Rabu, 27 Juni 2012

TINGKATKAN KOMPETENSI, GAJI AKAN NAIK


Dibawah ini adalah diskusi yang saya ambil dari diskusi di Millis Migas Indonesia tentang Gaji dan Kompetensi :

Mudah-mudahan anda bisa mendapatkan manfaat dari sharing di bawah ini.

kristiawan


Rekan milis,

Di UAE, untuk posisi yang sama gaji karyawan lokal lebih besar dari gaji expatriate. Aturan mainnya memang dibuat begitu. Tapi perlu diperhatikan bahwa penduduk lokal UAE adalah minoritas, populasi expatriate bisa 3-4 kali lebih banyak. Negara-2 di midle east rata-rata menerapkan kebijakan seperti ini.

Soal gaji bagus untuk karyawan Migas Indonesia, bisa diharapkan dari 2 hal :

- kebijaksanaan / proteksi pemerintah

- usaha karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan nilai jual

Kebijaksanaan pemerintah saya anggap diluar kendali karyawan. Sedangkan usaha untuk meningkatkan kompetensi, kendali ada ditangan karyawan.

Ada 1000 jalan menuju Roma, seperti juga ada banyak cara untuk meningkatkan kompetensi dan nilai jual karyawan. Saya pribadi memilih menjadi member organisasi profesi dan mendapatkan sertifikasi professional yang dikenal secara internasional.

Seperti rekan-rekan milis, saya punya pengalaman kerja yang cukup (there's no substitute to experience) dan bekerja untuk perusahaan yang menerapkan standard internasional. Waktu mempersiapkan diri untuk ujian sertifikasi, sebagian besar materi sudah saya pahami dari pengalaman kerja. Tetap butuh extra effort untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh organisasi profesi pemberi sertifikasi. Sejauh ini saya bisa arrange untuk ikut dan lulus 2 ujian sertifikasi. Tanggapan market tenaga kerja internasional terhadap achievement ini baik, saya pindah kerja ke perusahaan lain dengan kenaikan gaji yang cukup signifikan. Dalam bekerja saya juga lebih confident karena memahami best practice yang direkomendasikan oleh para ahli di organisasi profesi.

Sekedar sharing pengalaman pribadi, tingkatkan kompetensi dan gaji akan naik.


ihsan Maruf

Setelah membaca ini Saya sangat tertarik & sebenarnya Saya ingin mengembangkan diri (meningkatkan kompetensi) menjadi lebih baik supaya lebih Confident. Yang Saya ingin tanyakan Bagaimana & dimana menjadi member organisasi profesi dan memdapatkan sertifikasi professional yang di kenal secara internasinal? berapa biayanya?
Terimakasih atas informasinya.


Helky Zunnur


Setuju dengan pa kristiawan...
Gaji akan meningkat seiring dengan kinerja dan prestasi kita!
"dont try to catch the shadow, just do the best we can and the shadow will follow us" begitu kira2 petuah yang pernah diberikan senior saya

Yang saya mo tanyakan, bolehkah di share best practice gmn kita meningkatkan kompetensi kita ??? mungkin bisa berguna untuk kawan milis lainya jg, dan satu lagi, badan apa saja yang bisa memberikan pelatihan atau rekomendasi pa kristiawan untuk mendapatkan sertifikasi seperti yang diceritakan ??

Saya pernah mendapatkan pelatihan ttg "how to be CEO" yang inti dari pelatihan tersebut kita harus menjadi orang yang "disukai" dalam artian ketika orang percaya dan "suka" dengan sikap,pekerjaan kita maka segalanya akan mudah,

Jika kita berhasil mereka akan berkata "he is the man" atau "dia memang ahlinya untuk itu" dan jika kita gagal mereka kan berkata " mungkin lain kali atau itu cuma bad luck aja"

Tetapi ketika orang tidak suka dengan kita , jika kita berhasil mereka akan berkata " ah cuma kebetulan aja tuh" dan jika kita gagal " sukurin, ke laut aja sono" atau "mang ente ga bisa apa2"

Oleh karena itu relationship dan kerjasama tim disini harus dijaga sebaik-baiknya

trims 'sekedar sharing'


kristiawan


Dear Pak Helky,

Kalau sekolah2 di luar INA, mereka selalu ada yang namanya continuing education atau engineering outreach apapun namanya yang memberikan tools tambahan supaya bisa lebih competitive and certified. di indonesia skill yang seperti itu bisa didapat dr banyak lembaga yg memberikan kursus dari mulai operation sampai economic, sayang belum dibikin jd standard yg diakui international, say kalau ikut course drilling di IADC akan lain dilihat calon employer dibanding drilling course lokal padahal mungkin saja yg lokal lebih baik ????.

sesudah itu jam terbang juga penting, kita bisa saja seratus kali kursus naik sepeda lewat internet, atau khatam baca 100 x tapi belum tentu bisa naik sepeda, to be able to do it you must excersize your skill. disni masalah nya, yang mau di exersize kan biasanya value nya besar banget, so not everyone will have a chance.


irawan haditomo


Rekan milis YTH,

Saya akan ikut memberikan saran sedikit kalau diperbolehkan. ....

Begini......

Banyak diantara kita hanya mementingkan selembar kertas yang kita sebut dengan Sertifikat dan sudah tersertifikasi (katanya).

Namun, saya pernah mengikuti training yang diadakan oleh pembicara orang asing/bule dan menurut beliau tujuan dari sertiifkasi adalah untuk melihat kemampuan kita dalam bidang tertentu dan bukan suatu jaminan bahwa person tersebut adalah seorang ahli dikarenakan perkembangan pengetahuan dibidang yang kita tekuni akan selalu berkembang.

Saya ingat betul dengan pesan beliau dalam training tersebut bahwa tolok ukur kemampuan kita adalah dengan  hasil dari apa yang kita peroleh dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Sebagai contoh:
Seorang tenaga ahli dari bangsa Jepang, mereka lebih tekun dalam mengembangkan kemampuan mereka dengan mengikuti banyak pelatihan-2 sehingga benar-2 ahli dan menguasai.

Kita jangan terjebak dengan istilah certified yang belum tentu menunjukkan kemampuan kita dalam bidang tersebut, misalkan seorang pembelajar walaupun bukan seorang Doktor (Phd) atau master (magister) namun memiliki wawasan yang luas maka dalam setiap pembicaraan nya akan membedakan dengan sebagian dari kita yang memang mempunyai titel master atau doktor (Phd).

Jadi kita boleh saja mengikuti program-2 untuk memperoleh sertifikasi namun janganlah hal tersebut membuat kita lupa diri dan hanya melihat bahwa gaji selalu diukur dengan berapa banyak sertifikasi yang kita peroleh.

Lebih dan kurangnya saya mohon maaf apabila tulisan ini kurang berkenan atau dapat diterima oleh rekan-2 milis MIGAS.



kristiawan


Rekan milis,
Dari tanggapan beberapa rekan, topik diskusi berubah dari meningkatkan kompetensi karyawan menjadi perlu tidaknya sertifikasi profesi.

Menjawab pertanyaan Pak Ihsan Maruf, ada banyak organisasi profesi yang mengeluarkan sertifikasi professional. Dibawah ini adalah beberapa yang saya tahu :
-         American Society of Mechanical Engineer         www.asme.org
-         American Welding Society                                www.aws.org
-         American Society for Quality                            www.asq.org
-         The Society for Maintenance & Reliability Professional  www.smrp.org
-         Board of Certified Safety Professional    www.bcsp.org
-         Project Management Institute                            www.pmi.org
-         The Association for the Advancement of Cost Engineering         www.aacei.org
-         Royal Institution of Chartered Surveyor www.rics.org
Silahkan rekan-rekan menambahkan untuk disiplin ilmu yang lain.

What is certification ?
Tujuan sertifikasi profesi adalah untuk memberi pengakuan resmi tentang kemampuan seseorang dibidang pekerjaannya. Sertifikasi menunjukkan kemampuan pemegangnya dalam most current skills & knowledge of the profession.

Sertifikasi bertujuan untuk :
1.      Meningkatkan standard keahlian dan etika profesi, dengan cara memberikan pengakuan terhadap perorangan yang berhasil memenuhi standard kemampuan yang disyaratkan. 
2.      Menunjukkan kepada perusahaan, client, public tentang perorangan yang memiliki kemampuan memadai dan secara professional mampu menerapkan prinsip pengetahuannya.
3.      Menyusun program yang bertujuan untuk terus memperbaiki kemampuan professional para pemegang sertifikasi
4.      Standarisasi skills & knowledge serta etika kerja dari profesi tersebut.
(dari website AACE)

Point 1 dan 3 diatas menjawab posting Pak Irawan dibawah ini :
“Namun, saya pernah mengikuti training yang diadakan oleh pembicara orang asing/bule dan menurut beliau tujuan dari sertiifkasi adalah untuk melihat kemampuan kita dalam bidang tertentu dan bukan suatu jaminan bahwa person tersebut adalah seorang ahli dikarenakan perkembangan pengetahuan dibidang yang kita tekuni akan selalu berkembang.   ----     Kita jangan terjebak dengan istilah certified yang belum tentu menunjukkan kemampuan kita dalam bidang tersebut”

Dari Point 1, badan pemberi sertifikasi melakukan verifikasi / ujian dan memutuskan apakah pemohon berhasil atau gagal memenuhi standard pengalaman kerja / kemampuan teknis yang disyaratkan. Apakah kemudian certified engineer yang lulus dianggap ahli atau tidak, industri pemakai jasa yang akan menilai. But at least, organisasi profesi telah memberi pengakuan terhadap kemampuannya.

Point 3 menjamin para pemegang sertifikasi akan terus update dan memperbaiki kemampuan profesionalnya. Sertifikasi ada masa berlakunya, AACE & PMI menetapkan masa berlaku 3 tahun. Selama masa tersebut, pemegang sertifikasi harus mengumpulkan minimal 60 PDU yang bisa didapat melalui pelatihan, pembicara seminar, tulisan ilmiah, dst. Gagal mengumpulkan jumlah PDU yang diminta bisa mengakibatkan sertifikasi di suspend atau dicabut dan harus ikut ujian lagi.

Penghargaan market terhadap sertifikasi
Survey yang diadakan oleh beberapa organisasi profesi menunjukkan bahwa certified engineer dihargai lebih tinggi dibanding non certified engineer untuk posisi dan pengalaman kerja yang sama.
Untuk saya, sertifikasi professional memberi kesempatan untuk bersaing sejajar dengan rekan seprofesi dari negara yang lebih maju. Sejauh ini pekerja Indonesia tergolong third country national – TCN, dihargai lebih rendah. Mau mengandalkan mutu pendidikan Indonesia, universitas terbaik kita hanya bertengger di urutan 50 dunia (CMIIW).

Apakah certified engineer akan menjadi pekerja yang handal ?
Walaupun kemampuannya sudah tersaring diatas rata-rata, sertifikasi (seperti juga pendidikan S2 / S3) tidak menjamin seseorang akan menjadi pekerja yang handal. Diluar kemampuan teknis & pengalaman kerja, dibutuhkan kemampuan interpersonal yang baik. Komunikasi yang efektif, kemampuan untuk “get things done”, leadership, kemampuan untuk memotivasi team, kemampuan negosiasi / conflict management serta problem solving sangat berperan dalam menangani pekerjaan.

Anyway, kembali ke topik meningkatkan kompetensi karyawan, saya menyarankan sertifikasi professional sebagai pilihan yang baik. Kalau kita kompeten, tidak perlu kuatir akan serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia. Atau malah kita yang pergi bekerja di LN …

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar