Jumat, 20 April 2012

CHEVRON, NO NEED TO SAY THE WORD



Malam ini aku membaca lagi lowongan kerja di Chevron yang ada di Koran Kompas dan kulihat tanggal penerbitan di akhir Maret 2012. Kulihat lagi dan kusimak lagi mengenai job offer dari Chevron yang ada di dalam Koran tersebut dan ternyata batas akhir pengajuan lamaran kerja sudah berakhir 16 April 2012 yang lalu.

Ada rasa kecewa yang kurasakan membaca koran tersebut dan ternyata aku terlupa untuk melamar Chevron via website mereka. Memang aku beli koran tersebut dan memang aku berencana lagi untuk melamar kerja di sana walau aku sudah 3 kali gagal dalam proces penerimaan karyawan di Chevron. Walaupun sering gagal tapi aku akan terus mencoba terus karena kesempatan masih ada. Tapi itulah ternyata kesempatan di tahun 2012 ini aku lewatkan untuk melamar ke Chevron.

Tapi memang, Insya Allah, Awal bulan Juni 2012 ini, aku dan anak-anakku akan pindah ke Canberra. Agar supaya dekat dengan Istriku. Dan tentunya rasa rindu , rasa kangen dan rasa kepengen..kurasakan saat ini begitu dalam. Karena memang aku tak bisa jauh dari istriku. Dan aku melihat lowongan di Chevron Indonesia dan aku pun harus melupakan lowongan tersebut. Karena bilamana aku dipanggil untuk interview di Chevron, pastilah aku nggak bisa serius menjawabnya karena aku nggak ingin diterima oleh Chevron.

Masih teringat aku akan kebodohanku melepas peluangku di Chevron Indonesia dimana bila aku diterima aku akan ditempatkan di Balikpapan. Tapi aku merasa malas di Balikpapan karena terlalu jauh dari keluargaku di Pekanbaru jadinya aku pun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh wakil-wakil dari Chevron dengan seenak hatiku saja dan tanpa beban. Padahal kalau aku serius , Insya Allah, aku bisa diterima di Chevron Indonesia. Tapi udahlah biarlah itu menjadi pelajaran buat aku. Lain kali kalau ada peluang harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena peluang datangnya hanya satu kali.

Dan sekarang aku betul-betul melewatkan peluangku untuk diterima di Chevron Indonesia bukan karena aku tak ingin mencoba lagi tapi dengan alasan aku ingin dekat dengan Istriku makanya aku tidak mencoba melamar di Chevron Indonesia. Ada rasa menyesal dan ada rasa sedih yang kurasakan karena aku menyia-yiakan kesempatan yang baik ini. Tapi udahlah. Siapa tahu nanti , Insya Allah, aku bisa bergabung di Chevron Australia. Dan siapa tahu ada perwakilan Chevron di Canberra sehingga aku bisa melamar kerja di sana dan siapa tahu aku bisa berhasil bergabung di Chevron Australia.

Untuk Chevron Indonesia, Aku tak bisa bilang apa-apa lagi. karena aku tak bisa lagi mengajukan permohonan untuk melamar kerja di Chevron Indonesia...Tapi siapa tahu ke depannya masih ada peluang untukku. Karena menjadi Karyawan Chevron Indonesia merupakan cita-cita yag semestinya aku bisa raih.

Tapi sekarang aku hanya bisa katakan :

CHEVRON, NO NEED TO SAY THE WORD.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar