Thursday, October 20, 2011

BEIJING DALAM PHOTO (TEMPLE OF HEAVEN)

Here I enclosed the pictures that i have taken when I went to Beijing with my wife. I used camera Opympus SP-55OUZ for taken the moment.

May be someday if I have much money I will came again to Beijing China. But I would collect my money first before going there.

Beijing for me is amazing place and need to visit for vacancy and for holiday. Nice city but big city , nice people but many people.


This is The Temple of Heaven 







TEMPLE OF HEAVEN BEIJING


All the picture taken in 30 August 2010.

Regards,

Pujangga Piping.


PDMS DAN BAGIAN-BAGIANNYA

Kita lanjut lagi cerita mengenai PDMS. Khan PDMS kalau kita lihat dari penjabaran dalam bahasa Inggris yang diposting sebelum ini cakupannya cukup luas dan mempunyai bagian-bagian yang tersendiri. Maka dari itulah harganya cukup mahal untuk membeli license dari PDMS ini.
Bagian-bagian tersebut terbagi di dalam beberaapa bagian yaitu :

1. DESIGN (3D Model Design)
2. DRAFT (2D Drawing Production)
3. ISODRAFT (Isometric Drawings Production)
4. ADMIN (Project/User Control)
5. PARAGON (Catalogue Construction)
6. SPECON (Specification Construction)
7. PROPCON (Properties Construction)
8. LEXICON (User Defined Attributes)

Sebelum penulis melanjutkan cerita PDMS , mungkin teman-teman sudah tahu khan arti beberapa bagian PDMS di atas ? kalau belum tahu kita belajar sama-sama. Tapi entar dulu lah saya mau mencoba menterjemahkannya dalam bahasa Indonesia dahulu mengenai bagian-bagian itu. nanti saya share kalau saya berhasil menterjemahkannya.


ABBREVIATIONS OF PDMS :

1. WORLD
2. SITE
3. ZONE
4. EQUIPMENT (EQUI)
5. SUB-EQUIPMENT (SUBE)
6. PRIMITIVES
7. STRUCTURES (STRU)
8. FRAMEWORK (FRMW)
9. SUB-FRAMEWORK (SBFR)
10. STRUCTURAL COMPONENTS
11. PIPE
12. BRANCH (BRAN)
13. PIPING COMPONENTS
14. DESIGN EXPLORER
15. HISTORY LIST
16. NAME
17. TYPE
18. LOCK
19. OWNER
20. POSITION
21. ORIENTATION
22. LEVEL
23. OBSTRUCTION
24. HEIGHT
25. DIAMETER
26. COLOUR
27. UDA (USER DEFINED ATTRIBUTES)

semua yang tersebut diatas tentunya akan kita jumpai pada saat kita menggunakan PDMS. nanti di share juga apa-apa saja pengertian kata-kata diatas. masih mau menterjemahkannya juga.



Salam,

20 October 2011

CERITA MALAYSIA : 7 WASIAT RAJA-RAJA MELAYU

Tanggal 16 September 2011 yang lalu, saya berangkat ke Pekanbaru Indonesia untuk mengunjungi keluarga dan sebelum saya berangkat ke LCCT , saya transit di KL Sentral dan saya lihat ada pameran mengenai sejarah Malaysia dan karena tertarik saya singgah ke tempat tersebut .
Dan setelah saya singgah di sana dan saya tertarik dengan 7 wasiat Raja-raja Melayu yang ada di pameran tersebut .

Inilah 7 wasiat Raya-Raja Melayu dan Pemimpin-Pemimpin yang dibuat tanggal 31 Agustus 2011 sewaktu kemerdekaan. .

PERTAMA
Kami namakan dan panggil akan dia, bumi yang kamu pijak dan langit yang kamu junjung, Persekutuan Tanah Melayu .

KEDUA
Kami isyytiharkan dan kami simpan untuk kamu dan kami benarkan kamu isytihar dan simpan untuk anak cucu kamu, selain gunung-gunung, tasik dan hutan simpan, Tanah Simpanan Melayu sehingga Nisbah 50%, selebihnya kamu rebutkan bersama-sama kaum yang lain.

KETIGA
Bagi menjaga kamu dan bagi yang melindungi anak cucu kamu serta harta hak milik kamu, Kami telah tubuhkan Rejimen Askar Melayu selain untuk membanteras kekacauan dalam negera dan ancaman dari luar negara.

KEEMPAT
Kami kekalkan dan kami jami Kerajaan dan Kedaulatan Raja-Raja Melayu memerintah negara ini;

KELIMA
Kami isytiharkan ISLAM ialah Agama Persekutuan;

KEENAM
Kami tetapkan bahasa kebangsaan ialah BAHASA MELAYU; dan

KETUJUH
Kami amanahkan dan kami pertanggung jawabkan kepada Raja-Raja Melayu untuk melindungi KEDUDUDKAN ISTIMEWA ORANG MELAYU dan KEPENTINGAN SAH KAUM-KAUM LAIN (Kemudian ditamah kedudukan istimewa anak negeri Sabah dan Serawak)

Tujuan dibuatnya wasiat ini adalah :

"Kami wasiatkan kepada zuriat keturunan kami 7 perkara yang mana jika kamu bersatu padu dan berpegang teguh kepadanya selama itulah akan aman dan damai dan selamat sejahtera".

Dan ketujuh wasiat ini diterjemahkan dalam pengertian secara ringkas.

1. Malaysia - Perkara 1 (Nama, Negeri-negeri dan Wilayah-Wilayah Persekutuan)
Persekutuan dinamai Malaysia pada 16 September 2011 1963. Negeri-negerinya terdiri dari : Johor, Kedah, Kelantan, Malaka, Negeri Sembilan, Pahang, Perak, Perlis, Pulau Pinang, Sabah , Serawak, Selangor dan Terengganu.

2. Tanah Simpanan Melayu - Perkara 89 (Tanah Rizab Orang Melayu)

3. Rejimen Askar Melayu - Seksyen 16 (1) Akta Angkatan Bersenjata 1972.

4. Raja-Raja Melayu - Perkara 32 (Kepala Utama Negara Bagi Persekutuan Dan Permaisurinya)
Kepala Utama Negara bagi Persekutuan digelar Yang di-Pertuan Agong yang mengambil keutamaan mengatasi segala orang dalam Persekutuan. raja Permaisuri Agong mengambil keutamaan mengatasi segala orang lain dalam Persekutuan selepas Yang si-Pertuan Agong. Yang di-Pertuan Agong dipilih oleh Majlis Raja-Raja selama tempoh jawatan lima tahun.

5. ISLAM - Perkara 3 (Agama bagi Persekutuan)
Islam ialah Agama bagi Persekutuan tetapi agama-agama lain boleh diamalkan dengan aman dan damai di mana-mana bagian Persekutuan. Raja/Sultan disetiap negeri ialah Ketua Agama Islam bagi negerinya dan bagi negeri-negeri yang tidak mempunyai Raja/Sultan, Yang di-Pertuan Agong adalah Ketua Agama Islam negeri itu termasuklah Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur , Labuan dan Putrajaya.

6. Bahasa Melayu - Perkara 152 (Bahasa Kebangsaan)

7. Kedudukan Istimewa Orang Melayu dan Kepentingan Sah Kaum-kaum lain - Perkara 153 (Perizaban Kuota Mengenai Perkhidmatan , Permit dan sebagainya Untuk Orang Melayu)


Dan diterbitkan oleh : Jabatan Penerangan Malaysia
                                  Kementrian Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia.
                                  www.penerangan.gov.my

Sumber ini diambil dari Brosur-brosur yang saya ambil sewaktu melihat pameran 1 Malaysia di KL Central Kuala Lumpur. Dan tidak semua saya tulis apa yang ada di brosur itu tapi intinya adalah pemahaman mengenai sejarah Melayu. Dan Setidak-tidaknya saya jadi tahu Mengapa di Malaysia terjadi 2 kali perayaan Hari Merdeka yaitu : 31 Agustus dan 16 September.

Salam,

Kuala Lumpur , 20 October 2011

Wednesday, October 19, 2011

NOVEL "CERITA HATI UNTUK KEKASIH"



“Cerita Hati Untuk Kekasih  “ merupakan semacam novel yang kumpulan dari beberapa cerita pendek yang pernah dimuat di dalam blog http://pujanggapiping.blogsport.com . Ada 5 judul cerita pendek dan 1 buah sajak yang ada di dalam novel ini dan semua ditulis di selah-selah kesibukan dalam bekerja. Dan biasanya penulis lakukan di malam hari sebelum tidur dengan tujuan untuk mengisi postingan di blog pujangga piping agar tak kosong.

Saya menulis cerita-cerita pendek yang dibuat di dalam blog pujangga piping itu adalah hanya karena ingin mengisi waktu selama di Kuala Lumpur dan Kerteh. Dan semua itu ditulis saat saya bergabung di PFCE Indonesia yang mengirim saya berdinas di Malaysia.  Dan bergabung di Project PFCE Malaysia untuk project mereka di PRR 2 Petronas Gas Bhd  Kerteh Trengganu Malaysia.

Mengenai Cerita-cerita pendek yang ada di novel ini sedikit banyak tidak ada berkaitan satu sama lain karena hampir semua cerita berdiri sendiri kecuali cerpen “Kutemukan istriku di malam nisfu sa’ban yang ada dalam 2 bagian).

Mengenai Judul “Cerita Hati Untuk Kekasih” ini sengaja penulis ambil karena hampir semua cerita dalam novel ini berisikan tentang cerita hati untuk kekasihnya. Kekasih dalam hal ini bisa berupa pekerjaan, bisa merupakan pacar, bisa merupakan pasangan hidup. Dan semua diibaratkan menjadi “Kekasih”.



Kuala Lumpur 19 October 2011

Monday, October 17, 2011

SELAYANG PANDANG PDMS VERSI AVEVA.

Berikut Saya akan tampilkan selayang pandang mengenai PDMS dalam bahasa Inggris dan ini merupakan semacam overview daripada PDMS secara menyeluruh sehingga teman-teman yang belum mengetahui konsep kerja dari PDMS bisa segera mengerti dan memahami PDMS secara utuh.











 Itulah tadi pengenalan dan pengertian PDMS yang berupa slide-slide yang sengaja saya ambil dari www.aveva.com. Dan mudah-mudahan anda setelah membaca hal-hal diatas cepat memahami apa yang dimaksud dengan PDMS.  

bila kurang jelas , file diatas bisa di download di ziddu.

    http://www.ziddu.com/download/16875088/AVEVA.pdf.html 

Salam Kuala Lumpur, 17 Oktober 2011 jam 9.15 PM 

PRESSURE SAFETY VALVE (PSV)

PRESSURE RELIEF VALVE

A pressure relief valve is a safety device designed to protect a pressurized vessel or system during an overpressure event.
An overpressure event refers to any condition which would cause pressure in a vessel or system to increase beyond the specified design pressure or maximum allowable working pressure (MAWP).
The primary purpose of a pressure relief valve is protection of life and property by venting fluid from an overpressurized vessel.
Many electronic, pneumatic and hydraulic systems exist today to control fluid system variables, such as pressure, temperature and flow. Each of these systems requires a power source of some type, such as electricity or compressed air in order to operate. A pressure relief valve must be capable of operating at all times, especially during a period of power failure when system controls are nonfunctional.
The sole source of power for the pressure relief valve, therefore, is the process fluid.
Once a condition occurs that causes the pressure in a system or vessel to increase to a dangerous level, the pressure relief valve may be the only device remaining to prevent a catastrophic failure. Since reliability is directly related to the complexity of the device, it is important that the design of the pressure relief valve be as simple as possible.
The pressure relief valve must open at a predetermined set pressure, flow a rated capacity at a specified overpressure, and close when the system pressure has returned to a safe level. Pressure relief valves must be designed with materials compatible with many process fluids from simple air and water to the most corrosive media. They must also be designed to operate in a consistently smooth and stable manner on a variety of fluids and fluid phases.

SPRING LOADED PRESSURE RELIEF VALVE

The basic spring loaded pressure relief valve has been developed to meet the need for a simple, reliable, system actuated device to provide overpressure protection.
The image on the right shows the construction of a spring loaded pressure relief valve.
The valve consists of a valve inlet or nozzle mounted on the pressurized system, a disc held against the nozzle to prevent flow under normal system operating conditions, a spring to hold the disc closed, and a body/bonnet to contain the operating elements. The spring load is adjustable to vary the pressure at which the valve will open.
When a pressure relief valve begins to lift, the spring force increases. Thus system pressure must increase if lift is to continue. For this reason pressure relief valves are allowed an overpressure allowance to reach full lift. This allowable overpressure is generally 10% for valves on unfired systems. This margin is relatively small and some means must be provided to assist in the lift effort.
Most pressure relief valves, therefore, have a secondary control chamber or huddling chamber to enhance lift. As the disc begins to lift, fluid enters the control chamber exposing a larger area of the disc to system pressure.
This causes an incremental change in force which overcompensates for the increase in spring force and causes the valve to open at a rapid rate. At the same time, the direction of the fluid flow is reversed and the momentum effect resulting from the change in flow direction further enhances lift. These effects combine to allow the valve to achieve maximum lift and maximum flow within the allowable overpressure limits. Because of the larger disc area exposed to system pressure after the valve achieves lift, the valve will not close until system pressure has been reduced to some level below the set pressure. The design of the control chamber determines where the closing point will occur.
The difference between the set pressure and the closing point pressure is called blowdown and is usually expressed as a percentage of set pressure.

BALANCED BELLOWS VALVES AND BALANCED PISTON VALVES

When superimposed back pressure is variable, a balanced bellows or balanced piston design is recommended. A typical balanced bellow is shown on the right. The bellows or piston is designed with an effective pressure area equal to the seat area of the disc. The bonnet is vented to ensure that the pressure area of the bellows or piston will always be exposed to atmospheric pressure and to provide a telltale sign should the bellows or piston begin to leak. Variations in back pressure, therefore, will have no effect on set pressure. Back pressure may, however, affect flow.
Image of a balanced-bellows, spring-loaded PRV.

OTHER DESIGNS OF RELIEF VALVES

Safety Valve. A safety valve is a pressure relief valve actuated by inlet static pressure and characterized by rapid opening or pop action. (It is normally used for steam and air services.)
  • Low-Lift Safety Valve. A low-lift safety valve is a safety valve in which the disc lifts automatically such that the actual discharge area is determined by the position of the disc.
  • Full-Lift Safety Valve. A full-lift safety valve is a safety valve in which the disc lifts automatically such that the actual discharge area is not determined by the position of the disc.
Relief Valve. A relief valve is a pressure relief device actuated by inlet static pressure having a gradual lift generally proportional to the increase in pressure over opening pressure. It may be provided with an enclosed spring housing suitable for closed discharge system application and is primarily used for liquid service.
Safety Relief Valve. A safety relief valve is a pressure relief valve characterized by rapid opening or pop action, or by opening in proportion to the increase in pressure over the opening pressure, depending on the application and may be used either for liquid or compressible fluid.
  • Conventional Safety Relief Valve. A conventional safety relief valve is a pressure relief valve which has its spring housing vented to the discharge side of the valve. The operational characteristics (opening pressure, closing pressure, and relieving capacity) are directly affected by changes of the back pressure on the valve.
  • Balanced Safety Relief Valve. A balanced safety relief valve is a pressure relief valve which incorporates means of minimizing the effect of back pressure on the operational characteristics (opening pressure, closing pressure, and relieving capacity).
Pilot-Operated Pressure Relief Valve. A pilotoperated pressure relief valve is a pressure relief valve in which the major relieving device is combined with and is controlled by a self-actuated auxiliary pressure relief valve.
Power-Actuated Pressure Relief Valve. A poweractuated pressure relief valve is a pressure relief valve in which the major relieving device is combined with and controlled by a device requiring an external source of energy.
Temperature-Actuated Pressure Relief Valve. A temperature-actuated pressure relief valve is a pressure relief valve which may be actuated by external or internal temperature or by pressure on the inlet side.
Vacuum Relief Valve. A vacuum relief valve is a pressure relief device designed to admit fluid to prevent an excessive internal vacuum; it is designed to reclose and prevent further flow of fluid after normal conditions have been restored.

CODES, STANDARDS AND RECOMMENDED PRACTICES

Many Codes and Standards are published throughout the world which address the design and application of pressure relief valves. The most widely used and recognized of these is the ASME Boiler and Pressure Vessel Code, commonly called the ASME Code.
Most Codes and Standards are voluntary, which means that they are available for use by manufacturers and users and may be written into purchasing and construction specifications. The ASME Code is unique in the United States and Canada, having been adopted by the majority of state and provincial legislatures and mandated by law.
The ASME Code provides rules for the design and construction of pressure vessels. Various sections of the Code cover fired vessels, nuclear vessels, unfired vessels and additional subjects, such as welding and nondestructive examination. Vessels manufactured in accordance with the ASME Code are required to have overpressure protection. The type and design of allowable overpressure protection devices is spelled out in detail in the Code.

Terminology

The following definitions are taken from DIN 3320 but it should be noted that many of the terms and associated definitions used are universal and appear in many other standards. Where commonly used terms are not defined in DIN 3320 then ASME PTC25.3 has been used as the source of reference. This list is not exhaustive and is intended as a guide only; it should not be used in place of the relevant current issue standard:
  • Operating pressure (working pressure) is the gauge pressure existing at normal operating conditions within the system to be protected.
  • Set pressure is the gauge pressure at which under operating conditions direct loaded safety valves commence to lift.
  • Test pressure is the gauge pressure at which under test stand conditions (atmospheric backpressure) direct loaded safety valves commence to lift.
  • Opening pressure is the gauge pressure at which the lift is sufficient to discharge the predetermined flowing capacity. It is equal to the set pressure plus opening pressure difference.
  • Reseating pressure is the gauge pressure at which the direct loaded safety valve is re-closed.
  • Built-up backpressure is the gauge pressure built up at the outlet side by blowing.
  • Superimposed backpressure is the gauge pressure on the outlet side of the closed valve.
  • Backpressure is the gauge pressure built up on the outlet side during blowing (built-up backpressure + superimposed backpressure).
  • Accumulation is the increase in pressure over the maximum allowable working gauge pressure of the system to be protected.
  • Opening pressure difference is the pressure rise over the set pressure necessary for a lift suitable to permit the predetermined flowing capacity.
  • Reseating pressure difference is the difference between set pressure and reseating pressure.
  • Functional pressure difference is the sum of opening pressure difference and reseating pressure difference.
  • Operating pressure difference is the pressure difference between set pressure and operating pressure.
  • Lift is the travel of the disc away from the closed position.
  • Commencement of lift (opening) is the first measurable movement of the disc or the perception of discharge noise.
  • Flow area is the cross sectional area upstream or downstream of the body seat calculated from the minimum diameter which is used to calculate the flow capacity without any deduction for obstructions.
  • Flow diameter is the minimum geometrical diameter upstream or downstream of the body seat.
  • Nominal size designation of a safety valve is the nominal size of the inlet.
  • Theoretical flowing capacity is the calculated mass flow from an orifice having a cross sectional area equal to the flow area of the safety valve without regard to flow losses of the valve.
  • Actual flowing capacity is the flowing capacity determined by measurement.
  • Certified flowing capacity is actual flowing capacity reduced by 10%.
  • Coefficient of discharge is the ratio of actual to the theoretical discharge capacity.
  • Certified coefficient of discharge is the coefficient of discharge reduced by 10% (also known as derated coefficient of discharge).
The following terms are not defined in DIN 3320 and are taken from ASME PTC25.3:
  • Blowdown (reseating pressure difference) - difference between actual popping pressure and actual reseating pressure, usually expressed as a percentage of set pressure or in pressure units.
  • Cold differential test pressure the pressure at which a valve is set on a test rig using a test fluid at ambient temperature. This test pressure includes corrections for service conditions e.g. backpressure or high temperatures.
  • Flow rating pressure is the inlet static pressure at which the relieving capacity of a pressure relief device is measured.
  • Leak test pressure is the specified inlet static pressure at which a quantitative seat leakage test is performed in accordance with a standard procedure.
  • Measured relieving capacity is the relieving capacity of a pressure relief device measured at the flow rating pressure.
  • Rated relieving capacity is that portion of the measured relieving capacity permitted by the applicable code or regulation to be used as a basis for the application of a pressure relieving device.
  • Overpressure is a pressure increase over the set pressure of a pressure relief valve, usually expressed as a percentage of set pressure.
  • Popping pressure is the value of increasing static inlet pressure of a pressure relief valve at which there is a measurable lift, or at which the discharge becomes continuous as determined by seeing, feeling or hearing.
  • Relieving pressure is set pressure plus overpressure.
  • Simmer is the pressure zone between the set pressure and popping pressure.
  • Maximum operating pressure is the maximum pressure expected during system operation.
  • Maximum allowable working pressure (MAWP) is the maximum gauge pressure permissible at the top of a completed vessel in its operating position for a designated temperature.
  • Maximum allowable accumulated pressure (MAAP) is the maximum allowable working pressure plus the accumulation as established by reference to the applicable codes for operating or fire contingencies.
Source and images for this page:
Crosby®  - Pressure Relief Valve Engineering Handbook -
Anderson Greenwood Crosby  - Technical Seminar Manual -
Spirax Sarco  - Alternative Plant Protection Devices and Terminology -

Sunday, October 16, 2011

ALASAN ORANG BERTAHAN DENGAN GAJI KECIL

Banyak orang yang bekerja lebih keras namun menerima bayaran/gaji yang lebih kecil. Banyak pula yang tidak menerima promosi jabatan atau penghargaan atas jerih payahnya terhadap perusahaan. Menghadapi kenyataan ini, tidak sedikit orang yang hanya menerima keadaan dan bertahan.

Namun bagi mereka yang senantiasa mencari penghidupan yang lebih layak, pasti segera mencari pekerjaan baru atau memulai usaha sendiri. Ada tujuh hal yang membuat seseorang bertahan dengan pekerjaannya, meskipun ia tak mendapatkan kenaikan gaji maupun jabatan seperti dikutip dari Helium.

1. Tidak Percaya Diri
Anda merasa tidak dihargai, mungkin bukan kesalahan perusahaan sepenuhnya. Hal ini bisa jadi Anda yang tidak terlihat percaya diri dalam bekerja sehingga perusahaan merasa pantas membayar murah. Anda pun menyadari jika mulai mengeluh, akan banyak pekerja baru yang akan siap menggantikan posisi Anda dengan bayaran yang lebih murah. Yang perlu Anda lakukan adalah mulai menilai sendiri kemampuan dan melihat peluang kerja lain.

Rasa tidak percaya diri yang Anda pancarkan seringkali membuat perusahaan Anda ragu apakah Anda memang siap untuk naik ke jenjang posisi yang lebih tinggi. Anda kurang pede karena tingkat pendidikan kurang tinggi? Ambillah sekolah lanjutan dengan menyisihkan waktu dan biaya dari pekerjaan yang sekarang.

2. Takut Akan Perubahan
Manusia adalah makhluk yang hidup dengan kebiasaan. Semakin bertambahnya usia, maka semakin pula orang takut akan perubahan dalam hidupnya, terlebih jika hal tersebut terasa asing baginya. Kebiasaan yang telah dialami dengan pekerjaan sebelumnya juga membuat orang berpikir dua kali untuk pindah kerja, meskipun ia banyak mengeluh. Jadi, lawan rasa takut Anda, dan pikirkan masa depan Anda di hari tua maupun anak-anak Anda. Saat Anda menjalani pekerjaan baru, otomatis akan belajar hal baru dan beradaptasi kembali.

3. Takut Akan Manajemen Kantor
Tidak ada orang yang menghargai orang yang merasa 'kecil' yang ingin tetap menjadi kecil. Dalam hal ini, siapa yang ingin melarang seseorang yang tidak ingin maju dan jalan di tempat sepanjang hidupnya. Selain membawa pengaruh yang kurang baik, pastinya akan merepotkan bagi orang lain. Manajemen kantor tidak akan melarang pegawainya yang ingin maju. Malah dalam kebanyakan kasus, justru pegawai yang merasa takut meninggalkan manajemen kantor yang telah membuat dirinya nyaman.

4. Terperangkap 'Kewajiban'
Anda tidak bisa mengundurkan diri meski gaji kecil karena tuntutan rumah tangga. Istilahnya keluarga mau dikasih makan apa? Jika Anda sudah menikah, bicarakan dengan pasangan apakah ada peluang kerja/bisnis yang belum dieksplorasi. Dan apakah Anda juga bisa menyesuaikan gaya hidup dengan gaji yang diterima selama ini? Banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang, dan salah satunya adalah waktu kebersamaan. Memiliki pekerjaan baru dengan gaji yang lebih besar tentunya dibarengi dengan tuntutan kerja yang lebih besar pula. Anda mungkin tidak akan memiliki banyak waktu untuk keluarga nantinya karena terlalu sibuk mencari uang.

5. Tidak Punya Waktu Networking
Jika saat ini pekerjaan Anda menyita banyak waktu sampai tidak bisa berkumpul bersama teman-teman, hal ini bisa jadi kesalahan terbesar. Teman, selain menjadi tempat bercerita, ia juga bisa menjadi penghubung kepada relasi kerja yang baru. Jadi mulai dari sekarang, luangkanlah waktu lebih untuk networking dan perbanyak kenalan. Anda tidak akan pernah tahu dari mana saja kesempatan kerja yang baru atau sekedar freelance menggapai Anda.

6. Sindrom Robot
Apakah Anda pernah melihat orang-orang dengan wajah muram, pergi ke kantor setiap hari, bekerja dan pulang dengan wajah yang lebih lelah. Bagaikan robot yang terprogram untuk melakukan sebuah tugas, mereka seperti tidak memiliki jiwa dan hanya menjalankan rutinitas hidup yang monoton.
Jangan hal ini sampai terjadi pada Anda. Seimbangkanlah pekerjaan dengan liburan, kesenangan, keluarga bahkan hobi untuk menghindari kebuntuan ide dan kebencian terhadap rutinitas. Jika aura Anda buruk akibat hal ini, pasti langsung terdeteksi oleh klien maupun rekan kerja, dan hal ini tentunya buruk untuk promosi jabatan Anda.

7. Malas Menghadapi Hal Baru (Sudah Merasa Nyaman)
Anda merasa nyaman dengan pekerjaan saat ini berkat rekan kerja dan atasan yang baik, fasilitas kantor yang menunjang, namun gaji kecil dan pas-pasan untuk hidup sehari-hari. Namun karena rasa nyaman itu, Anda sebisa mungkin menyesuaikannya dan melupakan niat mencari pekerjaan baru. Biasanya hal ini terjadi pada orang yang telah mencapai umur tertentu, dimana ia juga mengurungkan niat karena malas bersaing dengan talenta yang lebih muda.

Nasib memang ditentukan oleh yang maha kuasa, namun sebagai manusia yang produktif, Anda harus memikirkan tabungan untuk masa depan. Dengan penghasilan lebih, Anda bisa saja berinvestasi dan memulai usaha sendiri. Pertimbangkanlah selalu hal tersebut.


diambil dari www.wolipop.com 
 

 

9 & 6 TIPS-TIPS ETIKA CARA MENGIRIM EMAIL SERTA KESALAHANNYA

E-mail atau surat elektronik merupakan alternatif cepat dan efisien untuk korespondensi. Namun dengan cara yang salah, e-mail akan terlihat tidak profesional dan mencerminkan karakter pengirim yang kurang baik.

Dalam beberapa kasus, orang sering menerima teguran dari atasan karena e-mail yang terkesan sembarangan. Beberapa tips mengirim e-mail yang profesional dan tertata dengan baik secara etiket dari ehow.

1. Pembuka
Mulailah membuka surat dengan kata sapaan. Saat ini banyak orang menyampurkan istilah inggris meskipun isi surat berbahasa Indonesia, misalnya Dear Mr. Miss. Hindarilah hal ini. Konsistenlah menggunakan satu bahasa dari pembuka hingga penutup surat. Gunakan bahasa Indonesia yang baku seperti, Yang terhormat, Bapak, Ibu, Sdra, Sdri. Menyantumkan jabatan atau posisi orang yang dituju juga disarankan. Jika surat Anda ditujukan untuk banyak orang, bisa langsung menyebut nama perusahaan.

2. Isi
Beri jarak satu baris untuk isi surat dari pembuka. Isi surat apapun isinya, baik teguran, peringatam maupun kekecewaan, jangan pernah menyantumkan kata-kata yang kasar. Kata yang berbau istilah slang, porno, sarkasme, lelucon, meremehkan, atau hal lainnya yang terkesan menyinggung perasaan orang lain. Ungkapkan fakta, bukan emosi. Jangan lupa, e-mail mudah sekali diteruskan kepada orang lain, bahkan beberapa perusahaan bisa memonitor isi e-mail yang dikirimkan dari sistem IT. Saat e-mail tersebut dicetak, bisa menjadi bukti tertulis yang waktunya tak terbatas. Jadi selalu berhati-hatilah dalam memilih kalimat.

3. Penutup
Setelah isi surat, beri jarak satu baris lagi sebelum menutupnya dengan salam hormat seperti, Hormat Saya atau istilah inggrisnya, Best Regards. Di poin ini, Anda harus menyantumkan identitas diri selengkap mungkin. Dimulai dari salam, nama lengkap, jabatan, nama perusahaan, alamat perusahaan, kode pos, nomor telepon perusahaan, nomor telepon pribadi, hingga alternatif alamat e-mail.

4. Subjek
Di dalam boks subjek, cantumkanlah judul yang merangkum isi surat. Singkat dan tepat untuk memudahkan orang mengetahui garis besar isi surat.

5. Cek Ejaan
Kesalahan mengeja mencerminkan keteledoran seseorang akan hal detail dan kadang membuat sebuah kalimat terdengar rancu dan sulit dimengerti. Meskipun surat yang Anda kirimkan ditujukan kepada klien yang sudah menjadi teman atau akrab, kesalahan ejaan tetap harus diperiksa. Anda tidak akan pernah tahu bila surat tersebut akan diteruskan ke atasannya.

6. Proofread
Dalam istilah percetakan, sebelum sebuah naskah diterbitkan, ia harus mengalami proses proofread atau dibaca ulang. Luangkan waktu lebih untuk membaca kembali isi surat. Periksa selain ejaan yang salah, apakah susunan kalimatnya sudah tepat dan enak dibaca alurnya. Jika Anda sudah menekan tombol 'send' atau kirim, Anda tidak bisa memperbaiki kesalahan. Proofread juga berguna untuk mengecek apakah orang yang Anda tuju sudah benar untuk menghindari salah kirim.

7. Emoticon
Jangan pernah gunakan emoticon seperti smiley (simbol senyum) untuk memberi kesan kasual maupun rasa humor. Walaupun mereka terlihat lucu, hal ini dikategorikan tidak profesional, terkecuali memang Anda sudah kenal akrab dengan orang yang dituju. Itupun harus dibatasi penggunaannya maksimal dua emoticon.

8. BCC
BCC (Blind Carbon Copy) berguna untuk menyantumkan alamat lain tanpa memperlihatkannya kepada penerima lainnya. Bila profesi Anda mengharuskan menyantumkan banyak pihak saat mengirim e-mail, hal ini berguna untuk menjaga kerahasiaan pihak lain. Di satu sisi, BCC juga berguna untuk menghindari rasa sensitif yang tidak perlu dari pihak-pihak tertentu.

9. Formalitas
Meskipun terdengar membosankan, namun formalitas surat tetap harus dijaga. Anda akan terbiasa dengan isi surat formal jika terus menggunakannya dalam korespondesi kantor. Hal ini juga berguna untuk memberikan citra diri yang baik serta menghindarkan diri dari kesalahan surat-menyurat.


  
KESALAHAN DALAM MENGIRIM EMAIL. 


Dalam dunia kerja, mengirim surat eletronik (e-mail) bisa menjadi rutinitas sehari-hari. Sayangnya, banyak juga orang yang mengeluhkan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dari e-mail yang diterima.

Bukan lagi permasalahan etika e-mail seperti yang dibahas di sini, namun aspek lainnya yang membuat orang tidak nyaman. Asumsikanlah surat yang Anda kirim seperti status twitter atau facebook yang bisa dibaca sejuta orang di dunia. Bisa dibayangkan bagaimana efeknya terhadap reputasi diri.

Pencitraan diri maupun isi surat bisa berkembang menjadi hal yang positif hingga negatif. layaknya facebook dan twitter, kekecewaan orang akan sesuatu kini seperti tiada batas. Secepat menekan tombol 'retweet' maupun 'forward', sebuah pembahasan akan cepat beredar. Hal ini sama efeknya dengan surat elektronik (e-mail). Dikutip dari situs Prdaily, ada beberapa hal yang bisa menyelamatkan Anda dari perbincangan buruk lewat e-mail:

1. 'Reply All'
Seringkali seseorang terburu-buru atau terlalu fokus mengerjakan sesuatu sampai salah menekan tombol 'reply all'. Reply all berarti membalas surat kepada semua pihak yang dicantumkan oleh pengirim surat. Solusinya, sebelum menekan tombol 'send', luangkan waktu sekitar 10 detik untuk melihat kembali siapa saja daftar penerima surat yang Anda tulis. Hal ini berguna untuk menghindari penerima surat yang tidak memiliki kepentingan.

Contoh kasus, seorang perekrut kerja mengajak 10 orang pelamar untuk hadir menghadiri wawancara kerja yang diadakan dalam jangka waktu tertentu. Anda termasuk di antaranya. Saat membalasnya, Anda menekan tombol 'reply all', alhasil ke-9 pelamar lainnya akan tahu isi surat Anda, mulai dari kapan Anda akan datang dan segala pertanyaan yang bersifat personal yang ditujukan kepada sang perekrut.

2. 'Auto-Fill'
Salah satu fasilitas memiliki akun e-mail adalah Anda memiliki buku telpon yang bisa diakses kapanpun hanya dengan mengetikkan alfabet di boks penerima surat. Pastikan Anda mengetikkan nama yang benar, bukan sekedar mengandalkan fasilitas auto-fill yang mengisikan nama penerima surat berdasarkan kemiripan alfabet.

3. Lelucon
Untuk alasan apapun, jangan pernah berusaha memasukkan unsur humor ke dalam korespondensi yang sifatnya bisnis. Hal ini boleh dilakukan jika Anda mengirim surat kepada seseorang yang bisa dipercaya dan tidak akan meneruskan surat Anda kepada pihak lain. Pastikan isi surat tetap formal, sopan, tertata dengan baik maksud dan tujuannya.

4. Mudah Emosi
Banyak e-mail yang bisa membuat seseorang emosi seketika dan mengirimkan balasan yang tak kalah emosional. Daripada merusak reputasi Anda, setelah menerima e-mail semacam itu, segera tinggalkan komputer sejenak dan luangkan waktu untuk menenangkan diri. Bisa juga mengobrol dengan rekan kerja yang bisa dipercaya. Setelah diri terasa tenang, kembali periksa isi surat tersebut. Emosi yang stabil akan membuat Anda membalas surat tersebut dengan isi yang hormat, dan menghindarkan diri dari kesalahpahaman.

5. Mempermalukan Diri
Mintalah teman atau rekan kerja yang bisa dipercaya untuk membaca kembali isi surat Anda sebelum dikirimkan. Ada kecenderungan dimana seorang yang menulis e-mail sendiri, ketika membaca ulang suratnya akan merasa segala sesuatunya baik-baik saja, baik dari aspek ejaan hingga susunan kalimat. Tidak ada salahnya untuk mencegah hal-hal yang bisa mempermalukan diri di kemudian hari.

6. Spiral Turun
Istilah ini lebih dikenal dengan 'downward spiral', dimana seseorang merasa tidak nyaman atau depresi yang terus-menerus dan makin bertambah akan sesuatu hal. Dalam korespondensi, seringkali maksud dan tujuan yang diuntai lewat kata-kata justru membuyarkan maksud aslinya dan menjadi melenceng. Ketimbang memperdebatkan sesuatu hal lewat e-mail dan berkutat dengan kalimat, hentikan korespondensi dan langsung hubungi orang tersebut via telpon atau tatap muka dalam sebuah pertemuan.
 



diambil dari www.wolipop.com

MEMAHAMI MAKNA DARI PDMS DARI SUDUT PANDANG PUJANGGA PIPING

PDMS itu adalah singkatan dari Plant Design Management System. Dan PDMS adalah sebuah software 3 Dimensi yang dimiliki oleh AVEVA. (www.aveva.com)

Pengertian seperti diatas itulah yang penulis ketahui mengenai PDMS, karena penasaran dan pengen tahu banyak mengenai PDMS maka di dalam blog pujangga piping ini menulis menuliskan step by step belajar PDMS itu karena itu menupakan catatan pujangga piping saat belajar PDMS. Maksudnya daripada nanti kelupaan dan belajar lagi dari awal maka penulis merangkumnya di dalam blog pujangga piping ini. Jadi karena ini tahap pembelajaran maka apa yang disampaikan oleh penulis dalam blog ini adalah berdasarkan pandangan penulis semata mengenai PDMS dan mungkin sebagian pandangan orang yang biasa memakai PDMS berbeda.

Dan bila anda ingin belajar PDMS lebih detail sebaiknya anda menghubungi Oil Institut (www.oilinstitut.com) dengan emailnya info@oilinstitut.com atau rizal@oilinstitut.com. Saya rekomendasikan Oil Institut karena saya pernah menjadi bagian dari lembaga training tersebut dan berhubung saya mendapat peluang kerja di Kuala Lumpur maka akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Oil Institut. Itu karena saya banyak memperoleh hasil yang maksimal selama saya bekerja dan belajar di Oil Institut.

Plant 

Balik lagi ke cerita awal.

PDMS itu merupakan software yang besar dan cukup mahal harganya makanya jarang dipakai di project-project onshore walau ada beberapa company yang telah memakainya. Dan pengalaman saya di Malaysia hampir semua company memakai PDMS sebagai alat mendesign untuk suatu project. Karena memang investasi awal cukup mahal tapi khan mendapatkan hasil yang maksimal. Karena dengan PDMS diharapkan akan mengurangi cost-cost yang tidak perlu dan menghindarkan juga dari kegagalan project-project.
Karena kalau saya lihat keuntungan menggunakan PDMS adalah kebanyakan berhubungan dengan material yang digunakan dimana dengan menggunakan PDMS maka surplus material/kelebihan material yang tidak terpakai semakin berkurang. Dan kalau di piping bisa dikatakan “ istilah panjang potong dan pendek sambung” bisa dihindari/dikurangi

Disamping itu juga kebutuhan akan manpower bisa dikurangi dan waktu pengerjaan pun bisa dipercepat dengan menggunakan software ini. Software ini bisa digunakan baik itu untuk offshore maupun onshore. Intinya software ini digunakan untuk mempermudah membuat suatu system perencanaan yang berhasil baik untuk suatu project.

Untuk mempelajari PDMS ini tidaklah begitu sulit yang penting kita tahu cara mendesign baik itu steel structure, piping, mechanical maupun Electrical/instrument. Dan PDMS ini hanyalah sebuah tools yang mempermudah orang dalam mendesign sesuatu.

Ada beberapa orang menyatakan bahwa kalau kita bisa mengoperasikan PDMS tentunya ratenya akan lebih baik. Kalau pendapat itu saya rasa betul adanya tapi dengan catatan orang tersebut minimal seorang yang pernah bekerja sebagai seorang designer. Karena PDMS ini mostly adalah pendesignan jadi kalau kemampuannya hanyaah copy paste alias drafter maka rasanya sulit menjadi seorang PDMS Designer.

Bila kita mengikuti training-training PDMS, maka kita akan belajar membuat design untuk Steel Structure, Mechanical and Piping. Kalau E & I ada kelas tersendiri. Tapi dalam aplikasi design PDMS yang sesungguhnya untuk Steel Structure ada bagian sendiri , piping ada bagian tersendiri dan mechanical atau diistilahkan dengan Equipment. Maksudnya adalah setiap bagian mempunyai designer tersendiri.


Disamping keuntungan secara material dan mempermudah suatu project bila kita menggunakan PDMS ada juga kekurangannya dalam menggunakan PDMS ini. Itu kadang menjadi alasan untuk memperlambat suatu project. Dan kekurangan itu dari sudut pujangga piping yang menerapkan seni dalam suatu pengerjakan design piping adalah :

1.      Kualitas gambar yang merupakan transferan dari PDMS Design ke Isometric Drawing (Iso Draft) tidaklah secantik dan sebaik bila kita menggunakan manual Cad Drawings. Kadang orang mengalasakan bahwa itulah hasil dari PDMS bilamana kita menuntut suatu hasil yang maksimal dari sebuah drawings.

Contohnya : MTO (Material Take Off) yang ditampilkan pada Isometric Drawings atau drawings lainnya yang dikeluarkan oleh ISO Draft. Bila kita lihat Bolt and Nuts. Kadang kala muncul dan kadang kala tidak muncul tercetak dalam drawings. Dan bila kita meriew dan menemukan beberapa kejanggalan dan ditanyakan kepada yang mendesign. Dialaskan bahwa itulah yang keluar dari PDMS. Sebenarnya itu jawaban yang membuang badan.

Kalau menurut saya sebenarnya Tampilan hasil dari Isodraft tidaklah sempurna sekali tapi sebenarnya bisa di edit lagi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan mempermudah orang untuk membacanya. Karena PDMS itu hanyalah Tools Design jadi semua bagaimana kita yang ingin membuatnya menjadi baik.

2.      HOLD Item yang selalu bikin reseh.
Bila kita menggunakan PDMS, kita juga memelurkan kecermatan dalam memproduksi equipment/equipment, piping component dan special item secara baik. Bila semua itu tak terpenuhi makan keluarlah istilah HOLD Item dan kadang bikin semua menjadi delay. Tapi sebenarnya itu bisa disiasati dengan insting dan kecekatan  seorang designer. Bila terjadi pada Valve atau Orifice, kita cermati dengan melihat standard-standard yang baku yang terdapat dalam piping spec atau client spec. Kalau Equipment dan special item kebanyakan dari vendor drawings.  Kalau untuk Steel structure kebanyakan pada ukuran-ukuran Beam yang masih memerlukan perhitungan yang maksimal. Kalau pada Piping kebanyakan terjadi pada pipa yang tidak lazim dipakai contohnya FRP Pipe. Tapi saya nggak tahu apakah ini berhubungan dengan Administrator yang harus memasukkan lagi spec FRP di dalam PARAGON atau yang mana lagi saya kurang paham. Intinya HOLD item bisa bikin design menjadi terlambat dan bikin suatu system perencanaan piping tidak menjadi indah dan enak dilihat.

3.      Designer PDMS Carbitan mempunyai kemampuan sebagai Operator dan bukan Designer. Yang merasa sudah puas karena sudah duduk di dalam PDMS Members.
Kesempurnaan suatu design piping atau lainnya di dalam PDMS adalah tanggung jawab daripada seorang designer. Dan seorang designer itu mempunyai anggapan bahwa design yang dihasilkan bisa di baca orang, bisa dimengerti dan bisa di construct. Tapi kadang seorang designer itu mempunyai keegoan sendiri menuruti apa yang dia buat alias mendesign dengan asal-asalan walau apa yang didesign itu tidak bisa dipakai alias tidak bisa deconstruct /difabrikasi. Dan kadang ini yang membuat nilai jual PDMS Designer menjadi murah. Jadi bila kita ingin menjadi seorang PDMS Designer hendaknya kaedah-kaedah sebagai seorang designer itu harus dipenuhi dahulu. Dengan mempelajari specification dari Client, Specification dari material itu sendiri dan Standard International yang dipakai, tentunya kita mudah mendapatkan apa yang menjadi kaedah-kaedah seorang PDMS Designer.

Intinya Prinsip-prinsip seorang designer murni baik itu piping, mechanical, civil ataupun E & I haruslah dimiliki sebelum menjadi seorang PDMS Designer. Dan jangan salahkan software PDMS bila kita melakukan kesalahan dalam hal mendesign sesuatu yang salah dan tidak bisa di-konstruksi /fabrikasi. Dan tentunya harus diingat bahwa PDMS itu adalah Tools 3 Dimensi yang bekerja dalam membantu Designer untuk mempermudah pengerjaan suatu project.

Dan itulah menurut pandangan pujangga piping dalam memahami PDMS dan mungkin pandangan ini berbeda dengan pandangan-pandangan seorang PDMS Designer Murni. Karena pandangan ini adalah pandangan secara awam dari sisi seorang pujangga piping. Anggap sajalah apa yang disampaikan diatas adalah pandangan salah sorang PDMS Designer Carbitan juga.

Sebenarnya PDMS itu adalah software yang bagus untuk mendesign suatu Plant dan apalagi dengan tampilan-tampilan yang sempurna dengan 3 Dimensinya membuat suatu design seni yang tak ternilai harganya. Dan dengan PDMS, kita bisa mendesign sesuatu yang cantik, baik dan semua kelemahan-kelemahan bisa ditutupi dengan design yang baik, sempurna dan mudah difabrikasi/konstruksi di site.


Si sesi berikutnya akan saya akan belajar mengenai Hierarchy dari PDMS dan bila teman-teman masih mau mengikuti di persilahkan..

Bila anda ingin belajar PDMS coba kunjungi www.pdmswolrd.com atau www.aveva.com atau search di internet baik di  www.yahoo.com atau pun di www.google.com. Banyak kok website atau log lain yang menulis mengenai PDMS yang lebih apik dan baik.

Bila anda ingin mengetahui command-command dari PDMS bisa di download di :

1.  http://www.ziddu.com/download/16139649/commandesPDMS.pdf.html
 
2. http://www.ziddu.com/download/16139648/CommandSyntax.doc.html


Salam

Kuala Lumpur, 16 Oktober 2011.

MEMAHAMI MAKNA DARI PDMS DARI SUDUT PANDANG PUJANGGA PIPING

PDMS itu adalah singkatan dari Plant Design Management System. Dan PDMS adalah sebuah software 3 Dimensi yang dimiliki oleh AVEVA. (www.aveva.com)

Pengertian seperti diatas itulah yang penulis ketahui mengenai PDMS, karena penasaran dan pengen tahu banyak mengenai PDMS maka di dalam blog pujangga piping ini menulis menuliskan step by step belajar PDMS itu karena itu menupakan catatan pujangga piping saat belajar PDMS. Maksudnya daripada nanti kelupaan dan belajar lagi dari awal maka penulis merangkumnya di dalam blog pujangga piping ini. Jadi karena ini tahap pembelajaran maka apa yang disampaikan oleh penulis dalam blog ini adalah berdasarkan pandangan penulis semata mengenai PDMS dan mungkin sebagian pandangan orang yang biasa memakai PDMS berbeda.

Dan bila anda ingin belajar PDMS lebih detail sebaiknya anda menghubungi Oil Institut (www.oilinstitut.com) dengan emailnya info@oilinstitut.com atau rizal@oilinstitut.com. Saya rekomendasikan Oil Institut karena saya pernah menjadi bagian dari lembaga training tersebut dan berhubung saya mendapat peluang kerja di Kuala Lumpur maka akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Oil Institut. Itu karena saya banyak memperoleh hasil yang maksimal selama saya bekerja dan belajar di Oil Institut.

Plant 

Balik lagi ke cerita awal.

PDMS itu merupakan software yang besar dan cukup mahal harganya makanya jarang dipakai di project-project onshore walau ada beberapa company yang telah memakainya. Dan pengalaman saya di Malaysia hampir semua company memakai PDMS sebagai alat mendesign untuk suatu project. Karena memang investasi awal cukup mahal tapi khan mendapatkan hasil yang maksimal. Karena dengan PDMS diharapkan akan mengurangi cost-cost yang tidak perlu dan menghindarkan juga dari kegagalan project-project.
Karena kalau saya lihat keuntungan menggunakan PDMS adalah kebanyakan berhubungan dengan material yang digunakan dimana dengan menggunakan PDMS maka surplus material/kelebihan material yang tidak terpakai semakin berkurang. Dan kalau di piping bisa dikatakan “ istilah panjang potong dan pendek sambung” bisa dihindari/dikurangi

Disamping itu juga kebutuhan akan manpower bisa dikurangi dan waktu pengerjaan pun bisa dipercepat dengan menggunakan software ini. Software ini bisa digunakan baik itu untuk offshore maupun onshore. Intinya software ini digunakan untuk mempermudah membuat suatu system perencanaan yang berhasil baik untuk suatu project.

Untuk mempelajari PDMS ini tidaklah begitu sulit yang penting kita tahu cara mendesign baik itu steel structure, piping, mechanical maupun Electrical/instrument. Dan PDMS ini hanyalah sebuah tools yang mempermudah orang dalam mendesign sesuatu.

Ada beberapa orang menyatakan bahwa kalau kita bisa mengoperasikan PDMS tentunya ratenya akan lebih baik. Kalau pendapat itu saya rasa betul adanya tapi dengan catatan orang tersebut minimal seorang yang pernah bekerja sebagai seorang designer. Karena PDMS ini mostly adalah pendesignan jadi kalau kemampuannya hanyaah copy paste alias drafter maka rasanya sulit menjadi seorang PDMS Designer.

Bila kita mengikuti training-training PDMS, maka kita akan belajar membuat design untuk Steel Structure, Mechanical and Piping. Kalau E & I ada kelas tersendiri. Tapi dalam aplikasi design PDMS yang sesungguhnya untuk Steel Structure ada bagian sendiri , piping ada bagian tersendiri dan mechanical atau diistilahkan dengan Equipment. Maksudnya adalah setiap bagian mempunyai designer tersendiri.


Disamping keuntungan secara material dan mempermudah suatu project bila kita menggunakan PDMS ada juga kekurangannya dalam menggunakan PDMS ini. Itu kadang menjadi alasan untuk memperlambat suatu project. Dan kekurangan itu dari sudut pujangga piping yang menerapkan seni dalam suatu pengerjakan design piping adalah :

1.      Kualitas gambar yang merupakan transferan dari PDMS Design ke Isometric Drawing (Iso Draft) tidaklah secantik dan sebaik bila kita menggunakan manual Cad Drawings. Kadang orang mengalasakan bahwa itulah hasil dari PDMS bilamana kita menuntut suatu hasil yang maksimal dari sebuah drawings.

Contohnya : MTO (Material Take Off) yang ditampilkan pada Isometric Drawings atau drawings lainnya yang dikeluarkan oleh ISO Draft. Bila kita lihat Bolt and Nuts. Kadang kala muncul dan kadang kala tidak muncul tercetak dalam drawings. Dan bila kita meriew dan menemukan beberapa kejanggalan dan ditanyakan kepada yang mendesign. Dialaskan bahwa itulah yang keluar dari PDMS. Sebenarnya itu jawaban yang membuang badan.

Kalau menurut saya sebenarnya Tampilan hasil dari Isodraft tidaklah sempurna sekali tapi sebenarnya bisa di edit lagi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan mempermudah orang untuk membacanya. Karena PDMS itu hanyalah Tools Design jadi semua bagaimana kita yang ingin membuatnya menjadi baik.

2.      HOLD Item yang selalu bikin reseh.
Bila kita menggunakan PDMS, kita juga memelurkan kecermatan dalam memproduksi equipment/equipment, piping component dan special item secara baik. Bila semua itu tak terpenuhi makan keluarlah istilah HOLD Item dan kadang bikin semua menjadi delay. Tapi sebenarnya itu bisa disiasati dengan insting dan kecekatan  seorang designer. Bila terjadi pada Valve atau Orifice, kita cermati dengan melihat standard-standard yang baku yang terdapat dalam piping spec atau client spec. Kalau Equipment dan special item kebanyakan dari vendor drawings.  Kalau untuk Steel structure kebanyakan pada ukuran-ukuran Beam yang masih memerlukan perhitungan yang maksimal. Kalau pada Piping kebanyakan terjadi pada pipa yang tidak lazim dipakai contohnya FRP Pipe. Tapi saya nggak tahu apakah ini berhubungan dengan Administrator yang harus memasukkan lagi spec FRP di dalam PARAGON atau yang mana lagi saya kurang paham. Intinya HOLD item bisa bikin design menjadi terlambat dan bikin suatu system perencanaan piping tidak menjadi indah dan enak dilihat.

3.      Designer PDMS Carbitan mempunyai kemampuan sebagai Operator dan bukan Designer. Yang merasa sudah puas karena sudah duduk di dalam PDMS Members.
Kesempurnaan suatu design piping atau lainnya di dalam PDMS adalah tanggung jawab daripada seorang designer. Dan seorang designer itu mempunyai anggapan bahwa design yang dihasilkan bisa di baca orang, bisa dimengerti dan bisa di construct. Tapi kadang seorang designer itu mempunyai keegoan sendiri menuruti apa yang dia buat alias mendesign dengan asal-asalan walau apa yang didesign itu tidak bisa dipakai alias tidak bisa deconstruct /difabrikasi. Dan kadang ini yang membuat nilai jual PDMS Designer menjadi murah. Jadi bila kita ingin menjadi seorang PDMS Designer hendaknya kaedah-kaedah sebagai seorang designer itu harus dipenuhi dahulu. Dengan mempelajari specification dari Client, Specification dari material itu sendiri dan Standard International yang dipakai, tentunya kita mudah mendapatkan apa yang menjadi kaedah-kaedah seorang PDMS Designer.

Intinya Prinsip-prinsip seorang designer murni baik itu piping, mechanical, civil ataupun E & I haruslah dimiliki sebelum menjadi seorang PDMS Designer. Dan jangan salahkan software PDMS bila kita melakukan kesalahan dalam hal mendesign sesuatu yang salah dan tidak bisa di-konstruksi /fabrikasi. Dan tentunya harus diingat bahwa PDMS itu adalah Tools 3 Dimensi yang bekerja dalam membantu Designer untuk mempermudah pengerjaan suatu project.

Dan itulah menurut pandangan pujangga piping dalam memahami PDMS dan mungkin pandangan ini berbeda dengan pandangan-pandangan seorang PDMS Designer Murni. Karena pandangan ini adalah pandangan secara awam dari sisi seorang pujangga piping. Anggap sajalah apa yang disampaikan diatas adalah pandangan salah sorang PDMS Designer Carbitan juga.

Sebenarnya PDMS itu adalah software yang bagus untuk mendesign suatu Plant dan apalagi dengan tampilan-tampilan yang sempurna dengan 3 Dimensinya membuat suatu design seni yang tak ternilai harganya. Dan dengan PDMS, kita bisa mendesign sesuatu yang cantik, baik dan semua kelemahan-kelemahan bisa ditutupi dengan design yang baik, sempurna dan mudah difabrikasi/konstruksi di site.


Si sesi berikutnya akan saya akan belajar mengenai Hierarchy dari PDMS dan bila teman-teman masih mau mengikuti di persilahkan..

Bila anda ingin belajar PDMS coba kunjungi www.pdmswolrd.com atau www.aveva.com atau search di internet baik di  www.yahoo.com atau pun di www.google.com. Banyak kok website atau log lain yang menulis mengenai PDMS yang lebih apik dan baik.

Salam

Kuala Lumpur, 16 Oktober 2011.

Thursday, October 13, 2011

SAYA SIAP DIPILIH JADI MENTERI..PAK..!!!

Hari ini aku menunggu dan menunggu akan hadirnya perubahan kehidupanku. Dimana hari ini aku tengah menunggu telpon dari seorang yang saya harapkan akan hadir untuk memberitahu berita gembira untukku.

Banyak orang telah berkumpul dan berkumpul untuk menyambut berita gembira ini . Dan sudah banyak kata-kata yang akan kukatakan pada Beliau untuk menyatakan kesiapanku ..

"hmmm ..hmmm Aku siap jadi Menteri Pak..! ehm tapi tak pantas pake kata-kata "aku" terlalu individu sekali dan rada kasar terhadap pemimpinku.

"Saya Siap Jadi Menteri..! " ehm nampaknya inilah kata-kata yang pas untukku untuk menyambut pertanyaan Beliau ...

Kulihat jam dinding hampir menunjukkan pukul 11.00 dan tinggal 1 menit lagi bunyi telpon di depanku berbunyi dan  10...9...8...7...6....5....4.....3.....2.....1 ....

kring...kring ....kring....kring.....kring ...aku segera meraih telpon dan kututup kembali...

"Dasar nich telpon ganggu orang tidur saja..sedang enak-enak mimpi jadi orang kaya dan mau jadi menteri ..engkau ganggu aku pula dengan suara mu yang berisik itu !..hardikku karena terganggu tidurku kali ini.

Ternyata aku bermimpi mau di tunjuk jadi Menteri ..sayang mimpiku itu tak bisa kulanjutkan kembali karena matahari akan segera terbit.
Kusegerakan ke kamar mandi untuk mandi dan setelah mandi aku melaksanakan sholat subuh dan melupakan mimpiku tadi malam.


Salam Kuala Lumpur,  13 October 2011.