Selasa, 17 Mei 2011

STRESS DI TEMPAT KERJA - SIAPA YANG TANGGUNG JAWAB

Tentunya kita sudah mendengar namanya Pipe Stress analysis dimana apabila sesuatu pipa mengalami pembengkokan atau mengalami perubahan bentuk akibat dari pressure and temperature dan juga fluida yang dialirinya.

Tapi disini akan dibicarakan mengenai stress pada manusia yang dialami di tempat kerja. Dan ada beberapa definisi mengenai stress tersebut :
- Stress adalah faktor yang menyebabkan tekanan fisik dan mental (Kamus Merriam -Webster)
- Stress adalah tanggapan tidak terarah dari tubuh terhadap suatu permintaan (H.Selye, The Stress of Life)
- Suatu pengaruh spikologist atau fisiologis penganggu yang mengakibatkan suatu keadaan tertekan secara berat terhadap seorang individu.

Tapi kalau menurut pujangga piping :\
Stress di tempat kerja adalah bilamana suasana tenang menjadi rame karena suara-suara yang didengar menyakitkan telinga dimana seorang pekerja itu perlu ketenangan dan kenyamanan untuk berfikir terhadap pekerjaan yang dihadapi.
Juga bilamana Bos yang notabene berasal dari konsortium selalu membuat seakan-akan pekerjaan yang biasa kita kerjakan tidak pernah siap padahal mereka ingin kan adalah mengambil semua jatah konsortiumnya. Jadi pekerja yang berasal dari konsortium satunya tidak bisa bekerja secara profesional dan nyaman dan dibuat seolah-olah tak bisa kerja.

Untuk membantu kita menaggulangi stress, marilah kita analisa penyebab dan akibat dari peristiwa di era modern ini. Semua ini akan menuntun kita ke arah penemuan cara-cara yang paling efektif untuk mengurangi dan menghilangkan stress.
Penyebab-penyebab :
- Intimidasi dan tekanan dari rekan kerja, pimpinan perusahaan dan Client. Dan juga bilamana bos dari perusahaan lain yang merupakan konsortium.
- Perbedaan antara tuntutan dan sumber daya yang ada untuk melaksanakan tugas dan kewajiban.
- Ketidak cocokan dengan pekerjaan
- Pekerjaan yang berbahaya , membuat frustasi, membosankan atau berulang-ulang.
- beban lebih
- faktor -faktor yangditerapkan oleh diri sendiri seperti target dan harapan yang tidak realistis , kritik dan hukuman terhadap diri sendiri.

Tanda -tanda dan gejala :
- menolak perubahan
- Produktivitas dan effisiensi yang berkurang
- Kehilangn motivasi, ingatan, perhatian, tenggang rasa dan pengendalian
- Kurang Tidur , kehilangan nafsu makan dan menurunnya nafsu seks
- Tidak menyukai tempat anda bekerja dan orang-orang yang bekerja bersama anda.

Akibat-Akibat :
- Sering tidak masuk kerja
- Semangat dan produktivitas yang rendah
- Kepuasan kerja yang rendah
- Perputaran pegawai tingi (banyak pegawai yang keluar)
- Kenaikan beban biaya terhadap masyarakat dan para majikan.

Pengobatan :
- Mejaga kesehatan tubuh dengan tidur yang cukup, maian makanan sehat dan berolah taga dengan benar.
- bekerja lebih sedikit dan mengurangi ketakutan akan pekerjaan
- Menghindari perbaikan tamba sulam seperti minum alkohol dan kopi.
- Magement Waktu yang benar
- Meditasi
- Bersantai (mendengar music klasik, Yoga, memancing, bermain dengan anak2, membaca buku fiksi, menomton film komedi, bekebun.

Itulah sekilas mengenai stress dan pencegahannya. dan mungkin masih banyak lagi masalah yang dihadapi yang bisa berakitan menjadi stress. Tapi intinya sabar aja dan kerja tetap bagsi dan sesekali mencari peluang lain. Dan berhati-hatilah kalau bekerja dengan system konsortium apalagi pembagiannya tidak rata.


Salam

Kerteh 17 Maret 2011 jam 21.00  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar