Rabu, 18 Mei 2011

SAJAK "PENYESALAN " (DIBUAT TAHUN 1971)

Saya mencoba untuk menuliskan kembali sajak yangdibuat oleh teman almarhum Ayah saya semasa Beliau masih muda dahulu..

PENYESALAN

Mengapa kau tinggalkan
Mengapa Begini djadinya
Kusangka Engkau Setia
Dalam mentjapai cita-cita

Mengapa Engkau Sampai Hati
Menghancurkan Mahligai kasih
Tak Guna Aku Ratapi
Apa yang  telah terjadi

Namun kutabahkan hati
Kuserahkan pada Illahi
Semoga Engkau dapat mengerti
Akan penyesalanku ini

Tak guna lagi aku kembali
Untuk merajut lagi
Cukup lah sudah derita ini
Semoga tak terulang Lagi

Mengapa aku , kau tinggalkan
Mengapa begini jadinya
Kusangka Engkau Setia
Dalam mencapai cita-cita

Mengapa Engkau sampai hati
MEnghancurkan mahligai Kasih
Tak guna kusesali
Penyesalanku tak berarti...

PIPE STRESS ANALYSIS (QUESTIONS & ANSWERS)

Ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban mengenai pipe stress analysis dan mudah-mudahan bisa menjadi ilmu tambahan buat rekan-rekan semua tapi semua dalam bahasa Inggris dan mohon infonya juga mengenai peluang kerja untuk saya sebagai design engineer (Piping).

I. Whast is the objective of stress analysis ?
  The answers are :
A. To ensure that the stresses in piping componenrs in the system are within allowable limits.
B. To solve dynamic problems developed due to mechanical vibration, fluid hammer , pulsation, relief valve etc
C. To solve problems associated due to higher or lower operating temperature as :
1. Displacement stress range
2. Nozzle loading on connected equipment
3. Pipe displacements
4. Loads & moments on supporting structure.

II. What are steps involved in stress analysis (or any stress package carried out) ?
The Answers are :
1. Identify the potential loads that the piping system would uncounter during .the life of the plant
2. Relate each of these loads to .the stresses and strains developed.
3. Get .the cumulative effect of the potential loads in the system.
4. Decide the allowanbe limits the system can withstand without failure as per code
5. After the system is designed to ensure that the stresses are within safe limits.

III. How are the steps involved in stress analysis package?
The Answers are :
1. Sustained Loads : Those due to forces present during normal operation
2. Occasional Loads : Those present during rare intervals of operation
3. Dispacement Loads : Those due to displacement of pipe. (self limiting stresses due to thermal effects)

IV.  What are the sources of sustained load generated in piping system ?
The anwers are :
1. Internal fluid pressure
2. Dead weight of Pipe with fuid and its attachments
Sustained load is calculated as :
Weight of Pipe with Fluid + internal fluid pressure load + Load due to springs (W+P1)

V. What are the inputs required for stress analysis of a piping systems?
The answaers are :
1. Pipe size
2. Fluid Temperature
3. Pipe Material
4. Model
5. Design Pressure
6. Insulation Thickness
7. Specific Gravity
8. Friction Coefficient

VI. What is the sample of occasional load?
The Anwers is
1. Wind Load
2. Seismic load
3. Forces due to relief or blow down
4. Pressure wave generated due to water hammer effects.

VII. What is the desired life cycle for piping in  operation?
The anwers is :
Desired life cycle for piping in operation is 20 years (7000 cycles)
The normal number of cycles for which the dispacement or thermal stresses are designed is 7000 cycles.

VIII. What Do you means by Stress Intensity Factor (SIF)?
The answer is
Stress Intensity Factor (SIF) is the ratio of maximum stress intensity to normal stress. It is used as safe factor to account for the effect of localised stress on piping under respective loading. In piping it is applied to welds, fittings, branch connections etc where stress concentration and possible fatique failure may accur.
Example : SIF for Reducer and Weld Neck Flange is 1.0
                SIF for socket weld flange is 1.3

IX. How much should be the pressure for Hydro-Test ?
The Answers are :
Hydrotest pressure should be calculated as follow except as provided agaist point no. D
A. 1.5 times design pressure
B. For design temperature above the test temperature , minimum test pressure can be calculated as :

         Pt  = (1.5 x P x St )/S

Where: Pt = Minimum Test Pressure
            P  = Internal Design Pressure
            St = Allowance Stress at test temperature
            S   = Allowance Stress at design temperature

C. If a test pressure as per above would produce a stress in excess of the yeild strength at test temperature may be reduced to maximum pressure that will not exceed the yeild strength at test temperature.
D. If the stress pressure of piping exceeds the vessel pressure and it is not considered practicable to isolate piping from vessel, the piping and vessel may be tested together at test pressure of the vessel when approved by owner and provided the test pressure for vessel is not lessthan 115%  of piping design pressure adjusted for temperature as per point no. B.

Itulah tadi sembilan pertanyaan mengenai piping stress analysis dan nanti akan saya tambah lagi minggu depan mengenai stress piping ini dimana saya pun lagi stress karena bakal kehilangan pekerjaan karena project berakhir.

Kerteh, 18 Mei 2011 jam 19.53

Selasa, 17 Mei 2011

SAJAK UNTUK HARI JADI KOTA PALEMBANG (DIBUAT TAHUN 1972)

Saya hanya menuliskan lagi sajak "Hari Perdana Qriwijaya" Yang diciptakan oleh Bapak. A. Chalik Kuris.

Isinya :

HARI PERDANA QRIWIJAYA
Cipt. A. Chalik Kuris

Hari lima (cuklapaksa) Bulan Ashada,
Cri Caka Enam Ratus Lima.

Seakan-akan masih terdengar,
Derap-derap Langkah Para Pahlawan Prubakala
Pimpinan Panglima Perang DAPUNTA HYANG Perkasa
Mengarungi sungai ber-awakkan lasykar dua laksa
Menyusur dari muara,.................
Menuju suatu daerah yangan nantinya dinamakan Criwijaya
Menepati janji-janji serta melepaskan nazar cara PERWIRA/KSATRIA

Alangkah syahdunya,.........
Mengenangkan detik-detik Peristiwa
menunjukkan kepada Dunia
Bahwa setelahnya, berdiri tegu satu TAKHTA
Sesuai dengan nama Negeri Penguasa Bangsa
Berdaulat Dibelahan Barat Bumi Nusantara
Diakui jauh,.............Diluar batas-batas Negara

Inilah saksi seolah bercerita
Dengan iringan angin bak dahulu jua
Rak dan Gelombang serta penderanya,
Sungai MUSI megah bercengkrama
Bahwa, Lebih dari duabelas ABAD lampauan masa
Terbentulah satu desa "WALATENTARA"
Yang berganti nama "NEGERI-CRIWIJAYA"

Sungguh Perkasa,......!!!
Hari berganti, Bulan menanti
Tahun beredar, Zaman bertukar

Seiring Riwayat Perjuangan Pemuda
Palembang Menjelma di Alam Pancasila
Mengkokohkan sendi di NEGARA-MERDEKA

Selamat ditemukan HARI-PERDANA
Criwijaya nama Pruba, Palembang Sebutan Utama
Selaras dengan cita-cita
Segenap lapisan Rakyat bersorak gembira
Meng-elukan "SELAMAT HARI PERDANA CRIWIJAYA"

Dengan Semboyan :
"Palembang - Jaya..............!!!"
    "Palembang - Jaya ..................!!!"
        " Palembang - Jaya......................!!!"

Palembang,
---------------
CRIWIJAYA   12 JUNI 1972

Penjelasan-Penjelasan :
Jikalau kata-kata lain mempergunakan Hari Ulang Tahun atau Hari Jadi, tetapi CRIWIJAYA yng tertua diantaranya akan menggunakan HARI-PERDANA (Hari Pertama)


Sumber : 'BUKU PENEMUAN HARI JADI KOTA PALEMBANG"
Diterbitkan oleh HUMAS PEMDA KOTAMADYA PALEMBANG  1975

Itulah tadi sajak untuk hari jadi Kota Palembang yang pernah di Buat di Tahun  1972 oleh A. Chalik Kuris.
Dan semoa bermanfaat bagi anda semua khususnya warga kota Palembang.

Kerteh, 17 Mei 2011 Pukul 20.10.

RANGKUMAN MENGENAI HYDROTEST (FROM MILLIS MIGAS INDONESIA)

Berikut ini adalah Rangkuman diskusi hydrotest yang saya ambil dari millis migas Indonesia Dan kalau nggak salah diskusi ini berlangsung pada tahun 2006. Dan mudah-mudahan ada manfaat buat teman-teman yang ingin belajar hydrotest lebih mendalam.

Ini lah Diskusinya :


Pertanyaan dari wrote:

Salam...

1.Berapa % untuk kenaikan pressure yang diijinkan dari pressure uji test. Sebagai contoh pressure uji 428 PSI. holding time 1 jam.

2.Adakan code atau acuan untuk penururunan pressure akibat penurunan temperature (tanpa terjadi kebocoran dan pressure tetap mengikuti penurunan temprature). Untuk pertimbangan daerah tersebut perubahan temperature sangat drastis dan tidak dapat diduga

3.Apakah bila terjadi hal seperi diatas hydrotest dianggap gagal.

4.Mohon pencerahan (solusi) agar didapat hasil hydotest yang tidak mengalami penurunan pressure karena pihak client meminta hasil yang tidak terjadi penurunan pressure. Sebagai pertimbangan line yang di hydrotest berada dialam terbuka.

Tanggapan moderator:

Sebelumnya, saya akan asumsikan bahwa P Edy melakukan hydrotest menurut ASME B31.3. karena ditest dg holding time 1 jam.

1.Berapa % untuk kenaikan pressure yang diijinkan dari pressure uji test. Sebagai contoh pressure uji 428 PSI. holding time 1 jam.

Besarnya test pressure utk hydrotest paling tidak: 1.5 x design pressure, dan test pressure tdk boleh melebihi 1/3 tensile strength atau 2/3 yield strength material pipa (dipilih nilai paling kecil).

Jika pengetesan dilakukan pada temperature dibawah design temp maka test press tidak boleh melebihi 1,5 int design press. X perbandingan antara stress value pd test temp dan stress value pd design temp. (see response from IGNK Yudi Adnyana)

Kisah nyata saya saat melakukan pengetesan: kami biasanya menaikkan test pressure dg persetujuan client dan tdk melebihi batas diatas. Tujuannya untuk menjaga actual test pressure tdk kurang dari test pressure yg diminta. Selain itu, jika pressure terlalu rendah, misal 2.2 BarG dan recorder akan kesusahan mencatatnya, maka kita propose ke 7 BarG.

2.Adakan code atau acuan untuk penururunan pressure akibat penurunan temperature (tanpa terjadi kebocoran dan pressure tetap mengikuti penurunan temprature). Untuk pertimbangan daerah tersebut perubahan temperature sangat drastis dan tidak dapat diduga

Batas penurunan pressure krn temperature drop, tdk ditemui di ASME B31.3

Senada dg saran P hasanuddin_inspector, untuk dicantumkannya acceptance criteria pada hydrotest procedure yg disetujui kontraktor dan client sebelum dilakukan pengetesan.

Ditempat saya kerja, utk pipa small bore penurunan pressure kurang dari 10 psi is accepted, sedangkan pipa 2” and above, maksimum penurunan 15 psi. dan ini pun sulit dicapai.

Karena kami melakukan test di deck didaerah dg temperature ekstrim, maka ada ketentuan lain yaitu ambient temperature yg diijinkan utk melakukan test, misalnya 5 – 37 deg C. diluar temp ini kami tdk diijinkan melakukan test.

3.Apakah bila terjadi hal seperi diatas hydrotest dianggap gagal.

Tidak. Tujuan pengetesan adalah menguji integritas system perpipaan setelah dipasang, menurut saya testing tetap accepted selama tdk terjadi kebocoran (leakage), tdk terjadi penurunan pressure lbh dr batas yg disepakati, dan test medium dapat mengalir dg lancar tdk tersumbat oleh kotoran, debris ato unexpected materials lainnya.

4.Mohon pencerahan (solusi) agar didapat hasil hydotest yang tidak mengalami penurunan pressure karena pihak client meminta hasil yang tidak terjadi penurunan pressure. Sebagai pertimbangan line yang di hydrotest berada dialam terbuka.

Beberapa solusi:

1. Jika diperkirakan akan terjadi penurunan temperature pada saat mo test (weather forecast required), maka kita propose utk menaikkan test pressure kepada client. Jika test pressure yg diminta 428 Psi, propose utk ditest pada 450 Psi, dan kembali dicek basic allowance stress utk material system perpipaan.

2. Krn medium pengetesan water, usahakan utk tdk ada air trap, krn byk terjadi error reading di pressure recorder krn air trap. (see response kagem_yud)

Yang pernah saya alami, kami mengetes piping 7512 PSi, dan sudah 7600 Psi di pressure gauge, tetapi di pressure recorder masih menunjukkan kurang dari 6000Psi. Akhirnya kita stop pumping, venting lagi, filling medium lagi hingga semua air trap yakin tdk ada, dan dilakukan pressurize lagi, alhamdulillah pressure gauge dan recorder menunjuk angka yg sama dan accepted. Tip lain, tempatkan pressure recorder diposisi bawah…error reading akan tereliminasi juga.

3. Pilih2 waktu pengetesan dimana kondisi lingkungan cenderung stabil, jika gak pernah stabil, bisa dilakukan dg memendekan holding time. Lagi2 ditempat saya kerja skrg, di pinggir laut kaspia, kami mengetes dg 30 menit holding time dan ini termaktub di testing procedure.

Setuju dg saran Pak Farid Las, kita perlu menaikkan test pressure secara gradual, dan ini saya sertakan step2 pengetesan dg medium water utk piping process ASME B31.3 mirip dg yg kami lakukan disini:

a. Sblm pengisian medium kedalam sistem perpipaan, buka semua high vent point utk memudahkan udara keluar dr pipa stelah didesak oleh water.

b. Jika ada ball valve, kita putar handle nya shg dlm keadaan 10% open posision, ini bertujuan utk menyeragamkan tekanan di seat valve dan mencegah micro cavity.

c. Lakukan pengisian water dari filling point yg ditentukan. Putar ball valve shg menjadi 100% open.

d. Ketika fresh water sudah mulai keluar dari high point, lalu kita tutup vent point.

e. Pressurize testing circuit sebesar 15-25% dr test pressure nya selama 10 menit, lalu check kemungkinan adanya kebocoron. Jika ada, maka lakukan depressurize, perbaiki bocornya, lalu lakukan procedure dari awal lagi.

Pada langkah ini, test recorder (pressure dan temperature) sudah mulai digunakan shg tampak adanya kurva tangga di pressure chart nya, dg holding time yg pendek dimasing2 stage nya.

f. Jika tdk ada bocor, naikkan pressure menjadi 50%, lalu 75% selama 10menit agar diperoleh strain yg sama pada pipa selama pengetesan. Dan terakhir 100%. Setelah mencapai kondisi stabil, lalu isolasi pressure source dan disconnect pump. Kemudian tahan kondisi ini selama holding time-nya (min 30 menit) dan di record oleh pressure dan temperatur recorder.

g. Setelah lewat holding time, lakukan depressurization dg membuka block valve di highest point, lalu lakukan draining melalui drain point, dan jika diperlukan drying dg compressed air.

Semoga membantu dan mohon koreksinya jika ada kesalahan

Yudi setiawan



Response dari member:

wrote:

Referensi untuk melakukan hydrotest, bisa dilihat di ASME B31.3 (Process Piping), ASME B31.4 (Hydrocarbon transfer) atau ASME B31.8 (Gas Distribution), tergantung digunakan sebagai apa piping tersebut.

wrote:

Utk no 4. Jika kita melakukan hydrotest dg water sbg tes mediumnya, biasanya penyebab pressure drop karena ada udara yg terperangkap dalam testing circuit. Sehingga yg kita lakukan adalah menghilangkan atau mengurangi air trapping tersebut misalnya dengan cara:

Dibuat high venting point pada daerah yg potensial terjadi air trapping yaitu daerah yg tdk memungkinkan udara mengalir keluar dari system.

Ketika process filling dilakukan dg memompa water kedalam system, biarkan venting point tersebut terbuka sehingga udara akan keluar setelah terdesak oleh water dan seluruh volume dalam pipa diisi oleh water. Ketika water telah keluar dari vent point tsb ini menandakan tdk ada lagi udara yg terperangkap, sehingga kita bisa mulai menutup dan mengisolasi vent point ini.

Setelah semua venting point ditutup, lalu kita bisa memulai pressurization stage semoga membantu

Farid Las wrote:

Sebagai referensi tambahan:

Pada saat pelaksanaan Hydrostatic Test kenaikan dan penurunan dilakukan secara gradual jangan dinaikkan langsung ke hydrostatic pressure. Dimanabila hal ini dilakukan bahayanya material tersebut akan mengalami Tegangan kalau boleh saya pinjam di dalam istilah pengelasan ada internal stress pada material tersebut.

Pelaksanaan Hydrostatic Test sebaiknya dilaksanakan menjelang petang (sore)hari. Hal ini demi menjaga keoptimalan Pressure yang akan dicapai. Biasanya Authorize Inspector ( AI ) menyarankan hydrostatic dilakukan pada waktu menjelang petang.

wrote:

Sedikit tambahan dari saya jika yang ditanyakan masalah hydrotest equipment.

No.1: Test pressure sebenarnya sudah merupakan kelipatan dari allowable kapasitas maksimum material dalam design. Sebaiknya jangan melebihinya.Lagi pula itu juga nggak perlu dilakukan atau sebaiknya dihindari. Kalau pertanyaan ke arah seberapa besar boleh lebih dari test pressure, sepertinya -maaf- saya belum temukan di dalam referensi. FYR Test Pressure di ASME BPV VIII Div.1 = 1.3 times of MAWP (or Design Pressure) dikoreksi dengan adanya static head di pressure part yang ditinjau. Sementara Design Pressure sendiri sudah diatas Normal Operating Pressure. Perkiraan ini ada dalam kisaran 10%~30% - tergantung design dari process systemnya.

No.2: Berdasarkan pengalaman, jika dipertimbangkan terjadinya penurunan pressure karena perubahan suhu lingkungan selama holding time (1 hr), maka kami akan meminta vendor melakukan "pressurize" pada kondisi temperature lingkungan cenderung "akan" naik. Misalnya: Di Indonesia, saat menjelang tengah hari, kecil kemungkinan temperature lingkungan akan turun jika tidak terjadi hujan dalam kurun waktu holding time yang "cuma" satu jam.

Kalau code yang mengatur allowance turunnya juga belum saya temukan.

No.3 & 4: Sepertinya cukup terjawab dengan jawaban di atas.

wrote:

Untuk pipeline, variasi penurunan atau kenaikan pressure ada diatur dalam DNV OS-F 101 item 519, yaitu sekitar 0.2%.



IGNK Yudi Adnyana wrote:

Pak Edys beberapa bisa saya share base on pengalaman saya dulu....

1.Test pressure paling tidak 1.1/2 dari Press. design kecuali jika permintaan client lebih dari itu harus dipastikan test gauge press tidakmelebihi 1,5 int design press. X perbandingan antara stress value pd test temp dan stress value pd design temp. (banyak kejadian gagal material terjadi). Bahkan buat pipeline yg 24 jam press chart ind.

Harus digunakan, nanti akan terlihat pressure naik / turun Dan itu sangat normal bkn gagal.

2.Untuk kasus drop press. penggunaan temp gauge sangat membantu. (di ASME B31.3 tdk diatur ttg toleransi thd penurunan) namun dilapangan sering terjadi. Asal argument menggunakan record temp awal & akhir akan sangat2 membantu.

3.penurunan temp pd Hydrotest tidak selalu berarti gagal terutama ada indikasi penurunan temp awal & akhir.

4.Pengalaman saya buat "ngakali" lakukan hidrotest sebelum jam 11 siang.

wrote :

Numpang lewat pak,

Kalo misalnya saya berposisi sebagai owner dan anda adalah kontraktor-nya, saya akan kejar2 anda sampai saya dapat diyakinkan seperti apa sih argumen yang dipakai sebagai justifikasi untuk "membenarkan" adanya pressure drop??

Ini memang common, akan tetapi tidak bisa dijadikan justifikasi utama bahwa pressure drop adalah dibenarkan. Dan saya berhak menolak (sekali lagi kalo saya berposisi sebagai owner, he..he..he) hasil hydrotest-nya dengan mangatakan hydrotest gagal seandainya tidak ada back up kalkulasi yang proper untuk meng-covernya.

Adalah mandatory, bahwa jauh2 hari sebelum hydrotest dilakukan, procedure-nya harus dipersiapkan untuk direview dan mendapatkan approval dari owner, third party bahkan government body (as applicable). Procedure juga harus meng-cover berapa toleransi yang diperbolehkan apabila terjadi fluktuasi pressure terkait dengan fluktuasi temperature.

ASME B31.4 (chapter 6 point 437.4 ttg pressure test) menyatakan sbb:

" if the testing medium in the system will be subject to thermal expansion during the test, provisions shall be made for relief of excess pressure. Effects of temperature changes shall be taken into account when interpretation are made of recorded test pressure"

Karena tidak ada reference kalkulasi dari ASME B31.4, untuk pipeline kita bisa menggunakan reference AS/NZS 2885 standard yang memberikan detail kalkulasinya.

Tambahan share pengalaman aja, barangkali berguna:

1. Jangan menempatkan lampu sorot didekat chart recorder untuk menghindari error recording
2. Apabila chart recorder ditempatkan dalam lokasi yang terbatas (misalnya dalam suatu mini shelter), usahakan access-nya benar2 terbebas dari guncangan2 yang tidak perlu. Akan konyol akibatnya apabila misalnya personil yang menungguinya ngantuk, terantuk dan membuat pena recorder-nya bergoyang2.


wrote:

Setiap hydrotest pada pipeline umumnya akan ada kecenderungan pressure drop yang tinggi pada malam hari kemudian akan naik kembali pada siang hari. akan tetapi walaupun tidak ada kebocoran dipipa, jarum penunjukan pada recorder belum tentu ketemu setelah holding 24 jam. karna ambeint temperature start dan akhir belum tentu sama lagipula ada faktor2 lain seperti steel charakteristik itu sendiri dan factor kompressibiltas dari medium test.

Yang saya tahu beberapa perusahaan membolehkan pressure drop 1 - 2% per jam, yang akan tetapi secara keseluruhan maksimum dropnya dibatasi dengan suatu perhitungan/rumus didalam ANSI B 31.8 Appendix N4 diperbolehkan kita menambahkan test medium pada saat hydrotest secara perlahan untuk menjaga ataw mempertahankan pressure dalam pipa tersebut dengan catatn kita yakin pressure drop tsb bukan karena kebocoran.

wrote:

Hydrostatic Test Pressure Fluctuation

Pressure fluctuation during hydrostatic test happen due to changing characteristic of medium used (water, air or other gasses or liquid) for maintaining pressure inside the closed container. Some of testing parameter may be control but several parameters can’t or hardly be control such as weather and ambient temperature.

Hot atmosphere may contribute effect to water temperature and may increase the recorded temperature and also pressure. Cooler ambient temperature may make the water temperature decreased and may reduce the recorded pressure. If the tested spool has been exposed to hot radiation of sun, the spool body may absorb more heat will rise the water temperature and the

pressure inside the spool.

The effect of risen temperature may sometime make the spool expended. The spool may became more longer and its increase the volume. With more space inside the spool it may decrease the internal pressure. Thermal expansion of spool material is hard to be ignored.

Boyle laws

P(initial) V(initial) = P (n) V(n) = constant

T (initial) T(n)

P = Pressure, T = Temperature (Kelvin), V =Volume,

n =recorded in certain time n

In our case, there slightly changes in the spool volume which effected due to thermal expansion.

If a spool which has L length exposed to the changes temperature, whether it increasing or decreasing temperature, the length of spool may slightly change.

Delta L = kL(Delta T)

Delta L= Length variant

k = coefficientOF Thermal expansion( For Steel A36 11.7 x 10-6 (oC)-1)

L = Initial length of spool at T1 (Initial Temperature)

Delta T = Temperature different ( T2 – T1)

Lets back to our main task… In hydrostatic test, we need to set the internal pressure to the certain pressure, which required by specification. In that commenced stage, we need to measure and record the temperature and pressure. Some of hydro test require just 30 minute holding time, but in several occasion the holding time may take longer time as sometime reach 12 hours. It became to a good practice to shelter the spool to avoid heat exchanged from sun radiation.

Referring to the equation discussed before, pressure recorded might be reduced or increased due to changing properties of water and spool material.

If we consider both of the effect, we will consider the varying water temperature and fluctuating of spool volume due to thermal reaction will give us the fluctuation of recorded pressure. The maximum of pressure drop and increased pressure can be calculated.

As stated at previous formula;

P(initial) V(initial) = P (n) V(n) = constant

T (initial) T(n)

If the effect of spool thermal expansion need to be considered.

V(n) = A x Delta L

Where A is the area of internal pipe cross section.

Demikianlah diskusi mengenai Hydrotest dan semoga ada amanfaat buat anda semua para pembaca blog ini.
Dan sekali lagi saya ungkapkan bahwa cerita di atas diambil dari rangkuman diskusi mengenai Hydrotest tahun 2006 yang lalu.
Sumber Millis Migas Indonesia

Kerteh Trengganu Malaysia, 17 Mei 2011, Jam : 21.30

STRESS DI TEMPAT KERJA - SIAPA YANG TANGGUNG JAWAB

Tentunya kita sudah mendengar namanya Pipe Stress analysis dimana apabila sesuatu pipa mengalami pembengkokan atau mengalami perubahan bentuk akibat dari pressure and temperature dan juga fluida yang dialirinya.

Tapi disini akan dibicarakan mengenai stress pada manusia yang dialami di tempat kerja. Dan ada beberapa definisi mengenai stress tersebut :
- Stress adalah faktor yang menyebabkan tekanan fisik dan mental (Kamus Merriam -Webster)
- Stress adalah tanggapan tidak terarah dari tubuh terhadap suatu permintaan (H.Selye, The Stress of Life)
- Suatu pengaruh spikologist atau fisiologis penganggu yang mengakibatkan suatu keadaan tertekan secara berat terhadap seorang individu.

Tapi kalau menurut pujangga piping :\
Stress di tempat kerja adalah bilamana suasana tenang menjadi rame karena suara-suara yang didengar menyakitkan telinga dimana seorang pekerja itu perlu ketenangan dan kenyamanan untuk berfikir terhadap pekerjaan yang dihadapi.
Juga bilamana Bos yang notabene berasal dari konsortium selalu membuat seakan-akan pekerjaan yang biasa kita kerjakan tidak pernah siap padahal mereka ingin kan adalah mengambil semua jatah konsortiumnya. Jadi pekerja yang berasal dari konsortium satunya tidak bisa bekerja secara profesional dan nyaman dan dibuat seolah-olah tak bisa kerja.

Untuk membantu kita menaggulangi stress, marilah kita analisa penyebab dan akibat dari peristiwa di era modern ini. Semua ini akan menuntun kita ke arah penemuan cara-cara yang paling efektif untuk mengurangi dan menghilangkan stress.
Penyebab-penyebab :
- Intimidasi dan tekanan dari rekan kerja, pimpinan perusahaan dan Client. Dan juga bilamana bos dari perusahaan lain yang merupakan konsortium.
- Perbedaan antara tuntutan dan sumber daya yang ada untuk melaksanakan tugas dan kewajiban.
- Ketidak cocokan dengan pekerjaan
- Pekerjaan yang berbahaya , membuat frustasi, membosankan atau berulang-ulang.
- beban lebih
- faktor -faktor yangditerapkan oleh diri sendiri seperti target dan harapan yang tidak realistis , kritik dan hukuman terhadap diri sendiri.

Tanda -tanda dan gejala :
- menolak perubahan
- Produktivitas dan effisiensi yang berkurang
- Kehilangn motivasi, ingatan, perhatian, tenggang rasa dan pengendalian
- Kurang Tidur , kehilangan nafsu makan dan menurunnya nafsu seks
- Tidak menyukai tempat anda bekerja dan orang-orang yang bekerja bersama anda.

Akibat-Akibat :
- Sering tidak masuk kerja
- Semangat dan produktivitas yang rendah
- Kepuasan kerja yang rendah
- Perputaran pegawai tingi (banyak pegawai yang keluar)
- Kenaikan beban biaya terhadap masyarakat dan para majikan.

Pengobatan :
- Mejaga kesehatan tubuh dengan tidur yang cukup, maian makanan sehat dan berolah taga dengan benar.
- bekerja lebih sedikit dan mengurangi ketakutan akan pekerjaan
- Menghindari perbaikan tamba sulam seperti minum alkohol dan kopi.
- Magement Waktu yang benar
- Meditasi
- Bersantai (mendengar music klasik, Yoga, memancing, bermain dengan anak2, membaca buku fiksi, menomton film komedi, bekebun.

Itulah sekilas mengenai stress dan pencegahannya. dan mungkin masih banyak lagi masalah yang dihadapi yang bisa berakitan menjadi stress. Tapi intinya sabar aja dan kerja tetap bagsi dan sesekali mencari peluang lain. Dan berhati-hatilah kalau bekerja dengan system konsortium apalagi pembagiannya tidak rata.


Salam

Kerteh 17 Maret 2011 jam 21.00  

Senin, 02 Mei 2011

OSHA SAFETY COLOR SCHEDULE MARKING. (COLOR IDENTIFICATION)

Here I would lke to share the safety color code that usually used in Oil & Gas Area that refer to OSHA 1910.144. The Type of Color and the meaning/ function and identification while marking the equipment or piping or etc :

COLOR IDENTIFICATION
1. RED
Red shall be the basic color for the identificaton of :
1. Fire Protection equipment and apparatus :
- Fire Alarm Boxes (pull boxes)
- Fire Blanket Boxes.
- Fire Buckets or pails
- Fire Exit Signs
- Fire Extinguishers (if painting the extinguisher is impractical or undesirable. color shoul be used on the housing, wall, or support to identify the location)
- Fire hose locations (color should be used on the reel, supports or housing,but not on the hose)
- Fire Hydrants (industrial)
- Fire Pumps
- Fire Sirens
- Post indicator valve or sprinkle system (it is suggested that if the traffic hazard is involved, the top should be colored red, and the barrel or post yellow and black stripes)
- Sprinkler piping. (See ANSI Standard scheme for identification of Piping Systems, A13.1 1956)

2. DANGER
Beside of used as identification of Fire Protection Equipment /piping. The Red color is can be marking as per "DANGER" identify. Safety cans or other portable containers of flammable liquids having a flashpoint at or below 80 degree F, table containers of flammable liquids (open cup tester) , excluding shipping containers, shall be painted red with some additional clearly vesible identification either in the form otf the content conspicuosly stenciled or painted on the can in yellow. Red lights shall be provided at barricades and at temporary obstructions, as specified in ANSI Safety code for uilding construction,  A10.2 1944. Danger Signs shall be painted red.

3. STOP
Emergency stop bars on hazardous machines such as rubber mills, wire blocks, flat work ironers, etc, shall be red.Stop buttons or electrical switches on which letters of other markings appear used for emergency stopping of machinery shall be red.

2 ORANGE
Orange shall be used as the basic color for designating dangerous parts of he machines or energized equipment which may cut, crush, shock or otherwise injure and emphasize such hazards when enclosere doors are open or when gears, belt, or other guards around moving equipment are open or removed, exposing unguarded hazards.

3. YELLOW
Yellow shall be the basic color for designating cautin and for marking physical hazards such as : Striking against, stumbling, falling, tripping and caught on between. solid yellow, yellow with black strips, yellow and black checkers (or yellow with suitable contrasting background) should be used interchangeably , using the combination which will attract the most attention in the Particular environment.

4. GREEN 
Green shall be used the basic color for designating "Safety" and the location of first aid equipment (other than fire fighting equipment)

5. BLUE
Blue shall be the basic color designating cautin, or a warning agaist the starting , the use, or the movement of equipment under repair or being worked upon.

6. PURPLE
Purple shall be the basic color for designating ratiation hazards. Radiation as in this subparagraph refers to radiation types such as x-ray, alpaha, beta, gamma, neutron, proton, deuteron and meson. Yellow should be used in combination with purple for markers such as tags, labels , signs and floor markers.

7. BLACK, WHITE OR COMBINATION OF BLACK AND WHITE.
Black, white ar the combination of these two, shall be teh basic colors for the  designation of traffic and house keeping markings. Solid white, solid back, single color stripping, alternate strips of the black or white, or black and white checkers should be used in accordance with local conditions.

The Color Identification is refer to OSHA .

Kerteh, 3 May 2011