Showing posts with label UMUM. Show all posts
Showing posts with label UMUM. Show all posts

Thursday, October 13, 2011

SAYA SIAP DIPILIH JADI MENTERI..PAK..!!!

Hari ini aku menunggu dan menunggu akan hadirnya perubahan kehidupanku. Dimana hari ini aku tengah menunggu telpon dari seorang yang saya harapkan akan hadir untuk memberitahu berita gembira untukku.

Banyak orang telah berkumpul dan berkumpul untuk menyambut berita gembira ini . Dan sudah banyak kata-kata yang akan kukatakan pada Beliau untuk menyatakan kesiapanku ..

"hmmm ..hmmm Aku siap jadi Menteri Pak..! ehm tapi tak pantas pake kata-kata "aku" terlalu individu sekali dan rada kasar terhadap pemimpinku.

"Saya Siap Jadi Menteri..! " ehm nampaknya inilah kata-kata yang pas untukku untuk menyambut pertanyaan Beliau ...

Kulihat jam dinding hampir menunjukkan pukul 11.00 dan tinggal 1 menit lagi bunyi telpon di depanku berbunyi dan  10...9...8...7...6....5....4.....3.....2.....1 ....

kring...kring ....kring....kring.....kring ...aku segera meraih telpon dan kututup kembali...

"Dasar nich telpon ganggu orang tidur saja..sedang enak-enak mimpi jadi orang kaya dan mau jadi menteri ..engkau ganggu aku pula dengan suara mu yang berisik itu !..hardikku karena terganggu tidurku kali ini.

Ternyata aku bermimpi mau di tunjuk jadi Menteri ..sayang mimpiku itu tak bisa kulanjutkan kembali karena matahari akan segera terbit.
Kusegerakan ke kamar mandi untuk mandi dan setelah mandi aku melaksanakan sholat subuh dan melupakan mimpiku tadi malam.


Salam Kuala Lumpur,  13 October 2011. 

Monday, October 3, 2011

HARI INI AKU MAU BICARA MENGENAI MAKNA SEBUAH MIMPI

Kalau cerita mengenai mimpi sebuah sesuatu yang hil yang mustahal untuk di percayai karena mimpi itu ibarat sebuah cerita di alam bawah sadar kita kemungkinan adalah sesuatu keinginan, harapan dan khayalan yang selama ini diharapkan di alam sadar kita yang tak mungkin kita capai secara utuh.

Mimpi itu semacam suatu pengalaman pribadi dan merupakan suatu penomena yang universal dan dengan demikian memainkan peranan penting dalam pembentukan kebudayaan manusia. Dan hampir dapat dipastikan bahwa semua orang pernah bermimpi.

Namun tidak semua mimpi adalah benar dan otentik. Tapi mimpi para nabi dan kekasih Allah adalah Mimpi yang merupakan wahyu dari Allah yang benar dan sakral. Mimpi orang-orang saleh hampir selalu benar dan bermakna. Ada sebagian mimpi yang berasal dari setan dan dengan demiikian menyesatkan. Mimpi lain mungkin disebabkan oleh masalah-masalah fisik atau phisologis seperti gangguan perut atau gangguan emosi. Karenanya penting kiranya dapat membedakan mimpi yang benar dari khayalan kosong dan mimpi ilhami dari godaan setan.

Dan agar kita memahami Makna Arti sebuah Mimpi lebih baik , ada sebuah buku telah diterbitkan yang berjudul "ENSIKLOPEDIA TAKWIL MIMPI ISLAM - IBNU SIRIN. " Editor Muhammad M. Al Akili.
Diedit dari judul aslinya "MUNTAKBAB AL KALAM FI TAFSIR AL ABLAM" .
Meskipun buku tesebut memandang mimpi dari pengertian dari sudut pandang Islam. Tapi disini di kebenaran yang menjadi landasannya dan yang disingkapkannya bersifat universal dan diakui sejak dulu. Karena buku tersebut ditujukan kepada orang yang dengan serius memandang mimpi sebagai aspek penting dari kehidupan, keimanan dan keadaan psikologis mereka.

Buku tersebut pun merupakan buku pedoman Islami yang pertama tentang takwil mimpi yang otentik. Diharapkan kamus mimpi ini akan bermanfaat bagi bidang budaya dan spiritual , lebih-lebih lagi bagi para pencari kebeneran.

Bila anda ingin menafsiran mimpi anda melalui Buku ini, anda bisa mengisi cerita mimpi di dalam kolom komentar dan saya akan coba untuk menjawab pertanyaan anda berdasarkan buku tersebut.


Kuala Lumpur, 3 Oktober 2011 jam 11.00 pm

HARI INI AKU MAU BICARA TENTANG CINTA...

Hari ini aku akan bicara mengenai cinta dan makna dari sebuah cinta..
Banyak orang yang terlena karena cinta dan banyak orang yang terlupa karena cinta
Cinta itu khan selama nya kekal bilamana ada saling percaya antara dua insan yang bercinta
Cinta itu tak kan selamanya murni bila tak ada syair lagu kehidupan yang menyertai di dalamnya.

Saya mencoba mengkutip dari sebuah buku catatan "Pertemanan Remaja yang ditulis di bulan Juni tahun 1971, mengenai pandangan tiap-tiap profesi mengenai Cinta,

Kalau cinta menurut seorang Insinyur Civil  bahwa cinta itu ibarat tiang baja yang kokoh tapi bisa roboh ditiup angin sepoi-sepoi..
Kalau Cinta menurut seorang Pelaut : Cinta itu adalah sebuah daratan yang menenggelamkan
Kalau Cinta menurut seorang Tentara ; Cinta itu adalah lebih tajam dari ujung bayonet
Kalau Cinta menurut seorang Wartawan : Cinta itu seperti koran delapan halaman yang sukar di baca
Kalau Cinta menurut seorang Polantas : Cinta itu ibarat jalan yang berkelok-kelok yang harus dilalui dengan hati-hati karena banyak rambu-rambu yang mengiasinya.

Dan pandangan lain mengenai cinta adalah :

Cinta itu mengakibatkan Cemburu..
     Cemburu mengakibatkan Dendam
          Dendam itu mengakibatkan Sakit Hati
               Sakit Hati Kadang Bikin Putus Asa
                  Dan putus asa mengakibatkan Patah Hati....

Makanya dari pada sakit hati lebih baik sakit gigi ini.....
Janganlah bermain cinta bilamana tak sanggup menghadapi cobaan cinta.

Itulah sebaik pembuka mengenai penomena sebuah cinta dimana kadang bikin orang sakit hati, kadang bikin orang cemburu dan kadang bisa bikin orang bahagia. Dan bahagia karena cinta itulah yang diharapkan bagi setiap insan yang mengalami cinta.

Kenalilah dan Cintailah Agamamu sebelum kamu mengenai Cinta Manusia.
Kenalilah dan Hayatilah Agamamu sebelum kamu menghayati sebuah cinta manusia.
Jagalah Perasaan Tuhanmu, yang menjadikanmu hidup sebelum kamu memahami perasaan cinta manusia.
Pahamilah Ayat demi Ayat di dalam Kitab Sucimu sebelum kamu menghayati cinta manusia.

Hidup ini indah bilamana kita memahami makna sebuah cinta yang sesungguhnya..

 
Kuala Lumpur, 3 Oktober 2011 . pukul 10.24 PM.
       

Wednesday, September 21, 2011

Joint My LinkedIn...

FOR YOUR INFORMATION.

How does one get started building a personal brand? How is personal branding different from corporate branding?

The main difference between you and a tube of Crest toothpaste is that you have feelings. Therefore, a personal brand needs to start with the individual rather than the problem that is solved. There are two main benefits of starting your personal branding with introspection.

First, when you start to evaluate your values, passions and aspirations, it becomes a whole lot simpler to make career decisions later on. For instance, if you value sustainability, you will probably decline an offer from an oil company, no matter how big the offer. If this value wasn’t clear for you, imagine the hours and days of indecision.

Second, when you understand your values and what makes you the best at what you do, then your branding messages become congruent, consistent and believable. Here is a great article about the importance of online consistency.

How are online resumes different from paper ones? What’s the key to a great online resume?
In fact, there are many important differences between a paper and an online resume. It would be a mistake to simply copy and paste one to the other.
A key benefit to having an online resume is that it contains keywords. And keywords are the fuel for getting found online. Using certain keywords in headers, URLs and links can get you ranking on Google’s Page 1. Don’t know where to find your keywords? Read this article, “5 Sources of Finding Keywords for Your Social Media Profile.”

Another important element of an online resume is formatting. Most people don’t read their screens; they scan them. So lengthy paragraphs that might look sophisticated on paper deter most online readers. Some formatting tips when putting together your online resume:
1. Make good use of white space. Too much screen
clutter is hard to scan.
2. Divide your resume up with clear headers and
bullets. Headers and bullets allow for easy
scanning.
3. Because this is an online resume, you can use
hyperlinks, images and video in creative ways.
This keeps the page visually interesting.

A lot of advice for LinkedIn focuses on using keywords. How do people determine which keywords on which to focus to position themselves for the job they want?

Using keywords to rank on LinkedIn is fine. However, this actually isn’t the real strength of this network. Frankly, LinkedIn’s search algorithms are weak and often favor people who employ keyword packing. If you truly want to get found, build a strong network. This is my caveat to people employing a keyword strategy.

Finding keywords is easy. One source is job boards, because they are written by hiring managers looking for what you do. Other sources include the Bureau of Labor Statistics’ Occupational Outlook Handbook and Google’s keyword tool. I talk more extensively on keyword research in my article “5 Sources of Finding Keywords for Your Social Media Profile.”
What kinds of people should one be asking for LinkedIn recommendations? What does a good LinkedIn recommendation look like?
The best sources for recommendations are superiors and customers. It’s too easy to get recommendations from peers, and, frankly, most human resources people write these off.

Keep in mind that a LinkedIn recommendation is not the same as a traditional recommendation letter. Letters are longer and have a defined form, intro, three supporting paragraphs and conclusion. On LinkedIn, recommendations are short and don’t follow a set form. There are some guidelines, however, that I would suggest following.
1. Write recommendation in a normal speaking voice, not formal, stuffy business speak.
2. Make sure there is a concrete example or story that is shared. If you say, “Bill does great under pressure,” you better prove it.
3. Keep the copy to three main points. So it will be make a point, tell a story; make a point, tell a story; etc.
A good rule of thumb is to have about 10% of your network in your recommendations.

Is it a good idea to reach out to a manager via social media ahead of applying for a job? Before the interview? Afterward? What’s the etiquette for those communications?

I teach my clients, and in the book, a four-step method for reaching out to hiring managers online.
1. Find the company to which you are applying on LinkedIn, then find people in the company you can invite to an info interview and who might be a hiring manager. Only take notes at this point.
2. Identify the main problems at the organization. Read industry blogs, news sites or LinkedIn groups to get a temperature of its initiatives.
3. Reach out to the info-interview sources and see whether you can identify the hiring manager and what the person cares about.
4. Engage with the hiring manager by leading with how you can add value. Because you’ve already connected with an info-interview source on LinkedIn, you can probably get an introduction to the hiring manager, which is preferable, then a direct message.
Using this method is a great way to get exposure before or during your application

Your LinkedIn Profile Stats can show you who has looked at your profile over the last 90 days, how many times you appeared in search results, and how many of those appearances resulted in a visit. It’s basic analytics for your LinkedIn profile, and it can be very useful during a job search or a due-diligence process by a potential client.
Not only can you see how many times people have viewed your profile, but you can get an idea of the actual people who looked at it. If you have a basic account, you can see the five most recent people who have seen your profile.
Job-seekers can get an idea of how they’re progressing in a search. Forward your profile on to a hiring manager, and you can tell if it’s been viewed by your target group. Even if the searcher is an anonymous profile, like “Someone in the Executive Leadership function in the Consumer Services industry from Columbus, Ohio, Area” or “Someone at Indiana University,” you can click on the link to see a group of people who fit that profile.
Depending on how specific the searcher profile is, you may be able to pinpoint your one contact from that group. While that won’t help you land your next job, you’ll at least know that someone has taken enough of an interest in you to find out more about you.
However, upgrading to the Business Plan will expand your view, letting you see everyone who found your profile in the past 90 days, their geography, and even how they found you.

LinkedIn is a business networking site that has become an invaluable resource for business people around the world — including lawyers. The site facilitates easy networking and linking to associates and business acquaintances, enhancing an existing business network and expanding it even further. LinkedIn also recently released its own application platform that makes an already-useful network even more important to business people and lawyers alike.
Making a name for yourself. The old saying in business “It’s not what you know, it’s who you know” is more valid than ever before. LinkedIn is an excellent way to expand any attorney’s network of associates or clients. LinkedIn is also somewhat less time-intensive than other social networks, such as Facebook or Twitter, so LinkedIn is perfect for any professional wanting to make contacts but not spend a lot of time regularly updating statuses or comments.

When you have a LinkedIn profile, you make it easier for other professionals within your industry to find you. It’s also a good way for potential new clients to locate you. That alone should be an incentive to have a well-written profile stocked with meaty keywords. Take the time to fill out your profile as completely as possible so that potential employers and clients can see the full breadth of your skills. It’s a good idea to link your profile to writing samples from your blog, a law journal or another website.

LinkedIn also offers you a great way to ask questions of others within your industry. There are plenty of other attorneys on LinkedIn willing to engage in public discussions — this can be a great networking tool. In return, you also have the ability to respond to questions that may have been asked by potential clients. This increases your professional visibility.
Finally, LinkedIn is the ideal site to have previous employers or previous clients leave recommendations or positive comments about your services and skills. This can be an invaluable way for prospective new clients to check out your skills and level of customer satisfaction prior to hiring you.
You may also prompt others to leave recommendations for you if you’re willing to leave one on someone else’s profile first. Remember to keep your comments professional and positive at all times. Your comment may be important to a potential employer or prospective client viewing that person’s profile — but what you write reflects on you too.
Keep up with the competition. LinkedIn can offer attorneys a way to keep up with what others within your industry are up to — including your closest competitors. By keeping up to date with who your own network contacts are befriending, you have the opportunity to see when other lawyers are leaving firms — or even starting their own firms. You can also look at the questions being asked by their prospective clients. This gives you the opportunity to consider how you would answer those same questions before you approach a new client.
Getting new introductions. One of the biggest hurdles to networking is finding the right people who can expand your circle of influence. LinkedIn makes it easy to spot and befriend these superconnectors. Fellow lawyers, prospective clients and others within your industry sphere will be happy to be introduced to someone within the same industry.
Keeping up with new features. In recent weeks, LinkedIn has made several updates that include some additions that could be useful for attorneys. You can now segregate your contacts by group within LinkedIn. This makes it easy to follow any discussions within particular groups, or search for specific people or topics within other groups. This is an extremely useful feature for lawyers wanting to segregate professional groups from client contacts for easier reference.
Mobile applications for the network means there’s no need to worry about getting back to the office to keep up with LinkedIn contacts. Now there’s a very handy iPhone app for LinkedIn available for those who need to stay in touch even when out of the office.
Andy’s Answers: How Chevron is using LinkedIn to target decision-makers
By Andy Sernovitz on August 18, 2011 | Comments (1)
When we talk about social platforms, Twitter and Facebook still tend to dominate the conversation. But over on LinkedIn, brands are starting to have some real success creating groups and connecting with key influencers.
In his BlogWell presentation, Chevron’s Jeordan Legon took us behind the scenes of the company’s LinkedIn strategy that’s led to 55,000 followers of the company profile page, more than 12,000 group members and a top 20% ranking in engagement among all groups on LinkedIn.
A few of Legon’s lessons on how the company did it:
· Do your homework. Legon and his team started by researching what their target audience – energy leaders and employees — wanted to discuss and discovered they were looking for news, trends and technologies. Basically, they were looking to be the first to know about any industry developments.
· Set the guidelines. When Chevron first took ownership of its LinkedIn group (an employee had originally started it), it was full of spammers and recruiters. One of the first things they did was establish clear discussion guidelines and, as a result, created a safe space for energy leaders to come together.
· Start with the low hanging fruit. Legon and his team started building their group’s membership by inviting employees to join and also through promoting the group from their corporate site at Chevron.com.
Watch Legon’s case study. Slides are available.
Andy’s Answers: How Chevron is using social-media monitoring to create valuable content
By Andy Sernovitz on October 29, 2010 | Comments (1)
Lots of brands have annual reports and white papers they regularly push out, but few have been as successful as the Chevron Pulse Report: The State of Online Conversation About Energy Issues.
In his recent BlogWell case study presentation, Robert Raines explained how Chevron created the report using social-media monitoring data — and then used social-media tools such as Facebook, LinkedIn and YouTube to make it easy to share. A few of his key takeaways:
· Look for external uses of your internal projects. Raines and his team realized their monitoring data on energy issues was valuable to more than just their company — so they turned their work into a report that thousands of key industry influencers have since downloaded.
· Get people talking by making it easy to share. Chevron didn’t bury its report under mountains of restrictions and legalese — it simply encouraged people to post the report and to attribute the material to Chevron when doing so.
· Use all the tools that can help your content spread. Chevron’s “Pulse Report” is a 60-page white paper — but they didn’t just post it on their corporate website. They also posted YouTube videos summarizing it, shared it on Facebook and LinkedIn, and made it available for download on Slideshare and Scribd.

REFERENCE :
Erik Deckers, blogger, speaker and co-owner of Professional Blog Service in Indianapolis. Deckers is the co-author of “Branding Yourself: Using Social Media to Invent or Reinvent Yourself,” and helped write “Twitter Marketing for Dummies

Joshua Waldman. He is the founder of CareerEnlightenment.com and the author of the new book, Job Searching with Social Media for Dummies. Sign-up for his newsletter today and get access to his exclusive training videos for free.

Lior Levin, an online marketing consultant for Web hosting companies who works for the master degree in security program at Tel Aviv University
By Andy Sernovitz on August 18, 2011

Tuesday, September 13, 2011

UNDANGAN KONVENSI NASIONAL INSINYUR MESIN VIII-2011

UNDANGAN KONVENSI NASIONAL INSINYUR MESIN VIII-2011
Hotel Bidakara, Jakarta 26-27 Oktober 2011



PENDAHULUAN
Dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan Badan Kejuruan Mesin – Persatuan Insinyur Indonesia (BKM-PII) periode 2008-2011, pengurus pusat BKM-PII akan menyelenggarakan Konvensi Nasional Insinyur Mesin VIII - 2011, sebagai amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PII, bahwa Badan Kejuruan dan Badan Sekerja PII wajib menyelengarakan Konvensi sebagai lembaga musyawarah tertinggi organisasi setiap 3 (tiga) tahun sekali.

Serangkaian acara yang akan diselenggarakan pada Konvensi Nasional Insinyur Mesin VIII-2011 ini, yaitu Konvensi PP BKM-PII sebagai forum alih generasi dengan peningkatan berkelanjutan, dan Seminar Nasional serta Pameran Teknologi dengan tema: ”Menuju Industri Berteknologi Ramah Lingkungan, Inovatif dan Berdaya Saing”.

Sehubungan dengan hal tersebut, melalui kesempatan ini kami mengundang insinyur mesin dan sarjana teknik mesin, baik yang terdaftar sebagai anggota ataupun yang belum menjadi anggota BKM-PII, praktisi industri, praktisi jasa konstruksi, asosiasi profesi, asosiasi industri, perusahaan swasta, BUMN, dan kalangan akademisi, peneliti serta masyarakat umum lainnya yang berminat untuk menghadiri rangkaian acara Konvensi Nasional Insinyur Mesin VIII-2011.

Momentum Konvensi Nasional Insinyur Mesin VIII-2011 tanggal 26 & 27 Oktober 2011 nanti, merupakan:
Forum besar yang penting untuk menggalang seluruh potensi Insinyur Mesin Indonesia dari semua sektor industri & jasa maupun Perguruan Tinggi.
Forum yang strategik dan penting untuk proses estafet alih kepengurusan BKM dengan melaksanakan peningkatan berkelanjutan
Forum untuk memicu kepedulian nasional terhadap pentingnya industri dan jasa konstruksi yang ramah lingkungan.

Serangkaian acara yang akan dilaksanakan pada Konvensi Nasional Insinyur Mesin 2011 meliputi Konvensi PP BKM, Seminar Nasional, dan Pameran Teknologi, Industri, dan Jasa serta inventor/temuan karya para insinyur maupun masyarakat pada umumnya.

TUJUAN KONVENSI & SEMINAR

Tujuan Konvensi PP BKM :
Menilai kinerja & pertanggung jawaban Pengurus BKM-PII 2008 - 2011
Mengesahkan laporan keuangan BKM 2008 - 2011
Menetapkan Garis Besar Program Misi, Visi & Strategi BKM – PII 2011 - 2014
Memilih dan Mengangkat Ketua Umum BKM masa bakti 2011 – 2014.

Tujuan Seminar dan Pameran ini adalah untuk:
Berbagi pengetahuan dan pengalaman yang terkait dengan pertambangan, energi, konstruksi, dan industri yang berteknologi ramah lingkungan
Mengkaji teori dan praktik dalam industri yang berteknologi ramah lingkungan.
Mengembangkan peralatan, prosedur, metode yang terkait dengan industri yang berteknologi ramah lingkungan
Mengembangkan teknik dan strategi penelitian untuk menghadapi problematika didunia pertambangan, energi, konstruksi, dan industri yang berteknologi ramah lingkungan.
Menyampaikan informasi secara nyata kepada masyarakat terhadap pencapaian penerapan industri yang berteknologi ramah lingkungan, inovatif dan berdaya saing melalui seminar dan pameran teknologi

Kegiatan Seminar dan pameran ini dilakukan dengan maksud untuk membangun konsep industri berteknologi ramah lingkungan, inovatif, dan berdaya saing, serta untuk mengetahui sejauh mana penerapan industri berteknologi ramah lingkungan melalui pameran inovasi teknologi, dalam pencapaian target pembangunan nasional secara proporsional.

TEMA SENTRAL
Untuk mendukung kampanye nasional terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup dan upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu pemanasan global, tema sentral yang diangkat pada Konvensi ini adalah :

“Menuju Industri Berteknologi Ramah Lingkungan, Inovatif dan Berdaya Saing”

SASARAN PESERTA
Anggota BKM-PII, Insinyur Profesional Mesin dan para Sarjana Teknik Mesin pada umumnya.
Pengurus Pusat BKM-PII, Majelis Penilai Insinyur Profesional Mesin & Pengurus Cabang BKM-PII.
Asosiasi Profesi, Asosiasi Industri dan Ikatan Alumni Teknik Mesin.
Kalangan Perusahaan Jasa & Industri (BUMN & Swasta) dan Masyarakat Umum Peminat Masalah Permesinan/ Mekanikal
Lembaga Pendidikan Tinggi Teknik, dan Lembaga Penelitian (Universitas, Institut, Politeknik, BPPT, LIPI, dll).
Instansi Pemerintah/regulator, dan otoritas publik.

KERANGKA ACUAN PROGRAM

Seminar diselenggarakan secara parallel pada 3 sektor, dengan fokus materi yang berbeda-beda sesuai dengan tema tentang teknologi yang ramah lingkungan yaitu :
Sektor Pertambangan & Energi
Sektor Jasa Konstruksi
Sektor Industri

Selain Konvensi & Seminar Nasional, juga diselenggara-kan pameran teknologi, industri, dan jasa. Diharapkan acara ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku industri, pelaku jasa konstruksi, property, pertambangan, peneliti, dan perguruan tinggi teknik, serta usaha UKM untuk ditampilkan dalam pameran ini.

AGENDA ACARA KONVENSI DAN SEMINAR

Agenda Acara Konvensi Nasional Insinyur Mesin VIII-2011 dapat dilihat lampiran berikut atau dapat dilihat pada link berikut ini : http://www.jurnalinsinyurmesin.com/images/agenda-acara.pdf

Waktu & Tempat

Tanggal : Rabu – Kamis, 26 – 27 Oktober 2011
Tempat : Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71 – 73, Jakarta Selatan


BIAYA SEMINAR


Biaya seminar untuk satu topik :

- Topik A, B, C, D, G, H, I, J, K, & L :
Umum (non anggota) : Rp. 350.000,-
Anggota PII : Rp. 250.000,-



- Topik E & F :
Umum (non anggota) : Rp. 500.000,-
Anggota PII : Rp. 350.000,-

pendaftaran peserta

Untuk pendaftaran peserta Seminar Nasional dan Konvensi BKM-PII dapat dilakukan dengan mengisi Formulir Pendaftaran yang telah disediakan dan setelah diisi dikirim melalui fax ke 021-8352354, 8312173 atau dapat di-emailkan ke bkmesin_pii@yahoo.co.id.

Formulir registrasi peserta Seminar & Konvensi dapat di download pada lampiran berikut :


Cara Pembayaran
- Transfer Bank Mandiri Rek. No : 070-00-0523238-9 a/n : “Persatuan Insinyur Indonesia - BKM”

- Tunai pada Sekretariat Panitia sebelum acara

Sekretariat Panitia

- Jl.Halimun No. 39, Guntur, Jakarta Selatan 12980
Telp. 021-8352354 (direct) - 8352180 / 81 Ext. 24
Fax. 021-8352354, 83700663.
E-mail : bkmesin_pii@yahoo.co.id
Contact person : Arfi Yesso : 081316716412

- Jl.Tebet Barat Dalam VI No. 22, Jakarta Selatan
Telp. 021-8305744, Fax. 021-8312173
Contact Person : Lies, Sri, Titiek

Jakarta, 13 September 2011

Panitia Konvensi Nasional Insinyur Mesin VIII-2011

Ttd :

Ir. Urip Timuryono, IPU (Ketua),
Ir. Soekartono Soewarno, IPM (Sekretaris



Note : Bila berminat untuk hadir silahkan hubungi panitia

Thursday, September 8, 2011

ADA BAIKNYA RAHMAD DRAMAWAN DI TEAM SEPAKBOLA SENIOR


Sebenarnya saya nggak mau berkomentar mengenai persepakbolaan di Indonesia di dalam Blog ini tapi karena ini menyangkut persepakbolaan Indonesia menuju Piala Dunia 2014, maka saya mau berkomentar sedikit di mengenai sepakbola Indonesia.

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat untuk Bapak Djohar Arifin Husin yang menjadi ketua PSSI yang baru. Tapi bagi saya siapapun yang menjadi ketua PSSI tidaklah menjadi buat saya yang penting dia mampu mengembalikan mentalitas pesepakbolaan Indonesia di mata Dunia International.

Mengomentari kekalahan Indonesia dari Iran 3-0 dan dari Bahrain 2-0, saya hanya bisa melukiskan dengan rasa kecewa saja dan saya mau ngomong apa lagi yach kalah yach tetap kalah.

Cuma saya heran saja sama PSSI , kenapa Rahman Darmawan ditarik untuk menangani Team Nasional U-23 sedangkan tenaga beliau masih sangat dibutuhkan di Team Nas Senior.
Buktinya saat mengalahkan Turkmenistan, beliau ditarik jadi seolah-olah, PSSI merasa yakin bahwa Wim Rijsbergen bisa jalan sendiri. Tapi nampaknya tidak . uktinya Indonesia mengalami kekalahan 3 kali.

Kalau mau jujur, Saya rasa Team Nasional Senior lebih suka dilatih oleh RD dari pada dilatih oleh WR karena RD bisa membuktikan diri menjadi pelatih juara Liga Indonesia dan Copa dan setidak-tidaknya memberikan mental dan kepercayaan yang baik terhadap anak didiknya di Team Nas senior.

Tapi kita tak usah balik ke belakang cobalah melangkah ke depan untuk memperbaiki lagi lini pertahanan, lini tengah dan lini penyerang dan tentunya kiper. Coba turunkan Kurnia Mega jadi Kiper menggantikan Markus. Karena saya lihat Kurnia Mega cukup bagus mengantisipasi bola. Tapi feery juga bagus cuma karena sering cedera bikin orang jadi khawatir akan kemampuannya. Tapi fery tetap bagus mainnya.

Dan kalau bisa kembalikan lagi Rahmad Darmawan membantu WR ketimbang Team Nas menjadi juru kunci tanpa kemenangan apapun juga. KArena saya yakin RD mampu membawa Team Nas Indonesia setidak-tidaknya bisa membawa hasil seri atau menang di kandang sendiri. Dan masih ada 4 pertandingan sisa dan saya harap Rahmad Darmawan dapat dikembalikan menangani temnas senior.

Mengutip perkataan ketua PSSI di www.detik.com tanggal 8 september 2011.

Semua pelatih bisa membantu, karena dalam kontraknya tidak dkhususkan untuk tim senior, U-23, U-16. Mereka bisa diperdayakan," sahut ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin.

Meski begitu Djohar menegaskan kalau penugasan tersebut nantinya jangan sampai justru mengganggu program-program timnas U-23. Apalagi mereka ditargetkan meraih emas di SEA Games yang akan digelar pada akhir tahun ini.

"Namun jangan sampai menganggu program tim U-23 untuk SEA Games karena kita menargetkan juara, sudah empat SEA Games kita tak dapat apa-apa," lanjut Djohar.

Mengenai pendapat diatas Sebenarnya saya agak kecewa sedikit..memang bener kita sedang menghadapi sea games yang akan berlangsung di november ini tapi sebenarnya mengganggu atau tidak mengganggu yang penting RD dicoba dulu untuk membantu WR menangani Temnas Senior. Dan bilamana di dalam 2 pertandingan ke depan Temnas Senior kalah lagi , secepatnya RD dikembalikan ke Timnas U-23, tapi kalau masih seri dan menang, agar dipertahankan.

Dan saya yakin dan percaya, Rahmad Darmawan mampu membawa Timnas Senior meraih kemenangan di Putaran kedua Group Asia Piala Dunia 2014.

Harapan saya kepada pengurus PSSI dan Ketua PSSi yang baru ada baiknya rajin berdiskusi dan mendapatkan masukan baik dari masyarakat pencinta bola Indonesia dan mantan para pemain bola. Ambil yang baik-baik dan pikirkan dan laksanakan bila menurut dewan Pakar Sepakbola Indonesia bisa dilaksanakan demi kemajuan sepakbola Indonesia.

Kami pencinta sepakbola Indonesia telah rindu menyaksikan Sepakbola Indonesia maju ke Kancah Internasional


kuala lumpur, 8 September 2011.