Aku ingin sedikit cerita tentang kebaikan hati manusia yang dialami di Canberra Australia.
Aku mendapat khabar dari istriku hari ini yang mengabarkan bahwa landlord yang akan menyewakan rumah untuk kami di canberra mau mengembalikan uang sewa dimana istri saya tidak jadi menyewa rumah tersebut.
Padahal rencana awal, kami akan menyewa di rumah itu dengan harga AUS Dollar 500 an /2 weeks atau sekitar 5 jutaan dan tentunya uang sebesar itu sangat berarti buat keluarga saya.
Tapi berhubung anak saya harus menyelesaikan sekolahnya di jenjang SD karena dia kelas 6, istri saya hanya menyewa kamar di dekat dimana istri saya kuliah. Dan Insya Allah, bulan Juni ini , istri saya akan menyewa rumah lagi di canberra tentunya setelah anak saya menamatkan SD dan mendapatkan tempat sekolah di Canberra.
Saya tidak bermaksud menceritakan kesedihan yang saya alami di sini dimana saya di Kuala Lumpur Malaysia, Istri saya di Canberra Australia dan Anak-anak saya di Pekanbaru Indonesia. Tapi diatas saya ingin cerita bahwa ada juga orang yang baik yang dapat memahami kebutuhan kami.
Dan tentunya tak mudah bagi pihak yang menyewakan (LandLord) untuk mengembalikan uang jaminan terhadap pihak penyewa yang tidak jadi memakai tempatnya. Dan mungkin saja dia paham bahwa uang bukan segalanya dan kalau belum jadi miliknya kenapa harus dimiliki. Dan kemungkinan landlord nya berkeyakinan masih ada rejeki lain alias masih ada yang lain yang mau menyewa di apartment dia.
Tapi bagi kami uang sebesar 5 juta itu sangat besar harganya mengingat kami harus menabung untuk biaya hidup dan perjalanan kami ke Canberra nantinya.
Cerita sedikit ini hanya untuk menegaskan bahwa masih banyak orang yang baik di Dunia ini dan tentunya kita dapat merenungi bahwa apa yang belum dan bukan menjadi milik kita hendaknya jangan diakui sebagai milik kita walaupun sudah dimiliki sementara.
Saya nggak tahu apakah ini ada kaitannya dengan apa yang pernah saya lakukan dulu dimana saya pernah menjual Hp saya N70 sewaktu saya di Duri Riau Indonesia tahun 2008, kebetulan waktu itu aku sedang mengalami kesulitan keuangan dan terpaksalah aku jual hp ku itu dan laku sekitar 2,4 juta. Dan setelah terjadi transaksi , aku keluar dari counter hp dan pergi untuk pangkas rambut saya, karena saya sudah mendapatkan uang. Dan setelah 2 jam berlalu aku mendapat telpon dari si pembeli bahwa mereka rugi membeli Hp saya karena harga yang mereka nggak masuk. jadi mereka menawar ulang dengan harga 2 juta. Dan saya pun mungkin karena sudah punya comitment dengan harga 2,4 juta, akhirnya saya pun nggak mau dan saya bilang saya kembalikan saja uangnya dan saya ambil lagi Hp N70 saya itu.
Walau sebenarnya saya yang rugi karena sudah terjadi proses transaksi. Karena saya beranggapan kalau orang membeli apa yang saya jual haruslah ikhlas dan menerima dengan tulus. Saya tak mau orang membeli barang saya tidak ikhlas dan akan berpengaruh terhadap diri saya. Akhirnya saya datangi lagi ke counter dan saya berikan uangnya kembali serta saya ambil Hp saya N70 dan saya pakai hingga sekarang.
Dan saya ceritakan pengalaman saya itu ke teman-teman saya, dan mereka kebanyakan menjawab "kok mau khan sudah terjadi transaksi" Dan kadang saya mendengar jawaban itu terasa menyesal tapi sebenarnya ada kepuasan bathin untuk tidak mengambil yang belum menjadi hak saya secara murni.
Dan mungkin apa yang terjadi di Duri berbalas di Queanbeyan. Berarti setiap kebaikan pasti ada balasan kebaikan lainnya dan setiap apa yang kita kerjakan dan orang lain kerjakan haruslah ikhlas sehingga berkah.
Marilah kita berbuat baik dan jujur demi kepentingan kita baik di dunia dan di akhirat.
Mencari nafkah bekerja jadi construction engineer dan mengeluti hobby meracik kopi. Meracik kopi baik arabika dengan robusta ataupun meracik kopi arabika dengan arabika , atau lainnya. Mengoleksi kopi dan menyeduhnya dengan pilihan seduhan yang berbeda. kunjungi outlet kami di Tokopedia.com/lajukelacoffee
DIJUAL TANAH DI GANG SETIA PLAJU PALEMBANG
Showing posts with label CERITA TENTANG KEBAIKAN DAN KEJUJURAN (CTKBK). Show all posts
Showing posts with label CERITA TENTANG KEBAIKAN DAN KEJUJURAN (CTKBK). Show all posts
Saturday, January 7, 2012
Thursday, January 5, 2012
CTKBK : AYAM GORENG FATMAWATI ITC BSD
Kali ini gua mau cerita tentang kebaikan dan kejujuran yang saya alami dan saya saksikan sewaktu berkunjung ke Jakarta dan sekitarnya. Rupanya masih saja ada orang jujur dan baik di negeri Indonesia.
Dan bukan bercerita tentang Ayam Goreng Fatmawati
Hari itu tanggal 2 January 2012, saya dan keluarga besar istri saya mengunjungi ITC BSD untuk mencari tas dan berbelanja untuk kebutuhan anak-anak saya selepas liburan sekolah. Dan setelah muter-muter di dalam ITC BSD, kami pun mencari makan siang dan kami pun makan di food court yang ada di lantai 3.
Dan kami pun memilih makanan yang kami suka dan istri saya menelpon mertua saya dan menanyakan di mana posisinya dan rupanya mertua saya tengah menyantap sop daging di depan counter Ayam Goreng Fatmawati, Dan saya pun tidak menyia-yiakan kesempatan itu untuk memesan Ayam Goreng Fatmawati dan kami pun menikmati makan siang kami.
Selepas itu saya dan istri saya serta ibu mertua saya meninggalkan Bapak mertua saya dan adik2 ipar saya dan selanjutnya melakukan pencarian tas-tas tahap dua di sekitaran ITC BSD dan akhirnya kami jumpa apa yang kami cari dan istri saya pun menelpon Bapak Mertua saya untuk janjinya di Pintu Masuk Mall ITC BSD untuk mempermudah mobilisasi.
Setelah kami menunggu di pintu masuk ITC BSD, kami pun duduk sambil menunggu adik ipar saya untuk mengambil mobil dan Bapak mertua saya datang dan kami menunggu. Selama lebih dari 15 menit kami menunggu mobil datang, tiba-tiba mertua saya berencana menelpon adik ipar saya, rupanya beliau teringat hp Blackberry nya tertinggal alias hilang dan tak tahu hilangnya dimana. Dan akhirnya istri saya menghubungi no mertua saya di BB dan ada nada sambutan dari telpon tersebut dan ternyata Hp BB Mertua saya tertinggal di depan Counter Ayam Goreng Fatmawati di ITC BSD. Dan akhirnya Hp BB tersebut di ambil adik ipar saya dan dapat di temukan kembali.
Dari cerita di atas , saya coba ingin melukiskan bahwa di Jakarta masih banyak orang yang baik dan jujur, karena sebenarnya kalau si penjaga kedai tersebut punya niat jahat, dimatikan saja (non active) hp BB nya dan tunggu beberapa lama, yaitu satu hari aatau 2 hari. Dan akan menjadi miliknya sendiri atau bisa dijualnya dan mungkin laku sekitar 1,5 juta atau 2 juta. Dan mungkin harga itu bisa lebih besar dari Gaji pelayan itu dalam satu bulannya. Tapi Alhamdulillah , penjaga kedai itu tidak berpikiran jahat dan tahu bahwa memiliki sesuatu yang bukan hak nya adalah tidak baik menurut hati nuraninya dan Agamanya.
Saya disini ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebaikan dari pelayan kedai untuk mengembalikan hp BB Mertua yang ditemukannya dan tidak mengharapkan imbalan apapun juga.
Syukurlah masih ada orang yang seperti ini di Indonesia dan Semoga saja makin banyak saja orang-orang baik dan jujur di Negeri ini. Dan mengerti mengenai hak nya dan hak orang lain.
Memang hidup ini, uanglah yang mengatur, karena kalau tak punya uang kehidupan semakin tak menentu Tapi bukan berarti uang dapat mengatur harga diri manusia dan keimanan manusia terhadap Agamanya. Walau mungkin kadangkala orang tidak punya harga diri saat melihat uang karena kecendrungan sifat manusia yang dikuasai oleh hawa nafsu dan keinginan untuk memperkaya diri pribadi.
Sekali lagi gue salut akan kejujuran dan kebaikan penjaga kedai Ayam Goreng Fatmawati di ITC BSD.
Dan bukan bercerita tentang Ayam Goreng Fatmawati
Hari itu tanggal 2 January 2012, saya dan keluarga besar istri saya mengunjungi ITC BSD untuk mencari tas dan berbelanja untuk kebutuhan anak-anak saya selepas liburan sekolah. Dan setelah muter-muter di dalam ITC BSD, kami pun mencari makan siang dan kami pun makan di food court yang ada di lantai 3.
Dan kami pun memilih makanan yang kami suka dan istri saya menelpon mertua saya dan menanyakan di mana posisinya dan rupanya mertua saya tengah menyantap sop daging di depan counter Ayam Goreng Fatmawati, Dan saya pun tidak menyia-yiakan kesempatan itu untuk memesan Ayam Goreng Fatmawati dan kami pun menikmati makan siang kami.
Selepas itu saya dan istri saya serta ibu mertua saya meninggalkan Bapak mertua saya dan adik2 ipar saya dan selanjutnya melakukan pencarian tas-tas tahap dua di sekitaran ITC BSD dan akhirnya kami jumpa apa yang kami cari dan istri saya pun menelpon Bapak Mertua saya untuk janjinya di Pintu Masuk Mall ITC BSD untuk mempermudah mobilisasi.
Setelah kami menunggu di pintu masuk ITC BSD, kami pun duduk sambil menunggu adik ipar saya untuk mengambil mobil dan Bapak mertua saya datang dan kami menunggu. Selama lebih dari 15 menit kami menunggu mobil datang, tiba-tiba mertua saya berencana menelpon adik ipar saya, rupanya beliau teringat hp Blackberry nya tertinggal alias hilang dan tak tahu hilangnya dimana. Dan akhirnya istri saya menghubungi no mertua saya di BB dan ada nada sambutan dari telpon tersebut dan ternyata Hp BB Mertua saya tertinggal di depan Counter Ayam Goreng Fatmawati di ITC BSD. Dan akhirnya Hp BB tersebut di ambil adik ipar saya dan dapat di temukan kembali.
Dari cerita di atas , saya coba ingin melukiskan bahwa di Jakarta masih banyak orang yang baik dan jujur, karena sebenarnya kalau si penjaga kedai tersebut punya niat jahat, dimatikan saja (non active) hp BB nya dan tunggu beberapa lama, yaitu satu hari aatau 2 hari. Dan akan menjadi miliknya sendiri atau bisa dijualnya dan mungkin laku sekitar 1,5 juta atau 2 juta. Dan mungkin harga itu bisa lebih besar dari Gaji pelayan itu dalam satu bulannya. Tapi Alhamdulillah , penjaga kedai itu tidak berpikiran jahat dan tahu bahwa memiliki sesuatu yang bukan hak nya adalah tidak baik menurut hati nuraninya dan Agamanya.
Saya disini ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebaikan dari pelayan kedai untuk mengembalikan hp BB Mertua yang ditemukannya dan tidak mengharapkan imbalan apapun juga.
Syukurlah masih ada orang yang seperti ini di Indonesia dan Semoga saja makin banyak saja orang-orang baik dan jujur di Negeri ini. Dan mengerti mengenai hak nya dan hak orang lain.
Memang hidup ini, uanglah yang mengatur, karena kalau tak punya uang kehidupan semakin tak menentu Tapi bukan berarti uang dapat mengatur harga diri manusia dan keimanan manusia terhadap Agamanya. Walau mungkin kadangkala orang tidak punya harga diri saat melihat uang karena kecendrungan sifat manusia yang dikuasai oleh hawa nafsu dan keinginan untuk memperkaya diri pribadi.
Sekali lagi gue salut akan kejujuran dan kebaikan penjaga kedai Ayam Goreng Fatmawati di ITC BSD.
Subscribe to:
Posts (Atom)