Showing posts with label LIVING IN CANBERRA. Show all posts
Showing posts with label LIVING IN CANBERRA. Show all posts

Wednesday, June 13, 2018

CV CLEANER FOR AUSTRALIAN JOB


PERSONAL DATA 


OBJECTIVE
Seeking a position of Cleaner or Housekeeper in your Company where I can utilize my cleaning and others skills in will contribute to greater efficiency and productivity.

KEY QUALIFICATIONS
-          Skilled in performing general cleaning and house keeping
-          In-depth knowlegde of operating special types of clenaing tools
-          In-depth knowlegde of working with chemicals materials
-          Able to perform accurate and safe work
-          Thorough understanding and capability to follow oral and written instructions
-          Proficient in removing trash, dirty linen and others items from rooms
-          In-depth knowledge of standard operating procedure used in Cleaning.



CLEANING SKILLS
-          Avid knowledge of housekeeping procedures
-          Cleaning methods and techniques
-          Operation of various cleaning equipment
-          Safety pilicies and procedures
-          Strong interpersonal and communication skills.
-          Courteous with clients, residents and staff
-          Willing to stretch existing working hours to accommodate work
-          Making a bed, cleaning kitchen, dusting, vacumming, mopping
-          Excellent attention to detail
-          Ability to work independently and work in a team
-          Able to adhere to company’s Policies and Procedures


EXPERIENCES
16 August 2012 – 19 November 2012
Clipton Suites on Northbourne Canberra                                                                       

Room Attandent
-          Making the beds nicely on the room
-          Cleaning bathroom (bath tub, showering, toilet)
-          Dusting all the furnitures in the room, windows glass and balcony
Cleaning Kitchen
-          Vacumming the room including bathroom, kitchen  and balcony
-          Mooping the room including bathroom, kitchen and balcony
-          Clean the rooms and bathroom with prescribed equipment and to the required standard.
-          Replace and suppy toiletries or regular basis
-          Dispose off trash in an environment friendly manner
-          Report repairs if necessary

15 June 2012 -  14 August 2012                                                                               
Krakatoa Cleaner                                                                                                             
Cleaner
-          Dusting and wipe clean all the furnitures, files, fittings, panneling and window sill
-          Remove the rubbish and empy, clean all waste containers
-          Clean and buff tile floor services
-          Dusting all the furnitures in the room, windows glass and balcony
-          Cleaning Kitchen
-          Vacumming the room including bathroom, kitchen  and balcony
-          Mooping the room including bathroom, kitchen and balcony
-          Clean the rooms and bathroom with prescribed equipment and to the required standard.
-          Replace and suppy toiletries or regular basis
-          Dispose off trash in an environment friendly manner
-          Report repairs if necessary

-          Remove all finger marks and stains from vertical surfaces
 -          Vacuum all rugs and carpeted areas.

PHYSICAL ABILITIES
-          Ability to lift 50 pounds and move 75 pounds
-          Ability to stand for extended periods and carry out manual retitive labor

Sunday, May 5, 2013

MAK...AKU MASUK KORAN...(KETIKA AKU BERSUARA DI CANBERRA)

Dibawah ini adalah berita mengenai kisahku ketika mengisi acara "Pasar Senggol Di Canberra. Dan sebenarnya bukan kali ini saja saya mengikuti/mengisi acara di  beberapa event yang diadakan masyarakat Indonesia di Canberra termasuk di KBRI Canberra, Dimana saya tergabung di "Orkes Ukulele Indonesia Canberra" dan Juga "Keroncong Rakyat Indonesia Canberra".

Namun dibawah ini berita ketika saya mengisi secara solo (Menyanyi sendiri) pada  acara "Pasar Senggol Canberra" dimana saya membawakan lagu Dewa 19 "Separuh Nafas" dan "Home" nya Michael Buble.

Dan berhubung saya sering membawakan lagu-lagu Dewa 19 di 3 kali penampilan solo saya di 3 acara yang berbeda maka ada beberapa teman di Canberra menilai saya "Once nya Canberra" atau "Ari Lasso nya Canberra.

Tapi terserah teman-teman menilai..saya cerita apa adanya..Dan juga bila anda membaca beberapa link yang saya share di bawah ini..ada berita yang mengatakan suara saya mirip Once.percaya atau tidak percaya..saya tidak bisa membuktikannya lewat suara tapi hanya lewat berita di Koran.

Dibawah ini adalah beberapa photo dimana saya mengisi acara bersama "Orkes Ukulele Indonesia" Canberra dan 2 photo di bawah ini mewakili penampilan Orkes Ukulele Indonesia Canberra saat mengisi acara yang di adakan Oleh Orang Australia yang sifatnya National dimana photo di atas saat mengisi acara Ulang Tahun Kota Canberra dan satu photo lagi saat mengikuti Festival Music Ukulele "CUFF" di Canberra dan Orkes Ukulele Indonesia adalah satu-satunya wakil dari luar Australia (walau semuanya tinggal di Canberra...red) dan membawa nama Indonesia. dan juga mendapatkan standing applouse dari penonton yang hadir pada waktu itu.
Photo Sewaktu mengisi Acara "Canberra 100 years" bersama Orkes Ukulele Indonesia

Photo sewaktu mengisi Acara "CUFF" di Tuggeranong Canberra.
Dan bila teman-teman ingin menyaksikan penampilan Orkes Ukulele Indonesia, anda bisa search di youtube.com dan ketik 'Orkes Ukulele Indonesia"


Berikut Cerita masuk korannya.(Bila anda sering membaca blog ini, pernah saya tulis cerita mengenai apa yang saya bawa ke Canberra yaitu Ilmu Piping Design dan Menyanyi..Dan menyanyi/bermusic ria inilah bisa saya salurkan di Canberra..Kalau Ilmu Piping Design sementara masih belum bisa, kecuali training piping online.

Okelah berikut berita yang saya kutip dari salah satu koran online.

Ratusan pengusaha kecil menengah asal Indonesia menggelar acara festival kuliner yang dikemas dalam bentuk "Pasar Senggol" di Canberra, Australia, pagi ini. Ribuan warga dan turis mancanegara tumpah ruah ingin tahu dan mencicipi aneka kuliner khas nusantara, mulai dari bakso Isaura yang terkenal di Aceh, bubur ayam yang diprakarsai mahasiswi-entrepreneur, sampai pada aneka kopi produk Indonesia.

Acara sosial-budaya yang digelar untuk pertama kalinya itu digagas dan digerakkan oleh Diaspora Indonesia di Canberra dan sekitarnya, kata Direktur, Projecting Indonesia, Yasmi Adriansyah.

Acara yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia ternyata juga dinikmati oleh berbagai kalangan mulai dari cendikiawan terkemuka ANU sampai musisi Ekuador yang berdomisili di Australia serta warga negara Australia menikmati aneka kekayaan Indonesia, dari kuliner sampai pakaian nusantara.

"Daya tarik kekayaan budaya Indonesia sangat luar biasa sekiranya mau diolah. Terbukti dengan diadakannya acara ini, kehadiran pengunjung di luar perkiraan dan betapa positifnya masukan yang kita terima," ujar Panuntun Inoeg Nugraha, entrepreneur muda yang juga seniman multitalenta yang menggagas Pasar Senggol.

Dikatakannya edaran brosur Pasar Senggol dikhususkan untuk komunitas Indonesia. Namun di edaran tentang penyelenggaraan Pasar Senggol itu pun sampai di kantor pemerintahan Australia.

"Bisa dibayangkan betapa besar potensi acara-acara seperti ini hanya tinggal menunggu keseriusan mewujudkannya di masa mendatang," ujarnya.

Acara Pasar Senggol sangat mengesankan, hanya dalam satu jam makanan habis terjual. Antusiasme pengunjung sangat tinggi, ujar Cut Dewi, pemilik Bakso Isaura khas Aceh , mahasiswi PhD di ANU.

Selain kuliner, Pasar Senggol juga menampilkan para entrepreneur di bidang pakaian tradisional, kerajinan, busana muslim, dan spa.

Partisipasi aktif juga dilakukan berbagai komunitas yang ada di Canberra, seperti penggerak pertukaran bahasa (AILSA), persahabatan (AIFA), dan bahkan Perhimpunan Pelajar Indonesia - Australia (PPIA) di Canberra (ACT).

Di Pasar Senggol dijumpai Butik Etnik Cantik yang dikenal tidak hanya dikalangan masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat internasional, ujar Novi Kardini dan Vindy Anandita, penggerak Butik Etnik Cantik yang memasarkan aneka pakaian dan batik khas nusantara.

Selama penyelenggaraan Pasar Senggol juga dimeriahkan dengan tampilnya Orkestra Ukulele, penyanyi-musisi lokal Indonesia di Canberra, dan pemain biola cilik yang berbakat, Kiran Mansur.

Lagu-lagu populer di tanah air, seperti dari penyanyi Reza atau band Dewa, dinyanyikan para penyanyi lokal tersebut.

"Amazing. Acara yang sangat menarik dan di luar dugaan, tidak menyangka bisa sampai seramai itu," ujar Iwan Agung Dwi Saputra, penyanyi lokal.

Diharapkan ini menjadi acara tahunan atau bahkan setiap tiga bulanan. Saya siap mengisi kembali, sungguh luar biasa, potensi Indonesia memang tak terhingga, ujar Iwan. (bn)



http://www.ciputranews.com/internasional/ratusan-wirausaha-kuliner-indonesia-gelar-pasar-senggol-di-australia

http://www.antarasumbar.com/berita/internasional/d/21/285378/pasar-senggol-ala-indonesia-di-cambera.html

http://antarajendeladunia.blogspot.com.au/2013/04/cambera.html

http://projectingindonesia.com/country/international-community-flooded-indonesias-pasar-senggol/

Sebenarnya 4 link artikel yang saya share di atas adalah sebagian dari koran online yang saya share tapi saya nggak tahu apakah ada juga koran cetak berhubung saya di Canberra.

Jadi berita di atas adalah cerita saya ketika saya menyalurkan hobby saya menyanyi dan saya selama hampir satu tahun saya di Canberra menjalani hidup sebagai Cleaner.

Canberra, 5 May 2013

Friday, April 5, 2013

ANTARA PIPING ENGINEER, CLEANER, ANAK YATIM DAN REJEKI DARI ALLAH...

Sembari aku menulis sebuah materi mengenai Piping Design yach berhubung dan berhubung aku masih memberikan materi mengenai piping design di Online Training yang aku jalani selama ini. Iseng-iseng aku coba melamunkan perjalanan hidupku di Canberra.


Tak terasa sudah hampir satu tahun aku di Canberra dan aku jalani hidpku di Canberra dengan nikmat dimana aku bisa hidup bersama keluargaku. Ya aku akui selama ini aku jarang kumpul dengan anak2 dan istriku karena kesibukan kerja yang mengharuskan aku selalu jauh dari keluarga. Karena kerja sebagai Piping Engineer tidak mungkin aku dapatkan di Pekanbaru Riau dimana aku tinggal waktu itu sebelum ke Canberra dan mungkin pun seperti sekarang dimana aku susahnya menjadi kerja sebagai piping engineer.

Harapanku setiba aku di Canberra, aku bisa cepat mendapatkan kerja sebagai piping engineer dimana pengalaman kerjaku lebih dari sepuluh tahun. Dan harapanku semakin besar mengingat beberapa temanku mendapatkan pekerjaan sebagai professional di Australia. Tapi harapan tinggal harapan dan hasilnya dilihat sampai sekarang dimana aku masih belum juga mendapatkan pekerjaan walau banyak agent di Australia menawarkan pekerjaan tapi itulah hanya nawar doang..

Dan hari hariku di Canberra kujalani dengan Alhamdulillah lancar dan walau mungkin di awal kehidupan di Canberra ada sedikit kendala mengenai keuangan dimana dikarenakan aku belum bekerja waktu itu sehingga semakin lama semakin menguras keuangan keluarga. Dimana waktu itu aku masih asyik menunggu kerja jadi Engineer dengan khayalan gaji 10 ribu dollar perbulan.

Walau aku telah berdo'a tapi belum juga ditunjukkan jalanku untuk bekerja sebagai Engineer tapi itulah aku pun coba melamar kerja di luar Canberra dengan konsukwensinya aku harus pisah keluarga lagi. Tapi itulah situasi tetap sama yaitu si agent cuma minta CV doang dan Visa yang kupegang tidak requirement untuk posisi Engineer.

Akhirnya mau tak mau aku harus kerja, kerja apa saja harus kujalani yang penting aku dapatkan uang untuk anak istriku. semua kerja sudah kulakukan dari buruh angkut karpet, penghantar brosur ke rumah2, house keeping di hotel dan akhirnya jadi Cleaner di salah satu company di Canberra. Dan di dalam sejarah hidupku sebelum di Canberra belum pernah aku melakukan pekerjaan tersebut dan merupakan awal bagiku kerja yang non skill. Pertama aku malu tapi akhirnya aku nggak perduli. ngapain mikirin orang lain yang komentar, yang penting aku kerja dan kerja bagus dan hasilnya kuberikan untuk anak2 dan istriku.

Aku juga sedih bilamana nanti aku tidak bekerja akan mengakibatkan terputusnya biaya kehidupan sehari-hari 3 anak yatim yang setiap bulannya aku kirimin uang. Dan sedih rasanya saat aku  memberi tahu kepada ibu ke 3 anak yaitm tersebut bahwa aku masih belum kerja dan meminta do'a kepadanya agar dipermudahkan dalam mencari kerja sebagai engineer.

Pertengahan January 2013 yang lalu aku mendapat tawaran kerja sebagai casual employee untuk membersihkan karpet dan aku jalani selama 2 minggu tapi kerja tersebut benar-benar sangat capek dan capek sekali tapi aku nikmati saja pekerjaan tersebut dan teru berdoa akan adanya kerjaan lebih baik lagi. Dan Alhamdulillah aku mendapatkan tawaran kerja di di sana tapi mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Sebenarnya aku bingung menerima pekerjaan tersebut dikarenakan hari jum'at aku mungkin tidak sholat lagi seperti semasa aku kerja House Keeping Hotel dimana aku selalu meninggalkan sholat jum'at ku dan diganti dengan sholat zhuhur.

Tapi Allah Maha Besar dan Maha Tahu dengan kondisi umatnya, itu yang bisa aku ungkapkan karena walau aku tidak sholat Jum'at bukan berarti aku mau jauh dari Allah tapi kondisi dan keadaan yang tidak mungkin aku lawan karena aku tinggal di Canberra dimana tidak semua orang beragaman Islam. karena Islam masih termasuk minoritas. Tapi dengan berjalannya pekerjaanku sebagai Cleaner dan keinginanku untuk melaksanakan sholat Jum'at berjamaah, akhirnya aku meminta pendapat supervisorku mengenai keinginanku untuk mengganti jam makan siangku di hari jum'at dimana dihari biasa jadwal makan siang mulai pukul 12 siang kuganti menjadi jam 1 siang..maksudnya agar aku bisa melaksanakan Sholat Jum'at. Alhamdulillah, Supervisorku menyetujui rencanaku dan semangat saling memahami antar pemeluk agama. Sehingga akhirnya aku bisa melaksanakan ibadah Sholat Jum'at dengan lancar di setiap Jum'at nya. Dan aku terus berharap dan berdo'a agar aku diberikan kelapangan dalam menjalankan ibadah Sholat Jum'at.

Mungkin bilamana aku kerja jadi seorang Engineer belum tentu aku bisa mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan Sholat Jum'at seperti halnya saat aku menjadi Cleaner saat ini. Semua orang perlu uang dan banyak orang ingin uang untuk kehidupan yang lebih baik. Dan setiap orang berbeda cara untuk mencari kehidupan yang lebih baik itu.

Alhamdulillah mungkin karena pimpinanku menganggap kerjaku bagus maka aku pun diberi tambahan jam kerja di pagi hari sebagai Cleaner. Insya Allah aku bisa menjalani kerjaan itu dengan baik baik phisik maupun mental.

Jadi aku berpikir andaikan aku mendapatkan kerja jadi Engineer dan kemungkinan kerjaku di luar Canberra (mungkin di Sydney atau di Brisbane)  dan bakalan jarang ketemu anak2 dan istriku dan lagi kemungkinan aku meninggalkan Sholat Jum'at juga. Tapi memang gajinya 10 ribu perbulan. Sedangkan sekarang walau aku kerja sebagai Cleaner, aku bisa dekat dengan keluargaku dan Alhamdulillah Insya Allah aku bisa melaksanakan Sholat jum'at walau gajinya tidak sebesar bila jadi Engineer.

Anak Yatim dan Rejeki dari Allah, Disamping do'a dari orang tua, istri dan anak-anak2 serta saya sendiri tak lupa juga mungkin ada do'a dari 3 anak2 yatim yang menjadikan aku diberikan kemurahan rejeki yang berlimpah dari Allah, baik rejeki berupa materi maupun kesehatan baik rohani dan jasmani.

Kerja Cleaner bukanlah pekerjaan yang mudah karena melibatkan phisik dan juga pikiran karena semua kerjaan harus dimanage, agar menghasilkan sesuatu yang baik yang disukai atasan kita dan juga Client.
Tapi bila suatu kerja dijalani dengan ikhlas, Insya Allah, tidak ada rasa letih dan capek, seperi hal nya yang saya alami saat ini. Rasa capek akan hilang dengan sendirinya bilamana hati kita ikhlas dalam menjalaninya.
Kalau istilah teman saya bilang, 'JANGAN MIKIRIN CAPEKNYA, TAPI PIKIRIN DUITNYA"
Itu adalah kata-kata kiasan bilamana saat kerja ada rasa capek dan dongkol serta mencoba untuk kerja dengan ikhlas.

Tapi itulah rahasia Allah, kita kadang tidak tahu apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Tugas kita sebagai manusia hanyalah menjalani kehidupan ini dengan baik dan selalu mendapatkan Ridho dari Allah. Hidup hendaknya di jalani dengan ikhlas walau kadang tidak seperti yang diharapkan. Tapi jangan pernah putus berdo'a kepeda-Nya. Karena dikabulkan do'a oleh Allah itu hanyalah masalah waktu saja. Yang penting kita  ikhlas seperti aku yang menjalani kehidupan kerja sebagai Cleaner di Canberra.

Salam Canberra, 5 April 2013








Saturday, December 8, 2012

CANBERRA.....WHY YOU ARE SO BEAUTIFUL

.....


For to supporting the celebration of Birthday Canberra for 100 years. Pujangga piping would like to share the Beautiful Canberra. What make Canberra is so beautiful for everyone and special to me.

I would like to make some folder about Canberra and my story also during live in Canberra..What is the struggle live when living in Canberra..What is the easy way to understand people in Canberra. Canberra is the nice place to live..

This song that in the beginning is from "One Direction  What Make You Are Beautiful". I would like to share the part of Canberra in my picture taken. Hopefully we are enjoyed and Make you come to Canberra.


























So What Do you think about Canberra.??? It is so beautiful, isn't it?  If you want to know What make
Canberra So Beautiful....Please Come to Canberra..And let us joint to the Celebration in 2013.

If you want to know more information about Canberra and the Celebration 100th years. Please visit ..

http://www.canberra100.com.au 

http://www.events.act.gov.au 

http:// www.visitcanberra.com.au



Canberra, 8 December 2012

Tuesday, October 16, 2012

ANDAI AKU BISA MEMILIH..

Jenuh ...itu yang bisa kukatakan saat ini dengan kehidupan seperti ini di Canberra. Aku rindu dengan kehidupan yang sebelumnya semasa aku di Indonesia dan di Malaysia..dimana aku bisa bekerja dan berinteraksi dengan teman-teman sekerjaku di sana.

Jenuh...itu yang bisa kukatakan dengan kerjaanku yang sedang kujalani sekarang..Kerjaan yang casual dan memerlukan ketepatan waktu dalam menyiapkan kamar-kamar yang siap dihuni oleh tamu dan memastikan semuanya dalam keadaan bersih dan nyaman. Hari-hari kulalui dengan mengadapi toilet dan semua pernak perniknya dan kadang terpercik air toilet ke mukaku.

Jenuh...hari-hari kulalui dengan apa adanya. Kadang aku berpikir untuk kembali dengan kehidupan sebelum aku berada di Canberra..Aku jenuh dengan pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang kuinginkan. Tapi sudah ratusan email lamaran kerja yang kumasukkan dan kendalanya masih soal visa..Tapi kalau aku berkeras dengan apa yang kuinginkan, tentunya aku seperti seorang laki-laki yang tak punya tanggung jawab terhadap keluarga. Aku harus terima semua kenyataan bahwa seberat apapun kehidupan ini harus dijalani dengan lapang dada dan  keikhlasan karena hidup telah kupilih seperti ini.

Kadang aku berpikir "Andai Aku Bisa Memilih..tentunya aku tak akan mengenal Canberra" 

MENGENALKAN INDONESIA LEWAT BENGAWAN SOLO...

jkjkjkjkj

jkjuh

Saturday, October 6, 2012

MENDUNG.....

Hari ini Sabtu, tepat jam 7 pagi waktu setempat aku memandang jauh ke balik gorden di rumahku. Kulihat ke arah langit di pagi hari dan seketika nampak olehku , langit belum menunjukkan matahari yang bersinar. Aku coba tatap lagi langit di pagi hari itu dan kulihat warna langit tidak seperti hari kemaren..

Kubergegas menuju ke kamar tempat mesin cuciku berada, dan kulihat banyak tumpukan pakaian yang harus disiapkan untuk segera dibersihkan untuk dikeringkan. Aku ingin mencuci pakaian pada pagi ini tapi kulihat langit masih berwarna gelap dan tak ada sedikitpun celah-celah sinar matahari yang menembusnya.

Tapi aku tak mungkin menunggu lama dengan suasana itu, akhirnya aku pun mulai mencuci pakaian dengan mesin cuci, ku lihat istriku dan anak-anakku masih tertidur lelap. Namun aku tak mau membangunkan mereka dari tidurnya karena istri dan anak-anakku sudah melaksanakan sholat Subuh. Sambil menunggu mesin cuci mengolah dan mengodak aduk pakaian di dalamnya, kubiarkan mesin itu bekerja dengan sendirinya.

Aku pun memandang lagi kearah dapurku dan kudapatin tumpukan piring dan gelas serta alat masak lainnya. Mungkin hari ini hari libur sehingga istriku membiarkannya untuk sementara waktu tidak mencuci piring. Aku pun sesekali memandangin tumpukan piring tersebut dan timbul ideku untuk mencuci nya. Namun aku lihat ke arah laptopku. Dan ideku itu menjadi lenyap dengan sendirinya dan kudekati laptop ku dan aku searching di google dan internet tapi pagi ini yang kubuka adalah facebook.com. Kulihat hari ini banyak teman facebook ku berulang tahun..

Dalam duduk kuterpaku dengan laptopku namun pandanganku tidak lepas dari balik jendela. Dan masih nampak olehku awan hitam masih menjelimuti langit Canberra. Tapi aku nggak tahu apakah semua Canberra atau hanya langit di sekitar rumahku. Walau langit masih berwarna namun mesin cuci tetap bekerja dengan sendirinya tanpa menghiraukan suasana alam di sekitarnya.

Sesekali kulihat ke arah handphone ku dan kulihat jam amsih menunjukann jam 7 lewat 17 menit, berarti masih sekitar 20 menit lagi peluangku untuk mendapatkan hasil yang terbaik dimana bila dimasa itu aku mendapatkan telpon dari bos ku dimana aku bekerja berarti aku hari ini bekerja dan kemungkinan akan bertambah penghasilanku di bulan ini. Tapi aku hanya bisa menunggu dan menunggu karena aku pun sebenarnya malas untuk bekerja pada hari ini karena ingin berkumpul dengan keluarga. Rasanya bagiku cukup 5 hari dalam satu minggu aku bekerja tapi entahlah kadang hidup nggak pernah ada cukupnya. Inginnya menambah menambah dan menambah terus. Aku harus ngerti dengan kondisiku saat ini dimana aku hanya bisa bekerja harian saja dan belum bisa seperti yang kuharapkan.

Kutolehlah lagi pandanganku ke arah luar jendela dan nampaknya masih nampak belum ada cahaya matahari namun tak terdengar lagi suara mesin cuciku bernyanyi 3 syair , huis..gedubak, gresek..Aku segera bergegas dan tidak pakai berlari hanya berjalan secara perlahan. Dan aku mulai mencari wadah tempat menampung pakaian hasil kerja si mesin cuci pagi ini. Perlahan tapi pasti aku keluarkan pakaian dari dalam mesin cuci dan kumasukkan secara berani ke dalam wadah yang telah kusediakan dan sesekali aku pandangi satu persatu pakaian itu. Dan akhirnya aku merasa kecewaa pagi ini karena kudapati pakaian kerjaku ternoda oleh noda merah yang ditularkan secara lugas oleh baju merah..

Putih yang ternoda itulah yang bisa kuungkapkan pagi ini dikala aku melihat pakaian kerjaku yang berwarna putih yang terkena lunturan baju yang berwarna merah. Aku pun terdiam sesaat dan mecoba kembali mengingat asal muasal kejadian yang menyebabkan itu terjadi. Akhirnya aku merasakan bahwa akulah yang salah , aku ingat aku mendekatkan baju putih dan baju merah secara berdekatan di dalam mesin cuci. Aku cuma bisa menyesal dengan kejadian itu namun tak bisa bertindak lebih lanjut Andaikan aku lebih teliti mungkin aku bisa menghindarkan kejadian itu.

Namun pagi ini nampaknya aku masih mencari akal untuk bagaimana caranya menjemur pakaian yang tertumpuk di dalam wadah tersebut. Sementara aku masih membiarkan mereka tertonggok di dalam sana menunggu langit kembali cerah. Tapi apa yang kudapatkan pagi ini..perlahan aku dengarkan suara dentingan air hujan menerpa atap rumahku dengan nada yang tidak beraturan. Aku coba dengarkan ulang dan memang benar bahwa hujan sudah mulai turun pagi ini. Tapi masih perlahan aku dengar lagi karena suara hujan tersebut masih terdengar sangat halus..Mungkin itu yang dikatakan hujan rintik-rintik..

Kubiarkan suasana seperti itu dan akhirnya rasa kantukku timbul kembali. Aku mulai menshutdownkan Laptopku dan kucobaa lagi untuk mengingat apakah aku sudah mulai mengantuk lagi atau hanya semacam desiran angin di pagi ini mengingat cuaca di luar masih terasa dingin..Namun nampaknya aku mengantuk..
Dan akhirnya aku kembali ke tempat tidurku sambil menunggu langit cerah yang disinari oleh Matahari.


Canberra, 6 oktober 2012

Wednesday, September 19, 2012

BORING

Aku nggak tahu mengapa aku boring disini.
Aku nggak tahu mengapa aku bisa begitu
Aku nggak tahu..

Mungkin aku boring dengan kehidupan monoton disini
Mungkin aku boring dengan suasana yang begitu-begitu saja.
Entahlah, aku nggak punya kemungkinan..

Boring bikin aku kesal
Boring bikin aku capek
Boring bikin aku hanya bisa tertidur di dalam kamarku.

Ach.....Aku rindu dengan kerjaan di engineering design..
Aku rindu dengan lingkungan dunia piping engineering design
Tapi itu semua tak mungkin bisa kudapatkan di Australia.

Hatiku hanya bisa menangis dan bersedih dengan kondisi seperti ini.
Tapi semua itu harus aku jalani walau berat rasanya di hati..
Karena aku perlukan biaya untuk hidup di Canberra bagi keluargaku.

Pengen aku keluar dari Australia mencari perusahaan yang bisa menerimaku bekerja
Ingin aku kembali kerja di Malaysia atau di Indonesia yang bisa menerimaku sebagai piping engineer.
Karena Visa aku di sini tidaklah bisa digunakan untuk bekerja sebagai piping engineer.

Aku hanya bisa mengiklaskan kehidupanku sekarang walau berat rasanya.
Aku harus bisa menerima semua kenyataan hidup dengan pekerja sebagai casual employment.
Karena aku perlu uang untuk hidup di Canberra selama 4 tahun.

Alhamdulillah dalam pencarianku untuk mendapatkan kerja casual, terwujud.
Alhamdulillah, ada sebuah hotel di Northbourne Canberra yang mau menerimaku sebagai karyawannya.
Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah atas nikmatnya yang diberikan..
Walau sebenarnya aku masih perlu banyak belajar untuk bekerja di Hotel.

Tapi aku tetap bersyukur dengan kondisi sekarang ini walau aku boring dengan suasananya.
Tapi itulah kehidupan yang kadang kita tidak ketahui kapan dan dimana kita berada.
Dan Insya Allah aku bisa menjalaninya dengan baik dan semua lancar-lancar saja
Dan mendapatkan hasil yang terbaik yang kuperoleh dari pekerjaanku sebagai casual employment.

Rasa Boring harus segera kuhentikan sekarang.
Berganti dengan rasa suka dan rasa senang.
Karena The Life Must Goes On..


Canberra, 19 September 2012




Saturday, September 15, 2012

LIST HALAL FOOD DI CANBERRA

Saya mencoba untuk share beberapa informasi mengenai Halal Food bilamana anda yang bergama Islam yang berkunjung ke Canberra Australia. List ini saya peroleh dari websitenya Asosiasi Mahasiswa Muslim  ANU Canberra.
Mudah-mudahan anda tidak mempunyai keraguan lagi dalam berkunjung ke Canberra untuk berwisata maupun bersekolah.

Halal food and places to eat
There are various halal food products around Canberra. Below is the list of halal food items that we know of. If you know more Halal Food products/butchers/restaurants/etc, do let us know. We will add it to the list for the benefit of others.
Meat products:
Name Address/Suburb/Phone Important Notes & Additional Info
Al-Bait Spice & Butchery Unit 3B, 1-7 Walder St Belconnen
(02 6251 9169)
- Close to the Gull Gas Station Belconnen

Coles, Woolworths, Supbarn, etc Varius locations Baida or Steggles brand will have the AFIC Halal logo.Fresh chicken (whole, pieces, breasts, wings, etc) from “Lilydale” are Halal.
 Fresh Life Grocer  Tuggeranong Email from owner indicates that “all our chicken, lamb and beef is halal”
Jabal Halal Markets Shop 9, Mawson P1 Mawson ACT 2607
(02 6286 7333)Kippax Shops,
Holt 2615
(02 6162 1495)

Lotus Halal Butcher shop 2, 132 – 146 Scollay St., Tuggeranong (opposite the Hyperdome)
Yarralumla Halal Specialist Butcher 45 Novar Street, Yarralumla
(02 6281 3969)

Fyshwick Halal Poultry Pty Ltd Shp18/ 12 Dalby St Fyshwick ACT2609(02) 6232 7641

Fast food/Take-away:
Name Address/Suburb/Phone Important Notes & Additional Info
Ali Baba’s Kebab Various Areas (Belconnen, City, Woden, etc)
http://www.alibaba.com.au/
All products are “Halal”. The bacon in their “Gourmet Kebab” and “Hawaiian Chick Burger” are actually beef rashers, not real bacon.Editor’s note: Written ‘Halal’ confirmation has been received via email.
Kingsley’s Chicken Woden Plaza, Woden;
Tugerranong Hyperdome, Tugerranong.
http://www.kingsleyschicken.com
The only “Halal” item is the Roast chicken.Other chicken products and chips such as the southern fries, chicken breast fillets, etc are not Halal!! Although these orignate from Baida (a Halal supplier), they are cooked with non-halal /meat items. This means the chips are not technically suitable for vegetarians either!This information is kindly provided by a Kingsley’s kitchen staff.
Oporto Chicken & Burgers Garema Place , Civic;
Westfield Shopping Mall, Belconnen
All the chicken used at all Oporto stores in Australia is certified halal.The chips are pre cooked in vegetable oil, and are also cooked in vegetable oil in store, so there is no issues with the chips.The majority of the menu is suitable for a halal diet. There are some exceptions – these are the Otropo Burger, Bacon and Egg Burger, Bacon and Egg Roll and the Big Breakfast. All these products contain bacon. The bacon is cooked on a physically isolated part of the grill using utensils dedicated to the handling of bacon only, as to not contaminate the other products.Editor’s note: This is an extract of email I received from Oporto’s Food Safety and Quality Manager (4-Feb-2009)
Nando’s Canberra Civic Centre, North Quarter, Bunda Street, Civic
Ph: 02 6247 40
Sign on order counter – indicating which products are “Halal”
Sultan’s Restaurant Turkish Pide Shop 3/33 Hibberson Street, (Near The Market Place) Gungahlin
Ph: 02 6241 3311
“Halal” sign inside the restaurant
Turkish Kebab & Pizza 1 – 7, Rae Street, Belconnen

Restaurants/Cafes:
Name Address/Suburb/Phone Important Notes & Additional Info
Anatolia Turkish Restaurant 7 Mort St Civic
Ph: 02 6257 1100

Asian Bistro Union Court , ANU Halal chicken bought from Baiada chicken.http://www.baiada.com.au/aboutus/accreditation.htmlAccording to the Union Court management, all the chicken for the Union Court building is bought from Baiada Chicken. Though we would ask you to confirm for yourselves with the staff on site if that is the case.
Australian Defence College Weston Creek There is always one dish that is “Halal” for the Muslim military officers.
There is also a prayer room available.
– thanks to Br. Hyder for this info!
Bharat International 1/17-23 Oatley Coart
Belconnen ACT 2616
Ph: (02) 6251 0455
Email from Bharat International indicates that they cook and sell all HALAL meat (beef and goat and chicken). Also sell frozen halal meat and few variety of frozen fish and prawns.
Charnwood Greater Indian Restaurant Charnwood Shopping Centre, Charnwood Pl Charnwood, ACT, 2615 Indicated “Halal” on menu
Charnwood Turkish Pide Charnwood Place Charnwood, ACT, 2615 indicated “Halal” on menu site
Flavours of India Gungahlin, Civic
http://www.flavoursofindia.com
Indicated as “Halal” on website (see at the bottom of the menu page)
Harem Turkish Restaurant 48 Jardine St. Green Square , Kingston
Ph: 02 6295 0386
Indicated as “Halal” on yourrestaurant.com site
Jasmine Lounge 83 Theodore St , Curtin
Ph: 02 6282 1422

Jewel of India 1 st Floor, Manuka Court, Bougainville Street, Manuka  Only Chicken is Halal.
Mirchi (previously Kitchen Of India) Paul Coe Crs Ngunnawal ACT 2913
ph: (02) 6241 0011

Pasha Pattisserie Mawson Pace , Mawson
Rosies Chicken ANU Union Court Halal Chicken bought from Baiada Chicken.http://www.baiada.com.au/aboutus/accreditation.htmlAccording to the Union Court management, all the chicken for the Union Court building is bought from Baiada Chicken. Though we would ask you to confirm for yourselves with the staff on site if that is the case.
Sanur’s Balinese Restaurant Shop 1, The Broadwalk, 1 / 114 Emu Bank Belconnen, ACT, 2617 Indicated “Halal” on website
Shalimar Indian Restaurant Academie House, Marcus Clarke Street, Civic
Spice of India Westfield Belconnen mall food court
Taj Agra Restaurant Belconnen & Dickson Indicated “Halal” in the Yellow Pages and sign can also be seen at the restaurant window.
 That Pizza Place 117 London Cct
Ph: (02) 6247 4992
Indicated as “Halal” on http://yourrestaurants.com.au/guide/that_pizza_place/
The Cheesecake Shop 47 Nettlefold Street, Belconnen
Ph: 02 6253 4155
All cakes are “Halal”
Turkish Halal Pide House 47, Novar Street, Yarralumla
Ph: 02 6281 1991

Turkish Pide House_Butchery Yarralumla Shopping Centre Canberra
Ph: 02 6281 3969

Turkish Pide House Restaurant Moore Street/Barry Drive, Civic
Ph: 02 6249 8800;Woden Plaza , Woden
Ph: 02 6260 3016;2 Lawry P1 Jamison, Belconnen
Ph: 02 6251 3325http://www.turkishpidehouse.com/
indicated as “Halal” on Menulog site
Tuskish Pizza House 8 Liardet St. Weston
Ph: 02 6287 1690



 Sumber dari :  http://msaanu.org/9-2/

SECUIL CERITA DARI CANBERRA

Sebelumnya saya mohon izin dahulu kepada para peserta Piping Design Training Online untuk memposting beberapa tulisan saya di Blog ini. Dan mengucapkan terima kasih atas partisipasinya dalam mengikuti training Piping Design Online dan juga partisipasi anda dalam membantu anak-anak yatim. 

Karena tujuan dari Pembuatan Training Piping Design Training Online ini adalah sebagaian dananya akan dipergunakan untuk membantu 3 orang anak Yatim yang masih kecil-kecil anak dari mendiang teman saya di Bandung. Jadi dengan anda mengikuti training Piping Design Online, Insya Allah, anda akan mendapatkan beberapa pemahaman mengenai piping design sekaligus Insya Allah Pahala dan berkah yang melimpah dari Allah SWT. Amin.

Secuil Cerita dari Canberra ini cuma ungkapan perasaan saya saja dimana sudah hampir 4 bulan saya berada di Canberra tapi masih juga belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman kerja dan qualifikasi saya sebagai piping design engineer. Sudah banyak lamaran yang saya ajukan lewat email dan semua sudah dihantarkan tapi itulah balasan email dan balasan telpon atau balasan pada saat interview, selalu bilang "Your Visa is not allowed for this job" 

Ya visa ku bukanlah untuk visa kerja sebagai tenaga professional di sini, karena Australia sekarang nampaknya menerapkan aturan baru dalam perecrutan tenaga kerja asing untuk tenaga professional. Jadi visanya berbeda dengan Visa yang saya miliki sekarang sehingga hanya bisa bekerja untuk posisi casual job saja. 

Sebenarnya saya sebelum datang ke Canberra sudah sangat optimis untuk dapat kerja profesional mengingat dan mendengar begitu mudahnya mendapat kerja di Canberra. Jadi saya pikir saya bisa bekerja dengan pengalaman saya sebagai piping engineer. Tapi nampaknya harapan itu sirna sudah bagi saya karena sampai sekarang pun jawaban dari para recruitment adalah "Your Visa is not allowed to this job".

Jadi saya mengerjakan pekerjaan non skill alias casual job di Canberra. Itu pun baru mulai satu bulan yang lalu. Dan Alhamdulillah berkat Ridho Allah , saya bekerja di salah satu hotel yang ada di NorthBourne Street Canberra. Walau kerja tidak sesuai dengan pengalama kerja tapi saya dan keluarga perlu uang untuk hidup di Canberra dan tidak bisa berharap dari beasiswa sekolah istri saya. 

Ya tinggal nanti saya berpikir bagaimana nanti setelaah pulang ke Indonesia setelah 4 tahun di Australia, yang jelas pengalaman kerja saya sudah tidak sesuai lagi dengan qualification saya sebagai piping engineer tapi saya pikirkan apa yang terjadi sekarang saja dan apa yang bisa aku hasilkan untuk keluargaku. Walau terus terang ada rasa ego di dalam hatiku untuk kembali ke kerjaan piping tapi aku mencoba untuk menghapuskan rasa ego tersebut di dalam hatiku dan berusaha untuk menerima dengan ikhlas dan menikmati pekerjaan membersihkan Toilet setiap 5 hari di Canberra sebagai house keeping hotel. Agar ilmu piping designku nggak hilang makanya aku menbuka training piping design online dan Alhamdulillah ada beberapa teman yang mendaftar dan semua orang Indonesia baik itu yang ada di luar Indonesia maupun di Indonesia. 

Saya pun menyesal karena sewaktu datang ke Canberra dengan Visa Dependent Student karena saya tidak membekali diri saya dengan kemampuan dan kemanpuan non skill , seperti :
1. Ilmu menjadi Mechanic Mobil /memoerbaiki mobil.
2. Ilmu menjad Tukang Pangkas
3. Ilmu menjadi Tukang Potong Hewan Halal.
4. Ilmu Hospitality, House Keeping, Cleaner, Tukang Masak.
5. Ilmu memperbaiki AC
6. Ilmu tukang batu
7. Ilmu menjadi tukang urut atau bekam.
8. Ilmu-ilmu lainnya yang bersifat Casual

Intinya bila saya mempunyai kemampuan itu tentunya saya mudah mendapatkan pekerjaan non Skill di Canberra. Tapi dari list di atas, ada baiknya sebelum anda datang ke Canberra atau ke Australia sebagai student visa mempunyai kemampuan dalam memperbaiki mobil atau menjadi tukang pangkas. karena dua ilmu itu sangat berguna bagi anda dan keluarga anda khususnya dan juga bisa berguna bagi mendatangkan uang sebagai enaga kerja part time. Bayangkan saja bila untuk pangkas rambut, anda harus mengeluarkan biaya sebesar AUD$ 25 sekitar Rp. 240.000,- bisa kebayangkan berapa yang bisa anda simpan bilamana anda menjadi tukang pangkas di Canberra baik untuk keluarga anda sendiri maupun keluarga anda. Dan bila anda buka usaha tukang paangkas saja dengan ongkos AUD $ 10 - 15, tentunya banyak pelaanggan yaang akan datang ke anda tentunya kebaanyakan orang-orang Indonesia sendiri.

Untuk posisi mechanic disini biayanya cukup mahal, sehingga kadang orang mampu beli mobil bekas tapi nggak mampu memperbaiki mobil tersebut dikarenakan biayanya cukup besar. Contohnya saya, saya beli mobil bekas seharga AUD$3,500. Pada saat mau ganti plat mobil , mobil harus di inspeksi sebelum mendapatkan ijin untuk jalan, jadi setelah diinspeksi datanglah list kerusakan dan setelah dibawa ke bengkel dan minta estimasi biaya mobil semua rata-rata memberikan estimasi diatas AUD$ 2,000. bisa kebayangkan gimana pusingnya memiliki mobil di Canberra. Jadi dengan kemampuan anda sebagai mechanic mobil setidak-tidaknya anda bisa memperbaiki mobil anda sendiri sekaligus bisa membuka usaha bengkel mobil di rumah serta membantu teman-teman Indonesia lainnya yang sama-sama mencari biaya murah untuk memperbaiki mobil. 

Kalau industri Cleaner dan industri Housekeeping, Insya Allah banyak di Canberra dan jangan khawatir anda tidak bekerja di Canberra. Yang penting and tidak malas dan cekatan dalam bekerja. Mengambil istilah teman saya di Canberra, bahwa Industri Cleaner lah yang menyelamatkan kehidupan kebanyakan orang Indonesia dan keluarganya di Canberra. Bergaullah  dengan teman-teman Indonesia di Canberra karena Informasi Dunia kerja biasanya datangnya dari teman ke teman. Insya Allah, Bilamana anda baik , orang akan lebih baik dari anda. Apalagi di perantauan, sama-sama senasib dan sepenangungan. 

Kalau saya, saya nggak punya ilmu apa-apa yang bisa saya bawa ke Canberra, kecuali Ilmu piping design dan menyanyi. karena saya nggak bisa jadi mechanic dan tukang pangkas. Tapi ilmu piping saya belum bisa saya gunakan di Canberra tapi akhirnya saya cari dari jalur menyanyi dan akhirnya saya diajak teman saya untuk bergabung di team Music Keroncong sebagai "pelengkap vocalist". Walaupun basic saya bukan sebagai penyanyi keroncong atau penyanyi betulan tapi saya cuma suka nyanyi lagu-lagu pop. Bagi saya yang penting kumpul-kumpul sama teman dan menyalurkan hobby music. Walaupun nantinya sudah didapatkan vocalist keroncong tetapnya dan penyanyi pelengkap tidak diperlukan lagi. Saya setidak-tidaknya belajar memainkan Okulele ataupun tidak juga ada, yach bisalah jadi tukang tarik-tarik Cable heheheeheheee. Yang penting bagi saya dengan bergabung dengan teman-teman Pujangga Keroncong di Canberra, saya bisa mempunyai lebih banyak teman dan tentunya info-info peluang kerja tambahan lainnya.

Itulah secuil cerita dari Canberra tapi saya nggak tahu kehidupan di kota-kota lain di Australia. Mudah-mudahan teman-teman yang punya keinginan untuk ke Canberra dan menemani istri atau suami di Canberra bisa mempunyai kemampuan yang bisa disiapkan. Dan jangan takut dan harus struggle menghadapi kehidupan di Australia. 
 

Canberra 15 September 2012

Wednesday, May 30, 2012

FIRST TIME IN AUSTRALIA (COSTUMS DECLARE)


Sebenarnya Costum ini yang paling ditakuti oleh para pendatang yang ke Australia baik itu oleh oraang asing maupun warga negara Australia.. Karena kadang isi tas kita dibongkar habis bilamana kita tidak mengisi dengan jujur blangko costum yang diberikan ke kita untuk diisi pada saat di dalam pesawat.

Akupun mengisi formulir costum itu dengan apa adanya yang saya bawa dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan aku melewati proces imigrasi dan costum dengan selamat..

Kalau anda ingin melewati costum dengan lancar, isilah formulir itu dengan jujur. Karena pihak costum akan tahu apa saja yang kita bawa. Aku pun nggak tahu darimana mereka tahu kalau ada orang yang berbohong dengan apa yang dibawa dia alias di declare di dalam costum form. Costum itu istilahnya pihak bea cukai.

Saya pun belajar dari istri saya yang duluan tiba disana. Setiap barang-barang yang saya bawa, disortir istri saya dulu dengan pertanyaan-pertaanyaan. Ada beberapa yang diminta istri saya untuk dibawa akhirnya tidak jadi di bawa. Misalnya dipesan untuk membawa Abon. Akhirnya tak jadi kubawa. Karena kata istriku setiap sesuatu yang mengandung daging, telur dan susu dilarang untuk dibawa masuk ke Australia. Dan akhirnya juga aku tak jadi membawa Indomie Goreng walau sudah kubeli 8 bungkus. Dan akhirnya semua kitinggal di tempat kakakku.

Aku pun tak jadi membawa obat-obatan untuk keperluan kami selama di sana. Dan juga obat-obatan untuk anakku yang baru sunat. Karena bekas sunat anakku belum sembuh benar sehingga aku harus membawa obat-obatan. Tapi kata istriku tak usah dibawa obat-obatan nanti susah menjelaskannya di Costum. Akhirnya aku tak jadi membawa obat-obatan ke dalam koperku. Juga rencananya aku ingin membawa minyak angin , berhubung itu juga semacam obat-obatan traditional, makanya istriku melarangku membawa minyak kayu putih. Sebenarnya bisa saja semua obat-obatan di bawa tapi semuanya harus di declare dan dijelaskan kepada pihak bea cukainya Australia. Dan daripada ribet urusannya. Akhirnya semua mengandung obat-obatan tidak jadi kubawa ke sana dan kutinggalkan di rumah. Maksudnya ribet itu ialah bagaimana cara menjelaskannya ke pihak costums tentang apa saja yang dibawa karena my english is not very good lah.

Kalau bisa pun janganlah membawa buah-buahan ke Australia, aku pun dikasih tahu istriku untuk tidak membawa buah-buahan. Dan bila ingin dibawa harus di declare. Dan berhubung buah-buahan itu banyak macamnya tentulah tas kita akan dibuka dan tentunya lebih repot lagi urusannya. Jadi daripada ribet, aku nggak mau membawa buah-buahan dan dalam declare kubuat “No”.

Aku pernah lihat di televisi Canberra, ada seorang bapak yang tidak mendeclare buah-buahan yang dibawanya dan tas nya akhirnya dibongkar dengan habis dan ditemukan dua buah-buahan sejenis mangga dengan jumlah dua buah. Akhirnya si bapak itu ngeyel alias membantah dan minta supaya dibuang saja buah-buahan itu. Tapi berhubung si bapak itu tidak mengisi dengan jujur , costum declare form , akhirnya si bapak kena denda sebesar USD 200 untuk dua buah mangga yang dibawanya. Dan buah mangga itu disita oleh pihak costums. Tapi si bapak mendapatkan bukti pembayaran denda.
Memang pihak costums Australia begitu ketat dan kita pun harus hati-hati dengan apa yang kita bawa, jadi jangan membawa sesuatu yang tidak kita declare di dalam bawaan kita dan daripada report urusan denda mendenda serta menunggu terlalu lama lebih baik dihindarkan hal-hal untuk membawa buah. Toh di Australia juga banyak buah-buahan dan harganya pun tak terlalu mahal. Tapi kalau memang ingin dibawa juga yach di declare saja dan diisi formnya dengan jelas dan jujur.

Kalau anda perokok dan ingin membawa rokok ke Australia hendaknya berpikir dua kali. Sebenarnya bisa membawa rokok tapi dalam jumlah tertentu dan harus di declare. Karena bilamana tidak di declare procesnya akan sama dengan si bapak pembawa buah. Karena saya bukan perokok, jadi saya nggak membawa rokok . Juga jangan anggap enteng satu batang rokok, karena itu pun harus di declare. Kalau nggak di declare bisa berurusan dengan polisi bandara tapi terlebih dahulu lewat costum dan tentunya barang bawaan kita akan dibongkar untuk mencari barang bukti lainnya yang tidak di declare. Declare itu artinya pemberitahuan apa saja yang dibawa masuk ke Australia. Tapi kalau anda berkeras ingin membawa rokok yach silahkan saja tapi harus di declare. Tapi kalau saran saya sich nggak usah dibawa karena kita nggak tahu apa yang terjadi kemudian bilaanda membawa rokok masuk ke Australia. Di Australia pun banyak kok yang jual rokok. Jadi beli saja di Australia. Tapi saya nggak tahu berapa harganya karena saya bukan perokok.

Bila anda membawa alat electronik dan laptop yach di declare saja juga. Karena di dalam form ada kata-kata bila membawa barang bawaan diatas AUS 900 dollar, jawab aja yes. Nanti bila ditanya jelaskan saja bahwa anda membawa laptop, camera, handycam, mainan anak-anak (psp, nitendo). Saya pun kemaren ditanya oleh pihak costums mengenai apa yang saya bawa, saya jelaskan saja apa yang saya bawa dan saya bilang semua bukan barang-barang baru.

Bila anda membawa makanan baik itu makana kering atau basah harap di declare juga. Dan diterangkan pada saat diinterview oleh pihak costums. Saya aja ada membawa bumbu-bumbu masak semacam bumbu untuk membuat rendang. Intinya semua makanan yang kita bawa tidak mengandung telur, susu dan daging. Jadi harap semua yang kita bawa untuk di declare dengan jujur. Insya Allah, semua akan berjalan dengan lancar dan sempurna.

Saran-saran saya bila anda ingin melewati Costums/Bea Cukai Australia dengan baik dan lancar serta sempurna
  1. Bersedekahlah sebelum berangkat ke Australia.
  2. Berdo’alah minta dilapangkan semua urusan masuk ke Australia.
  3. Kalau anda orang Muslim, baca aja Ayat Kursi sebanyak 3 kali setelah sampai di Australia.
  4. Berpakaianlah yang rapi selayak seorang diplomat ulung. Sorry maksudnya pakai pakaian rapi saja dan tidak urakan. Karena itu kemungkinan bisa jadi penilaian kita untuk bisa dipercaya atau tidak dengan jawaban-jawaban kita.
  5. Isilah formulir costums dan declare dengan jujur dan jangan berbohong dengan apa yang dibawa kita. Bila anda ragu untuk dibawa , jangan dibawa. Daripada repot urusan denda mendenda dan dibongkar habis isi tas kita. Lebih baik katakan jujur dan declare jujur.
  6. Bila anda ingin membawa makanan cair seperti bumbu-bumbu masak semacam bumbu rendang, bumbu opor ayam dll hendaknya dibungkus dengan baik dan rapat sehingga airnya tak keluar. Kalau bisa pakai wadah/tempat semacam product tupperware, kemudian dimasukkan ke bungkus plastik dan kemudian dibungkus pake koran dan kemudian dibungkus plastik lagi. Itu cara yang saya lakukan. sehingga tidak ada bau yang keluar dari dalam bumbu tersebut.
  7. Bila anda membawa 3 buah koper seperti saya ada baiknya dikunci pake gembok saja dan tak usah di wrapping/ataupun dipacking dengan pake tali untuk memudahkan saja bilamana koper bawaan kita ada yang akan dibuka untuk menunjukkan barang-barang yang kita declare. Dan bila kita sudah mengambil barang2 dari bagasi hendaknya koper yang terkunci dibuka saja kunci gemboknya dan bilamana kita harus membuka tas kita, kita tinggal buka langsung tanpa membuka gembok terlebih dahulu.
  8. Bila anda membawa koper 3 buah seperti saya hendaknya, barang-barang yang di declare atau yang kemungkinan akan dibuka ditempatkan di dalam satu tempat dan usahakan pakai koper saja tempat itu. Maksudnya agar memudahkan kita untuk menutupnya kembali karena kalau pake kotak karton rada susah mempackingnya kembali bilamana tas koper tersebut itu dibuka.
  9. Kalau seperti saya, saya bawa 3 koper jadi pakaiaan, jaket, sepatu, alat mandi, handuk, sejadah saya tempatkan dalam dua koper. Sedang satu koper lagi saya masukkan bumbu-bumbu bawaan, kecap, saos, dan lain-lain yang kemungkinan akan dibuka pada saat pemeriksaan. Hendaknya kita pun memahami apa saja yang kita bawa sehingga kita mudah menjelaskan kepada pihak costums Australia apa saja yang dibawa dan tentunya dalam bahasa Inggris.
  10. Jangan takut terhadap pihak Imigrasi dan Costums Australia, karena mereka orangnya ramah-ramah. Dan sepanjang kita mengikuti procedur dengan baik. Insya Allah semua tidak ada masalah. Yang penting isilah formulir costums dengan benar dan jujur. Karena ada kemungkinan ketahuan apa saja yang kita bawa tapi tak di declare.
  11. Ada baiknya memeriksa kembali barang-barang yang akan kita bawa ke Australia baik itu pakaian, isi tas dan lain-lain yang akan dibawa. Saya saja melakukan 3 kali free inspection terhadap barang-barang bawaan saya, untuk mengetahui dimana saja barang-barang saya yang di declare ataupun terlewatkan.
Untuk anda perokok, ada baiknya hati-hati kembali dengan barang bawaan anda dan pastikan puntung rokok atau sebatang rokok tidak ada dalam pakaian anda. Misalnya anda yakin anda tidak membawa rokok tapi rupanya ada 1 batang rokok terselip di dalam saku baju anda. Dan dalam isian formulir costums, anda bilang tidak membawa rokok, dan ketahuan ada dalam saku baju anda di koper. Siap-siap saja menghadapi proces costums (bea cukai) dan bisa saja sampai ke polisi..

Ini Cuma pengalaman saya saja saat melewati process costums Australia, dan saya ikuti procedurnya dengan benar, mengisi formulir costums dengan jujur, meninggalkan di Indonesia barang-barang yang ragu untuk di declare. Dan ini nampaknya Australia dan New Zealand sama procedurnya dalam hal costums declare.





FIRST TIME IN AUSTRALIA


Aku nggak pernah menyangka dalam kejadian ini dalam hidupku bahwa aku akan tinggal berangkat dan menetap di Australia tepatnya selama lebh dari 1 tahun. Dan ini benar-benar mimpi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Kadang aku merasa senang bisa tinggal di negara orang tapi kadang juga merasa sedih karena jauh dari keluarga dan teman-teman di Indonesia.

Tanggal Jum’at, 25 Mei 2012 lalu aku dan anak-anakku berangkat ke Australia dengan menggunakan pesawat Garuda Airlines menuju ke Sydney karena penerbangan international yang lebih dekat ke Canberra adalah ke Sydney. Dan istriku sudah menunggu kami di Bandara International Sydney Australia.

Alhamdulillah segala pengurusan visa, baik itu test kesehatan dan process lamanya visa berjalan dengan lancar dan Alhamdulillah Visa kami siap lebih cepat dari waktu yang diperkirakan sebelumnya. Karena sebelumnya aku merasa bahwa ada kemungkinan visa kami siapnya di awal Juni karena menurut informasi khabarnya 3 minggu process berjalan untuk mengurus pasport.

Makanya aku tak menyangka sama sekali saat aku di Medan, aku diinformasikan via email bahwa visa kami sudah siap per tanggal 17 Mei 2012. Padahal aku masih menunggu penyembuhan dari sunatnya anakku yang paling kecil karena kami akan menetap di Australia selama lebih dari dua tahun bahkan tiga tahun , makanya anak saya, saya sunat lebih awal karena anakku ke dua belum berumur 9 tahun. Karena demi berangkatnya kami ke Australia maka kami sunatkan dulu di medan.

Setelah kami mendapat informasi bahwa visa telah selesai maka saya balas email tersebut dan menyatakan bahwa saya akan mengambilnya pada hari senin, karena saya dan anak2 akan berangkat ke Jakarta tanggal 19 mei 2012. Dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai apa yang kurencanakan. Mungkin juga ini berkat doa kami, anak-anak, orang tua dan tentunya anak-anak yatim dan anak-anak Unicef.

Hari Jumat malam sekitar jam 7 malam kami berangkat ke Aiport Soe-Ta Cengkareng dari BSD. Kami diantar oleh kakak saya dan suaminya serta ibuku. Ya sebenarnya aku nggak terlalu berharap ibuku untuk mengantarku sampai bandara berhubung kondisi ibuku yang mana kakinya kena rematik sehingga agak susah berjalan. Tapi mungkin karena anak dan cucunya mau berangkat jauh dan lama kian makanya aku biarkan ibuku untuk mengantarku ke bandara. Dan juga mertuaku juga mengantar kami sampai ke bandara tapi jumpanya di bandara.

Sekitar pukul 8.30 wib kami tiba di bandara dan di terminal 2F, penerbangan international. Aku pun segera check in dan membagasikan ke tiga tas koper dan aku nggak terlalu khawatir karena di Garuda kami mendapat 30 kg free bagasi per orang dan kami bertiga maka mendapat 90 kg free bagasi. Dan kulihat ke tiga tas ku beratnya hanya seiktar 75 kg saja. Dan setelah membayar aiport tax sebesar 150 ribu rupiah per orang, aku pun keluar dari tempat check in dan berkumpul kembali dengan ibu dan kakakku sera keluargaku dan tak lama kemudian pun rombongan mertuaku datang ke bandara untuk melepas kepergian kami ke Canberra. Dan kami pun berkumpul dan bercerita. Tapi aku bingung mau ngomong apa dengan mertuaku. Dan hanya cerita-cerita biasa yang aku cerita dengan mertuaku. Alhamdulillah, aku bersyukur punya mertua yang sangat baik dan memahami kondisi aku, mantunya. Alhamdulillah, mungkin ini pun berkat do’aku di malam nisfu sa’ban saat aku mencari seorang istri. (baca kujumpa istriku di malam nisfu sa’ban...red)

Dan sekitar pukul 10.00 wib malam, kami pun pamitan dengan ibuku, bapak mertuaku, ibu mertuaku, kakakku, adikku untuk masuk ke ruang tunggu dan mertuaku berpesan supaya baik-baik kami disana. Sebenarnya aku sedih dan rasanya ingin menangis meninggalkan mertuaku dan ibuku untuk pergi ke luar Indonesia dalam waktu yang cukup lama.Tapi perasaan itu aku tahankan dan kualihkan pikiranku ketempat lain.

Setelah pamitan dengan keluargaku, kami pun masuk ke ruang tunggu tapi sebelumnya melewati process imigrasi terlebih dahulu. Dan setelah itu kami pun sholat isya dan secara tidak sengaja aku diminta seseorang untuk menjadi imam di sholat isya. Aku pun iya saja karena aku berharap yang terbaik yang akan Allah berikan untukku di Canberra.
Akhirnya kami masuk ke ruang tunggu dan tak berapa lama kami pun dipanggil untuk memasuki pesawat. Dan berhubung aku membawa anak-anak kecil jadi kami pun disuruh duluan memasuki pesawat Garuda Indonesia Airlines.

Sebenarnya masih ada pesawat yang lebih murah dari Garuda karena aku membeli tiket dengan harga sekitat 12 juta rupiah untuk 3 orang. Sebenarnya yang mahal adalah taxnya karena kami hanya membeli tiket one way. Tapi berhubung anak-anakku ingin menikmati film anak-anak dan bermain games di pesawat makanya aku dan istriku membeli tiket Garuda Indonesia Airlines. Dan memang saat kami sudah dalam pesawat, anak-anakku sibuk memainkan televisi yang ada di depannya padahal pesawat belum berangkat atau mengudara. Dan setelah pesawat mengudara, anak-anakku mulai memainkan games dan menonton film ya termasuk aku juga menyaksikan film action. Walaupun tak sempat aku tonton karena aku kecapean dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat, tapi kulihat kedua anakku masih asyik memainkan games dan menonton film.

Saat aku tertidur, tak lama terasa ada cahaya yang masuk dari jendela pesawat dan kulihat matahari sudah mulai muncul padahal terasa baru sekejap aku tertidur dan kulihat anak-anakku masih tertidur. Tapi sebenarnya keherananku segera terjawab karena memang waktu Australian lebih cepat 3 jam dari waktu WIB. Makanya cepat sekali timbul matahari.

Dan sekitar jam 6 an lewat, kami pun menyantap sarapan yang di sediakan oleh Awak Kabin Garuda Indonesia. Dan kami menikmatinya dengan lahap. Cuma sayang nggak ada nasinya karena tersedia hanyalah lontong pake ayam. Tapi tetap saja enak untuk dinikmati.

Setelah itu ada pengumuman dari pilot bahwa pesawat akan segera mendarat di Bandara Sydney International. Dan kami pun segera menyiapkan diri kami dengan mengencangkan kembali ikat pinggang kami dan merapikan tempat duduk kami dan melipat meja yang ada di hadapan kami.

Dan terbersit dalam pikiranku bahwa aku tak pernah menyangka dan tak pernah sekalipun bermimpi untuk datang ke Australia. Ada rasa haru dan rasa senang bisa datang ke Australia. Dan bisa berkumpul kembali dengan Istriku Tercinta yang kurindukan selama ini. Istilahnya Aku mencari Surga Dunia sampai ke Australia.

Dan tak lama kemudian pesawat pun mendarat di Bandara Sydney International dan taka berapa lama kami pun turun dari pesawat melalui ”Belalai Gajah” dan masuk ke dalam ruangan Airport. Rencananya setelah dari Sydney kami akan melanjutkan perjalanan kami ke Canberra dengan menggunakan Bus. Yang jelas istriku menjemput kami di Airport Sydney International.

Welcome To Sydney, My Friend.....