atau angkutan umum lainnya ke tempat tujuan yang diinginkan agar lebih murah.

Demikianlah uraian singkat saya mengenai cerita "Semalam di LCCT Kuala Lumpur dan semoga ada manfaatnya buat kita semua.