Selasa, 10 Januari 2012

HIDUP INI JANGAN SELALU MENENGOK KE ATAS..BIKIN PEGAL KEPALA SAJA..

Kadang kalau dipikir-pikir kenapa kita selalu melihat kehidupan diatas kita dan kadang itu membuat kita menjadi iri hati akan hidup orang lain. Tapi sebenarnya kalau kita melihat hidup orang lain yang masih dibawah kita, tentunya kita akan bersyukur karena kita masih bisa menikmati hidup kita lebih baik dari orang yang standard hidupnya masih di bawah kita.

Kadang kita selalu melihat teman, kawan dan sahabat kita atau orang lain mempunyai rumah mewah, mobil mewah dan pekerjaan yang mewah dengan gaji yang besar dan itu kadang membuat kita menjadi iri dan berpikir kenapa aku tidak bisa seperti mereka dan bahkan memiliki kehidupan sama seperti mereka. Tapi kalau kita sadar siapa diri kita yang sebenarnya tentunya kita nggak akan selalu melihat ke atas terus.

Kadang kita lihat banyak orang-orang yang terpaksa menjadi pengemis, tidur di jalan-jalan dan bahkan ada seorang Bapak dengan modal gendang gurindamnya mencari nafkah untuk kehidupannya. Tapi itulah kehidupan yang mereka terima dan mereka terima apa adanya.

Kadang aku bingung bersikap dalam menghadapi kehidupan ini. Dan bahkan bingung melihat kenyataan ini. kenapa orang itu bisa kok aku nggak bisa. Padahal kalau dipikir-pikir setiap orang hidup ini ada jalannya masing-masing. Aku kesana , dia kesini dan mereka ke sana kemari.

Kadang aku bingung melihat orang yang punya uang bermilyar-milyaran rupiah, dalam benakku gimana cara orang itu menghabiskan uangnya. Tentunya semuanya bisa orang itu beli untuk kebutuhan dia di dunia ini. Tapi kadang aku berpikir bilamana sebagian milyaran rupiah itu untuk kepentingan orang-orang miskin dan anak yatim atau piatu tentunya negara Indonesia ini terbebas dari Bencana dan terbebas dari kemiskinan.

Kadang aku hanya bisa melihat keberhasilan orang lain dan kadang aku merasa iri kok orang lain bisa memiliki itu sedangkan aku tidak bisa memilikinya. Padahal apa yang kudapatkan saat ini aku mampu membelinya bilamana aku tidak mempunyai kewajiban lain selain menghidupi keluargaku dan orang tuaku.

Kadang aku menghadapi suatu dilema bila ingin menjadi orang yang mampu membeli apa saja dengan uangnya karena dengan menjadi orang kaya aku harus mengorbankan orang lain untuk kepentingan pribadiku dalam memperkaya diriku. Tapi bila aku melihat ke hati nuraniku, nampaknya aku tak bisa menjadi orang bisa membeli semuanya tapi aku mengorbankan orang lain dan mungkin hak orang lain.

Kadang aku bingung kenapa orang lain bisa kerja dan kumpul dengan keluarganya sedangkan aku kerja terpisah jauh dari keluargaku. Kadang aku merasa bosan dengan kehidupan semu seperti ini. jauh dari keluarga dan tak bisa apa-apa. Mau berbuat dosa takut akan Allah. mau berbuat macam-macam, takut dengan hukuman Akhirat nanti. Jadi aku bingung mensikapi semua kehidupanku ini.
Aku tinggal berharap suatu saat nanti aku bekerja tapi tetap kumpul dengan keluargaku. Istri dan Anak-anakku. Karena tak selamanya aku hidup terpisah terus dari keluargaku.

Kadang kebingunganku itu membuatku semakin merasa rendah diri dengan orang lain. saat orang lain bercerita tentang keberhasilan mereka, hatiku rasanya sedih. Dan saat mereka menunjukkan apa yang mereka miliki , aku hanya bisa tersenyum dalam hatiku, "kok mereka bisa kenapa aku tak bisa"
Kadang aku hanya bisa malu dalam hatiku mendengar cerita teman-temanku mengenai gaji yang besar, deposito yang ratusan juta, rumah yang banyak tapi untungnya aku tak pernah mendengar tentang perselingkuhan mereka. Ya syukurlah setidak-tidaknya walau mereka mempunyai uang yang banyak mereka masih tetap akan Allah dan keluarganya.

Kadang aku berpikir kenapa aku selalu merasa rendah diri dengan keberhasilan orang lain dan apakah itu wajar sebagai manusia yang mempunyai sifat-sifat secara naluriah. Tapi aku pun kadang tak mengerti kenapa aku bisa seperti itu sedangkan dalam benakku tak ada perasaan rendah diri itu. Karena dalam pikiranku , setiap orang punya rejeki dan jalannya masing-masing dan semua apa yang terjadi ada yang mengaturnya."
Tapi entah kenapa Hati dan Pikiran kadang tak sejalan ..Apakah itu wajar sebagai manusia.

Aku hanya bisa istigfar bila aku mengalami perasaan rendah diri itu. karena kalau dibiarkan semakin sedih hatiku ini. karena aku merasa aku nggak mampu seperti mereka. Tapi kadang lucu juga melihat kehidupan ini. kenapa aku hanya bisa melihat orang lain saja yang punya kehidupan baik alias aku selalu melihat keatas saja sedangkan mungkin bila aku melihat kebawah, aku tidak akan serendah diri seperti itu. Dan mungkin saja orang lain juga iri dengan keberhasilan aku yang tidak aku ketahui apa yang buat aku berhasil. karena aku merasa belum berhasil dan terus berusaha untuk berhasil demi kemajuanku.

Atau mungkin aku terlalu boros dalam mengatur keuanganku sehingga belum mempunyai tabungan yang bisa dijadikan deposito untuk masa depan keluargaku. Dan mungkin aku hanya punya tabungan tak nyata di dalam tubuhku yang selalu bikin istriku marah yaitu Kolesterol dan sedikit Asam Urat yang mulai menghinggapi diriku karena pola makanku belum teratur banget.

Tapi udahlah ngapain mikirin keberhasilan orang lain karena capek saja dan bikin sedih serta sakit hati. Karena setiap orang itu punya permasalahan masing-masing di dalam kehidupan mereka. Dan hendaknya aku sadar diri bahwa masih banyak orang yang mempunyai kehidupan yang masih jauh di bawah kehidupanku. Dan aku tetap mensyukuri nikmat yang diberikan Allah walaupun aku belum mampu membeli mobil baru tapi setidak-tidaknya aku punya rumah dengan hasil cicilan yang sudah lunas.

Kadang kalau memikirkan kehidupan orang lain yang lebih dari kita, hidup kita semakin tak bersemangat dna malas melakukan aktivitas karena sudah ketahuan hasilnya yach itu - itu saja.Tapi cobalah kalau kita melihat kehidupan dibawah kita, tentunya kita akan merasa bersyukur akan nikmat Allah.
Aku selalu bersyukur dengan nikmat yang kudapatkan ini. Alhamdulillah.

Salam





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar