Kamis, 26 Juli 2012

I MISS KL.....

   



Kupandangi photo-photo hasil jepretan dari camera Olympusku dan ada rasa sedih dan rasa galau di dalam hatiku. Ada kesedihan di sana mengingat semua kenangan indah di KL. KL yang tak pernah terlupakan. Rasa galau karena aku harus melupakan KL untuk beberapa tahun dan entah bisa atau tidak aku kembali kesana seperti yang dulu lagi. 

Banyak memories yang tak bisa dilupakan hanya dalam sedetik saja karena semua itu adalah rasa keindahan, rasa nyaman dan rasa suka yang mendalam saat berada di KL. Aku tidak bisa melupakan Bukit Bintang yang ramai dan banyak activitas di sana. Aku tidak bisa melupakan Pavilion Mall yang setiap hari aku datangi selepas aku pulang dari kerja dan aku tak bisa melupakan Menara Petronas dengan Suria Mall nya yang selalu ramai dikunjungi orang. Apalagi Times Square Mall, Dataran Merdeka, Masjid Jami, Masjid Negara Kuala Lumpur, Pasar Seni dan masih banyak lagi tempat-tempat lain yang nyaman aku kunjungi.

Namun hidup harus memilih..karena aku tak bisa membiarkan anak-anakku sendirian di Indonesia, setelah bulan Januari 2012 lalu istriku berangkat ke Australia. Sedangkan aku masih di Kuala Lumpur. Dan dengan berat hati aku meninggalkan Kuala Lumpur the City of My Dream untuk kembali ke Indonesia di Awal Maret 2012 yang lalu.

Aku temani anak-anakku di Indonesia sambil aku mencari-cari kerja di Indonesia dan akhirnya kami pun harus mempersiapkan diri kembali untuk menyusul istriku ke Australia di Akhir Mei 2012 setelah anak-anakku selesai mengikuti ujian sekolahnya. Namun Canberra tidaklah seperti yang diharapkan disamping karena perbedaan bahasa yang masih belum bisa aku ikuti juga cuaca di musim winter (dingin) membuatku menjadi kurang begitu menyukai kota Canberra. Cuma yang kusuka adalah aku bisa dekat dengan istriku dan anak-anakku di dalam suatu keluarga yang utuh dimana selama ini aku hanya memiliki keluarga yang semu karena aku selalu jauh dari keluargaku.

Kuala Lumpur adalah Kuala Lumpur, aku merasa sudah menjiwai kota Kuala Lumpur, walaupun aku hanyalah setahun di sana. Karena banyak kegiatan yang bisa aku ikuti dan aku kunjungi selama di sana dan dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan isi kantongku semisal mengaksikan lomba Balap MotoGP di Sepang, Nonton Tenis Malaysia Open dan Bulutangkis di Bukit Jalil, menonton drag race di Dataran Merdeka dan masih banyak kegiatan lain yang aku bisa simak di sana. I miss KL banget...

Kuala Lumpur adalah kota kecil yang banyak berisi bangunan-bangunan sejarah masa penjajahan Inggris dahulu dan selalu dirawat dengan baik dan kalau di Indonesia adalah Kota Tua di daerah Pasar Baru Jakarta. Dan aku merasa bahwa aku adalah turis bila menginjakkan kakiku di KL dan berbeda rasanya bilamana aku berada di Canberra Australia, aku merasa aku berada di Indonesia walaupun budaya dan bahasanya berbeda dengan orang Indonesia pada umumnya. Apa mungkin karena aku lebih dekat dengan keluargaku sehingga aku merasa aku memiliki kehidupan nyata dibandingkan di Kuala Lumpur. Entahlah Au Ah Elap. Kata itu yang hanya bisa kukatakan saat ini.

Ada rasa sesak bila mengingat Kuala Lumpur karena aku harus meninggalkan pekerjaanku di sana tapi ada rasa bahagia yang mendesak-desak rasa sesak itu di dalam hatiku karena dengan keputusan untuk meninggalkan Kuala Lumpur adalah hal yang bisa diterima mengingat aku bisa dekat kembali dengan istri dan anak-anakku. 

Aku nggak tahu kapan aku bisa menyukai kota Canberra melebihi rasa suka terhadap kota Kuala Lumpur. Ya mungkin setelah kehidupan normal bisa kujalani disini yaitu mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan qualifikasiku dan pengalaman kerjaku tentunya. 

Canberra, 26 July 2012. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar