Jumat, 06 Januari 2012

CTKBK : LANDLORD FROM QUEANBEYAN

Aku ingin sedikit cerita tentang kebaikan hati manusia yang dialami di Canberra Australia.
Aku mendapat khabar dari istriku hari ini yang mengabarkan bahwa landlord yang akan menyewakan rumah untuk kami di canberra mau mengembalikan uang sewa dimana istri saya tidak jadi menyewa rumah tersebut.

Padahal rencana awal, kami akan menyewa di rumah itu dengan harga AUS Dollar 500 an /2 weeks atau sekitar 5 jutaan dan tentunya uang sebesar itu sangat berarti buat keluarga saya.
Tapi berhubung anak saya harus menyelesaikan sekolahnya di jenjang SD karena dia kelas 6, istri saya hanya menyewa kamar di dekat dimana istri saya kuliah. Dan Insya Allah, bulan Juni ini , istri saya akan menyewa rumah lagi di canberra tentunya setelah anak saya menamatkan SD dan mendapatkan tempat sekolah di Canberra.

Saya tidak bermaksud menceritakan kesedihan yang saya alami di sini dimana saya di Kuala Lumpur Malaysia, Istri saya di Canberra Australia dan Anak-anak saya di Pekanbaru Indonesia. Tapi diatas saya ingin cerita bahwa ada juga orang yang baik yang dapat memahami kebutuhan kami.

Dan tentunya tak mudah bagi pihak yang menyewakan (LandLord) untuk mengembalikan uang jaminan terhadap pihak penyewa yang tidak jadi memakai tempatnya. Dan mungkin saja dia paham bahwa uang bukan segalanya dan kalau belum jadi miliknya kenapa harus dimiliki. Dan kemungkinan landlord nya berkeyakinan masih ada rejeki lain alias masih ada yang lain yang mau menyewa di apartment dia.
Tapi bagi kami uang sebesar 5 juta itu sangat besar harganya mengingat kami harus menabung untuk biaya hidup dan perjalanan kami ke Canberra nantinya.

Cerita sedikit ini hanya untuk menegaskan bahwa masih banyak orang yang baik di Dunia ini dan tentunya kita dapat merenungi bahwa apa yang belum dan bukan menjadi milik kita hendaknya jangan diakui sebagai milik kita walaupun sudah dimiliki sementara.

Saya nggak tahu apakah ini ada kaitannya dengan apa yang pernah saya lakukan dulu dimana saya pernah menjual Hp saya N70 sewaktu saya di Duri Riau Indonesia tahun 2008, kebetulan waktu itu aku sedang mengalami kesulitan keuangan dan terpaksalah aku jual hp ku itu dan laku sekitar 2,4 juta. Dan setelah terjadi transaksi , aku keluar dari counter hp dan pergi untuk pangkas rambut saya, karena saya sudah mendapatkan uang. Dan setelah 2 jam berlalu aku mendapat telpon dari si pembeli bahwa mereka rugi membeli Hp saya karena harga yang mereka nggak masuk. jadi mereka menawar ulang dengan harga 2 juta. Dan saya pun mungkin karena sudah punya comitment dengan harga 2,4 juta, akhirnya saya pun nggak mau dan saya bilang saya kembalikan saja uangnya dan saya ambil lagi Hp N70 saya itu.

Walau sebenarnya saya yang rugi karena sudah terjadi proses transaksi. Karena saya beranggapan kalau orang membeli apa yang saya jual haruslah ikhlas dan menerima dengan tulus. Saya tak mau orang membeli barang saya tidak ikhlas dan akan berpengaruh terhadap diri saya. Akhirnya saya datangi lagi ke counter dan saya berikan uangnya kembali serta saya ambil Hp saya N70 dan saya pakai hingga sekarang.

Dan saya ceritakan pengalaman saya itu ke teman-teman saya, dan mereka kebanyakan menjawab "kok mau khan sudah terjadi transaksi" Dan kadang saya mendengar jawaban itu terasa menyesal tapi sebenarnya ada kepuasan bathin untuk tidak mengambil yang belum menjadi hak saya secara murni.

Dan mungkin apa yang terjadi di Duri berbalas di Queanbeyan. Berarti setiap kebaikan pasti ada balasan kebaikan lainnya dan setiap apa yang kita kerjakan dan orang lain kerjakan haruslah ikhlas sehingga berkah.

Marilah kita berbuat baik dan jujur demi kepentingan kita baik di dunia dan di akhirat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar