Jumat, 01 April 2011

PROCESS EQUIPMENTS LAYOUT DESIGN

Saya  mencoba sharing mengenai pembuatan sebuat equipment layout/plot plan/ plant arrangement yang pernah saya buat semasa saya bergabung di Tripatra Flour Consortium Duri (2005-2009) untuk Project di PT. Chevron Pacific Indonesia dan juga mencoba meracik beberapa sumber mengenai pembuatan plot plan sehingga kita bisa dapat membuat sebuah plot plan dengan mengikuti kaedah-kaedah yanag ada. Dan ini adalah sebuah pengertian pembuatan sebuah plot plan cara saya dan bilamana ada yang lebih baik dari penulisan saya di bawah nanti saya mohon maaf karena kemampuan saya hanya sebatas ini saja.

Pandangan saya mengenai sebuah Plot Plan atau lebih dikenal dengan Plant Arrangement Layout dan juga bisa dikatakan Equipment Layout adalah sebuah gambar yang menunjukkan all the equipment, roads, and structures in a unit, area or entire facility.
The plot arrangement must provide for process requirements, operations, maintenance, safety, and construction accessibility and feasibility. It must be consistent with state/province, local
codes and the budget

Dan acuan kita atau referan dalam membuat sebuah Plot Plan seperti yang pernah saya baca di Client Spec adalah :
1. API Standard :
    a. API 500      : Classification of Location for Electrical Installation in Petroleum Facilities
    b. API 2510    : Design and Construction of LP Gas in Marine and Pipeline Terminal, Natural Gas  
                             Processing Plant, Refineries, Petrochemical Plants and Tank Farm
    c. API RP 752 : Management of Hazards Associated with location and Process Plant Building

2. NFPA Standard.
    a. NFPA 30     : Flammable and Combustible Liquids Code
    b. NFPA 50A  : Gaseous Hydrogen Systems at Costumer Site
    c. NFPA 58     : Storage and Handling of Liquid Peroleum Gases
    d. NFPA 59     : Storage and Handling of Liquid Petroleum Gases at Utility Gas Plant.

3. Client Spec.
    karena setiap client pastilah mempunyai atuan-aturan sendiri atau spec tambahan.

SEBENARNYA SIAPA SICH YANG MEMBUAT PLOT PLAN?.
Mengenai siapa yang membuat plot plan atau discipline mana yang membuat plot plan itu semua tergantung dari Engineering Standard yang berlaku dalam suatu Company dan kadang setiap company pun berbeda . Kadang bisa orang civil, mechanical atau piping karena semua mungkin saja. Kalau di tempat saya sekarang bekerja yang buat nampaknya orang piping juga tapi berhubung posisi saya di sini sebagai piping designer jadi saya nggak kebagian pekerjaan itu.Tapi selama saya bergabung di TF Consortium dan kebetulan saya diminta mendevelop suatu plot plan makanya saya kerja selalu berhubungan dengan Plot plan
Dan kalau dipikir-pikir ada baiknya juga bisa mana discipline piping yang membuat plot plan karena kalau dipikir-pikir lagi piping memegang peranan penting dalam suatu plant karena alatnya banyak , dan piping sebagai urat nadinya process. Seorang Piping harus bisa baca P&ID dan dari P&ID terkumpul lah equipment list sebagai acuan jumlah equipment yang akan ditempatkan dalam suatu Plot Plan.

Dan setelah Plot Plan dibuat oleh piping engineer hendaknya Plot Plan sebelum diserahkan ke Client untuk di review ada baiknya didiskusikan dahulu ke discipline engineer lain semacam civil, mechanical, electrical, instrument and process dalam istilah kerennya Squad Check. Dan informasi dari masing-masing discipline ini sangat diperlukan agar menciptakan sebuah plot plan yang diterima oleh semua belah pihak karena pastinya akan ada hubungannya dengan :
1. Personal Safety and operator access
2. Explosion damage prevention
3. Spill spread control
4. Vapor releases and vapor cloud travel
5. Fire and fire spread
6. Flood Control
7. Maintenance Access
8. Firefighter Access
9. Radiant heat from fire
10. Economical Construction

SEBENARNYA DATA-DATA APA SAJA YANG DIPERLUKAN DALAM PEMBUATAN PLOT PLANT.

Data yang diperlukan pada saat pembuatan plot plan adalah :
1. Process Flow Diagram dan P&ID biasanya yang buat process engineer
2. Mechanical Flow Diagram biasanya yang buat mechanical engineer dan
3. Preliminary Equipment list berikut Sizenya, data vessel orientasi, yang buat juga mechanical engineer
Sebenarnya masih banyak yang perlu ditambahkan dalam pembuatan sebuah plot plan sepert bench mark, north orientation and etc tapi yang menjadi acuan yang utama adalah ketiga item yang ada di atas.

PLANT EQUIPMENT SPACING SPEC.

























Di dalam buku process Plant Layout and Piping Design inilah saya termasuk merefer semua kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan plot plan dan ke dua tabel  di atas merupakan bagian dari buku tersebut.
Dan sering dipakai untuk sebagai acuan untuk menempatkan jarak-jarak antara sebuah equipment yang satu dengan equipment yang lainnya.
Kalau saya mendesign plot plan memakai equipment spacing nya client (Chevron) tapi nampaknya saya lihat table client dan tabel dari buku ini kebanyakan hampir sama acuannya.
Intinya untuk peranan yang sangat besar dalam pembuatan sebuah plot plan yach equipment spacing inilah.




V. DISCIPLINE MANA SAJA YANG MEMERLUKAN PLOT PLAN

Plot plan juga bisa dikatakan sebagai sebuah master plan locating each unit/facility within the plot boundary for process industry. sangat diperlukan oleh semua discipline yang berhubungan dengan suatu project nantinya, dimana :
- Piping Design Engineer : The Plot Plan is used to produce equipment arrangement studies that facilitate the interconnection of above and below ground process and utility piping systems and to estimate  piping material quantities.

- Civil Engineer : The plot plan is used to develpo grading and drainage plans, holding ponds, diked areas, foundation and structural designs and all bulk material estimates

Electrical Engineer : The Plot Plan is used to produe area classification drawings, to locate switchgear and incoming substation and motor control center , to route cables adn estimate bulk materials.

Instrument Engineer : The Plot Plan is used to locate analyzer houses and cable trays, assist in the location of the main control house and estimate bulk materials

System Engineer : The Plot Plan is used to facilitate hydraoulic design, line sizing and utility block flow requirements

Schedulling : The Plot Plan is used to schedule the orderly completion of engineering activities

Construction : The Plot Plan is used to schedule the erection sequence of all plant equipment, which includes rigging studies for large lifts, constructibility reviews. marshalling and lay down areas throughout the entire construction place

Estimating : The Plot Plan is used to estimate overall cost the plant
  
Client Use : The Plot Plant is used for safety, operator, and maintenance reviews and to develop an as built record of the plant arrangement


note :

Cerita ini belum siap karena masih ada beberapa bagian yang mau diselesaikan. Tapi kalau mau baca yach silahkan saja dan sengaja saya publish. Mohon maaf masih belum sempurna

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar