Sabtu, 24 September 2011

SAAT KEJUJURAN MEMERLUKAN PENGORBANAN

Lagu kejujuran Hati, Aku Harus Jujur dan Jujur merupakan lagu yang sering kita dengar di radio-radio yang oleh Kerispatih dan Raja. Dan nampaknya saat ini kejujuran itu hanyalah semacam syair dari lagu-lagu cinta. Karena tidak semua orang disekitar kita suka akan kejujuran yang dibuat, karena kejujuran itu sebagai salah satu kendala untuk mencari kekayaan dalam waktu singkat. Tapi itulah kalau kita lihat makna dari jujur itu adalah Jujur itu merupakan keikhlasan dan Kejujuran itu perlu hati nurani.

Tadi pagi saya menelpon Bekas Mandor saya sewaktu saya bekerja di Pabrik Karet tahun Maret 2004 - april 2004 karena saya mendapat khabar bahwa Mandor saya tersebut sudah tidak kerja lagi di Pabrik Karet tempat saya bekerja dahulu. Dan saya sangat terkejut saat mendengar berita itu karena setahu saya mandor saya tersebut kerjanya cukup bagus dan baik. Dan saat saya menangani pabrik kami memperoleh keuntungan untuk perusahan sekitar 900 juta. Dan saya mengenal mandor saya ini jujur dan tak mau bertingkah aneh-aneh untuk mencari keuntungan sesaat dengan melakukan penyimpangan.

Dan sayang sepeninggalan saya dari Pabrik tersebut karena di mutasi ke Banda Aceh, pabrik tersebut nampaknya kembali ke bentuk asalnya. Karena untuk melakukan penyimpangan di Pabrik Karet tersebut sangatlah mudah yakni dengan memainkan DRC Getah yang dikirim ke Pabrik. Karena dengan selisih DRC itulah, produksi ada yang tidak tercatat. dan kalau orang tersebut paham akan kejujuran dia akan menghitungnya menjadi stock untuk perusahaan tapi bila tak paham akan kejujuran dan ingin cepat kaya secara singkat yach dijadikan stock pribadi. Dan pengalaman saya selama saya 1 tahun di pabrik tersebut, kelebihan produksi karena ketidak akuratan taksasi DRC per bulannya bisa mencapai 9 ton dan kalau diuangkan sekitar 27 juta rupiah.

Jadi saya bertanya ke Mandor saya tersebut kenapa kejadiannya kok bisa tidak bekerja di Pabrik, dan nampaknya Beliau difitnah dan dikambing hitamkan atas kelebihan stock
yang terjadi di pabrik dan itu membuat saya heran. Kenapa Mandornya di salahkan dan kenapa bukan pimpinannya di Pabrik dan harusnya company tahu siapa sebenarnya salah.
Tapi rupanya Mandor saya ini memang sedang dicari salah oleh pimpinannya karena mandor saya ini tidak mau bekerja sama untuk menjadikan kelebihan stock di pabrik yang tidak tercatat untuk menjadi penjualan pribadi pimpinannya.

Dan memang saat pengiriman produksi ke Belawan, mandor saya nggak pernah mau menanda tangani berita acara pengiriman produksi karena Beliau tahu ada penyimpangan disitu
Sehingga setiap ada pengiriman produksi, beliau cuti atau ijin setengah hari karena Beliau tak mau menyaksikan suatu penyimpangan terjadi di depan Beliau.

Tapi itulah karena Beliau tidak mau menyaksikan pengiriman produksi yang dilakukan atasannya. DIanggap atasannya Mandor saya orang bodoh dan tak mengerti apa-apa mengenai penyimpangan tersebut maka dibuat lah suatu skenario untuk menyingkirkan beliau dari Mandor Pabrik dan dibuatlah suatu cerita seolah-olah ada kelebihan produksi yang tidak tercatat dan Pimpinannya melaporkan hal tersebut ke kantor Medan.
Dan Akhirnya mandor saya tersebut dipanggil ke kantor pusat di Medan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang tak pernah dilakukannya.

Tapi Mandor saya bukanlah orang bodoh, rupanya Beliau punya catatan pengiriman latex ke pabrik dari kebun dan semua catatan yang berhubungan dengan penyimpangan yang dilakukan oleh atasannya. Dan Alhamdulillah Beliau bisa membuktikan bahwa Beliau benar dan Nampaknya setelah dipelajari kembali laporan mandor saya tersebut dan setelah dibandingkan dengan laporan atasannya, ternyata laporan mandor saya benar.
Tapi Mandor saya tersebut sudah malas untuk kembali ke Pabrik Karet lagi karena beliau kecewa dengan perusahaan dan atasannya karena dijadikan kambing hitam atau difitnah atas tindakan yang tak pernah dilakukan oleh beliau.

Dan saya tanya Beliau lewat telpon, kenapa Mandor tak ikut apa yang dikatakan atasannya khan biar selamat dan masih memegang jabatan sebagai mandor. Dan beliau jawab,"Itu karena Bapak..". Kok bilang begitu Ndor? Tapi mandor saya tidak bicara lagi alasannya kenapa. Tapi nampaknya dari pembicaraan beliau, beliau menyatakan selama kepemimpinan saya di Pabrik Karet tersebut beliau enak kerjanya karena Beliau merasa nyaman kerja jadi bawahan saya. karena saya memang tak mau apa yang bukan menjadi hak saya, saya jadikan hak saya. seperti kelebihan produksi yang tak tercatat akibat dari tidak akuratnya penaksiran DRC (Dry Rubber Content).

Sebenarnya saya ingin minta maaf kepada mandor saya karena saya telah menjadikannya Menjadi manusia yang memiliki nurani dan bekerja dengan keikhlasan walau gaji diterima tidaklah terlalu besar. Rupanya banyak mungkin certa-cerita saya yang menyentuh hatinya dan menjadikannya khusu dalam menjaga kejujurannya.
Karena mungkin dulu pernah saya bilang , kita ini rajin sholat tapi masih juga melakukan penyimpangan, Jadi kita kerja apa adanya saja dan kalau bukan hak kita ngapain kita menjadi tidak jujur. Tapi saya akhirnya cuma satu hatun saja di pabrik tersebut karena di mutasi ke Banda Aceh untuk mengawasi bantuan perusahaan untuk bencana tsunami Aceh tahun 2004.

Dan maaf saya disini bukan mau cerita kalau saya ini orang yang menjaga kejujuran dalam bekerja. Saya cuma ingin menyampaikan bahwa mandor saya inilah contoh orang jujur yang punya hati nurani tapi diperlakukan tidak baik akibat dari kejujurannya.

Tapi saat saya tanya lagi posisiapa sekarang rupanya mandor saya ini mempunyai usaha budidaya ikan dan dikirim ke pasar, mengirim lump karet langsung ke Pabriknya yang ada di tebing Tinggi tanpa melalui agent. Alhamdulillah, berkat kejujuran Beliau dalam bekerja membuatnya menjadikannya orang yang berhasil walau sudah tidak bekerja lagi di perusahaan,

Dan kadang saya berpikir. akankah orang jujur bisa menjadi kaya? Dan kenapa orang tak jujur cepat sekali menjadi kaya? . tapi mungkin manusia tak bisa menjawabnya dengan hati yang ikhlas karena setiap manusia punya kepentingan dan kepentingan tersebut kadang membuat manusia menjadi tidak jujur. Dan kejujuran kadang menjadi beban untuk menjadi kaya.
Tapi kuharap kita tidaklah seperti mereka yang tidak jujur dan mudah-mudahan kita semua menjadi orang jujur, mengerti hak dan tanggung jawab, bekerja dengan ikhlas dan selalu menyantuni anak yatim.

Tapi akan kah manusia bisa menjadi jujur bila dikanan kiri dia masih ada kekurangan?..
Namun kita harus yakin dan percaya bahwa kejujuran itu tidaklah hanya bagian dari syair lagu-lagu cinta belaka..

"Kejujuran adalah keikhlasan dan Keikhlasan adalah Jiwa yang Sehat".

Salam

Kuala Lumpur, 24 Sept. 2011 at 11.07 PM.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar