Monday, July 5, 2021

CERITA BANG SOMAD : START FOR LIVING IN COFFEE BUSINESS

Daripada bengong karena tidak ada kerjaan, dan masih mencari kerja, maka penulis mencoba membuat kisah baru mengenai Lajukela Coffee dan nama nama serta posisi hanya rekaan belaka.. Dan semoga terhibur dengan cerita ini. mohon maaf bilamana ada kata yang salah ketika anda membaca cerita di bawah ini.

Hari yang cerah di musim yang berganti membuat hari semakin tak menentu kadang kala panas dan kadang kala dingin. Senyum dihinggapi sentuhan rasa pilu ketika menghadapi kenyataan saat mau berangkat kerja hujan turun dan tidak mungkin melanjutkan perjalanan karena hujan. Sehingga harus terduduk dengan indah di kereta nya (motornya) sambil berteduh di hamparan ruko ruko di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru yang mana selalu tergenang apabil hujan turun dengan derasnya. 

    "Ntar basa kuyub dah gue",  bathin gue meratap kegundahan gulina apabila gue nyampe ke lokasi kerja dalam keadaan telat dan lambat. 

    "Maaf Bang", saya terlambat datang karena hujan menerpa di jalan", kata gue lewat SMS WA yang dihantarkan melalui hp (maaf belum siap menyebut merk hpnya, takut bernasib sama dengan Ronaldo saat menggeser botol cocacola)..

     "Ya Oke dak apa apa yang penting elo hati hati naik motor nya karena jalan nya licin sehabis hujan", jawab sms dari Bang Relaxy. 

I will Survive
Oh yach kenalkan dulu sama gue, nama gue Michael Somad  , kalau mau ribet panggil aha Mate dan kalau gampang nya panggil aja somad .  Gue kerja di Lajukela Coffee yang ada di Mall SKA Pekanbaru dan baru jalan dua bulan buka lapak di sana. Lapak artinya lokasinya kecil yaitu 2m x 2m dan berada di areal Gerai UMKM Puan Aspekraf Lantai 2 Mall SKA Pekanbaru. Tapi di label atasnya di tulis Gerai Oleh-Oleh yang kadang pembeli yang mau mampir mengurungkan niatnya untuk hadir masuk ke dalam gerai tersebut. Sebenarnya gue pernah protes kepada pengelola agar diganti kata oleh oleh menjadi kuliner agar bisa di padati para pembeli yang mau mampir. Tapi nyatanya protes gue ternyata tidak di terima yach akhirnya gue menerima aja..yach agar penjualan lancar di sana tentunya dan sehat sehat aja segala yang ada di sana, dan yang terpenting laris manis dah..


    "Raline , kenapa penjualan kemaren 10 ribu saja,", tanya gue ketika sudah berada di areal kerja gue di mall SKA.

    "Siska, apakah kamu bisa menjelaskan kenapa dan bagaimana?" tanya gue lagi

Sebenarnya di lapak lajukela coffee itu ada 2 orang pekerja alias kru yang bertugas yaitu Siska dan Raline.. Mereka berdua bekerja dari jam 12 siang sampai jam 8 malam saja walaupun mall sebenarnya buka jam 11.00 - 21.00 wib. Tapi mau gimana lagi gue dak sanggup membayar gaji kru gue apabila harus hire dua orang lagi untuk shift berikutnya. Ya mungkin solusinya salah satu dari dua itu mulai kerja dari jam 11 pagi dengan menambahkan sedikit uang untuk gajinya.

     "Gini bang Somad, memang sepi yang mampir dan singgah ataupun yang lewat"
"Kami sudah menerapkan SOP yang bang somad ajarkan tapi belum juga ada penampakan yang mau mampir dan berbelanja di gerai kita", kata raline kepada gue sambil menyusun kemasan kopi yang mau di jual ke publik. 

       Dan kutatap wajah Siska dan akhirnya dia pun mengangguk dengan senyuman. 

Siska dan Raline sebenarnya anak anak baik dan mau bekerja dengan giat dan semangat tapi itulah kondisi keadaan di mall apalagi kondisi pandemi covid 19, membuat orang jalan mampir ke mall dan berbelanja di mall yang kadang buat pedagang seperti kami ini hanya bisa pasrah dan mencari hutangan agar bisa survive jualan di mall ska. Syukurlah dengan bantuan dari pemerintah yang sekitar 1,2 juta tahun ini bisa membantu membayar gaji kru yang hadir mengawal lajukela coffee di mall ska

      "Ya udah dak apa-apa , memang kondisi nya begitu. yang penting semua tetap semangat dan berdoa agar penjualan di lajukela coffee meningkat" jawab Somad 

       "Kita harus banya inovasi dan punya beberapa rencana agar outlet kita ini bisa banyak di knjungi oleh orang orang dan juga product nya di sukai khalayak ramai. ", kata somad lagi

       Somad adalah pemilik dari usaha UMKM Lajukela Coffee dan mendapatkan peluang dari Puan Aspekraf untuk mengadakan dan ikutan mengisi lapak yang disediakan. Tapi sebenarnya tidak hanya lajukela coffee di sana juga ada tenant tenant lainnya di sana memeriahkan gerai UMKM Puan Aspekraf yang menjual aneka makanan dan minuman. ada bakso, ada ayam goreng, ada sate kelinci dan masih banyak lagi yang lainnya. Ya ada sekitar 10 tenant kuliner yang ikut berbagi rasa dalam mendapatkan asa dalam mengais rejeki di mall ska

      "Kemana si Garing", tanya Somad kepada anggotanya ..
 
      "Hari ini dia dak buka bang, dan nampaknya sedang pulang kampung tapi sich dak buka lagi nampaknya. Karena katanya tidak dapat omset berjualan di sini ", jawab siska kali ini.

 Sebenarnya siska anaknya pendiam dan rasanya dak mungkin mau bekerja jadi tukang seduh kopi dan goreng makanan, Tapi dengan niat mencari pengalaman sebelum terjun di dunia nyata. makanya menyempatkan diri untuk bergabung di lajukela coffee. Dan dia menerima berapa gaji yang somad berikan. Karena memang tak mungkin somad sanggup membayar gaji lebih apabila tidak ada penjualan. Namun bonus akan diberika baik per hari maupun per bulan apabila mencapai target yang diminta somad.

Siska sebenarnya mahasiswi yang sedang study WHF yang saat ini kuliah di Management Unpad Bandung semester 4 dan karena kuliahnya daring makanya dia sempatkan kerja sambil cari pengalaman bagaimana cara memanage sebuah kios kopi. 

Seduhan V60 Kopi UWU
Kalau Raline sebenarnya nama aslinya bukan raline tapi sukaisih , tapi biar gampang dipanggil dan keren aja makanya namanya dipanggil raline.. tapi penulis tidak tahu apakah beneran masih sepupu raline shah atau hanya penggemar raline shah seperti penulis ini.. ataukah wajahnya mirip raline shah

Raline ceritanya sudah tamat kuliah S1 Psikologi UI dan kebetulan orang tuanya tinggal di Pekanbaru dan kerja di Lajukela Coffe hanya untuk mempelajari sifat manusia dan diterapkan dalam ilmu Psikologi yang dipelari di bangku kuliah dan mungkin nantinya punya rencana mau buka Biro Psikologi di Pekanbaru . Ya Who Knows lah....

Kalau Somad Sendiri lulusan Teknik Mesin di UNRI Riau dan sudah pernah bekerja sebagai engineer di salah satu perushaan migas di Duri Riau , berhubung merebaknya covid 19, akhirnya kontrak nya tidak di perpanjang, dan membuka layanan penjualan kopi di Mall SKA. Ya sambil menunggu kedatangan pemanggilan interview, Somad menjalankan usaha kopi.

 Ketika somad sedang asyik mencari cari info lowongan kerja di hp nya , tiba tiba terdengar suara seorang memanggil namanya 

     "Bang Somad...Bang Sonad .... Bang Somad"... terdengar teriakan lirih seorang wanita

Seketika Somad pun menoleh dan dilihatnya wajah yang sangat pamiliar di hatinya walaupun sedang pakai masker..dan sekejab menghampiri Somad dan Somad pun mencium tangan wanita itu

     "Ibu, kenapa ibu kemari", 
     "Ibu sama siapa kemari nya" tanya somad.

Ternyata wanita itu adalah Ibunya yang tengah berkunjung , berjalan jalan sambil window shopping.

      "Ya jalan jalan aja sambil melihat usahamu, Mat"
      "Ibu sama adikmu , Nesa ", jawab ibunya somad. 

Ada baiknya pembaca tidak perlu tahu nama ibu somad , agar tidak terlalu banyak perbendaharaan nama nama di kepala penulis karena kadang kala penulis lupa siapa itu nesa, anisah dan Aliya ..Jadi ada baiknya kita biarkan tidak ada nama cukup dipanggil ibu somad saja. Kecuali para pembaca bisa kasih nama ibu somad dan tolong diingatkan penulis apabila ibu somad muncul kembali di segment lainnya.

      " Udah yach Somad ,, Ibu mau jalan lagi ama Nesa"
      "Yuk Nesa...", Kata ibunya sambil mengandeng tangan adek somad menjauh dari tempat jualan lapak nya Somad.

        "See You Next Time Bang Somad", kata Nesa sambil berjalan mengikuti ibunya..

Besok dilanjut lagi , Kalau ada ide cerita aja

  

1 comment: