Rabu, 06 April 2011

BUKAN BAYAM BIASA

Kemaren malam, tepatnya malam rabu saya dan teman saya ke Pasar malam yang ada di Bandar Kerteh dan letaknya sekitar 1 KM dari apartment kami. Dan saya memang janjian dengan teman saya Nico untuk belanja ke sana. Dan kami sepakat untuk berangkat ke Pasar Malam itu setelah Maghrib.
Kalau di Kerteh , Pasar Malamnya dilaksanakan pada malam Rabu alias selasa malam dan pelaksanaanya sampe jam 10 malam saja.
Jadi kami berangkat ke sana sekitar jam 8 malam waktu Malaysia karena kami sebelumnya disamping sholat Maghrib juga melaksanakan makan malam dulu dan kebetulan ada teman kerja yang traktir kami makan nasi bungkus. Jadi yach nasi bungkusnya di bawa ke rumah dan langsung kami makan.

Jadi di Pasar malam disamping beli makanan jadi yach rujak, sate dan keropok lekor juga saya membeli sayur-sayuran. Soalnya saya sedikit rada pengen coba memasak sendiri. Yach kesannya mengikuti jejak teman saya Nico untuk masak sendiri dan kebetulan perusahaan menyediakan alat masak lengkap jadi yach kita tinggal pakai doang. Dan dalam pikiran saya , besok saya akan masak sayur lah. jadi saya beli bayam.
Kalau memasak alasan untuk berhemat rasanya kurang pas karena harga barang2 olahan saja hampir sama bilamana diracik menjadi suatu makanan. Tapi kalau memasak alasan untuk mengontrol pola makan rasanya bisa dikatakan pas.

Tapi terus terang seumur-umur belum penah yang namanya masak sayur apalagi sayur bayam. Dan  ini pertama kalinya berhubung pengen makan sayur. Biasanya yang masak sich istri jadi saya cuma menikmati saja. Dan ini berhubung lokasinya dalam posisi mandah alias nge kost makanya berlajarlah memasak. Tapi sebenarnya ini bukan kali pertama saya ngekost karena saya sering kali ngekost karena kerjanya jauh dari rumah. Kalau untuk masak sayur memang ini baru sekarang.

Tadi pagi saya tanya istri saya via YM gimana caranya masak sayur bayam, istri saya bilang masak airnya sampai mendidih, terus masukkan bayamnya dan kasih garam sedikit dan bilamana sudah lunak batang bayamnya berarti sudah siap di konsumsi

Jadi apa hasil dari chating dengan istriku , kubilang lah dengan temanku Niko yang menemaniku belanja dan dia pun jadinya kepengen buat sayur bayam juga karena simple banget caranya...

Jadi setelah saya balik dari kantor tadi sekitar pukul 7 sore waktu Malaysia, saya pun menyegerakan untuk masak sayur bayam karena sudah diangan-angan sejak dari pagi tadi dan kupikirkan juga kalau sayur bayamkan akan berisi dengan baso ikan dan wortel supaya lebih variatif..

Maka setelah di dalam dapur ..aku siapkan panci dan kutuangkan air di dalam panci dan aku ambil bayam dan kucuci dengan bersih dan kulihat airnya sudah mendidih dan segeralah kumasukkan bayam ke dalam air mendidih tersebut dan kubiarkan sekitar 5 menit dan setelah itu kumasukkan garam di dalamnya..
Tapi itulah istilah "secukupnya" nampaknya bagi setiap orang berbeda, bisa saja kadarnya berbeda ibarat naik bus antar kota ,walaupun penuh isi dalamnya masih dimasukkan juga orang yang akan naik, alasannya belum cukup, sedangkan penumpang bilang..cukup.

Balik ke masak sayur bayam tadi, setelah saya masukkan garam secukupnya, aku pun ngaduk-ngaduk isi panci tersebut supaya merata saja sambil menekan-nekan batang bayam..Tak terasa sudah 5 menit , masak bayamnya tapi batang bayam belum lembut juga..
ini daun bayam kah?
Akhirnya kusudahi saja masak bayam nya dan mencoba masakan sayur bayam tersebut dan kumakan sayur bagian daunnya..Alamat pahit banget.. Apa ini Sayur Bayam atau sayur apaan atau saya salah mengira kalau itu bayam..Akhirnya kusudahi acara memasak sayur bayam dan kucoba untuk cicipi lagi..Alamak masin banget. akhirnya tak jadi dimakan, dan saya buanglah sayur "bukan bayam biasa " karena kepahitannaya itu padahal sudah pernah kena gula.
Kalau memang sayur bayam , kenapa pahit sekali..
Dan mungkin bisa dikatakan kalau yang saya masak itu bukan sayur bayam..


Ini sayur bayam kah?
 Berarti bukan bayam biasa...alias yang saya masak itu nampaknya bukan sayur bayam..
Wah gawat nich...nampaknya mulai sekarang harus menguasai dunia persayuran agar bisa membedakan mana bayam, mana sayur bening mana sayur-sayur lainnya.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir lucu juga,karena aku yakin sekali kalau yang kubeli itu bayam dan kumasak mengikuti ajaran istriku tapi pas kumakan rasanya pahit dan tersadar saat menelpon istriku..kalau yang kubeli itu nampaknya bukan sayur bayam...
Inilah pengalaman pertama memasak sayur dan rupanya yang kumasak "Bukanlah Bayam Biasa"



Demikianlah Cerita dari Kerteh

Kerteh, 6 April 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar