Showing posts with label KERJA DI PERKEBUNAN. Show all posts
Showing posts with label KERJA DI PERKEBUNAN. Show all posts

Wednesday, December 16, 2020

KETIKA AKU MENJADI TEKNIKAL ASISTANT DI KEBUN - 2

Setelah tertunda kemaren, mari kita lanjutkan cerita saya mengenai kerja di perkebunan. Di tengah guyuran hujan yang membasahi kota Pekanbaru dan sekitarnya yang mana sudah berlangsung sejak jam 12 malam tadi.dan secangkir kopi dari Lajukela Coffee yang selalu menemani hari hari ku..Pesan lajukela coffee bisa di www.tokopedia.com/liberikariau 

cemilan nonton tv-08117603471

Khabarnya sebelum saya masuk dan bergabung di Pabrik karet tersebut khabarnya ada kehilangan produksi sebanyak 50 ton dan saya baru mengetahuinya pada saat saya sudah berada dan bekejra di pabrik karet tersebut. Kalau bicara karet bisa saja susutnya terjadi karena DRC yang tidak stabil. DRC itu semacam derajat kekentalan karet. Dry Rubber Content gitulah. Jadi untuk karet kadang tidak bisa dicheck kebenarannya tapi hanya mampu diatasi dengan kejujuran dari pimpinan yang berada di sana. Jadi saya bekerja di sana untuk membantu assistant yang ada di sana dalam menjamin produksi agar tidak lost dan juga meningkat. 

Saya akui sewaktu saya bekerja di sana memang sangat mengawatirkan dimana mesin dryer tetap berjalan walau tidak ada rubber yang dimasak dan akibatnya Mesin hours dari mesin tersebut tinggi tapi tidak ada produksi yang diolah. Makanya dak heran kondisi nya disana harus segera di atasi dengan megikuti dulu alur cerita yang disana..dan seperti saya bliang di certia sebelumnya bahwa manpower menjadi kendala dan juga pengawasannya kurang terhadap pekerja di pabrik dan hanya mengandalkan Mandornya saja. 

Pada dasarnya semua karyawan di sana ingin maju dan ingin berkembang serta ingin menambah wawasan di bidang perkaretan tapi kenyataannya karena kurangnya pengawasan dan juga edukasi terhadap pekerja dan hanya mengandalkan mandor maka semuanya jadi tidak sempurna dan sesuai harapan perusahaan. 

Saya benahi mereka secara perlahan dan satu demi satu karakter pekerja, saya pelajari dan mencoba bcara dan pelajari gimana cara kerja nya dan kemampuannya dalam bekerja..Karena di pabrik karet itu kebanyakan yang digunakan adalah tenaga bukan pemikiran. Jadi siapa yang mampu dan rajin mengolah karet dan menghitung DRC agar tidak salah, siapa yang sanggup meracik karet mentah agar bisa dimasak dengan baik, juga siapa yang sanggup mengangkat bal karet masak yangberatnya rata rat diatas 25 kg-30 lebih sesuai orderan. dan siapa yang mampu.

bolen pisang-08117603471

Sebenarnya penempatan petugas di pabrik itu selalu berganti setiap minggu, jadi tiap minggu diadakan penukaran posisi dari posisi menghitung DRC, mengolah karet mentah, meracik percampuran karet dengan bahan kimia untuk mengeraskan karet. meramu karet agar bisa dimasak dan matang serta bagian press dan mengitung berat agar pas, tidak kurang dan tidak lebih. Jadi semua sudah berlangsung sebelum saya bergabung. Dan itu ada benarnya juga dimana para karyawan bisa menguasai semua posisi dalam pengolahan karet di pabrik itu. Tapi yang menjadi masalah adalah pekerja jadi kurang tanggung jawab terhadap kerjanya apalagi kurangnya pengawasan dari atasan. Mandor tidak bisa diharapakan karena kadang kala mandor pun bertugas untuk membantu menjadi operator apabila ada salah satu karyawan tidak masuk kerja. Jadi kendala sebenarnya waktu itu adalah pengawasan. Jadi efeknya adalah biaya produksi meningkat tapi hasil produksi menurun sehingga manhour rate nya meningkat dan akhirnya menjadi complain atasan. Maka dari itu saya diminta bergabung di sana.

Tentunya elo semua khan dak percaya dengan tulisan di atas, Tap apakah anda percaya kalau saya bilang saya pernah nabrak sapi sewaktu naik motor dari Pabrik menuju ke Guest House yang ada di Air Dikit , yach sekitar 20-25 menit kalau naik motor, apalagi saat kondisi hujan atau setelah hujan di mana jalan jadi licin. Saya pernah nabrak sapi , ya itu terjadi dimana kondisi setelah hujan , jalan licin . 

Saat itu saya sedang naik motor pulang ke guest house dan dengan kecepatan rendah karena khawatrr jalan licin, sedang asyik naik motor , saya lihat gerombolan sapi akan menyeberang dan saya klakson berulang kali dengan bunyi tuit tuit tuit ,dan sampai panjang saat sapi mau menyeberang dan akhirnya mereka menyeberang dan saya mengerem dengan hati hati karena sudah antisipasi bahwa sapi akan menyeberang dan ternyata benar.. saat saya ngerem, ban motor saya tetap berjalan dan akhirnya kena deh nabrak sapi secara perlahan. Dan sapinya tak apa apa tapi saya nya yang jatuh , ada sedikit luka namun tidak mengahawatirkan dan motornya pun tidak ada rusak karena pas nabrak saya jatuhh. Ibarat nabrak tembok lunak lah, tentunya bikin jatuh walaupun tidak kencang kali. untung teman saya , dak ada masalah dengan kejadian itu dikarena kan keretanya tidak rusak. 

Saya tidak ada pengalaman sama sekali dalam hal kerja di perkebunan apalagi di Pabrik Karet. yach buta sama sekali, dan apalagi memimpin anggota yang berjumlah 50 orang . Apalagi saya orangnya kurang bergaul sebelum kerja di Kebun. Yach saya harus belajar dan terus belajar. Misalnya belajar pengolahan karet saya harus belajar di kebun karet yang punya pabrik karetnya selama 2 hari. minimal tahu aja dulu. Semua dijalani dengan ikhlas dan diangap nyaman lah. Naik mobil travel dari Pekanbaru menuju Lindai Kampar tanpa AC dan berhimpit adalah pemandangan biasa buat saya , walaupun saya tidak menyukainya tapi tetap saya lakukan. Namanya mencari nafkah untuk  keluarga. Intinya semua yang tidak menyenangkan dianggap enak aja.

Untuk perubahan besar besaran di Pabrik Karet tersebut saya lakukan setelah satu assistant setelah asisstant teknik yang ada dimutasi menjadi Askep di kebun Palembang. Dan setelah dia pindah baru saya lakukan perombakan besar besaran tanpa mengganggu atau mengurangi jumlah karyawan yang ada. yang saya rubah adalah systemnya dan cara pengawasannya, ada mandor yang saya pindahkan kembali jadi karyawan karena banyak yang tak respek dan patuh kepadanya. Dan mandornya pun bersedia diganti, daripada dia stress ngadapin permintaan saya dan juga ulah anggotanya. Intinya perubahan yang saya lakukan itu saya anggap menyenangkan banyak pihak. Karyawan di gaji berdasarkan kinerjanya dan bukan tidur, mesin tetap berjalan dengan mechine rate yang sesuai sehingga cost of produksi pabrik karet tersebut menjadi rendah. 

Saya pun harus stand by selama 24 jam di pabrik dan suka datang secara tiba tiba dan kadang jam 1malam, 2 malam dan 3 malam , saya datang ke pabrik walaupun sebenarnya saya takut juga melewati tempat tempat yang sepi dan katanya ada hantunya. Alhamdulillah Allah melindungi saya. Harus pandai jadi detektif dan nangkapin orang yang tidur selama kerja dan hanya dikasih verbal warning saja. 

Ketika saya mulai menyukai pekerjaan saya sebagai assistant kebun dan akhirnya datang menager di pabrik karet dan petaka itu datang....



Tuesday, December 15, 2020

KETIKA AKU MENJADI SEORANG TEKNIKAL ASSISTANT DI PERKEBUNAN

BENGKULU

Mungkin terdengar aneh bilamana seorang mechanical piping engineer yang bisa bekerja di oil and gas, akhirnya bekerja di salah satu perusahaan perkebunan asing yang ada di Indonesia dalam Group SIPEF dengan mana Indonesia nya PT. Tolan Tiga Indonesia, yang berpusat di Medan Sumatera Utara dan memiliki areal di berbagai daerah di sumatra dan jawa.

Bakpia enak Pekanbaru 08117603471

Awalnya tak menyangka bisa bergabung di perusahaan perkebunan, dimana tidak punya sama sekali pengalaman bekerja sebagai orang kebun walaupu posisi nya Teknical Assistant. Teknikal Assistant di Perkebunan itu semacam posisi Superintendent / Wakil Manager di perusahaan umum atau oil & gas. Yach mungkin di tempat anda, atau di oil & gas company, teknikal assistant itu semacam reseptionist, ngrusin gambar, yang ber hubungan dengan assist yang berhubungan dengan pekerjaan teknik dan tidak mempunyai anak buah alias karyawan biasa. Kalau teknikal assistant di kebun itu adalah staff dan mempunyai anak buah.

Awalnya saya bingung beradaptasi dengan wacana yang ada, apalagi menghadapi orang orang bekrja dengan tidak safety seperti hal yang biasa saya lakukan saat bekerja di Oil & Gas. Tapi sebelum saya lanjut, saya bekerja di perusahaan ini dari tahun 2 January 2002 - Mei 2005. jadi segala sesuatu yang saya tulis adalah situasi kerja tahun tersebut. Dan mungkin sekarang suasana sudah berbeda, kurang lebih 15-17 tahun mungkin suasana sudah berbeda. Dan sekarang lebh safety kerjanya karena program K3 dilaksanakan dengan sangat baik di kebun.

Awalnya saya bekerja di kebun itu di tempatkan di Bengkulu di PT Agro Muko, Desa Penarik, Muko Muko Bengkulu dan berangkat ke Muko Muko dari Medan itu pada tanggal 31 December 2001, pada saat situasi tahun baru 2002 dan mengalami banjir di daerah sebelum kisaran sumut dan kami harus memutar balik lewat Bukit Maraja Pematang Siantar menuju ke Sumbar dan merayakan tahun baru 2002 di jalan bersama sopir perusahaan. Dan kami menginap di kota Bukit Tinggi Semalam dan esok harinya melanjutkan perjalanan ke Muko muko melewati pesisir barat sumatera. Dan tiba di kota Muko-muko Utara sore hari dan menginap di Guest House Air Dikit sekitar 15-20 menit menuju ke kantor pabrik atau kantor pusatnya..

Kerja di Kebun tidaklah sama dengan kerja di kota dan walaupun di kota kerjanya enak tapi dikebun itu mempunyai tanggung jawab 24 jam baik terhadap anggota maupun pekerjaan. Dan juga kerjanya mengadapi orang dan mesin serta produksi , dan bagaimana caranya agar produksi bisa meningkat dan berkwalitas baik.

minyak bawang murah-08117603471

Awalnya saya diletakkan di gedung GMO (General Manager Office) tapi pada kenyataanya saya hatus bekerja di Pabrik Karet PT Agro Muko Bengkulu. Pabrik Kecil dan masih sederhana dan masih banyak menggunakan tenaga kerja manusia 60% manusia. Produksinya adalah SIR . Dan saya diminta bekerja sama dengan assistant terdahulu. Dan saya mengiayakan nya bilamana demikian adanya. Kami tidak bisa bekerja sama karena saya selalu saja dianggap saingan sama teman saya itu. Team Work tidak lah ada dan akhirnya dia dipindah ke salah satu kebun di Palembang dan naik jadi Asisten Kepala. Jadi ada kesan waktu itu saya diletak di sana untuk menggantikan posisi Beliau sebagai kepala Pabtik CRF. 

Tapi orangnya sudah tiada, karena saya pertama gabung alm mungkin 5 tahun lagi pensiun. Dan meninggalnya pada saat setelah pensiun. Saya tidak bisa bekerja sama dengan alm dikarenakan dia meminta saya untuk masuk malam terus jadi mengawasi malam saja dan saya keberatan dan saya minta ke Beliau agar saya bisa kerja 1 minggu malam dan 1 minggu siang. Dan tercapailah kesepakatan waktu itu tapi saya tetap hati hati. Tapi walaupun saya dilaporkan kerja dak bagus ke GM Engineering kami tapi saya tidak perduli karena terus terang saya tidak betah tinggal di kebun apalagi jauh dari keluarga di Pekanbaru. tapi 3 bulan sekali saya balik ke Pekanbaru dari muko muko.

Bicara desa Penarik dimana saya tinggal dahulu tentunya sedih aja karena malam itu sunyi sekali dan beruntung saya tinggal di areal pabrik sehingga malam hari masih mendapat listrik dari Pabrik PKS. Oh yach sebagai info aja , Pabrik Sawit dan Pabrik Karet itu berada di satu areal. Beda dengan sebelumnya waktu tinggal di Guest House Air Dikit, malam hari lampu mati dan saya tinggal di sana sekitar hampir 3 minggu dan dapat makan gratis terus hahahahahaha.. Akhirnya setelah itu saya dipindah ke dekat pabrik tapi kali ini harus pindah ke rumah karyawan dan bukan rumah staff. Berseelahan dengan salah satu karyawan PO Mill. 

Waktu itu kalau kangen sama keluarga , bilamana signal ada gangguan di Warnet di smpang Pabrik, saya harus naik motor ke kota muko muko utara, sekitar 30 menit naik motor.. dan untung sepi sehingga jalan aman aman aja waktu itu. Alhamdulillah sehat selama berada di sana. Menelpon istri dari Warnet yang ada di Telkom muko muko dan antri pun. kadang kalau sepi saya nelpon hampir setengah jam. Yach namanya jenuh tak berujung dan kesepian jauh dari keluarga.. Jauh dari keluarga di karenakan istri syaa sudah bekerja sebagai PNS dan juga tak mungkin dengan gaji 1,7 juta sebulan syaa membawa isti dan anak saya ke Muko muko.. Dan waktu itupun masih di subsidi oleh mertua saya .

Saya bukanlah orang yang pandai mencari kegembiraan bila jauh dari keluarga dan tidak seperti apa yang terjadi disana misalnya menikah lagi dengan orang tempatan. Ada bebrapa kawan asistant yang akhirnya menikah lagi dengan wanita tempatan dikarenakan keluarganya yang di Medan tidak mau diajak ke kebun. Yach mungkin karena kesepian dan perlu penyaluran,akhirnya terjadi seperti itu. Yach itulah hidup , mau gimana lagi .. Saya memang tak mau seperti itu walaupu pengen juga wkakakakakaka.

Kerja sebagai seorang assitant di kebun itu tidak mudah, tapi kita harus siap mental karena kita pimpinan di sana. Kadang kita di moop sama anggota, kadang anggota kerjanya suka suka dan produksi menurun. Apalagi kalau kerjanya 2 shift sedangkan kita kerja sendirian, dan kita harus siap 24 jam berada di dalam pabril CRF. bagaimana cara menjaga anak buah yang suka tidur kalau malam hari , karena seharusnya shift malam itu tak boleh tidur, disiplin karyawan waktu saya datang ke CRF benar benar parah.. jadi bagaimana cara mensiasati agar kerja mereka bagus , prosedural dan disiplin. 

Caranya adalah melalui proses pendekatan man to man, dimana di dekati mana mana orang yang bermasalah dan sering bolos. yach ditanya baik baik kenapa tidak masuk tanpa harus mengeluarkan SP, jadi adakan pendekatan..kemudian setelah dapat clue nya , maka mulailah diawasi cara kerjanya dan diawasi shift kerjanya. Dimana khabarnya, pernah ada kejadian mesin jalan tapi tidak ada yang bekerja dan kadang mesin dryer dimatikan karena semua orang tidur , jadi perusahan rugi dong..

Ya saya akhirnya mensiati agar bagaimana saya bisa mendapatkan hasil yang baik agar mereka kerja dengan baik. Jadi mulainya saya atur jadwal saya, bagaimana saya harus bekerja 24 jam di pabrik karet tersebut. jadi saya mulai atur jadwal saya, saya berada di pabrik karet (02.00- 5.00) , (07.00-12.00) (15.00-18.00) (19.00-22.00) ,Jadi itu lah waktu waktu saya waktu itu agar saya bisa menjaga anggota saya di pabrik agar selalu kerja dengan baik. Juga salah satunya mengganti Foreman yang ada dengan yang dianggap bagus kerjanya. Memang tidak mudah meletakkan orang lokal menjadi foreman. Tapi saya tekankan adalah profesional kerja dan Alhamdulillah sejak saya ganti Foreman dengan orang lokal, sikap dan cara kerja orang lokal pun berubah dan menjadi baik dan ada yang biasanya bolos pun kerja dengan baik.

Jadi intinya adalah tidak boleh pakai marah atau membentak saat menyuruh kerja dan mungkin saya orangnya yang tidak bisa marah sama orang bilamana tak suka yach diamkan aja dan kalau pun tak bisa diarahkan kasih aja warning later 1. Karena sudah tidak bisa lagi diarahkan.. 

Satu lagi cara yang saya buat di Pabrik CRF adalah membuat SOP (standar operational peralatan), jadi standart itu saya buat untuk seluruh mechine yang ada di dalam pabrik tersebut dan  memberikan informasi kepada para pekerja mengenai peralatan yang di oerasikan agar sesuai SOP, Dan setelah dilakukan tahapan tahapan yang di lakukan akhirnya kondisi pabrik menjadi lebih baik.

Istilahnya pengawasan dan pengawasan dengan cara pendekatan secara pribadi nampaknya berhasil dimana kerja di pabrik karet itu tidak harus orang cerdas tapi mau bekerja keras dalam mengangkut bal bal SIRagar bisa dikirim ke luar negeri dengan hasil yang baik. Saya pun tidak bisa melarang orang tidur di kala malam. asalkan kerja itu harus baik dan bermanfaat serta menguntungkan perusahaan. 

Menurut kabar sebelum saya bergabung di Pabrik Karet tersebut ....