Showing posts with label CERITA HAJI 2014. Show all posts
Showing posts with label CERITA HAJI 2014. Show all posts

Wednesday, June 20, 2018

KETIKA KAKEK INGIN MASUK KE HIJIR ISMAIL


Assalammualaikum Wr. Wb,

Penulis akan bercerita kembali pengalaman penulis saat menunaikan Ibadah Haji tahun 2014 lalu. Dan salah satu cerita saya adalah ketika saya Alhamdulillah bisa membawa seorang kakek dari Jawa Tengah masuk ke dalam Hijir Ismail. 

Sekali lagi ada bisikan di hati saya untuk membawa Kakek tersebut ke dalam Hijir Ismail.

Sore itu, penulis datang ke Masjidil Haram untuk menunakai sholat Asyar dan Sambil menunggu sholat Maghrib  dan biasanya penulis duduk di lantai pertama yang menghadap ke Ka'bah. Dan lokasi tersebut menurut penulis nyaman sehingga penulis betah berlama-lama di dalam Masjidil Haram. Penulis pun asyik membaca surah-surah dalam Al Qur'an karena penulis berusaha untuk mengkatamkan bacaan Al Qur'an selama menjalankan Ibadah Haji . (Tapi belum Katam juga..red)

Ketika penulis duduk bersila sambil membaca Al Qur'an di Hp, penulis lihat ada seorang kakek yan berwajah orang Indonesia dan Keturunan Jawa. Dan penulis lihat kakek itu hanya diam dan bengong-bengong saja. Akhirnya penulis menyapa kakek itu.

"Dari Indonesia, Pak?" sama penulis.

"Iya, Pak," jawabnya lagi.

"Sendiri saja Pak dan istri tak ikutan" ? tanya saya lagi.

" Ya Pak, Istri saya sudah mennggal", jawabnya lagi..

"Innalillahi wainnalillahi rojiun, Maaf Pak,"Jawab saya 

"Asal dari mana, dan sama siapa kesini, Pak "tanya dia lagi

"Saya Indonesia tapi Haji kami dari Australia, Jawab saya 

Sebenarnya kakek itu bingung mendengar penjelasan saya. 

"Khan di Australia banyak orang Indonesia nya dan naik hajinya mudah, tidak perlu nunggu lama"

"Kalau saya sudah tinggal lebih dari dua tahun, kita bisa naik haji dari Australia, Pak"

"Saya berangkat sama Istri , Pak tapi istri saya nggak ikut saya karena dia sama teman-temannya", jawab saya panjang lebar.

"Bapak dari mana?"tanya saya
 

"Saya dari ..... (saya lupa nama daerahnya tapi antara Klaten dan Boyolali atau kota lain di Jawa Tengah...red) dan sekarang yach menjaga cucu karena anak saya kerja dan saya pensiunan", Jawa saya lagi.

Saya lihat sosok kakek itu masih sehat dan nampaknya dia sendirian juga di sana karena saya lihat di sekitar saya nggak ada orang Indonesianya. Nampaknya kami saja yang orang Indonesia di sana.

"Bapak sudah masuk ke dalam Hijir Ismail, Mencium Hajar Aswad dan menyentuh rukun Yamani" tanya saya ..

"Belum Pak, mana saya berani ..apalagi kondisinya ramai seperti itu", jawab dia dengan rada sedih. Terpancar keinginan dari matanya untuk pengen sekali berada di dalam Hijir Ismail.

Akhirnya saya terdiam dan kakek itu pun diam dan saya pun melanjutkan bacaan saya dalam membaca Ayat-Ayat Al Qur'an sambil saya berpikir mengenai kakek itu. 
Hati saya berkecamuk pada waktu itu karena saya sebenarnya sudah mengakhiri perjalanan saya ke dalam Hijir Ismail dimana hampir setiap hari baik siang dan malam saya selalu berada di dalam Hijir Ismail baik untuk berdo'a, sholat sunnah maupun kegiatan lainnya. Jadi sebenarnya bagi saya sudah sangat cukup untuk kembali ke dalam Hijir Ismail karena ingin memberi kesempatan kepada orang lain untuk masuk ke Hijir Ismail. Hati saya pada waktu itu berkecamuk antara ingin mengajak kakek itu ke dalam Hijir Ismail atau mengikuti keinginan lainnya yaitu sudah cukup masuk ke dalam sana.

"Bapak mau saya ajak masuk ke dalam Hijir Ismail?", tanya saya akhirnya.

"Saya mau sekali, Pak", Jawab dia dengan rasa senang.

"Baiklah Pak, yang penting Bapak ada di belakang saya, baca Ayat Kursi dan ikut arahan saya,"kata saya lagi. 

"Tapi tidak sekarang yach Pak, nanti selepas Sholat Maghrib kita masuk ke dalam ", kata saya lagi.

Setelah dia setuju, akhirnya saya kembali membaca Ayat-ayat Al Qur'an dan memperbanyak bacaannya karena bagi saya Bacaan Al Qur'an itu bisa menambah Adrenalin atau kekuatan saya untuk bisa masuk ke dalam Hijir Ismail dan juga selalu dari kata hati yang memperkuat keinginan untuk masuk ke dalam Hijir Ismail. 

  
Akhirnya setelah sholat Maghrib, kami bersiap-siap dan berjalan menuju ke lokasi tempat thawaf di lantai bawah dan kakek itu mengikuti saya. Alhamdulillah, saya sudah banyak tahu mengenai Masjidil Haram sehingga saya tahu dimana jalan yang terdekat untuk masuk ke areal Ka'bah dan Bapak terus mengikuti saya dari belakang dan saya selalu menengok belakang untuk memastikan bahwa kakek itu masih berada di belakang saya.

Ketika sudah sampai di areal Kabah, kami pun bersiap diri dan saya pesankan kepada kakek itu bahwa kita bukan ingin melaksanakan thawaf tapi kalau kita ingin masuk ke dalam Hijir Ismail , kita harus mengikuti arah putaran orang yang melakukan Thawaf. 

"Nanti Bapak jangan lupa baca ayat kursi dan memegang rompi saya ini", kata saya sambil menunjukkan dimana harus kakek itu pegang.

"Baik kalai bapak paham, mari kita masuk ke dalam Hijir Ismail, Bismillah", kata saya lagi.

Akhirnya kami pun merapat ke barisan orang yang melakukan thawaf, putaran pertama, kami masih mengikuti arah putaran orang melakukan thawaf dan putaran kedua sudah mulai masuk ke posisi terdekat dari kabah dan putaran ketiga kami sudah mencapai rukun Yamani dan saya minta kakek itu untuk menyentuh rukun Yamani . karena posisi pada waktu itu rukun Yamani tidak terlalu rame. Setelah menyentuh rukun Yamani akhirnya kami tiba ke lokasi Hajar Aswad dan kami ditawari oleh dua orang perempuan, orang Indonesia untuk mencium Hajar Aswad, tapi kami menolaknya.

"Bapak nggak apa-apa khan tidak mencium Hajar Aswad?"karena saya sendiri pun tidak berani. Karena terlihat orang seperti semut yang mencari makan di sebuah permen. "kata saya .

"Nggak apa-apa Pak, "Jawab dia lagi.

Akhirnya kami melanjutkan melakukan putaran berikut nya karena saya masih belum punya kesempatan untuk masuk ke dalam Hijir Ismail dan akhirnya saya lihat ada celah untuk masuk ke dalam Hijir Ismail dan saya bilang ke kakek itu , kita masuk , 

Akhirnya kami mencoba masuk ke dalam Hijir Ismail, walaupun berdesak-desakan dan saya minta kakek itu membaca Ayat Kursi dan penulis lihat bapak itu mendorong orang yang menghalangi nya dan akhirnya saya tegur kakek itu 

"Pak! tak boleh begitu ..jangan emosi dan sabar. Itu cobaan kita. Kalau Bapak pakai Emosi, kita tidak bisa masuk ke dalam Hijir Ismail karena kebanyakan manusia yang mencoba masuk ke dalam sini, membawa hawa nafsu sehingga cenderung mereka menzolomi orang lain", kata saya.

"Eh Maaf Pak..", Jawab dia lagi.

Akhirnya kami berhasil masuk ke dalam Hijir Ismail dan saya ajak bapak itu ke tengah dan terlihat posisi yang baik. Saya minta Bapak itu untuk melakukan sholat sunnah dua rakaat dan berdo'a untuk Alm. istrinya dan keluarganya. Dan saya hanya mencoba menjaga kakek itu agar tidak terinjak-injak oleh orang yang berdesakan di dalam Hijir Ismail. Caranya yach dengan memasang tangan penulis sebagai pagar kakek itu. 

Penulis waktu itu tidak melakukan sholat sunnah karena penulis hanya berdo'a dan menjaga kakek itu supaya tidak terinjak saat sholat sunnah. Dan ada sekitar 15 menit kakek itu berdo'a dan saya pun meminta kakek itu mempercepat do'a nya karena melihat kondisi pada waktu itu sudah mulai ramai dan berdesakan. Saya pun khawatir kalau nanti terlalu lama di dalam Hijir Ismail. Kakek itu bisa pingsan. 

Semasa kakek itu melakukan sholat sunnah dan berdo'a , penulis pun berpikir bagaimana caranya untuk keluar. Saat Kakek itu selesai melaksanakan sholat sunnah dan do'a, akhirnya kami pun keluar dari Hijir Ismail dan tak lupa saya minta kakek itu membaca ayat kursi selama kami mencoba keluar dari Hijir Ismail dan dengan mengikuti putaran orang yang melakukan Thawaf, akhirnya kami pun berada di posisi aman.

"Pak , kita sudah selesai dan bapak masih kuat kah? Tahu jalan pulang kah? tanya saya .
                      



"Ya jawabnya. sambil mengucapkan terima kasih, akhirnya Bapak itu berjalan menuju ke tempat orang melakukan Sa'i dan saya pun keluar dari Masjidil Haram menuju ke Hotel kami di Zam Zam Tower unuk makan malam karena istri saya sudah menelpon 

Hikmah dari cerita ini adalah niat baik menolong orang yang ingin beribadah kepada Allah dengan mengikuti ritual-ritual yang dilakukan, semua itu tergantung keimanan kita kepada Allah.

Maaf saya bukan orang baik, tapi berusaha untuk menjadi baik dan mencari pahala dari Allah. 

Mudah-mudahan kita semua yang berangkat Umroh atau Haji bisa mendapat kesempatan untuk masuk ke Hijir Ismail. Karena banyak teman yang berangkat Haji bareng, tidak punya kesempatan untuk masuk ke dalam Hijir Ismail.

CERITA HAJI : TIP AND TRIP MASUK KE DALAM RAUDOH DI MASJID NABAWI


Sebenarnya tidaklah terlalu sulit masuk ke raudoh, asalkan sabar menunggu. Sulit dianggap karena tidak sabar menunggu gilirannya. Biasanya askar akan membagi beberapa sekat agar jemaah bisa masuk dengan tertip dan bagi yang berada di dalam raudoh hanya dibatasi waktu sekitar 15 menit s/d 20 menit. Waktunya tidak lama karena bila musim haji banyak orang yang ingin berdoa di dalam raudoh.





Bilamana nanti anda berada di dalam Raudoh, pastikan bahwa pada saat anda berdoa berada di karpet Hijau dan Bukan Merah. Tapi kalau menurut saya walaupun kita tidak berada di dalam Karpet Hijau, Insha Allah bilamana kita berdoa di karpet Merah pun doa akan dikabulkan alias Mustajab selama dalam lingkungan masjid Nabawi asalkan niat ikhlas dan tulus.



Semasa di dalam Raudoh, pastinya anda akan melihat orang2 banyak melakukan sholat baik sholat sunnah maupun sholat wajid di posisi dekat mimbar dan juga sebelah makam nabi.

Ini sedekar tips and trik bilamana anda nanti ingin masuk raudoh dan juga selama berada di dalam Raudoh.

Tempat Sholat Imam sebelah Mimbar
1. Bilamana anda ingin masuk Raudoh, usahakan diwaktu malam hari diatas jam 1 malam. Karena disitulah waktunya orang tidur sehingga jemaah yang hadir berkurang ramainya dibandingkan siang hari. Saya tidak pernah masuk ke raudoh di waktu siang hari karena pastinya ramai sekali.

2. Ikut antrian sekat per sekat biasanya si Askar memberlakukan 3 sekat untuk jemaah yang ingin masuk ke dalam raudoh dan ikuti saja dan jangan sampai terlalu nafsu untuk mengejar posisi ataupun berebutan sambil berlari karena kadang kasihan lihat kakek-kakek sampati terjatuh ketika didorong. Karena kalau kita berada di sekat yang di dekat raudoh, kita nggak perlu khawatir, jemaah yang di sekat kedua masuk ke dalam raudoh. mereka pun mengikuti harus mengikuti aturan

3. Bilamana berada di dalam Raudoh, Usahakan banyak melakukan sholat baik wajib maupun sunnah sebanyak mungkin atau pun berdo'a sebanyak mungkin sehingga anda bisa menjadi orang terakhir yang keluar dari Raudoh alias diusir oleh Askar. Tapi nggak apa-apa yang penting anda bisa berdo'a lebih lama. Karena Askar (penjaga) akan megusir kita dengan cepat bilamana anda hanya berdiri-diri saja tanpa melakukan aktivitas apapun juga. khan sayang..? Askar tidak akan berani mengusir kita pada saat melakukan sholat maupun saat berdoa.



4. Yang jelas saat berada di dalam raudoh, segerakanlah cari tempat untuk berdiri dan melakukan sholat, karena kalau tidak anda tidak akan bisa mendapatkan posisi yang pas untuk sholat maupun berdoa. Saya pernah sholat dimana di depan saya ada orang dari arab tiba-tiba berdiri di depan saya dan pura-pura melakukan sholat, sehingga saya tidak bisa sholat pada waktu itu dan saya menunggu dia sholat selesai baru saya bisa sholat. Dan waktu itu ada Askar yang lihat dan dia tersenyum dan bilang sabar ke saya. Dan setelah orang itu selesai sholat, dia langsung di suruh pergi sama Askar itu. Jadi kadang mencari posisi sholat di dalam Raudoh kadang sulit tapi Askar memperhatikan para jemaah dan bilamana kita belum melaksanakan sholat dan berdoa, masih diberikan kesempatan asalkan kita sabar dan ikhlas.



5. Untuk lokasi sholat di dalam Raudoh, usahakan di Karpet Hijau, setelah dapat hijau, dan lakukan sholat, yang jelas pada waktu sholat tidak selapang yang seperti kita harapkan, yang penting ada space untuk rukuk dan sujud saja sudah cukup.

6. Kebanyakan jemaah haji, mengambil posisi sholat di depan mimbar dimana biasa nabi Muhammad SAW memberikan khotbah. Tapi disana hanya dibatasi sholat hanya 2 rekaat saja karena banyak jemaah yang ingin sholat dan berdoa di sana. Dan bilamana ada yang ingin 4 rekaat, Askar akan menyuruh jemaah haji, untuk sholat di lokasi lain di dalam Raudoh.

7. Satu lokasi lain yang dipiih jemaah untuk sholat dan berdoa adalah di dekat makam Nabi Muhammad SAW, jadi posisinya di samping Makam. Karena biasanya di daerah sana, tempat yang tidak tersentuh oleh Askar dan biasanya jemaah yang memilih sholat dekat Makam ,adalah jemaah yang terakhir diusir (disuruh) keluar Raudoh.

8. Sewaktu keluar dari Raudoh tidak berdesak-desakan karena dengan adanya sekat setiap orang berbataskan masuk ke Raudoh, tidak seperti di Hijir Ismail, dmana masuk dan keluar Hijir Ismail di pintu yang sama.

9. Ada cara lain dipakai untuk masuk ke Raudoh yaitu melewati pintu keluar Raudoh, karena kadang pintu keluar raudoh tidak ditutup dan tidak dijaga, maka disanalah momen yang pas untuk masuk ke dalam raudoh daripada ngantri sekitar 30 - 45 menit. Ya kalau ketahuan sama askar, bilang saja maaf saya nggak tahu dan biasanya ditunjukkan oleh Askar dimana kita mengantri. Kalau lagi beruntung yach tidak ketahuan dan lancar masuk ke dalam Raudoh tanpa antri.

Alhamdulillah hampir tiap malam selama 6 hari di Madinah, masuk ke Raudoh, Jadi ketika sampai pagi harinya, malam harinya ana langsung berkunjung ke Raudoh, Karena ketidak tahuan Ana makanya ana salah memilih karpet untuk melakukan sholat dan berdoa karena di hari pertama itu ana memilih karpet merah dimana ana malas berhimpit-himpitan untuk sholat. Tapi di malam kedua dan seterusnya Ana berada di karpet hijau. Saya bisa masuk dari pintu mana aja, karena mungkin kecerdasan Ana membaca situasi hehehe.

Intinya kalau ingin masuk ke Raudoh di Masjid Nabawi, kita itu aman asalkan mau antri. Sekat itu sengaja dibikin agar tidak ada orang yang terinjak-injak ketika masuk ke dalam Raudoh. Denga sikap tegasnya Askar dan mengatur jemaah yang masuk ke Raudoh, kondisi di Masjid Nabawi menjadi terkendali. Semua orang sabar masuk ke Raudoh. Beda dengan di Hijir Ismail.


TRIP AND TRIK MASUK KE HIJIR ISMAIL DI MASJIDIL HARAM







Sebenarnya tidaklah mudah untuk masuk ke dalam Hijir Ismail ( pada waktu haji 2014 lalu) , dimana pintu masuk dan keluar adalah sama yaitu disisi sebelah kanannya. Sehingga kita harus berhimpit-himpitan untuk masuk dan keluar dari Hijir Ismail dan harus punya keberanian dan keihlasan. Walaupun sudah masuk, kita harus berhimpitan lagi agar bisa melakukan sholat sunnah di sana. 


Tapi kadang ada yang membuat lingkaran untuk menjaga orang untuk sholat sunnah dan bergantian untuk menjaga. Kendala lainnya adalah tidak adanya perbedaan baik bagi wanita dan pria sehingga kadang bisa saja terjadi pelecehan seksual secara tidak sengaja bilamana badan wanita dan pria berhimpitan.


Di Dalam Hijir Ismail, kita tidak boleh melakukan Sholat Wajib dan hanya diperkenankan Sholat Sunnah karena Hijir Ismail adalah bagian dari Kabah. 


Saya disini akan mencoba berbagi tips and trips bagi anda agar supaya bisa masuk ke dalam Hijir Ismail.



1. Harus punya tenaga kuat, tinggi minimal 170 cm, karena diperlukan demikian karena besarnya tubuh orang arab sehingga kadang yang punya badan kecil pasti terhimpit-himpit. Tapi bilamana anda badannya kecil, usahakan ajak yang punya badan besar untuk menemani anda masuk ke dalamnya. Tapi jangan khawatir untuk anda yang berbadan kecil karena bilamana anda punya niat yang kuat dan ikhlas, dan tenaga yang cukup serta membaca ayat-ayat Al Qur'an, anda bisa masuk dan keluar dengan selamat 


2. Mengikuti aliran Thawaf , biasanya saya mengikuti Aliran orang melakukan Thawaf yaitu berputar mengelilingi Ka'bah dan bilamana ada peluang agak sepi di depan pintu masuk Hijir Ismail, anda langsung masuk dan walaupun berhimpit, anda biasanya bisa ke dalam. Jadi harus bisa membaca timing atau kesempatan saat ada peluang masuk ke Hijir Ismail.



3. Waktu masuk ke dalam Hijir Ismail usahakan setelah sholat subuh maupun setelah sholat Isha atau pun setelah sholat  Zuhur dan Sholat Asar. Karena bilamana selepas sholat Maghrib, peluang untuk berada di dalam hijir Ismail lebih sedikit karena kebanyakan orang sibuk mencari makan

4. Bilamana masuk ke dalam hijir ismail usahakan anda mengambil tempat diujung sebelah kiri dari Hijir Ismail karena bilamana anda berada di tengah, anda pastinya tersenggol dan terdorong-dorong saat anda melakukan sholat ataupun berdoa. Kalau anda berada di pintu sebelah kiri, maka Insya Allah tempat tersebut rada sepi dan bebas dari gangguan. Jadi anda bisa melakukan apa saja di dalamnya. karena tidak terganggu orang, saya pun sempat merekam orang terjepit saat thawaf tapi akhirnya saya hapus karena takut kualat. 

5. Bilamana di dalam hijir ismail, diminta hati-hati karena kadang kita tidak tahu apa yang dilempar orang-orang yang melakukan thawaf ke dlaam hijir ismail. Biasanya dinding pembatas hijir ismail itu yang dari keramik itu adalah tempat kumpulnya barang-barang yang terjatuh di lantai thawaf. Jadi kadang kala, sandal, sejadah, dan lainnya dilempar oleh jemaah ke dalam hijir ismail tapi tidak ada batu yang dilempar ke dalam hijir ismail. Saya mungkin beruntung saat orang yang thawaf melempar ke dalam hijir ismail, saya terkena lemparan sejadah. Untuk kisah di dalam hijir ismail lainnya bisa dilihat pada cerita sebelumnya.

6. Bacalah Ayat Kursi, dan sabar serta ikhlas mencari ridho Allah Insha Allah anda bisa masuk dan keluar dari Hijir Ismail dengan selamat. Jaga Emosi Anda, jangan terpengaruh dengan lingkungan. Karena disana orang emosi dan marah-marah tanpa sebab, jadi agar dimaklumi saja.



7. Kalau orang mendorong anda, kasih dia senyuman sehingga dia tidak dorong anda lagi. Kalau ada yang dorong di depan, yach ikutin saja arah dorongan dan usahakan terlepas dari dorongan.

 
8. Setelah anda masuk ke dalam hijir ismail, usahakan anda berada di ujung dekat cincin dan bergerak masuk ke arah kiri Hijir Ismail untuk mencari tempat yang lapang. Saya aja habis subuh sampai jam 7 pagi berada di dalam hijir ismail dan tidak bisa keluar saking ramainya, tapi akhirnya bisa keluar juga dengan membaca Ayat Kursi dan juga mengikuti rombongan orang lain yang keluar.



9. Kalau anda nantinya tidak mampu mencapai ujung sebelah kiri hijir ismail dan hanya bisa sampai tengah doang, usahakan bergabung dengan jemaah haji lainnya yang melindungi orang sedang sholat, dan pastinya anda akan mendapat giliran untuk sholat dan berdoa. Saling bantu di dalam hijir Ismail adalah hal yang biasa. Kalau anda mencoba sholat sendirian di dalam hijir ismail agar berhati-hati karena saking banyaknya orang, anda bisa saja terinjak-injak pada waktu anda sujud. 

 

10. Bilamana anda berada di dalam Hijir Ismail, hendaklah membawa air minum karena di dalam Hijir Ismail tidak tersedia Air Minum. Dan bilamana anda membawa air minum, share lah kepada orang lain yang membutuhkannya. dan jangan khawatir anda dehidrasi memberi minum kepada orang lain. karena Allah yang mengatur semuanya. 

Kalau saya, kebanyakan masuk ke dalam hijir ismail di kala sesudah subuh, sesudah maghrib dan larut malam, karena kalau siang hari udara cukup panas. 


Itulah sepintar mengenai Tips and Trick , bilamana ingin masuk ke dalam hijir Ismail.Dan itu saya alami sendiri selama menunaikan ibadah haji tahun 2014 lalu. Kalau pun nanti berbeda dengan yang anda alami, anggaplah ini sebagai referensi aja



Tuesday, June 19, 2018

CERITA HAJI 12 : MEMBACA LABAIK ALLAH HUMMA LABAIK (DARI MADINAH TO MAKKAH)

Pada hari ketujuh kami berencana berangkat ke Makkah dengan menggunakan Bus. Dan bus yang kami gunakan adalah Bus Mini dan mungkin kurang begitu menarik untuk ukuran haji + tapi itu adalah ukuran kurang lebih saja karena saya takut berkomentar dimana khawatir ada ganjaran yang akan saya terima bilamana terlalu banyak complain selama menjalankan ibadah haji.

Kami terima dengan ikhlas kondisi bus seperti itu dan selalu mengharap pahala dari Allh SWT. Sebelum kami melaksanakan perjalanan ke Makkah, pembimbing haji kami mengatakan bahwa ada kemungkinan jalan akan macet dan akan ditempuh dengan jarak 5  jam. padahal waktu tempuh sesungguhnya adalah sekitar 2 jam. Kami pun teriima dengan ikhlas.

Pemimpin Rombongan juga mengatakan bahwa ada baiknya sepanjang perjalanan melapaskan atau membaca Labaik Allah Humma Labaik. Dan diawal perjalanan kami pun membaca secara bersama-sama Labaik Allah Humma Labaik. taoi setelah 30 menit tidak terdengar lagi suara-suara jemaah kami melapalkan itu.

Mungkin saya trmasuk orang yang aneh dimana karena kekhawatiran akan kemacetan lalu lintas dan mohon kepada Allah agar diperlancar perjalanan ke Makkah. saya tetap saja melapalkannya dari Madinah sampai Makkah dan saya waktu itu lupa dengan waktu dan tak ada jam tangan. 

Selama perjalanan semua aman dan lancar dan saat kami berganti pakaian Ihram pun semuanya berjalan dengan lancar dan waktu itu kalau nggak salah sudah menunjukkan waktu jam 5 sore. Setelah sholat Ashar kami pun berangkat ke Makkah dan saya pun melapalkan Labaik Allah Humma Labaik selama menaiki Bus , apalagi denga kekhawatiran bus akan mogok di jalan karena cuaca pada saat itu sungguh sungguh panas dan mesin bus pun meraung raung , apalagi saat menaiki tanjakan lebih meraung raung. Dan ketika mesin meraung raung makin kuat bacaaan saya itu walau dalam hati dan seperti orang bergumam. 

Akhirnya kami tiba ke tempat peristrahaatan dimana kami mencari makan untuk sore ahri dan juga karena supir bus khawatir bus nya mogok,jadi setelah perjalanan selama 1 jam , bus pun berhenti dan kami pun berencana makan. Tapi kondisi rumah makan tersebut sungguh jorok karena mungkin saja perilaku manusia yang makan disana sungguh jorok karena tidak membuang sampah pada tempatnya. Akhirnya kami pun makan seadanya sambil minum -minuman kaleng. Saya terus terng tidak berani minum coca cola selama perjalanan karena khawatir kejadian di Abu Dhabi terjadi lagi di sana.

Akhirnya kami berangkat lagi naik ke Bus menuju Makkah dan lagi-lagi saya membaca labaik Allah Humma Labaik..... karena niatan ingin semuanya lancar sampai Makkah dan selama perjalanan kami banyak mendapat makanan kotak, mungkin hampir 5 kali kami mendapatkannya dan akhirnya tibalah kami ke Makkah karena sudah terlihat daerah perbatasan masuk ke Makkah.

Tentunya saya heran dengan apa yang terjadi karena dibilang oleh pimpinan rombongan bahwasanya jalanan bakal macet dan bakal ditempuh dalam waktu 5 jam ternyata tidak terbukti. karena perasaan cepat banget sampainya. Setelah urusan masuk ke makkah selesai. Kami pun berangkat lagi ke Hotel dan setelah sampai hotel , ternyata hotelnya belum siap menerima kami sehingga kami pun harus menunggu di lobby dengan waktu sekitar 4 jam an dan akhirnya sekitar jam 11 malam kami masuk ke Hotel.

Alasan kami tidak bisa masuk ke kamar hotel adalah  kami tiba di hotel tersebut sangat cepat karena dibilang waktunya 5 jam, sehingga kami nunggu sampai siapnya hotel. Setelah kami masuk ke kamar hotel, Pemimpin rombongan mengumumkan agar nanti sekitar jam 2 malam berkumpul di lobby untuk melaksanakan Tawaf di Masjidil Haram untuk menyelesaikan Umroh dahulu. 

Hikmah dari kelancaran perjalanan kami dari madinah ke Makkah, saya tidak tahu, karena mungkin saja pemimpin rombongan mengatakan lain agar jemaah hajinya tidak bertanya kapan sampai di Makkah. maka dengan estimasi waktu 5 jam, jemaah tidak bertanya. Saya tidak tahu apakah ini terjadi juga dengan anda saat menjalani ibadah haji? hanyalah Allah yang tahu.

Bisa juga karena saya dan mungkin jemaah haji rombongan kami lainnya melapalkan Labaik Allah Humma Labaik .... dari Madinah ke Makkah membuat perjalanan kami lancar? saya pun tak tahu.




CERITA HAJI 8 : HAMPIR DIKIRA PENCURI DI BIN DAWOOD MADINAH KARENA ALARM KATMANDU MASIH MENEMPEL


ALARM SECURITY BIN DAWOOD

Hari pertama saya berada di Madinah, saya cukup terkejut dan takjub karena di Madinah yang dekat Daewoo. Terlintas dalam pikiranku bahwa ada toko electronic product Daewo Korea yang menjual barang-barang mereka di kota Madinah. Terpikir dalam benakku, “kenapa Daewo mau berjualan alat-alat elektronik yang lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi”

Karena sering melihat tulisan Daewo maka akhirnya pada keesokan harinya, saya masuk ke dalam komplek pertokohan tersebut untuk melihat-lihat alat-alat elektronik yang dijual di sana. Saya masuk ke dalam, naik escalator dan turun tangga sambil muter-muter mencari lokasi toko alat electronic Daewo. Namun akhirnya tidak ketemu. Yang saya lihat adalah supermarket yang berada di lantai bawah dan akhirnya saya masuk sambil mencari makanan dan minuman untuk cemilan untuk di makan di kamar dimana saya termasuk orang yang suka ngemil.

Terlihat banyak orang yang berbelanja di supermarket itu dan terlihat banyak penjaganya orang-orang Indonesia yang hijrah dan mencari nafkah disana disamping orang-orang dari Bangladesh dan Pakistan. Sempat sejenak berbicara dalam bahasa Indonesia untuk menanyakan makanan-makanan yang dijual disana.

Setelah selesai membayar di kasir dan mau keluar dari supermarket tersebut , ternyata alarm berbunyi dan saya pun bingung jadinya. Akhirnya security menyuruh 2 atau 3 kali untuk bolak balik melewati sensor yang ada di pintu keluar dan sempat diperiksa seluruh belanjaan saya dan saya di geledah. Dalam hati saya juga ngapain saya mencuri barang disini karena saya berencana berhaji. Akhirnya sekitar setengah jam dan ada yang menjamin yaitu salah satu supervisor yang ada di sana. Akhirnya saya dibolehkan pulang padahal malu juga dilihat oleh orang-orang yang berada di sana.

Keesokan harinya pun saya datang lagi ke sana untuk berbelanja dan berbunyi lagi alarm tersebut, saya diperiksa lagi dan dicheck belanjaan saya dan akhirnya bebas juga karena security disana sudah paham dengan saya, karena dia hanya senyum-senyum saja.

Saya pun heran kenapa ada bunyi tersebut, jadi mulailah saya berpikir untuk mencari tahu kenapa bisa ada bunyi alarm, padahal saya tidak mengambil barang yang bukan hak saya. Dan saya berpikir dengan apa yang saya pakai waktu itu, dimana di hari pertama ke sana saya pakai apa dan hari kedua saya pakai apa. Setelah dianalisa akhirnya saya mengganti celana panjang warna hitam yang saya pakai di hari pertama dan hari kedua. Akhirnya di hari ke tiga, saya masuk kembali ke supermarket itu dan tidak berbunyi sewaktu saya sudah selesai berbelanja.

Kalau dikait kaitkan dengan peristawa hampir tidak jadi berangkatnya 6 orang calon jemaah haji Indonesia dari Australia karena system tidak bisa membaca barcode pada pasport, akhirnya semua pasport tersebut diganti dengan pasport baru dan akhirnya berhasil dan mereka jadi berangkat. Aneh yach..?

Hampir dua minggu kemudian setelah kami berada di Mekkah dan sewaktu saya berbelanja di Toko Bin Dawood, saat saya mau masuk ke toko tersebut. Alarm berbunyi kembali dan bikin saya bingung lagi karena saya tidak memakai celana warna hitam. Tapi yang di Makkah ini berbeda, karena punya alat untuk melacak dimana benda yang mengakibatkan bunyi alarm tadi. Dan akhirnya ditemukan, rupanya saya lupa membuang tag alarm yang ada di pakaian yang saya beli dari Toko Khatmandu Canberra Australia.

Saya termasuk salah satu yang suka product-product Khatmandu. Saya suka membeli product khatmandu bilamana ada discount. Tapi setelah saya beli product Khatmandu dan tidak pernah melepas tag alarmnya, selama di Canberra, saya belum mengalami bunyi alarm walaupun saya sering masuk Mall dan Supermarket.

Pesan saya untuk anda yang pernah dari australia atau pernah membeli pakaian yang pakai sensor yang menempel pada pakaian anda, ada baiknya sensor tersebut dilepas atau setidak tidaknya anda memeriksa kondisi pakaian anda atau tas anda apakah sudah dilepas sensor tersebut. Biasanya kalau anda membeli product khatmandu, sensornya masih menempel pada productnya dan mereka meminta anda melepaskan sendiri. Dan kalau mereka ingat biasanya mereka akan membuangnya sendiri. 

CERITA HAJI 7 : SALAH MEMBERI SEDEKAH 1 RIAL MENJADI 100 RIAL.


SALAH MEMBERI SEDEKAH 1 RIAL MENJADI 100 RIAL.

Kisah ini adalah kisah dari teman satu rombongan yang mengalami hal tersebut dan beliau ketakutan akhirnya. Di Kota Madinah itu banyak pengemis yang berkeliaran untuk mencari uang dari pemberian dari jemaah haji di sana. Banyaknya pengemis yang berkeliaran di sana juga sungguh kadang membahayakan bagi jemaah haji karena sifatnya bergerombol dan mereka memakai cadar warna hitam dan pakaian hitam. Jadi kadang kita pun tidak tahu apakah mereka itu perempuan beneran atau laki-laki yang menyamar. Jeleknya pengemis di sana itu bilamana sudah kita kasih uang ke dia, dia akan memberitahu ke kawan-kawannya. Kami pun sudah diwanti-wanti oleh pimpinan rombongan kami agar tidak memberikan uang kepada pengemis.

Tapi kawan kami, sebut saja namanya supriadi ini, mungkin karena kasihan dan mungkin karena kurang bersedekah di Australia, akhirnya supriadi (nama disamarkan) ini memberikan uang ke pengemis ini. Maksud hati ini memberikan satu rial ke pengemis ini, tapi yang muncul seratus rial. Pengemis itu melihat supri mengeluarkan uang dari kantong dan segera saja diserobot uang seratus rial dan melarikan diri seperti copet. Dan supriadi berusaha mengejar namun tidak bisa karena semua pakaiannya sama hitam-hitam dan cadar hitam 

Tak mungkinlah dia buka cadar tiap-tiap pengemis disana untuk memeriksa siapa yang mengambil uangnya tersebut. Tapi yang menyedihkan dan membuat teman saya ini ketakutan dan bergegas untuk kembali ke hotel dikarenakan, dia dikejar dan didatangi oleh kawan-kawan pengemis tadi. Mungkin dianggap tajir dan punya uang banyak.

Pesan buat calon jemaah haji atau umroh, ada baiknya tidak usah memberikan sedekah kepada pengemis-pengemis yang meminta sedekah karena pemerintah Arab Saudi sudah melarang mereka. kalau mau memberi sedekah, sedekah saja sama marbot/ pengurus masjid baik masjid nabawi maupun masjidil haram. Bisa juga sedekah ke masjid dengan membeli Al Qur'an tapi usahakan saat membeli Al Qur'an tidak usah ditawar.





CERITA HAJI 6 : KARPET MERAH RAUDOH, TAMAN SURGA ITU KARPET HIJAU


KARPET MERAH RAUDHOH
Raudhah, ialah satu tempat yang sangat mulia di dalam Masjid Nabawi. Selain menjadi lokasi Rasulullah SAW dan para sahabatnya beribadah dan tempat turunnya wahyu kepada baginda, ia juga merupakan taman syurga berdasarkan hadis Nabi.
“Ruang antara rumahku dan mimbarku adalah satu taman daripada taman-taman syurga. Dan mimbarku terletak di atas kolamku”
Kedudukan Raudhah adalah di antara rumah Rasulullah SAW dan Sayyidatina Aisyah RA dengan mimbarnya. Panjangnya ialah 26 meter jika diukur dari timur bermula dari rumah tersebut hingga ke mimbar di sebelah baratnya. Tetapi sekarang hanya tinggal 22 meter kerana telah disekat dengan pagar makam. Lebarnya pula 15 meter bermula dari Mihrab Rasulullah SAW di sebelah selatan hingga ke akhir rumah tersebut di sebelah utara mengikut pendapat yang masyhur di kalangan ulama’. Sebagai tanda, tempat ini dihampari dengan karpet berwarna putih hijau.

Hari pertama di Madinah, tidak ada kegiatan berarti. Jadi kami hanya ke Masjid Nabawi, sholat , makan dan hotel. Tapi sebagian dari jemaah haji kloter kami tidak tinggal diam dan kebanyakan mereka jalan-jalan ke dalam masjid Nabawi, berbelanja di kedai-kedai yang berada di dekat hotel dimana kami menginap.

Tibalah malam hari, dimana biasanya berjalan ke Masjid beserta rombongan dengan Pak Anto dan Pak Ahmad, tapi kali ini tidak karena saya malam itu terbangun sekitar pukul 2 malam. Kulihat rekan satu kamar masih pada tidur dan tidak enak pula rasanya untuk membangunkan mereka. Akhirnya saya keluar hotel dan menuju ke Masjid Nabawi.

Saya mempunyai kebiasaan bangun jam 3 pagi atau tidur tidak cukup dimana keseharian saya di Canberra bekerja mulai jam 4 pagi. Jadi mau tak mau saya tidur sekitar 4-5 jam sehari di hari kerja tapi kalau weeked bangunnya rada siang. Kebiasaan tersebut terbawa juga di Makkah dan Madinah.  Tapi saya bersyukur kepada Allah karena saya bisa tidur sedikit dan diberi keluasaan dalam menjalankan ibadah Haji.

Tapi disamping karena kebiasaan bangun lebih awal, saya juga mendapat masukan dari Ustaz Nur Ihsan Jundullah sewaktu masih belum berangkat Haji.

“Kalau di Makkah dan Di Madinah itu malam jadi siang dan siang jadi malam. Karena kebanyakan orang beribadah di malam hari dan tidur di siang hari. Jadi kebanyakan Jemaah Haji pada malam hari ke Masjid Nabawi untuk Ibadah kepada Allah dan Siang hari tidur di hotel. “

“Lagipun saying bilamana sudah berada di Makkah dan di Madinah kerjanya hanya tidur dan di hotel. Lebih baik habiskan waktu di masjid pada malam hari.”

Kata-kata ustaz Nur Ihsan tersebut seakan-akan membuat saya berkeingin melakukan hal seperti yang disampaikan ustaz ihsan, yaitu malam di masjid dan siang di Hotel.

Sepanjang perjalanan dari Hotel menuju ke Masjid Nabawi, memang terlihat banyak toko-toko sudah pada tutup tapi tetap saja ramai orang berlalu lalang. Jarak Hotel yang kami tempati tidaklah begitu jauh dari Masjid. Mungkin sekitar 100-200 meter saja. Setelah tiba di dalam masjid Nabawi, saya langsung melaksanakan sholat Isha dan dilanjutkan dengan sholat tahajjud. Memang kadang kebasaan jelek saya adalah saya selalu menunda-nunda sholat isha agar saya bisa bangun di malam hari dan sekaligus bisa mengerjakan sholat tahajjud.

Setelah melaksanakan sholat tahajjud, selanjutnya saya lupa apakah saya membaca Al Qur’an atau langsung mengitari masjid Nabawi. Banayk terlihat orang yang tidur di Masjid Nabawi dan Nampak masjid nabawi ditutup sebagian dimana agar memudahkan para cleaning service untuk membersihkan karpet yang ada di dalam masjid. Sejauh berjalan akhirnya saya menuju ke Raudhoh, terlihat banyak orang-orang berkerumun di sisi sebelah kiri mimbar dan terlihat antrian begitu banyak. Saya mencoba masuk ke dalam raudhoh lewat depan tapi disuruh oleh askar agar ke samping. Akhirnya saya ikutan antri dan dengan semboyan “nothing to loose” kalau bisa masuk yach syukur dan kalau tak bisa masuk yach tak apa-apa, karena besok pun bakal bareng rombongan masuk ke Raudhah lagipun saya tidak begitu paham apa yang harus saya baca selama berada di dalam raudhoh, yang saya tahu hanyalah sholat sunnah dan berdo’a. saya bermaksud untuk mendoakan teman-teman yang masih belum bisa berangkat ke Madinah agar bisa dipermudah urusannya.

Ada sekitar 6 orang yang masalah dengan pasportnya dimana system di kedutaan Arab Saudi di Canberra tidak bisa membaca barcode yang ada di passport mereka. Sehingga akhirnya mereka tertahan. Saya lupa nama-nama mereka dan sempat saya sms Istri saya atau siapa untuk menanyakan nama ke enam orang tersebut. Akhirnya setelah antri menunggu sekitar setengah jam, akhirnya tirai dibuka dan orang-orang pada berlarian sehingga bikin saya heran dan berpikir”apa yang mereka kejar?”

Mungkin posisi , mereka mengejar posisi yang pas untuk bisa sholat di dalam raudhoh. Dan saya hanya berjalan santai dan saya lihat ada posisi kosong di karpet warna merah dekat tirai, akhirnya saya sholat di sana, saya sholat sunnat beberapa rakaat dan berdoa untuk keluarga dan orang tua yang meninggal. Tak terasa air mata menetes tiada henti. Akhirnya saya menangis. Bisa dikatakan berada di Raudhoh atau berada di Masjid Nabawi bikin menangis dengan mudah.

Saya pun membaca doa untuk enam orang yang belum bisa berangkat agar dimudahkan urusannya dan agar bisa berada di tanah suci madinah seperti saya. Tak terasa air mata menetes untuk kesekian kalinya.

Setelah selesai berdo’a saya keluar dari raudhoh padahal saya lihat masih banyak orang yang sholat sunah disana dan tidak mau meninggalkan Raudhoh sebelum masa waktu berakhir dan nampaknya setiap berada di raudhoh itu sekita 20 menit. Setelah lewat 20 menit barulah kita diusir untuk keluar karena masih banyak orang yang ingin berada di raudhoh. Setelah keluar Raudhoh saya masuk ke dalam masjid nabawi sambil melaksanakan sholat sunnah dan sholat penutup yaitu sholat witir dan setelah subuh saya kembali ke hotel untuk tidur kembali.

Sekitar pukul 8 pagi saya bertemu dengan ustaz Ferry di sela-sela sarapan pagi dan bertanya mengenai keberadaan enam orang yang tertahan tersebut dan Beliau jawab “Belum ada khabar. Tapi saya dan Pak Berry ke Raudhoh untuk mendoakan agar dimudahkan urusan ke enam orang ini”

“Saya pun semalam ke raudhoh juga, Pak” cakap saya.

“Di raudhoh, duduk di karpet mana? Hijau atau Merah? Tanya beliau

Saya jawab,”Karpet merah, emang kenapa?”

“Kalau Raudho itu karpet warna Hijau da itulah Taman Surga,”kata ustaz Ferry.

Akhirnya saya terbengong-bengong mendengar perkataan ustaz tersebut karena saya beranggapan bahwa yang di dalam pagar itu adalah raudhoh tanpa melihat warna karpetnya, Hijau atau Merah. Ada rasa menyesal kala itu kenapa saya duduk di karpet merah dan bukan warna hijau. Jadi apa yang saya kerjakan kala itu adalah sia-sia belaka dan mungkin do’a saya tidak sampai ke Allah dan berniat untuk berdo’a kembali di atas karpet hijau bilamana berada di Raudhoh.

“Berarti saya belum masuk Raudhoh yach Pak?” Tanya saya

“Iya , Pak..Tapi nanti malam kita bersama rombongan mau masuk raudhoh. Nanti saya kasih tahu.” Kata ustaz menghibur saya.

Tapi setelah sore hari, kami mendapat khabar bahwa keenam orang tersebut bisa berangkat karena pasportnya sudah bisa terbaca oleh system. Mereka bisa berangkat Hari Rabu dari Sydney menuju ke Madinah setelah transit di Jakarta.

Intinya hanyalah Allah yang tahu niatan hati kita untuk memohon kepada agar diberikan segala kemudahan demi niatan untuk mendatangi rumah Allah saat menunaikan ibadah  Haji.

CERITA HAJI 5 : TIBA DI MADINAH DI DINI HARI PAGI


‘Madinah (bahasa Arab: المدينة) atau Madinah al-Munawwarah (bahasa Arab: المدينة المنورة), (juga Madinat Rasul Allah, bahasa Arab: مدينة الرسول الله, MadÄ«nah ar-RasÅ«l Allah) adalah kota utama di Arab Saudi. Merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Di sana terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin.

Dewasa ini, penduduknya sekitar 600.000 jiwa. Bagi umat Muslim kota ini dianggap sebagai kota suci kedua. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam menyebar ke seluruh jazirah Arabia lalu ke seluruh dunia.

Sejarah
Pada masa sebelum Islam berkembang, kota Madinah bernama Yatsrib, dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah, kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam sampai dia wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat kekhalifahan sebagai penerus Nabi Muhammad. Terdapat tiga khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbunuhnya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak. Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus dan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Pada masa Nabi Muhammad SAW, penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena pengkhianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir ke luar Madinah.

Kini Madinah bersama kota suci Mekkah berada di bawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Keutamaan Kota Madinah
Sebagai salah satu kota suci umat Islam, Madinah memiliki sejumlah keutamaan, yaitu :
1         Tempat yang diprioritaskan penyebutan namanya dalam Al-qur'an.
2         Yang menjadikan Madinah sebagai tanah haram (suci) adalah Allah SWT.
3         Pengharaman pemburuan dan buruan di Madinah.
4         Larangan memotong pohon-pohon, mencabutnya dan memungut barang yang tercecer.
5         Pengharaman mengangkat senjata dan berperang di dalamnya.
6         Mengharamkan bid'ah
7         Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat hijrah Rasulullah SAW.
8         Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat disemayamkannya jasad Rasulullah SAW.
9         Madinah dibersihkan dari Syirik.
10      Iman akan kembali ke Madinah.
11      Keberkahan di Madinah dilipatgandakan.
12      Dajjal tidak boleh memasuki Madinah.
13      Madinah tidak akan dimasuki oleh rasa gentar terhadap Dajjal.
14      Madinah tidak akan dimasuki oleh wabah Ta'un.
15      Perpindahan penyakit dari Madinah ke Juhfah.
16      Larangan membunuh ular sebelum diberi peringatan selama 3 hari karena para jin di sana banyak yang memeluk Islam dan mereka suka berubah bentuk menjadi binatang di antaranya ular.
17      Anjuran untuk tinggal di Madinah.
18      Anjuran agar meninggal di Madinah.
19      Orang-orang kafir tidak boleh memasuki Madinah.
20      Alim ulamanya lebih alim dari ulama selainnya.
21      Tanahnya sebagai penyembuh (Syifa')
22      Syafaat bagi siapa saja yang sabar atas cobaan di Madinah.
23      Syetan putus asa untuk disembah di Madinah.
24      Doa untuk Madinah sebagaimana doa Nabi Ibrahim untuk Mekkah.
25      Para Malaikat menjaganya hingga Hari Kiamat.
26      Madinah bermandikan cahaya di hari kedatangan Rasulullah SAW.
27      Hukuman bagi orang yang mendzalimi penduduk Madinah.
28      Beribadah di Masjid Nabawi dilipatgandakan pahalanya.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Madinah

          Akhirnya kami tiba di Bandara di kota Madinah yaitu Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Airport dan kami pun turun dari pesawat dan tetap saja ada rasa takut saat ingin turun dari pesawat karena khawatir dengan ganjaran yang diberikan kepada saya akibat ibadah saya masih kurang baik. Dengan mengucap Labaik Allah Humma Labaik dan juga membaca Ayat Kursi, akhirnya saya turun dari pesawat bersama istri saya dan dari pesawat kami pun harus naik bus terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang kedatangan Bandara. Untunglah kami naik bus terlebih dahulu sehingga kami lebih dahulu tiba di Ruang Kedatangan dan kami pun diminta berbaris dengan memegang pasport. Kami pun antri satu per satu untuk diperiksa pasport. Saya pun berzikir dan membaca Ayat Kursi berkali-kali agar dimudahkan untuk urusan pasport dan diijinkan masuk ke kota Madinah. Saya berdoa karena tetap saja ada rasa khawatir karena saya merasa ibadah saya kurang dan tidak diijinkan masuk ke kota Madinah.

      Alhamdulillah process imigrasi berjalan dengan lancar dan waktu kala itu tengah menunjukkan pukul 5 pagi dan seharunya kami sudah mau sholat subuh tapi itulah manusia berencana sholat shubuh setibanya kami di hotel. Tapi ketika kami berencana keluar dari Bandara, pasport kami diminta oleh petugas di sana dan kami berikan juga yach mungkin itu adalah procedur yang ditetapkan negara itu. Kami ikut saja karena kalau kami bertanya kemungkinan kami disuruh balik ke Australia lagi.

       Rupanya di Bandara, ada beberapa ustaz yang memang bertugas menjemput kami, yaitu ustaz Perry dan Ustaz Dedi. Mereka ini adalah mahasiswa yang belajar di universitas yang ada di Madinah maupun di Makkah. Mereka kuliah mendapat beasiswa dari Pemerintah Saudi Arabia. Dan mereka bergabung di Agent Perjalanan Haji sebagai staff lokal. Ada sekitar 4 sampai 5 orang staff lokal yang dipekerjakan untuk membantu Raudoh Australia.

        Setelah bertemu dengan Ustaz-ustaz tersebut akhirnya kami pun diminta untuk naik ke Bus-Bus yang ada di tersedia di luar Bandara dan rupanya bus nya tidak sedikit sehingga kami sedikit kebingungan memilih bus yang kami tumpangi dan akhirnya muncul ustaz lainnya untuk menunjukkan bus yang kami tumpangi menuju ke Hotel tempat kami menginap.

      Selama perjalanan menuju hotel yang memakan waktu sekitar 20 menit, saya melihat pemandangan dari dalam bus dan saat melihat gunung-gunung yang ada di pinggir jalan, ada perasaan takut melihat gunung tersebut dimana saya merasakan saya berada di dunia lain atau seperti dalam film-film star wars. Takut karena merasa bahwa saya belum punya ibadah yang baik dan takut akan dosa-dosa yang diperbuat. Dan bilamana ada kejadian yang tidak bisa dihindari, tentunya saya tidak siap menerima itu. Nampak Fajar mulai menyingsing menyinari gunung-gunung yang kami lewati. Rasa kagum dan rasa takut akan kebesaran Allah, ketika melihat gunung-gunung yang berwarna hitam dan tandus. Saya nggak tahu apakah itu gunung magnet atau bukan. Sementara itu ustaz pembimbing kami asyik menceritakan kondisi kota Madinah Al Mukaromah.

       Tak berapa lama kami pun tiba di Hotel tempat kami menginap dan waktu menunjukkan sekitar pukul 6 pagi dan saya nggak tahu apakah waktu subuh telah lewat atau belum. Karena kami belum bisa masuk kamar kala itu dan belum juga melaksanakan sholat subuh. Maka ustaz tersebut mengajak kami untuk sholat di Masjid Nabawi. Sampai di Masjid Nabawi dan kami pun melaksanakan sholat subuh di pelataran luar masjid Nabawa. Saya tidak tahu apakah sholat subuh kami itu diterima atau tidak mengingat waktu saat itu sudah menunjukkan lewat jam 6 pagi dan matahari sudah mulai timbul. Setelah sholat subuh selesai, kami pun melaksanakan sholat Dhuha 2 rakaat.

      Karena kami belum bisa juga masuk ke kamar Hotel maka kami pun berphoto-photo sejenak dan mengagumi masjid nabawi yang begitu luasnya. Dan ada rasa kagum dengan kebesaran Masjid Nabawi itu. Dan kagum karena begitu banyaknya manusia yang berkumpul di sana untuk beribadah kepada Allah.

 

MENGENAL MASJID NABAWI
Masjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah, Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad dan menjadi tempat makam dia dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem. Masjid ini juga merupakan Masjid terbesar ke-2 di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Keutamaan Masjid Nabawi

1.       Dianjurkan datang ke masjid Nabawi terlebih dahulu bagi musafir yang pulang bepergian

  1. Masjidnya diasaskan atas dasar taqwa
  2. Pahala salat dilipatgandakan
  3. Pahala bagi orang yang salat 40 raka'at di masjid Nabawi
  4. Tidak boleh meninggikan suara
  5. Keutamaan siapapun yang datang ke masjid Nabawi baik sebagai pengajar maupun pelajar
  6. Raudhah termasuk tempat yang mulia
  7. Mimbar berada di atas telaga Rasulullah SAW.
  8. Mimbar tempat Rasulullah SAW berkhutbah berada di bawah pintu surga
  9. Tangisan dan rajukan batang tamar
  10. Tiang-tiang mimbar masjid menjadi tiang-tiang di dalam surga
  11. Hukuman bagi siapa saja yang bersumpah palsu di mimbar

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Madinah

       Setelah berphoto-photo dan menikmati kekaguman masjid Nabawi akhirnya kami kembali ke Hotel sekitar jam 9 pagi dan sesampai di hotel kami diminta bantuan untuk menurunkan Koper-koper bawaan kami yang ada dalam satu truk besar. Dan dengan bergotong royong kami keluarkan satu persatu dari dalam truk dan dimasukkan semuanya ke dalam lobbi Hotel dan setelah itu sang pemilik koper mengambil koper masing-masing sesuai dengan tanda pengenal yang terpasang pada gagang koper tersebut. Tapi itulah kami masih menunggu dan menunggu sebelum kami masuk ke dalam kamar.

         Sambil menunggu kami pun sarapan tapi menu yang disediakan pada pagi itu adalah menu masakan arab dan tentunya berbeda rasanya. Tapi berhubung lapar dan perut masih sakit, akhirnya saya makan-makanan yang disedikan oleh pihak hotel. Saya tidak bisa menceritakan disini bagaimana rasanya menu sarapan pagi di hotel tersebut karena memang awam dimata saya. Tapi pihak penyelenggara Haji berkata bahwa kalau makan siang dan makan malam adalah menu Indonesia.  Dan itu setidak-tidaknya membuat kami merasa nyaman dan tidak merasa terancam.

       Setelah sarapan pagi, kami pun balik ke lobby hotel untuk pembagian kamar dimana saya mendapatkan kamar tapi bersama dua orang temannya dan kebetulan sama-sama jemaah dari Canberra yaitu Pak Marfuddin dan Pak Hendra. Kami pun bersama-sama masuk ke dalam kamar dan tersedialah tiga tempat di tidur dan dimana saya memakai tempat tidur tambahan karena saya memang ingin berada di dekat jendela.

       Pak Hendra tahu kalau saya kena sakit perut dan buang air terus menerus dan akhirnya Pak Hendra memberikan obat sakit perut kepada saya dan saya memakanya sambil berdoa untuk kesembuhan saya. Setelah istirahat sejenak dan membersihkan diri. Kami pun berangkat ke Masjid Nabawi untuk sholat Zuhur. Dan kami merasakan keindahan masjid nabawi, merasakan nyaman berada di sana, merasa sejuk karena setiap sudut dipasang AC. Jadi kenyamanan menjalankan ibadah sholat sangat terasa di Masjid Nabawi. Terlihat banyak tempat-tempat penampungan air dan kata teman saya itu adalah Air Zam-Zam dan akhirnya saya ambil botol minum saya dan saya langsung isi dengan air zam-zam dan langsung saya minum.

       Setelah sholat Zuhur, kami kembali ke Hotel untuk melaksanakan makan siang dan tempatnya terpisah dari tempat dimana kami melaksanakan sarapan pagi dan Alhamdulillah menu yang tersedia itu adalah menu masakan Indonesia. Tapi kala itu selera makan saya masih belum pulih sehingga makan seadanya aja.

Setelah makan siang bareng, kami pun mendapat manasik haji kembali tapi kali ini dari ustaz-ustaz local dan juga ceramah diisi oleh ustaz-ustaz local tersebut. Tapi ada sedikit keanehan dan tidak masuk ke logika saya mengenai isi ceramah itu dimana si ustaz menceritakan mengenai kisah seorang Jendral yang menyia-yiakan ibunya dan bahkan saat ibunya meninggal, sang jendral tersebut tidak hadir karena alasan itu. Dan akhirnya sang jendral jatuh miskin dan dipecat dari kedinasannya serta ditinggalkan oleh istri yang dicintainya. Si jendral akhirnya menjadi seorang pengemis dan meminta-minta kesana kemari dan akhirnya si jendral tadi meminta ke salah satu rumah yang ternyata itu adalah rumah adiknya. Dan adiknya tahu itu abangnya dan bermaksud mengusirnya tapi ditahan oleh suaminya. Tapi kelanjutan cerita itu saya sudah lupa. Karena bagi saya apa yang diceritakan ustaz itu adalah bak cerita dalam sinetron.

        Setelah mendengarkan ceramah itu, kami kembali ke masjid nabawi untuk melaksanakan sholat Ashar dan kemudian kembali pulang ke kamar hotel untuk beristirahat.

       Kegiatan ini rutin kami lakukan selama kami berada di Madinah Al Mukaromah selama 6 hari yaitu dari tanggal 15 September 2014 sampai dengan 20 September 2014. Selama 6 hari itu banyak sebenarnya kisah-kisah yang saya alami dan tentunya tidak masuk di akal saya dan akan saya ceritakan pada bab berikutnya karena saya lupa tanggal berapa kejadiannya dan waktunya makan saya buat semacam cerita pendek dalam satu bab dan mempunyai banyak cerita di dalamnya.