Showing posts with label CERITA BANG SOMAD. Show all posts
Showing posts with label CERITA BANG SOMAD. Show all posts

Friday, July 9, 2021

CERITA BANG SOMADT : MENGHADAPI MIMPI TIADA GUNA BILA SEPI MELANDA 3

Terima kasih buat anda yang telah meyimak dua episode cerita nya bang somad di blog pujangga piping ini. Dimana bang somad membuka usaha kopi di mall ska lantai 2 gabung dengan teman teman lainnya di dalam gerai UMKM Puan Aspekraf.


Banyak tenant yang bilang usaha di sana sepi padahal nyatanya tidak terlalu kali lah sepi melanda. Lajukela Coffee menikmati kesepian itu dengan ikhlas dan nyata walaupun kadang ada rasa kegetiran melanda di tengah pendemi yang entah kapan berakhir. Kesehatan dan Bisnis tidak akan pernah menyatu apabila kedua pihak tidak bisa menerima sama lain dan yang kali ini harus diikuti apa kata pemerintah yang mana kadang tidak perduli dengan kondisi anak bangsa yang kelaparan karena tidak bisa berusaha.

Kita hanya bisa berusaha untuk bertahan di Gerai UMKM Puan Aspekraf walaupun mungkin hasil yang didapatkan disana masih belum bisa mendapatkan untung yang maksimal dan melimpah seperti yang diharapkan oleh pedagang seperti saya ini. Namanya Pandemi jadi orang banyak tidak berangkat ke Mall hanya sekedar untuk membeli produk kami.

    "Nampaknya kacamataku kabur nich", bathin somad dalam hati saat nurun tangga eskalator di lantai dua ke lantai satu. waktu itu somad tengah melihat seorang gadis yang mirip dengan Nike Ardila di layar tv salah satu outlet terkemuka di Pekanbaru yaitu Bank Riau Kepri . 

    "Nampaknya gue harus singgah ke Optik Melawai untuk mencuci kacamata secara gratis" bathin somad menggelora sambil dipercepat langkahnya menuruni tangga eskalaor menuju ke Apotik Melawai yang ada di Mall SKA. 

    

Tuesday, July 6, 2021

CERITA BANG SOMADT : JUALANAN SEPI YACH NIKMATI AJA

Hari hari yang dilalui penuh dengan kesepian dimana ditengah kondisi pandemi begini tidak banyak berharap agar pembeli mampir ke gerai kami di Mall SKA Lantai 2, padahal banyak makanan enak dan minuman segar yang tersaji di sana, temasuk kopi UWU ,kopi arabika dari desa Uwu Manggarai Timur Flores NTT Indonesia.. Sorry bro , gue nulis lengkap lengkap agar elo pade tidak salah kaprah mengenai arti UWU . Uwu adalah nama daerah bukan sesuatu ungkapan Kepo yang biasa didengungkan anak muda atau gadis muda seusia pacar kita wkakakak.



Setelah ibu dan adiknya Somad hilang dari hadapan somat, tiba tiba somad dikejutkan oleh suara tertawa anak anak muda yach semacam anak kuliahan lah, yang sedang asyik menyebut nama Uwu berkali kali sambil tertawa dan setelah mereka diam. Mereka akhirnya memesan minuman kopi arabika Semendo asal Palembang.. 

Di gerai Lajukela Coffee Mall SKA , anda bisa menikmati kopi kopi asli Indonesia baik dari Aceh sampai Papua. Dan dengan harga murah berkisar 12 ribu sampai 20 ribu. Kalau kopi Arabika Luwak Liar dari Aceh Gayo kami jual seduhannya 35 ribu/cangkir. Sungguh sungguh dengan harga murah dan cool habiszz. Intinya elo pade bisa nikmati kopi tanah air ku Indonesia di tempat ini. Malah ada seorang bapak yang sangat tertarik dengan kopi robusta yang lajukela coffee sajikan dan malah hampir tiap hari minggu atau sabtu , mampir untuk menikmati beberepa variant daerah yang disajikan. 

Kopi Seduhan Robusta seduhan itu yang saat ini ada di Lajukela Coffee Mall SKA  adalah kopi dari Gayo, Solok, Semendo, Garut , Temanggung, Pupuan Bali,  Colol Manggarai Timur, terakhir kopi robusta Lumajang. Semua bisa dinikmati secara seduhan V60 dengan harga murah hanya 12 ribu/cup

          "Bang, Ane bingung kenapa dua anak itu tertawa saat ane tawarkan kopi UWU", tanya Siska sambil menampilkan wajah bingung nya anak kuliahan. Tentunya dia tanyakan sesudah kedua anak laki laki itu sudah selesai meninggalkan meja kopi di hadapan lapak lajukela coffee. 

          "Entah Abang pun tak tahu kenapa.."

"Padahal Kopi arabika UWU itu enak lho dan jarang ada di Pekanbaru", jawab Somadt

 

Sembari mereka berdua somad dan siska, kebingungan dan mencari tahu kenapa ada senyuman dan wajah malu serta nyamannya ketika menikmati seduhan dari Siska yaitu kopi Robusta Single origin Solok. Sedari tadi Somad lihat Raline tengah asyik memperhatikan orang-orang yang tengah duduk minum kopi dan sesekali menulis di bukunya.

   "Jadi elo sudah tahu apa ciri ciri orang yang suka minum kopi Arabika dan Robusta?" tanya Somad sambil mendekati ke arah Raline .

   "Sampai saat ini masih belum jelas Bang, karena banyak yang masih belum bisa disimpulkan secara psikologis karena baru seminggu gue perhatiin, masih belum bisa dibuktikan ciri ciri orang yang bagaimana yang menikmati kopi . Tapi secara gambaran sedikit nampaknya yang kurus suka kopi arabika dan yang gemuk suka kopi robusta. Kalau diihat dari statistik yang gue buat , Bang", jawab Raline bertubi tubi agar penjelasananya bisa mengena dan masuk di hati abang Somad

   "Maaf  Raline, Bang Relaxy itu badannya gemuk dan beratnya mungkin sekitar 90Kg tapi sukanya minum kopi Arabika , bukan robusta.."

"Malah katanya kalau minum kopi robusta, bawaannya mau kebelakang terus dan kafeinnya terlalu tinggi sehingga lebih enak minum kopi arabika."

"Katanya juga untuk kopi Arabika sendiri itu rasanya berbeda beda baik itu kopi dari Aceh, dari Jawa , dari Sulawesi ataupun Papua . Dan proses juga sangat mempengaruhi rasa. Makanya Bang Relaxy sukanya kopi Arabika dan badannya gemuk juga" Jawab Somad seolah membantah apa yang dikatakan raline.. 


"Dan saya lihat kamu Raline pun suka minum kopi robusta daripada kopi arabika, tapi badannmu langsing alias dak begitu gemuk" kata somad sambil berlalu dihadapan Raline menuju ke meja yang ada di belakang booth lajukela coffee yang jaraknya sekitar 1,5 meter dari tempat raline biasa duduk 

"hehehehehehe iya juga yach Bang.. Berarti analisa saya harus diulang lagi lebih jernih sehingga bisa dihasilkan result nya", jawab Raline

Kalau kita pikir pikir dihasilkan result itu maknanya dua jadinya hasil hasil jadi harusnya ditulis dan dikatankan "bisa dihasilkan analisanya" dengan baik. Kadang orang kita seperti penulis pengen dianggap seperti orang keren dengan menggunakan pembendaharaan kata kata yang sifatnya universal tapi nyatanya belum pas. Tapi iu ada baiknya kita nikmati dengan indah dan dengan senyuman

Di Lajukela Coffee at Mall SKA itu lajukela coffee mengambil dua booth, yang ukurannya jadinya 4 m x 2 m. Dan banyak jenis minuman yang disajikan dan juga cemilan murah gaya anak muda, istilahnya pahe dengan harga 10 ribu. yaitu Otak Otak goreng , Kentang goreng, Naget Ayam goreng, Sosis Goreng dan ubi goreng. Maksudnya agara banyak pembeli yang akan mampir dan singgah menikmati sajian dari lajukela coffee dan juga teman teman yang buka lapak di areal puan aspekraf 

     "Nampaknya hari ini bakalan sepi lagi Bang", 

     "Tapi Alhamdulillah sudah mencapai 100 ribu saat ini, tidak lagi 10 ribu seperti kemaren" kata Raline sambil membalik buku catatan penjualan yang ada dihadapannya.

  "Ya dak apa apa, yang penting kalian tetap semangat"

 "Hadapi kesepian itu dengan senyuman dan akuin bahwa CFC dan Solaria lebih baik dari kita disini"

"Walaupun kita jual dengan harga kaki lima tapi tetap saja konsumen banyak memilih ke sana" Jawab Somad sambil berdiri , maksudnya ingin menyemangati Siska dan Raline. 

"Kita harus cari inovasi lain dan jangan diam menerima keadaan , Inovasi misalnya mencari metoda baru dalam penjualan dan juga cara bagaimana agar orang bisa menerima ajakan kita untuk makan di areal UMKM Puan Aspekraf dengan baik dan ikhlas", jawab somad menambahkan.

"Intinya tetap semangat dan berdoa" jawab somad lagi..

"Kondisi pandemi covid begini, usahakan selalu pakai masker dan bilamana terima uang dari konsumen kita, usahakan cuci tangan setelah pegang uang. yach saya ingin kita semua sehat dalam menjalankan usaha lajukela coffee dan saya ingin kita semua sehat dan sehat.

Kalau somad menggunakan kata-kata "Saya" berarti dia sedang serius dalam menggunakan kata-katanya dan sudah dianggap serius oleh kedua kru nya yang mendengarkan arahannya dan kedua kru nya hanya bisa bilang 

      "Siap Coach" dan Terima kasih" kata Siska, 

Sementara Raline tidak bisa menjawab perkataan dari Somad berhubung dia sedang menyiapkan pesanan Chorcoal Lattte. Minuman serbuk arang dan bagus untuk detox di tubuh manusia. Dan juga pesanan seduhan kopi liberika Riau Meranti. Tapi Raline hanya bisa mengangguk tanda setuju dan siap sembari menyiapkan pesanan dari para tamu alias pembeli.

"Ok yach Siska dan Raline, gua mau visit ke STC , Sukaramai trade center mau lihat si kembar Naomi dan Naoma, mau lihat bagaimana mereka di sana , tadi mereka minta bawain Bubuk minuman Tiramisu , kata mereka banyak yang pesan minuman tersebut. ", kata somad mengakhiri percakapannya dengan Team SKA. 

  "Ok yach gue tinggal dulu..Assalammualaikum", kata somad

  " Waalaikum salam " jawab Siska dan Raline bersahutan ..

Waktu itu waktu menunjukkan pukul 3 sore hari dan kala itu memang masih sepi yang singgah dan lewat di hadapan lapak kopi Lajukela Coffee. 

Ya sepi itu yach bagaimana lagi..hadapi dengan senyuman dan tetap usaha agar ada pembeli mau mampir dan berbelanja di Lapak Lajukela Coffee. Mimpi adalah harapan dan setiap manusia wajib bermimpi meraih asa. Semoga kehidupan bisa lebih baik dari kemaren dan semuanya sehat dan sehat.

#lajukelacoffee2018 #kulinerpku #mallskapku #brosispku #kopienak #coldbrewpku #kulinerpekanbaru



Monday, July 5, 2021

CERITA BANG SOMAD : START FOR LIVING IN COFFEE BUSINESS

Daripada bengong karena tidak ada kerjaan, dan masih mencari kerja, maka penulis mencoba membuat kisah baru mengenai Lajukela Coffee dan nama nama serta posisi hanya rekaan belaka.. Dan semoga terhibur dengan cerita ini. mohon maaf bilamana ada kata yang salah ketika anda membaca cerita di bawah ini.

Hari yang cerah di musim yang berganti membuat hari semakin tak menentu kadang kala panas dan kadang kala dingin. Senyum dihinggapi sentuhan rasa pilu ketika menghadapi kenyataan saat mau berangkat kerja hujan turun dan tidak mungkin melanjutkan perjalanan karena hujan. Sehingga harus terduduk dengan indah di kereta nya (motornya) sambil berteduh di hamparan ruko ruko di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru yang mana selalu tergenang apabil hujan turun dengan derasnya. 

    "Ntar basa kuyub dah gue",  bathin gue meratap kegundahan gulina apabila gue nyampe ke lokasi kerja dalam keadaan telat dan lambat. 

    "Maaf Bang", saya terlambat datang karena hujan menerpa di jalan", kata gue lewat SMS WA yang dihantarkan melalui hp (maaf belum siap menyebut merk hpnya, takut bernasib sama dengan Ronaldo saat menggeser botol cocacola)..

     "Ya Oke dak apa apa yang penting elo hati hati naik motor nya karena jalan nya licin sehabis hujan", jawab sms dari Bang Relaxy. 

I will Survive
Oh yach kenalkan dulu sama gue, nama gue Michael Somad  , kalau mau ribet panggil aha Mate dan kalau gampang nya panggil aja somad .  Gue kerja di Lajukela Coffee yang ada di Mall SKA Pekanbaru dan baru jalan dua bulan buka lapak di sana. Lapak artinya lokasinya kecil yaitu 2m x 2m dan berada di areal Gerai UMKM Puan Aspekraf Lantai 2 Mall SKA Pekanbaru. Tapi di label atasnya di tulis Gerai Oleh-Oleh yang kadang pembeli yang mau mampir mengurungkan niatnya untuk hadir masuk ke dalam gerai tersebut. Sebenarnya gue pernah protes kepada pengelola agar diganti kata oleh oleh menjadi kuliner agar bisa di padati para pembeli yang mau mampir. Tapi nyatanya protes gue ternyata tidak di terima yach akhirnya gue menerima aja..yach agar penjualan lancar di sana tentunya dan sehat sehat aja segala yang ada di sana, dan yang terpenting laris manis dah..


    "Raline , kenapa penjualan kemaren 10 ribu saja,", tanya gue ketika sudah berada di areal kerja gue di mall SKA.

    "Siska, apakah kamu bisa menjelaskan kenapa dan bagaimana?" tanya gue lagi

Sebenarnya di lapak lajukela coffee itu ada 2 orang pekerja alias kru yang bertugas yaitu Siska dan Raline.. Mereka berdua bekerja dari jam 12 siang sampai jam 8 malam saja walaupun mall sebenarnya buka jam 11.00 - 21.00 wib. Tapi mau gimana lagi gue dak sanggup membayar gaji kru gue apabila harus hire dua orang lagi untuk shift berikutnya. Ya mungkin solusinya salah satu dari dua itu mulai kerja dari jam 11 pagi dengan menambahkan sedikit uang untuk gajinya.

     "Gini bang Somad, memang sepi yang mampir dan singgah ataupun yang lewat"
"Kami sudah menerapkan SOP yang bang somad ajarkan tapi belum juga ada penampakan yang mau mampir dan berbelanja di gerai kita", kata raline kepada gue sambil menyusun kemasan kopi yang mau di jual ke publik. 

       Dan kutatap wajah Siska dan akhirnya dia pun mengangguk dengan senyuman. 

Siska dan Raline sebenarnya anak anak baik dan mau bekerja dengan giat dan semangat tapi itulah kondisi keadaan di mall apalagi kondisi pandemi covid 19, membuat orang jalan mampir ke mall dan berbelanja di mall yang kadang buat pedagang seperti kami ini hanya bisa pasrah dan mencari hutangan agar bisa survive jualan di mall ska. Syukurlah dengan bantuan dari pemerintah yang sekitar 1,2 juta tahun ini bisa membantu membayar gaji kru yang hadir mengawal lajukela coffee di mall ska

      "Ya udah dak apa-apa , memang kondisi nya begitu. yang penting semua tetap semangat dan berdoa agar penjualan di lajukela coffee meningkat" jawab Somad 

       "Kita harus banya inovasi dan punya beberapa rencana agar outlet kita ini bisa banyak di knjungi oleh orang orang dan juga product nya di sukai khalayak ramai. ", kata somad lagi

       Somad adalah pemilik dari usaha UMKM Lajukela Coffee dan mendapatkan peluang dari Puan Aspekraf untuk mengadakan dan ikutan mengisi lapak yang disediakan. Tapi sebenarnya tidak hanya lajukela coffee di sana juga ada tenant tenant lainnya di sana memeriahkan gerai UMKM Puan Aspekraf yang menjual aneka makanan dan minuman. ada bakso, ada ayam goreng, ada sate kelinci dan masih banyak lagi yang lainnya. Ya ada sekitar 10 tenant kuliner yang ikut berbagi rasa dalam mendapatkan asa dalam mengais rejeki di mall ska

      "Kemana si Garing", tanya Somad kepada anggotanya ..
 
      "Hari ini dia dak buka bang, dan nampaknya sedang pulang kampung tapi sich dak buka lagi nampaknya. Karena katanya tidak dapat omset berjualan di sini ", jawab siska kali ini.

 Sebenarnya siska anaknya pendiam dan rasanya dak mungkin mau bekerja jadi tukang seduh kopi dan goreng makanan, Tapi dengan niat mencari pengalaman sebelum terjun di dunia nyata. makanya menyempatkan diri untuk bergabung di lajukela coffee. Dan dia menerima berapa gaji yang somad berikan. Karena memang tak mungkin somad sanggup membayar gaji lebih apabila tidak ada penjualan. Namun bonus akan diberika baik per hari maupun per bulan apabila mencapai target yang diminta somad.

Siska sebenarnya mahasiswi yang sedang study WHF yang saat ini kuliah di Management Unpad Bandung semester 4 dan karena kuliahnya daring makanya dia sempatkan kerja sambil cari pengalaman bagaimana cara memanage sebuah kios kopi. 

Seduhan V60 Kopi UWU
Kalau Raline sebenarnya nama aslinya bukan raline tapi sukaisih , tapi biar gampang dipanggil dan keren aja makanya namanya dipanggil raline.. tapi penulis tidak tahu apakah beneran masih sepupu raline shah atau hanya penggemar raline shah seperti penulis ini.. ataukah wajahnya mirip raline shah

Raline ceritanya sudah tamat kuliah S1 Psikologi UI dan kebetulan orang tuanya tinggal di Pekanbaru dan kerja di Lajukela Coffe hanya untuk mempelajari sifat manusia dan diterapkan dalam ilmu Psikologi yang dipelari di bangku kuliah dan mungkin nantinya punya rencana mau buka Biro Psikologi di Pekanbaru . Ya Who Knows lah....

Kalau Somad Sendiri lulusan Teknik Mesin di UNRI Riau dan sudah pernah bekerja sebagai engineer di salah satu perushaan migas di Duri Riau , berhubung merebaknya covid 19, akhirnya kontrak nya tidak di perpanjang, dan membuka layanan penjualan kopi di Mall SKA. Ya sambil menunggu kedatangan pemanggilan interview, Somad menjalankan usaha kopi.

 Ketika somad sedang asyik mencari cari info lowongan kerja di hp nya , tiba tiba terdengar suara seorang memanggil namanya 

     "Bang Somad...Bang Sonad .... Bang Somad"... terdengar teriakan lirih seorang wanita

Seketika Somad pun menoleh dan dilihatnya wajah yang sangat pamiliar di hatinya walaupun sedang pakai masker..dan sekejab menghampiri Somad dan Somad pun mencium tangan wanita itu

     "Ibu, kenapa ibu kemari", 
     "Ibu sama siapa kemari nya" tanya somad.

Ternyata wanita itu adalah Ibunya yang tengah berkunjung , berjalan jalan sambil window shopping.

      "Ya jalan jalan aja sambil melihat usahamu, Mat"
      "Ibu sama adikmu , Nesa ", jawab ibunya somad. 

Ada baiknya pembaca tidak perlu tahu nama ibu somad , agar tidak terlalu banyak perbendaharaan nama nama di kepala penulis karena kadang kala penulis lupa siapa itu nesa, anisah dan Aliya ..Jadi ada baiknya kita biarkan tidak ada nama cukup dipanggil ibu somad saja. Kecuali para pembaca bisa kasih nama ibu somad dan tolong diingatkan penulis apabila ibu somad muncul kembali di segment lainnya.

      " Udah yach Somad ,, Ibu mau jalan lagi ama Nesa"
      "Yuk Nesa...", Kata ibunya sambil mengandeng tangan adek somad menjauh dari tempat jualan lapak nya Somad.

        "See You Next Time Bang Somad", kata Nesa sambil berjalan mengikuti ibunya..

Besok dilanjut lagi , Kalau ada ide cerita aja