Monday, January 9, 2017

MENCARI CERITA YANG SEMPURNA DI CANBERRA (Bagian 1)



Banyak kenangan yang selalu mampir dalam hati kita bilamana kita berada di suatu lokasi atau daerah yang dimana kita menerima suatu kenyamanan yang berbeda dibandingkan kita selama berada di Indonesia. Maka banyak orang yang berangkat ke Australia untuk melanjutkan kuliah dan menikmati kehidupan di sana, akan merasa kecewa dan sedih bilamana harus meninggalkan Australia setelah menyelesaikan kuliah.

Begitupun dengan saya dan keluarga yang merasa  mendapatkan kenyamanan yang melimpah selama 4 lebih kami berada di Canberra Australia. Dimana disana kami tidak melihat hiruk pikuk motor berlalu lalang dengan ganasnya tanpa memperdulikan keselamatan mereka sendiri maupun orang lain, melawan arus dan juga melanggar lampu merah. Kota yang penuh kenyamanan yang melimpah dengan udara yang bersih tanpa asap baik asap kenalpot kendaraan maupun asap dari pembakaran hutan yang selama ini menghinggapi Indonesia.

Tapi untuk tinggal di Canberra Australia tidaklah mudah, karena living cost (biaya hidup) disana tidaklah murah walaupun sudah mendapatkan beasiswa baik dari Pemerintah Australia maupun dari Pemerintah Indonesia sendiri. Biaya sewa rumah yang tidak murah dimana untuk 2 kamar di apartment saja kita harus membayar sekitar AUD $ 300 per minggu.
Tapi kami menyewa rumah dengan tiga kamar dikenakan biaya AUD $ 440 per minggu. Dan itu sangat kontras dengan sewa rumah di Indonesia dimana kami tinggal. Kami menyewakan rumah tiga kamar pertahun dengan biaya Rp. 35.000.000,- Tapi itulah makanya kita di Canberra mau tak mau harus mau bekerja apa saja, agar kita bisa mendapatkan kenyamanan dan kenikmatan selama berada di Canberra.

Yang murah mungkin harga mobil dimana harga mobil tahun 2001 (tahun rendah) bisa dibeli dengan harga AUD $ 2,000 dengan pajak mobil untuk tahun tersebut sekitar AUD $ 250 bilamana ingin dibayar per tiga bulan. Dan bilamana mau service dang anti oli lewat bengkel resmi mungkin sekitar AUD $ 300 dengan servis berkala enam bulan.
Mempunyai mobil di Canberra Australia adalah wajib karena sangat diperlukan sekali oleh kita yang ingin bekerja sebagai cleaner terutama cleaner yang bekerja mulai jam 4 pagi

Di buku ini saya akan cerita mengenai pekerjaan sebagai seorang Cleaner atau cleaning service yang mungkin di Indonesia, posisi ini dipandang rendah oleh kalangan tertentu, tapi di Australia terutama di Canberra, pekerjaan cleaner ini banyak diminati oleh student baik itu student Indonesia maupun dari Negara-negara lain yang melanjutkan sekolah di Canberra. Bahkan ada salah satu Negara Asia, masyarakatnya sengaja mengambil kuliah di Canberra hanya sekedar ingin bekerja sebagai Cleaner. Memang cukup aneh kedengarannya tapi itulah kondisi yang terjadi di Canberra Australia.

Sebenarnya tidak semua orang ingin bekerja sebagai seorang cleaner, namun keadaan yang memaksa kita harus menjadi seorang cleaner dan karena itulah pekerjaan yang ada di Canberra saat ini baik untuk student atau spouse student bila ingin bertahan hidup atau ingin memiliki tabungan sebelum balik ke Indonesia.

Begitu juga dengan saya, saat saya datang ke Canberra, besar harapan saya untuk bekerja sebagai seorang professional karena saya memiliki beberapa pengalaman kerja di bidang oil & gas project, power plant project, pulp & paper project selama 15 tahun. Sampai di Canberra, setiap kali ada postingan lowongan kerja, saya pun apply dan Alhamdulillah, ada 2 company yang tertarik untuk menginterview saya. Dan semakin besar harapan saya untuk bekerja sebagai seorang professional di Canberra. Tentunya hal ini pun bisa terjadi dengan anda, pastinya anda punya keinginan yang lebih bila ingin bekerja di Canberra  alias ingin kerja di Departement Store, Kerja kantoran ataupun kerja di Supermarket.

Tapi...apa mau dikata, dua kali kesempatan interview, semuanya berjalan dengan lancar dan semua tidak ada masalah. namun ternyata saya gagal dan setelah saya tahu dimana kegagalan saya, maka saya pun sadar bahwa visa saya adalah visa sebagai pendamping student, yaitu 576 yang bukanlah working visa ataupun permanent resident visa.

Namun saya tetap berusaha untuk melamar pekerjaan sebagai engineer dimana saja, tapi seminggu, dua minggu dan akhirnya tiga minggu, belum juga ada khabar yang berarti dan akhirnya istriku sudah mulai mengeluh karena persediaan keuangan semakin hari semakin menipis karena berhubung kebutuhan untuk biaya makan satu keluarga dengan dua anak, biaya listrik, gas, telpon dan lain-lain.
Tapi saya tetap saja berusaha untuk mencari yang terbaik tapi akhirnya tetap gagal.

Akhirnya mau tak mau aku sadar diri, setelah mendapatkan cerita dari seorang teman bahwa tidak mudah bekerja sebagai professional di Canberra dengan bermodalkan visa 576, akhirnya saya pun menyerah dan melepaskan mimpi saya tersebut dan kemudian melirik untuk bekerja casual atau bekerja serabutan yang penting ada uang yang masuk untuk menghidupi keluargaku di Canberra.
Bulan June 2012, dapat informasi dari istri saya, untuk mencoba bekerja sebagai seorang loper koran di pagi hari di daerah Yarralumla dan akhirnya aku meng-iayakan walaupun dalam pikiran saya, saya nggak tahu dan masih terkejut badan bila harus bekerja secepat itu. Akhirnya aku pun mengundurkan diri, walau telah satu hari traning, karena pada saat bersamaan saya  harus bekerja sebagai casual employee atau kerja kasar untuk sebuah pameran carpet di Gedung Albert Hall Canberra. Itu pekerjaan casual pertama yang saya geluti di Canberra.

Dan ada istilah dari teman seperjuangan di Albert Hall yang telah 4 x ikut bekerja di situ, bahwa belum syah menjadi orang Canberra bilamana belum pernah mengalami kerja di Albert Hall. Mau bener atau tidak, semua tidak bisa memberikan jawaban (sedikit inermezo)
Pekerjaan tersebut sangat keras dan benar-benar pekerjaan kasar yang belum pernah saya alami sebelumnya. Dimana kadang pemberi kerja memerintah pakai kaki dengan kata-kata kasar sehingga kadang kita menahan emosi saja melihat kelakuan mereka tapi apa hendak mau dikata, saya perlu kerja dan mendapatkan uang.

Setelah exhebisi berakhir, akhirnya saya mendapatkan 4 hari kerja dan medapatkan bayaran sekitar AUD$ 235. setidak-tidaknya ada uang untuk bisa bertahan hidup setidak-tidaknya 2 minggu di Canberra. Alhamdulillah

Akhirnya saya mendapatkan pekerjaan tapi bekerja secara part time di salah satu perusahaan cleaning milik orang Indonesia di Canberra. Awal mulai kerja , saya hanya mendapatkan gaji untuk satu jam kerja. Tapi Alhamdulillah, aku ambil juga karena aku butuh pekerjaan. Tapi sebelum bekerja, saya di training, bagaimana memvacumm, mengepel, membersihkan debu dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan dunia cleaning. Walaupun bekerja part time, tapi setiap minggu ada aja pekerjaan buat saya dari mereka, walau kadang 1 jam, 2 jam atau 3 jam tapi tetap saya menikmatinya dan saya berterima kasih kepada mereka karena dibantu untuk mendapatkan pekerjaan walaupun saya tidak punya experiences di dunia per cleaning service.

Selama bekerja part time, saya menyempatkan diri untuk bekerja sebagai Catalog Delivery di daerah Faden Canberra. Dan saya jalani selama 2 minggu dan pekerjaan yang benar-benar capek dan meletihkan karena harus berjalan kaki selama 2 jam, dengan memasukkan brosur-brosur ke dalam mail box. Tapi itulah kadang kala harus menerima gonggongan anjing, rencana dikejar anjing dan juga "No Junk Mail" setiap mau meletakkan brosur ke dalam mail box. Setelah menerima bayaran, ternyata bayaran yang diterima tidak memuaskan dan tidak seperti harapan saya.

Saya keluar dari pekerjaan itu karena berhubung saya mendapatkan pekerjaan sebagai Room Attandent di Hotel Clifton Canberra. Dan pekerjaan itu bukanlah pekerjaan ringan juga karena berhubung harus dikerjakan secara cepat dan bersih dari membersihkan kamar mandi, toilet, kitchen, ruang tamu, ruang makan, merapikan tempat tidur dan lain-lain yang penting kamar bersih. Tapi saya hanya bertahan 3 bulan di sana, berhubung saya akhirnya dikeluarkan karena dianggap lambat dalam bekerja. Padahal dalam pikiran saya dan estimasi saya, saya tidaklah lambat dalam bekerja dan mengikuti semua estimasi waktu yang diberikan oleh Supervisor dengan tepat dan malah kurang. Tapi semua itu saya terima dengan lapang dada alias ikhlas. Walau sebenarnya tidak bisa diterima juga komentar dari supervisor di hotel

Akhirnya saya mengganggur lagi walau masih bekerja secara part time dengan Krakatoa Cleaning, hampir satu setengah bulan saya menggangur dan betul-betul sudah kehabisan uang. Untuk istriku masih menerima gaji dari kantornya sehingga kami bisa menutupi biaya hidup kami selama di Canberra dan bisa dikatakan tahun 2012 merupakan tahun yang berat buat kami untuk hidup di Canberra.

Alhamdulillah, tanggal 19 January 2013, saya mendapatkan pekerjaan kembali dan kali ini sebagai Cleaner di perusahaan yang bernama ISS Facilities Services Australia dengan lokasi kerja di linkungan Kampus Australian National University (ANU) Canberra dan memulai karier sebagai Carpet Cleaner untuk membersihkan gedung 4 lantai dan merupakan asrama mahasiswa. Dan saya sebenarnya tidak siap tapi saya harus siap karena saya ingat anak-anak dan istri saya. Saya kerjakan pekerjaan itu dengan ikhlas dan cepat.

Dan selang dua minggu, saya mendapatkan tawaran dari bos ku untuk bekerja permanent di siang hari dan Alhamdulillah saya jalani dengan baik dan bos pun merasa senang akan hasil pekerjaan saya dan selang 4 bulan kemudian berhubung ada supervisor pagi yang keluar, saya ditawari sebagai supervisor untuk membantu senior supervisor dalam mengawasi semua cleaner di sana. Dan Alhamdulillah, kehidupan kami sekarang sudah semakin membaik dan mudah-mudahan bisa menjadi lebih baik.

Tapi pekerjaan Cleaner bukanlah pekerjaan yang mudah bilamana kita tidak ikhlas dalam menjalaninya, bayangkan saja, saya pernah membersihkan muntahan orang,  membuang kotoran manusia (tai) saat toilet sedang buntu dan banyak pekerjaan cleaning yang benar-benar harus dijalani dengan hati yang ikhlas demi kehidupan keluarga tapi bekerja juga harus bagus, cepat dan bersih.


Bersambung...

Monday, December 12, 2016

PIPING DESIGN CHECK LIST UNTUK PEMULA

Buku Piping Design Check List sudah terbit sejak hari di ini dan diedarkan dalam bentuk E-book (Electronik Book) yaitu pengirimannya lewat email anda.

 Buku ini bercerita mengenai cara pengecekan piping design dimana kadang kala setelah gambar selesai dibuat tidak ada pengecekan dilakukan leader drafter/ designer sehingga pada saat konstruction di lakukan terjadi kesalahan.

Untuk mengecek piping design drawing dilakukan baik itu oleh designer sendiri, checker, engineer dan bahkan sebelum dikerjakan di lapangan/ diinstal, diperlukan lagi pengecekan pada departement konstruktion.

Penambahan biaya akibat dari gambar yang tidak siap dikonstruksi sungguhlah harus dihindari.
Proses produksi akan terhenti dalam jangka waktu yang lama bilamana anggaran biaya harus dimintakan ke management.







Buku ini di buat dalam 116 halaman termasuk cover

Buku dijual dengan harga Rp. 120.000,-

Akan diberikan bonus artikel untuk kelengkapan buku ini.


Silahkan hubungi pujanggapiping2012@gmail.com





Tuesday, November 15, 2016

HOW TO BECOME A PIPING ENGINEER ONLINE TRAINING


Kami menawarkan Training Online untuk anda yang ingin menjadi seorang piping engineer.. Apa saja yang harus diketahui.

Materi : Dalam bentuk Buku pdf, Video, Power Point dll.
Waktu : Disesuaikan dengan masing-masing peserta. 
Biaya  : 3,5 juta rupiah/ orang


JHJ


SILABUS TRAINING
BILA AKU INGIN MENJADI SEORANG PIPING ENGINEER

1.     PEMBUKAAN
2.     PENGENALAN BIDANG PIPING ENGINEER
3.     KULIAH APA YANG DIAMBIL (UNTUK TAMATAN SMA YANG PUNYA CITA-CITA MENJADI SEORANG PIPING ENGINEER)
4.     PIPING ENGINEER DAN CAKUPANNYA
5.     TRAINING APA SAJA YANG DIIKUTI
6.     PENGENALAN STANDARD DAN CODE
7.     PENGENALAN PIPING DRAWING SECARA UMUM (UNTUK DETAIL PIPING DRAWING BISA AMBIL KELAS “PIPING DESIGN ENGINEERING)
8.     TEKNIK CARA MEMBUAT CURRICULUM VITAE
9.     PENGENALAN CARA MELAMAR KERJA POSIS PIPING ENGINEER
10.                        PENGENALAN CARA MENGHADAPI INTERVIEW
11.                        INFORMASI STANDARD GAJI PIPING ENGINEER
12.                        SELESAI


Note :
Uraian Silabus diatas hanyalah pegangan kita dalam menjalankan training walau mungkin nanti pada kenyataannya berbeda. Kita flexible saja. Intinya peserta bisa mengikuti dengan baik memahami piping. Durasi waktu tidak dibatasi bisa saja lebih dari satu bulan.


Hubungi kami di pujanggapiping2012@gmail.com

Saturday, October 22, 2016

DIJUAL E-BOOK PIPING

Dijual E-Books Baru :

1. Mari Belajar Pipa dan Fitting Rp. 80.000,-
2. Bila Aku Ingin menjadi Seorang Piping Engineer Rp. 100.000,-
3. PDMS Command Handbook Rp. 75.000,-
4. Mari mengenal Dunia Perpipaan lewat Soal-soal Rp. 65.000,-

5. Piping Design Checklist untuk Pemula   Rp. 120.000,-


Promo:
Untuk pembelian 2 e-book, discount 10%
Untuk pembelian 3 e-book, discount 15%
Untuk Pembelian 4 e-book, discount 20%

Bila berminat membeli E-book, silahkan email Kami Di pujanggapiping2012@gmail.com

Disediakan bonus2 artikel yang berhubungan dengan e-book yang dipasarkan.

Salam


Pujangga Piping

Wednesday, October 5, 2016

Mari Mengenal Dunia Perpipaan Lewat Soal







































TATA CARA PEMBELIAN BUKU DIATAS

1. Anda transfer biaya pembelian Buku ini sebesar Rp. 65.000,- (enam puluh lima ribu rupiah ke
    rekening :
 
    Bank Mandiri Cabang Pekanbaru Sudirman Bawah
    Account No: 108-00-1207389-7
    Atas Nama : Iwan Agung Dwi Saputra

2. Setelah dapat resi / struck transfer uang, anda kirimkan copy nya ke email kami di
    pujanggapiping2012@gmail.com atau di iasd_id@yahoo.com dengan Subject :
     "Mari Mengenal Dunia Perpipaan Lewat Soal" dan lampirkan resinya di email anda.

3. Setelah kami check di email maupun di rekening kami dan bilamana sudah ada pembayaran
    biaya buku , maka kami akan kirimkan buku nya via email anda berikut dengan bonus-bonus 
    yang tersebut dalam info diatas. Tapi bilamana belum masuk, maka kami akan kabari anda.

4. Kejujuran sangat kami harapkan. Terima kasih.













Saturday, November 21, 2015

Saturday, April 25, 2015

IKATAN CLEANER MASYARAKAT INDONESIA (ICMI) CANBERRA

Hari ini tanggal 25 April 2015, saya berencana membuat training "How to become a cleaner di Canberra". Tujuannya yach adalah untuk membantu teman-teman Indonesia yang ingin menambah dan mencari biaya hidup tambahan atau untuk tabungan setelah balik ke Indonesia apabila mereka mendapatkan pekerjaan sebagai Cleaner.

Training Cleaner Batch 1
Ini adalah kali ke 4 saya membuat training di training dimana sebelumnya sudah ada 3 kali dengan sekitar 10 - 24 peserta.Dan mungkin yang sekarang sudah menurun menjadi sekitar 7 orang, tapi niatan saya membantu teman-teman sehingga training tetap saya laksanakan walau pesertanya kurang dari 10 orang/
Yach lumayanlah bilamana nantinya dapat kerjaan dimana untuk student bisa bekerja 20 jam seminggu dan untuk pasangannya (Istri/Suami.) bisa bekerja 24 jam apabila mau.

Training Cleaner Batch 2
Saya sendiri adalah suami dari student dan saya bekerja Alhadulillah 12 jam perhari. Memang capek dan letih tapi berhubung kami membawa anak-anak ke Canberra. Mau tak mau saya harus kerja lebih dari 8 jam perhari. Mungkin bila anda ingin ke Canberra dengan membawa keluarga, mau tak mau , sadar atau tidak, anda harus bekerja extra. Tapi kalau tidak ingin membawa keluarga, bisa jugalah untuk tabungan selepas kembali ke Indonesia. Daripada melakukan korupsi dan mencari yang haram di Indonesia, ada baiknya bekerja untuk mencari nafkah di canberra.
Training Cleaner Batch 3
Salah satu usaha untuk mencari kerja di Canberra adalah bekerja sebagai Cleaner. Alhadulillah gaji cleaner di Australia berbeda dengan di Indonesia, dimana di Canberra itu gaji cleaner per jam bisa sekitar AUD $ 17 - AUD $ 23. Jadi cukup lumayan untuk tabungan masa depan. Tapi itulah dengan gaji segitu kita pun harus sanggup menerima kenyataan bilamana berhadapan dengan Toilet, ruangan kotor, sampah atau lainnya dan siapkah anda menjadi Cleaner. Karena saya meilaht banyak ketidak siapan orang Indonesia menjadi cleaner berhubung dia mungkin menjadi pejabat di Indonesia. Maka saya buat training untuk orang Indonesia dan siapa tahu mereka yang berjiwa pejabat berubah menjadi jiwa seorang cleaner yang kerjanya harus bagus dan baik alias Nice and Clean.

Di dalam training cleaner , kami ajarkan bagaimana mereduce mental dan menerima dengan ikhlas setiap pekerjaan walau itu sebagai cleaner. Karena sebelumnya saya menemukan ada orang Indonesia masih mempunyai mental pejabat dan saat dikasih tahu bahwa kerjaannya kurang baik, dia menjawab "Ini sebenarnya bukan pekerjaan saya dan biasanya tukang bikin kopi saya yang mengerjakannya" Nah akhirnya kerjaannya tambah jelek dan akhirnya saya kena tegur bos berkali-kali. Dan mulailah saya terpikir untuk membuat training cleaning dan kemudian membuat buku tentang Cleaning untuk orang Indonesia. Saya membuat training karena ada permintaan dari anak-anak yang kuliah di Crawford School dan saya setuju dan akhirnya terjadilah training di Batch 1.

Saya buat training pun bukan berarti saya tidak membantu teman-teman yang ingin bekerja. aya selalu mencari informasi pekerjaan untuk mereka dan bilamana ada peluang atau bos minta orang untuk dipekerjakan di tempat dimana saya bekerja, saya berikan orang. Dan Alhamdulillah, sudah mulai banyak orang Indonesia kerja di sana karena sebelumnya hanya sekitar 5 orang saja.Karena bos puas dengan cara kerja orang Indonesia. Dan terus terang saya suka membuat training Cleaner juga sekalian ajang seleksi untuk mencari cleaner untuk saya salurkan di tempat dimana saya bekerja as per request by bos.

Disamping niatan itu, juga dikarenakan sekarang sudah mulai banyak student yang mencari kerja sehingga persaingan untuk mencari kerja semakin meningkat. Sehingga saya ingin meningkatkan kwalitas atau setidak-tidaknya menjaga agar orang-orang Indonesia di Canberraa yang bekerja sebagai cleaner bisa selalu mendapat pekerjaan dan tentunya berkah buat mereka untuk kehidupan yang layak di Canberra. Karena ada sebuah perusahaan di Canberra yang memperkerjakan sekitar 80% orang Indonesia. (Walau kebanyakan mereka belum pernah ikut training saya)

Training tersebut sifatnya gratis dan terbuka untuk orang Indonesia di Canberra. Dan mengikuti training Cleaner ini juga selain untuk mencari kerja juga bila anda ibu rumah tangga atau anda menyewa rumah di Canberra, mau tak mau kita harus merawat rumah yang kita tempati karena bilamana rumah tersebut rusak atau tidak baik, bisa-bisa kita harus bayar kerusakan tersebut. Dan peserta training ini pun sebelumnya tidak hanya pencari kerja, juga ada yang sekedar ingin belajar bagaimana merawat rumah, agar menjadi bersih dan rapi.

Saya bentuk Ikatan Claner Masyarakat Indonesia Canberra, tujuannya untuk menjaga silahturahmi antara orang Indonesia, dan juga menginfokan mengenai info lowongan kerja. saat ini yang telah ikutan training sekitar 50 orang dan sebagian sudah bekerja dan sebagian lagi belum yach mungkin mereka hanya ingin belajar cleaning cukup untuk membersihkan rumah.

Insha Allah, training hari ini berjalan dengan lancar dan semoga teman-teman yang ikut training hari ini bisa mendapat kerja dan siapa tahu ada dari mereka yang bisa saya salurkan di tempat kerja saya juga tapi mereka harus melamar kerja dulu dan tunggu request.

Canberra, 25 April 2015


















Thursday, April 23, 2015

CERITA AL QUR'AN DI TANGAN KIRI DAN AIR MINUM DI TANGAN KANAN

Sebenarnya cerita ini terjadi saat saya naik haji di tanhun 2014 yang lalu. dimana saat kami ditempatkan di Apartement di Sekitar Aziziah, ada kejadian seperti ini.

Saat ini disiang hari sekitar mungkin pukul 3 sore. Saat aku ingin mengambil air minum yang dtempatkan di lantai 2 dimana kami tinggal di sana itu lantainy ada 3. dan kebetulan saya tinggal di lantai 3.

Jadi saat saya ingin mengambil air panas karena ingn minum Teh manis sekalian makan mie cup. Saya melihat teman yang tinggal di Sydney, tengah memegang Al Qur'an di sebelah kiri dan memegang 1 gelas air putih disebelah kanan. Karena saya melihat yang tidak baik karena memegang Al Qur'an di tangan kiri. Akhirnya saya tegur dia,"

Hai  Mike," (karena saya lupa namanya)
"Kenapa mas pegang Al Qur'an di tangan kiri dan tangan kananku memegang air minum", tanya saya.
"Kalau Al Quran di sebelah kanan, bagaimana saya minum air '" kata dia.

Saya pun hanya tersenyum karena saya nggak mau ribut gara-gara itu berhubung khan lagi di tanah haram jadi takut berucap kata kasar.  Aku lihat juga ada Ustaz pembimbing haji kami melihat percakapan saya dengan teman saya itu. Jadi dia pun tersenyum saja.

"Tapi kita tidak boleh memegang Al Qur'an di tangan kiri", kata saya karena saya takut karena di Tanah Haram kita khan tidak boleh berucap sesuatu yang aneh ataupun lainnya.

Akhirnya dia pergi dengan membuang air minum dan memegang Al Qur'an di tangan kanan dengan wajah sedikit kesal.

Keesokan paginya, sekitar pukul 3 pagi karena kebiasaan burukku selalu bangun pagi sekali. Saat saya turun ke lantai 2 untuk ambil air minum, aku lihat temanku itu tengah duduk di depan kamar Koordinator Haji kami dan sambil memegang perut.

"Ada apa dan kenapa?" tanya saya
 "Perutku sakit dan buang air terus" jawab dia.
"Mungkin karena air minum itu karena habis minum air itu, perutku sakit dan aku sering buang air besar", jawab dia.

Tak lama keluarlah si ustaz yang tadi siang melihat percakapan kami

"Pak Ustaz, kenapa kawan ini" tanya saya
"Dia sakit perut dan sebentar lagi dibawa ke Hospital " Jawab si Ustaz

Akhirnya aku ingin percakapan saya dan teman itu tadi siang mengenai dia pegang Al Qur'an di sebelah kiri dan Air Minum di Sebelah kanan.

Jadi percaya tidak percaya, logika tidak logika, Rupanya dari hasil investigasi, air minum dalam dispenser itu sudah satu tahun nggak pernah diganti. Tapi anehnya ada teman lain meminum air itu tidak ada masalah perut.

Jadi hati2lah di Tanah Haram

Salam