Tuesday, June 25, 2019

RIAU LIBERICA YANG KINI MULAI DIAKUI PRODUSEN KOPI DARI MALAYSIA.


Sebenarnya saya menemukan hal ini secara tidak sengaja menemukan sesuatu yang berhubungan dengan Kopi Liberika Riau yang kini sudah mulai diakui sebagai kopi Malaysia. Saya tidak tahu apakah ada kesamaan daerah di Malaysia dengan di Riau, tapi setahu saya yang berhak menyandang nama Kopi Liberika Riau adalah Indonesia. 

Liberika Meranti Indonesia
Sebenarnya kalau dilihat dari Spec yang di atas Kopi Malaysia yang tercantum adalah Single Origin Arabika tapi kopinya Riau Liberika dengan description Bibit Liberika G1 dengan proses honey asal dari Pulau Meranti Malaysia dan notes nya Soil - Peat on top Clay.. (Bau Tanah). Saya penasaran pengen mencoba kopi Riau Liberica.

Saya selaku penjual kopi single origin yang salah satunya adalah Kopi Liberika Meranti mempunyai specifikasi tersendiri dengan kopi liberika yang saya jual. Saya merasa bahwasanya kopi yang dijual atas nama Riau Liberica proses honey dan asal dari Pulau Meranti Malaysia adalah sama dengan kopi Liberika Proses Honey Asal Meranti Riau Indonesia. 

Tapi kalau dilihat dari Bibitnya , Meranti Malaysia menggunakan Bibit Liberica G1, sedangkan Meranti Indonesia menggunakan bibit LIM 1 & LIM 2. Saya coba searching di Internet mengenai Kopi Riau Liberica dari Pulau Meranti Malaysia tapi satupun saya tidak menemukan berita mengenai Kopi Riau 

Liberica Malaysia tapi kebanyakan kopi Liberika dari Indonesia. Juga daerah penghasil kopi Liberika Pulau Meranti Malaysia itu salah satu desa di daerah Selangor Malaysia, tapi info mengenai daerah itu tidak ada satupun mengatakan bahwa daerah tersebut penghasil kopi dengan luas kebun 50 hektar. apakah yang di internet itu belum update informasinya?? Tentunya kalau ingin membuktikannya harus jalan-jalan ke Desa Pulau Meranti Selangor Malaysia.

Mungkin ini bisa menjadi salah satu referensi mengenai kopi Liberica yang ada kenapa sama dengan di Malaysia, ternyata ceritanya kopi Liberika Riau itu bibitnya berasal dari Malaysia.

Tingginya peminat kopi Liberika Meranti di Malaysia itu dipengaruhi sejarah masa lalu. Menurut cerita, bibit kopi Liberika yang ditanam petani di kepulauan Meranti dulunya berasal dari Malaysia. Bibit itu dibawa oleh perantau asal Pulau Rangsang dari Batu Pahat, Malaysia, saat pulang kampung. 

Tapi satu hal yang membingungkan saya adalah kopi Liberika Malaysia ini sehingga saya berpikir sesuatu yang sifatnya nasionalis adalah kenapa pakai nama Riau? Khan bisa pakai nama Selangor atau Batu Pahat dan lainnya berbau Malaysia.

Buah dari Bibit Liberika Meranti Riau
Juga mengenai Kopi Liberika Meranti asalnya dari malaysia itu masih kurang jelas sumbernya..dikarenakan bibitnya belum diketahui namanya tapi setahu saya bibit yang digunakan petani kopi Liberika di Pulau Rangsang Meranti adalah bibit kopi dari hasil penelitian dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao yang berpusat di Jember Jawa Timur. tapi mana yang bener mengenai cerita itu perlu diadakan penyurusan ke Petani Kopi yang ada di Pulau Rangsang Meranti Riau. Kebetulan saya kenal para petani kopi tersebut yang notabene nya adalah kakak beradik. 

Kemaren iseng-iseng melihat ke link Asean Kopi website mengenai lelang kopi, saya menemukan kopi Riau Liberica under list Kopi Negara Malaysia..Makanya saya sedikit reseh dan penasaran kenapa bisa seperti itu. Makanya saya coba menyusuri kenapa hal tersebut bisa terjadi..

Disamping ini adalah waktu lelang yang berlangsung pada bulan Maret 2019 lalu dan saya tidak berkunjung ke sana karena kendala keuangan dan juga waktu yang tak ada. Tapi cuma melihat dari Internet bahwa Kopi Liberika Riau itu menjadi salah satu kopi yang specialty yang digunakan tapi tentunya kalau anda paham kopi kalau specialty itu khusus untuk Kopi Arabika bukan Robusta maupun Liberika. Tapi itu suka-suka merekalah, kita hanya sebagai penonton belaka.

Dilist selanjutnya bisa dilihat bahwa Kopi Riau Liberica itu masuk dalam jajaran kopi Malaysia sedangkan kopi Indonesia sendiri diwakili kopi dari Sulawesi, Jambi, Aceh dan Jawa Barat.

Saya pun menjual kopi Arabika Ciwidey Jawa Barat, Arabika Kayu Aro Jambi, dan temananya Kopi Toraja yaitu Kopi Enrekang. Tapi disini saya tidak membahas mengenai kopi yang saya jual selain Liberika Meranti Riau Honey. Mungkin akan saya bahas pada segmen berikutnya di cerita yang berbeda.
Lelang kopi ini diikuti oleh banyak negara penghasil kopi Dunia seperti Brasil, Indonesia, Ethopia, Vietnam, Malaysia (Sabah Kopi) serta puluhan negara lainnya .

kalau bicara kopi Liberika Riau sebenarnya wajar karena banyak diminati oleh warga malaysia dibanding di Indonesia dan terkesan kurang diminati oleh warga Indonesia yang tinggal di Indonesia yang lidahnya sudah kena lidah rasa kopi Robusta dan Arabika. Tapi khusus pecinta kopi di Riau kebanyakan masih didomisili kopi dari Aceh..dan Kopi Robusta, kalau peminat kopi Liberika sendiri jarang jadi banyak yang kita jual online sebagai oleh-oleh kopi dari Riau. Ibaratnya saya lebih laku menjual kopi Arabika Gayo dibanding kopi Liberika Meranti Riau ke konsumen saya. 

Satu lagi alasan kenapa belum banyak diterima oleh Masyarakat Indonesia, di Indonesia banyak kopi Enak baik itu dari Robusta maupun Arabika. Indonesia negara kaya akan pilihan kopi dan rasa kopi dari Sabang Sampai Merauke. saking banyaknya pilihan kopi Indonesia maka tak heran kalau Liberika Meranti Riau masih kurang penggemarnya karena kopi Liberika Riau Sendiri mempunyai rasa dan aroma buah nangka, tidak terdapat dalam SCAA sehingga kadang kala penikmat kopi yang kontemporer tidak mau mengenal kopi yang rasa dan aromanya tidak ada dalam SCAA walaupun saya sudah menawarkannya.

Herannya masyarakat malaysia menyukai kopi liberika dari riau ini , buktinya Riau Liberica menjadi salah satu kopi yang dibawa oleh Produsen Kopi Malayia ke ajang lelang kopi di Singapure. Apa karena Liberika Meranti memang kopi Asli Malaysia. Karena pernah saya berkunjung ke Pameran Cafe Malaysia 2017 dan bertemu dengan Master Kopi Malaysia dan cerita mengenai Kopi Liberika Meranti Riau. Dan dia bilang dia tidak pernah dengar kopi Liberika Riau dan akhirnya saya kasih sample kopi Liberika Riau. Supaya dia tahu Liberika Riau adalah kopi enak dan aroma buah nangka dan rasa coklat after taste rasa buah nangka.

Saya beberapa kali mengunjungi beberapa supermarket yang ada di Kuala Lumpur, Langkawi, Johor Malaysia tapi saya tidak menemukan khusus kopi single origin asli malaysia. semuanya second wave kopi. Kopi Campuran yang tidak asli kopi 100% karena rasa kopinya manis dan bercampur. Mungkin Pengusaha Kopi Malaysia beranggapan "How to Sell and How to make you enjoy our kopi" beda dengan saya pengusaha Kopi Single Origin dari Indonesia yang beranggapan "How to feel your coffee nicely with the single origin" . Jadi nampak kekakuan bahwa kopi itu harus kopi beneran 100% dari biji kopi pilihan bukan 100% asli kopi. Jadi kadang kala kurang diminati sehingga pembeli kopi lajukela coffee belum bertambah.  Mungkin prinsip saya harus dirubah sedikit agar bisa menerima dan menjual kopi blend 100% kopi asli bukan 100% dari biji kopi asli. 

Saya katakan demikian karena saya menemukan dan membeli product kopi bubuk yang campuran kopi Arabika, Robusta dan Liberika dan rasanya hambar kalau tidak dicampur gula dan susu. tapi tidak pahit atau asam. Kopi-Kopi dari malaysia kebanyakan kopi manis dicampur creme dan gula..Tapi banyak orang suka kopi seperti itu. 

Jadi kesimpulannya Kopi Liberika Meranti Riau lebih disukai dan dijual ke Malaysia karena di Indonesia sendiri Kopi Liberika Meranti Riau itu kopi yang kurang diminati kalah dari kopi dari Gayo, Lintong, Bali maupun Toraja..Walau sudah mulai dikenalkan ke seluruh Indonesia via gubernur riau sebelumnya Pak Andi Rahman. 

Dan juga alasan lainnya kopi Liberika asal Meranti Riau ini adalah termasuk salah satu kopi Mahal karena harga jualnya hampir sama dengan harga jual Kopi Arabika dan diatas kopi Robusta karena harga jual kopi ke Malaysia pun mahal sehingga kalau kita orang Indonesia di Indonesia ingin menikmati kopi Liberika Meranti dengan harga yang murah, mungkin tak bisa dapat karena mereka lebih memilih dijual ke Malaysia dibanding ke Indonesia. 

Saya menjual  Liberika Meranti Riau Roast Bean : 70 ribu/gram

Juga efek lain adalah masalah transportasi, lebih dekat mereka jual ke Malaysia dengan hanya waktu 2 jam dibanding jual ke Pekanbaru Riau, dengan waktu tempuh 9 jam an. (pernah saya urai sebelumnya).. jadi ketika ingin mencari kopi liberika meranti riau kta harus bersaing dengan pembeli-pembeli dari Malaysia dan kita tidak bisa menyalahkan para petani ketika mereka menjual kopi ke Malaysia dan sekitarnya.

tapi Indonesia dan Malaysia adalah negara serumpun jadi wajar kalau ada yang beranggapan kalau saling claim baik product batik, reog ponorogo dan lainnya itu adalah hal yang biasa. Tapi intinya saling menghormati aja.


Akhir kata saya hanya bisa bilang "You can say I belong but you can not protect"  Tapi itulah harga adalah yang mempunyai rasa dan mempengaruhinya. Kamu ingin kopi enak tentunya harganya juga bagus , kau ingin rasamu enak , belilah kopi di Lajukela Coffee















No comments:

Post a Comment