Jumat, 26 Februari 2010

KUTEMUKAN ISTIKU DI MALAM NISFU SA'BAN - I

Perkenalkan nama saja Sammy Suhaimi. Umur saya 27 tahun. Masih lajang Perawakan saya tinggi, besar dan rada putih serta baik hatinya . Ibu saya bilang muka saya mirip Aji Masaid. Saat ini saya sedang mencari jodoh. Waktu kecil saya sering dipanggil Gajah Mada..tapi bukan artinya patih gajah mada yang terkenal itu. Tapi karena badan saya Gendut dan kelakuan saya agak nakal, kalau di Riau , Mada artinya Nakal maka teman-temanku memanggilku Gajah Mada yang artinya Gendut Nakal. Makanya panggilan itu masih melekat di diriku hingga aku dewasa kini

Pusing sebenarnya mencari jodoh karena mencari jodoh itu tidaklah segampang mencari pacar apalagi aku mempunyai krateria sendiri mengenai calon istriku. Dan rasanya agak sulit untuk mendapatkan apa yang menjadi syaratku untuk mencari istri.
Sudah banyak wanita yang kukenal tapi tidak ada satupun yang bisa bikin aku merasa bahwa wanita yang kukenal itu adalah cocok untuk dijadikan istriku. Ada syarat-syarat yang kurang karena aku ingin calon istriku itu mengerti tentang agama karena bila aku punya anak nanti istriku akan membimbing anak-anakku untuk mengerti Agama dan rajin Sholat. Maka banyaklah buku-buku mencari jodoh yang selalu kubaca dan kubaca seperti ”kunikahi engkau dengan Hamdalah” atau ”Mencari Istri Secara Islami dan masih banyak lagi buku-buku yang kubaca yang tidak mungkin aku sebutkan satu persatu.

Tak lupa aku pun berdoa kepada Allah agar diberikan istri yang solehah..tapi nampaknya doaku belum juga dikabulkan oleh Allah...Mungkin doaku kurang makbul kali yach..Tapi nggak apa-apa yang penting tetap berdoa agar dikabulkan permohonanku karena kuyakin Allah akan mengabulkan doa umatnya bilamana umatnya ingin mencari istri apalagi istri yang sholehah.

Oh yach hampir lupa ..kalau saya saat ini sedang bekerja di daera kalimantan timur tepatnya di kota Bontang dimana di kota ini berdiri perusahaan pengolahan gas alam menjadi gas cair yang dikenal dengan PT. Badak NGL Co. Dan juga perusahaan Pupuk yang dikenal juga dengan nama Pupuk Kalmantan Timur disingkat PKT. Mungkin teman-teman sudah kenal dengan PS PKT dimana perusahaan pupuk ini mempunyai kesebelasan sepakbola yang sering main di Liga Utama Indonesia.


Tapi aku tidak bekerja sebagai karyawan di kedua perusahaan besar tersebut tapi aku bekerja sebagai salah satu karyawan kontraktor di PT. Badak NGL Co sebagai Facilities Enginner. Namun kerjaku langsung dibawah pengawasan karyawan PT. Badak NGL Co. Istilahnya itu karyawan seconded . Dan aku bergabung di PT Radiant Utama Bontang.

Dimana tugasku adalah mengerjakan tugas staff di Bagian Facilities Engineering Technical Department PT Badak NGL Co Bontang. Karena staff tersebut sedang ikut dalam project pembangunan Refinery Plant Train G.

Kulihat kalender di dinding kamarku dan kulihat tanggal demi tanggal dan kuhitung-hitung berapa banyak cuti yang mau kuambil. Saya memang mau ambil cuti karena kakakku akan menikah di akhir December ini, tapi aku sedang mencari tanggal yang cocok untukku untuk memulai cuti dan aku pun punya niatan untuk berdoa di malam nisfu sa’ban dimana pada malam itu kita berdoa untuk mencari keselamatan, kesehatan dan pengampunan dosa baik di dunia maupun di akhirat. Karena surau Al Muttaqin di kampungku sering mengadakan Acara Malam Nisfu Sa’ban yaitu dengan membaca Yasin 3 kali diantara Sholat Maghrib dan Sholat Isya. Dan rencanaku pun di malam itu aku berencana berdoa untuk mecari jodohku yang akan kujadikan istriku.

Nah itu pertengahan bulan sa’ban, gumanku.. rupanya bertepatan dengan tanggal 7 December dan kakakku nikah tanggal 15 December berarti aku harus cuti pas tanggal 5 december ini. Waduh tinggal seminggu lagi nich berarti besok aku harus segera mengurus cutiku dan memesan tiket pesawat ke Palembang tempat kelahiranku.

Enam hari kemudian....
Pagi itu udara di luar rumah sangat sejuk, dan saya bersiap-siap untuk berangkat kerja. Kuhidupkan mesin mobil dinasku dan kumasukkan perseneling mobilku dan aku mulai melaju dengan kecepatan sedang karena di dalam kawasan perumahan PT. Badak NGL Co, kecepatan kendaraaan maximal rata-rata 40 KM/jam
Selama menyetir mobil kubayangkan kota Palembang, ehm ...besok aku pulang kampung dan telah kubayangkan apa-apa saja yangmau kulakukan istilah kerennya activitas sehari-hari selama di Palembang. Udah kubayangkan ..hari pertama makan pempek kapal seram, hari dua makan model hari ketiga makan laksan, hari keempat makan burgo dan otak-otak, hari kelima makan pempek lenggang. Dan tak lupa tentunya makan Martabak Har yang di Jalan Jend. Sudirman Palembang.

Setelah jam kerjaku dah habis maka aku bersiap-siap untuk berangkat ke Balikpapan dimana di Balikpapan terdapat Bandara International. Aku telpon taxi travel yang akan mengantarku ke Balipapan dari Bontang. Memang aku sudah mencarter taxi agar perjalananku ke Balikpapan bisa nyaman dan aman mengingat waktu tempuh ke Balikpapan sekitar 6 jam apalagi jalan antara Bontang – Samarinda kurang bagus.
Setelah taxi datang ke tempat kost ku di HOP III Complek PT. Badak NGL Co Bontang, aku pun berangkat menuju Balikpapan. Dan memang waktu tempuh ke Balkpapan sekitar 6 jam.

Tibalah aku di Balikpapan waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, akhirnya aku diantar ke Hotel dan janji besok pagi dengan sopir taxi agar mengantar saya ke Bandara.

Keesokan Harinya....
Hari ini aku pun berangkat ke Palembang dengan menggunakan pesawat Garuda karena Cuma Pesawat Garuda aja yang mempunyai connectied flight ke Palembang. Sekitar jam 7.50 WIT, kami diberitahukan untuk naik ke pesawat istilah kerennya boarding. Ehm..berarti dalam hitungan jam, aku sudah berada di Palembang nich..gumanku..
Setelah menikmati perjalanan dari Balikpapan menuju ke Jakarta dengan memakan waktu sekitar 2 jam tibalah kami ke Bandara Sukarno Hatta Cengkareng. Tapi anehnya waktu di Jakarta menunjukkan pukul 8.50 sedangkan angka di Jam tanganku menunjukkan pukul 9.50. Baru tersadar aku bahwa perbedaan waktu antara Jakarta dan Balikpapan adalah 1jam dimana Jakarta lebih lambat 1 jam dari pada Balikpapan. Makanya langsung ku rubah angka di jam tanganku menyamakan angka yang ada di jam dinding ruangan kedatangan.

Kulihat tiket di tanganku dan kucocokkan dengan jam yang ada di tanganku. Terdapat selisih waktu sekitar 3 jam sebelum aku berangkat ke Palembang dimana jadwal keberangkatan pesawat garuda ke Palembang di Jam 13.20 WIB.

Dari pada bingung-bingung menunggu, akhirnya aku pun menuju ke Toko Buku yang ada di dalam ruang keberangkatan dimana toko buku itu terselat di sudut ruangan. Dan kuamati buku-buku atau majalah yang ada di dalam rak buku dan koran-koran yang ada di rak buku lainnya. Kuamati satu persatu . Aku memang tak berniat untuk membelinya karena ku dengar harga-harga barang yang ada di wilayah bandara cukup mahal harganya, bisa-bisa harganya 1,5 dari harga pasaran. Dan kupikir harga buku yang ada di toko buku ini pun sama dengan harga barang lainnya yang ada di sekitarnya bandara. Akhirnya aku memutuskan untuk melihat-lihat saja dan kupikir walaupun aku tertarik untuk membelinya akan kubeli di toko buku gramedia saja lah. Khan di Palembang juga ada toko Buku Gramedia.

Lama kulihat-lihat buku-buku yang ada di dalam toko buku itu dan kalau kulihat plastiknya sudah robek maka kubacalah buku itu bila tidak dirobek berarti belum bisa di baca.

Saking asyiknya melihat-lihat buku , tanpa kusadari ada seseorang gadis yang cantik tengah melihat-lihat buku juga. Aku tahunya pas dia ngomong ke penjaganya,”Berapa harganya buku ini, Pak?
Mendengar suara itu langsung replek mataku menoleh ke arah wanita itu , Waduh..begitu cantiknya wanita itu, berkulit putih, berbadan tinggi, berambut sebahu dan dengan baju yang berwarna merah dengan celana jeans yang rada ketat membuat adrenalinku memintaku terus memandangi wanita itu. Kalau kuperhatikan mirip sekali dengan Wulan Guritno.

Aku berpikir bagaimana yach mencari cela agar bisa menarik perhatiannya agar dia tahu aku ada di situ juga. Gimana...caranya ....gimana..caranya ...men... Sayang sekali, temanku si joko nggak ada di dekatku mungkin kalau ada dia sudah kutaklukan wanita itu. Memang benar, si Joko ini paling pandai mencari cara untuk menaklukan wanita agar bisa tergoda, kalau aku biasanya minta advice dia bagaimana selanjutnya..bagaimana selanjutnya, kdang aku kehabisan kata-kata makanya kadang dia pula yang menguide aku bila adku sedang berusaha mendekati wanita. Mau kutelpon si Joko, dia sedang di laut , karena dia kerja di Kapal Pesiar jadi susah komunikasi dengan dia.

Saking lamanya aku berpikir...wanita itu sudah tidak ada lagi di dalam toko buku itu. Dan kucari-cari dengan bantuan mataku wanita itu benar-benar sudah tidak ada lagi. Ehm..nggak nasib jumpa dan punya pacar cewek cakep seperti dia. Tapi Eit..kalau kupikir wanita itu buka krateriaku yang utama karena kalau dilihat dari secara fisik, wanita itu memang cantik dan cantik banget....tapi kalau kupikir lagi, bukan masaku lagi untuk mencari seorang pacar dan juga dikarenakan umurku yang sudah 27 tahun apalagi aku sudah kerja pula. Dan kalau kupikir lagi aku lebih suka lihat wanita yang pakai jilbab karena menurutku kalau melihat wanita yang pakai jilbab, dia adalah wanita suci dan terjaga keimanannya. Berarti wanita yang mirip wulan guritno itu tidak masuk krateriaku untuk kujadikan istri, karena wanita itu tidak pakai jilbab, sedikit menor dan aku pun nggak sanggup memenuhi biaya maintenance tubuhnya setiap minggunya. Jadi kuputuskan tidak kucari lagi wanita yang mirp Wulan Guritno itu. Khan aku mau cari jodohku di Malam Nisfu Sa’ban, siapa tahu aku ditunjukkan oleh Allah, jodoh yang sesuai dengan apa yang kuminta.

Alamak....waktu di jamku telah menunjukkan pukul 12.15 WIB, tak terasa betul waktu terus berlalu dan kupikir sudah hampir dua jam aku berada di toko buku itu. Makanya rencana tak mau beli buku , akhirnya kubeli juga buku ”Kunikahin Engkau dengan Hamdalah” dan sebuah koran Kompas. Dan aku pun langsung menuju ke Kasir untuk membayar buku itu. Tapi sayang yang ada di kasir ternyata laki-laki kalau dia perempuan bisalah kumainkan kata-kataku sepatah kata dua patah kata untuk menggoda. Tapi ini laki-laki..tak adalah yang mau kugoda...Setelah membayar ke kasir akupun lansung menuju ke ruang tunggu di mana yang sesuai dengan apa yang tertera dalam boarding pasku yaitu F6.

Tak lama kemudian kudengar pengeras suara memanggill para penumpang untuk segera naik ke pesawat udara . Dan aku pun bergegas untuk mengantri naik ke pesawat. Dan waktu tempuh Jakarta ke Palembang sekitar 50 menit. Setelah aku mengambil tempat dudukku di dalam pesawat lagi-lagi kulihat wanita yang mirip Wulan Guritno tengah sibuk mencari no bangkunya tapi karena dia sudah tidak lagi menjadi inceran dambaan hatiku makanya kudiamkan saja dianya, pura-pura aku sibuk membolak balik majalah udaranya Garuda yang isinya barang-barang yang dijual di dalam pesawat dan tentunya pula harganya lebih mahal dari harga di darat.

Akhirnya pesawat meninggalkan bandara Sukarno Hatta Cengkareng menuju ke Bandara Talang Betutu Palembang. Dan akupun menikmati perjalanan udara tersebut dengan membayangkan pempek Palembang, Pempek Kapal Selam, Pempek Lenggang dan tentunya martabak Har. Sedang asyiknya melamunkan semua itu tak terasa 40 menit telah berlalu dan terdengar suara pramugari memberitahukan bahwa pesawat sebentar lagi mendarat di Bandara Talang Betutu Palembang.

Kisah di Palembang ..akan dilanjutkan dalam ”Kutemukan istriku di Malam Nisfu Sa’ban II”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar